Sunday, September 16, 2018

My Acne Story (3) : Perawatan di Flower Beauty Clinic Pekanbaru

April 2018
Jerawat sudah mulai berkurang pertumbuhannya tapi masih ada dan bentuknya gak kayak jerawat tapi lebih mirip bisul. Gede banget dan bernanah. Bekas jerawat? wah banyak banget sampe kulitku rasanya berubah tone sangking banyaknya bekas jerawat baik yang merah maupun yang coklat. Kenapa jerawatku berkurang? Karena aku mengkonsumsi obat minum jerawat yang pernah dokter kulitku dulu resepkan. Kayaknya semua dokter kulit kalo ngobatin jerawat pasiennya pasti memberi obat ini. Roaccutane namanya.


Dulu dokterku bilang jangan konsumsi obat ini saat lagi promil (program hamil) karena obat ini mengontrol hormon dari dalam dan membuat rahim kering. Aku kurang paham maksud rahim kering itu apa. Tapi aku inget, pertama kali aku konsumsi ini tahun 2012. Aku masih konsumsi ini seminggu sebelum nikah, udah takut-takut tuh susah hamil karena konsumsi obat. Tapi alhamdulillah tiga minggu setelah nikah positif hamil.

Balik lagi ke jerawat. Nah April ini aku mulai jengah. Karena aku gak mau minum Roaccutane terus menerus. Kulitku jadi super kering, wajahku ngeletek (mengelupas) terus-terusan, bahkan bibirku juga berdarah terus. Super gak nyaman. Jadi aku putuskan, yaudah deh ayo kita treatment. Aku cari-cari nih rekomendasi klinik kecantikan di Pekanbaru. Tapi gak ada dooooong satu pun reviewnya di blog. Sedih akutu...

Friday, August 31, 2018

Bersihkan Hari Aktif Ibu dengan Kesegaran Natsbee Honey Lemon

Jadi ibu rumah tangga dengan tiga anak yang dua di antaranya masih balita, tinggal di perantauan, tanpa pembantu dan tanpa pengasuh, bagaimana rasanya?




Rasanya seperti dunia ini jungkir balik setiap hari. Karena memilih menjadi ibu rumah tangga berarti siap menghadapi kelelahan yang tidak berkesudahan.

Thursday, August 30, 2018

Wisata Belanja di Kota Malang, Ini Tempat-Tempat Rekomendasinya

Kalau ditanya kota apa yang paling ingin dikunjungi dalam waktu dekat? Saya pasti jawab Malang!
Kenapa Malang? Karena sekarang lagi musim panas. Nah kalau lagi kemarau yang panasnya menyengat begini paling enak ke tempat yang punya suasana sejuk dan dingin, dan kalau ingin suasana yang beda dari Bandung, ya cuma satu kota tujuan kita, Kota Malang di Jawa Timur. 

Bandung dan Malang memang layaknya kota kembar. Selain punya hawa sejuk, terutama di musim panas, keduanya juga memiliki ‘koleksi’ bangunan peninggalan penjajahan di beberapa sudut kotanya. Untuk berpetualang, tempat wisata di Malang pun juga ada banyak. Ingin kulineran? Gak perlu khawatir karena seperti Bandung, Malang pun juga punya segudang rumah makan untuk disinggahi dan dicicipi kelezatan masakannya.
Masih sama seperti Bandung, untuk urusan berbelanja, kota Malang pun juga punya ‘pesona’. Ada beberapa pasar atau tempat berbelanja yang unik. Dari baju sampai barang antik, semuanya bisa kamu temukan di Malang.
Untuk pecinta shopping, berikut adalah tempat rekomendasi berburu barang belanjaan.

Pasar Bunga Splendid, untuk Tambah Koleksi Bunga di Rumah

foto:Deby/kabarmlg.com

Friday, August 24, 2018

Wisata Murah Meriah di Dekat Pekanbaru, Teluk Jering : Sungai Rasa Pantai!

Hari kemerdekaan RI ke 73 jatuh pada hari jumat yang berarti ada akhir pekan yang lebih panjang dari biasanya. Horeeee... Sayangnya long weekend kami malah kurang perencaan dan dapat gangguan rezeki lembur di hari sabtu pula heu...

Ada lima pinang yang disiapkan panitia 17 komplek. Banyak ya?
 Tanggal 17 kami memang berencana mau di rumah saja, karena sorenya kami mau ajak anak-anak nonton perlombaan panjat pinang di lapangan komplek. Juga karena malam sebelumnya kami udah ngemol gara-gara komplek perumahan kami mati lampu. Fyi Pekanbaru belakangan ini suhunya sekitar 29०-32० di sore hari. Kebayang kan kalo sore mati lampu tanpa kipas angin tanpa AC. Engaaaaaap!

Tuesday, August 14, 2018

Keluarga Indonesia Bisa Ciptakan Generasi Millennials yang Berprestasi dan Berbudi Pekerti

Internet tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak muda zaman sekarang. Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII), lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017. Sebanyak 49,52 persen pengguna internet di Tanah Air adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun. Sedang pengguna internet remaja usia 13 hingga 18 tahun berjumlah 16,68 persen.

Angka ini tentu tidak begitu mengejutkan. Mengingat aplikasi tiktok yang sangat viral dan sempat diblokir oleh negara kita, penggunanya adalah anak-anak muda. Saya sungguh tidak habis pikir, kenapa aplikasi lip singseperti tiktok menjadi sangat viral. Inilah yang menandakan betapa saya dan generasi millennials ini benar-benar dua generasi yang berbeda.
TIKTOK (Sumber gambar : detik.com)


Seperti yang sudah banyak dibicarakan, internet seperti pisau. Kita bisa memakai pisau untuk memasak tapi pisau juga bisa digunakan untuk melukai. Maka ada baiknya jika kita melihat kedua sisi positif dan negatif dari penggunaan internet untuk anak.

Thursday, July 26, 2018

My Acne Story (2) : Gelap Mata Belanja Skin Care Bikin Jerawat Makin Parah

Ini lanjutan dari cerita perjalanan jerawatku yang lalu. Kenapa dipisah-pisah sih? Karena gak sempet juga nulisnya kalo panjang-panjang sekaligus gitu dan sekalian deh dibikin review kecil-kecilan skin care mana yang jadi bikin jerawatku makin parah.

Baca juga : Jerawatan karena aloe vera gel

Januari 2018 jerawat makin banyak dan makin jelas keluarnya. Makin besar dan kayak gak berhenti tumbuuuuuh terus tanpa jeda. Aku cari tau dong apa yang harus aku lakukan biar jerawatku berkurang. Apa karena 10 steps korean skin careku kurang ya? Aku jadi mulai belanja produk skin care lagi untuk melengkapi 10 steps korean skin careku.

Baca juga : Santan untuk perawatan wajah ala Korea


Apa aja yang aku beli?

Thursday, July 19, 2018

My Acne Story : Mulai Bruntusan Lagi Karena Aloe Vera Gel

Oktober 2017

Habis lihat-lihat catatan belanja di shopee dan baru ngeh ternyata ini semua dimulai di bulan Oktober, kirain Desember hihihi...


Sejak ratu skin care kesayangan, Suhay Salim mengeluarkan video "update skincare routine 2017" dan mempublikasikan kecintaannya pada aloe vera gel Nature Republic di bulan Juni setahun yang lalu, aku mulai teracuni. Pengen juga nyoba aloe vera gel natrep yang katanya kece abis itu. Kenapa? Karena setelah bertahun-tahun pakai hada labo (walau cuma cuci muka dan pakai lotionnya doang 🙈) aku merasa masih ada yang kurang. Masih ada sedikiiiiiiiiit bekas jerawat di wajah dan itu membuat aku merasa terganggu. Karena penasaran abis, akhir September aku memberanikan diri memesan aloe vera gel ini di salah satu online shop terpercaya. Barangnya sampai awal Oktober. Dan saat sampai langsung ku cobain.

Baca juga : review hada labo

Kesan pertama menggunakan aloe vera gel natrep ini : adeeeeem, segeeeer, nyenengin banget. Apalagi misalnya dipakai malam jadi sleeping mask, bangun paginya langsung berasa cerah. Kalo efek kenyalnya sih di saya gak begitu terasa karena sejak pakai hada labo juga kondisi wajahku udah kenyal. Shombhoooooong kamu, Des! 😌

Monday, July 16, 2018

7 Langkah Sederhana Dukung Bersama Asian Games 2018

Sebagai orang asli Palembang, saya gak pernah nyangka Palembang bisa jadi kota yang semaju sekarang. Bahkan Palembang ditunjuk untuk jadi salah satu tuan rumah penyelenggara Asian Games. Saya ingat sekali waktu pertama kali resto burger paling terkenal di dunia (sebut saja Mekdi hahaha..) buka cabangnya di Palembang. Antriannyaaaa beuh rame banget! Dan itu terjadi di tahun 2003, ketinggalan banget dari kota lain di Indonesia. Makanya pas pulang lebaran ke Palembang kemarin, saya sempat kaget campur terpesona melihat jalur LRT yang sudah rampung, jalan layang ada di mana-mana, bahkan daerah Jakabaring Sport City yang dulunya hanya tanah rawa tak tersentuh, sekarang lebih kece dari pusat kota Palembang. Keren abiiiiis…

ciyeeeee Palembang punya LRT (sumber gambar : globalplanet.news)
Senang sekali rasanya melihat progres pembangunan venue Asian Games di Palembang.  Saya sangat berharap agar Asian Games yang akan dilaksanakan 18 Agustus hingga 2 September 2018 dapat terlaksana dengan sukses. 

Ternyata kita sebagai warga negara Republik Indonesia bisa banget lho berkontribusi menyukseskan Asian Games. 

Saturday, July 7, 2018

Short Escape : Bukittinggi

Minggu, tanggal 29 April 2018 yang lalu kami jalan-jalan super mendadak ke Bukittinggi. Walau jaraknya hanya tujuh jam dari Pekanbaru. Tapi kalau jalannya sambil galau "pergi-enggak-pergi-enggak" nyampenya bisa dua belas jam juga hihihi..

A post shared by desni utami (@desniutami) on

Waktu itu kebetulan long weekend. Eh gak long weekend sih tapi tanggal 1 Mei kan libur hari buruh. Dan tanggal 1 Mei itu jatuh pada hari Selasa. Jadi suami ambil cuti tanggal 30 April (hari Senin). Cuti buat apa? Gak buat apa-apa, cuma pengen cuti aja. Gak ada rencana mau liburan atau jalan-jalan. Kami bahkan gak ke mol dong tanggal 28 April, kenapa? karena belum gajian 😆😅

Lalu Minggu sore tanggal 29 April, suami lagi kepanasan di kamar. AC kamar belum dicuci lagi dan kami mager (males gerak) buat nyucinya. Alhasil suami ngajak ke luar. Awalnya ngajak ngadem di mall. Tapi sebelum berangkat malah bilang ke saya "Bun, kemasin pakaian ya..". Sebagai istri yang baik, penurut, gak banyak tanya, dan penuh pengharapan diajakin staycation di hotel dalam kota 😂, aku langsung mengemasi pakaian bahkan aku juga mengemasi pakaian renang. Ngarep banget, Buuuuu... 

Thursday, July 5, 2018

Cuma Punya Dua Pewarna Bibir

Ceritanya nih lagi pengen jadi beauty blogger ala ala, ala kadarnya 😂
Cuma punya dua gincu aja pengennya jadi beauty blogger 😅😆

Saya beneran cuma punya dua gincu, dua-duanya jenis lip cream matte keluaran tahun lalu bukan yang paling up to date hahaha.. Dua lip cream ini pun bukan jenis kosmetik high-end. Ini cuma lip cream lokal biasa. Jadi gak ada spesial-spesialnya 🙈


Saya punya Wardah Exclusive Matte Lip Cream : See You Latte (03) untuk warna nude nya dan Purbasari Hi-Matte Lip Cream : Fresia untuk warna bold nya. Kenapa pilih dua warna ini? Karena PENASARAN. Udah gitu aja hahaha...

Walau cuma punya dua lip cream tapi kita bisa siasati pemakaiannya jadi empat warna

Monday, July 2, 2018

Serba-Serbi Make Up Item Favoritku : Maskara

Kenapa suka maskara?
Gak tau kenapa. Rasa suka dan cinta kadang gak butuh alasan. Ecieeeee 😂

Gak tau kenapa walaupun gak kelihatan karena ketutupan kacamata frame lebar, saya tetep sukaaaa aja pake maskara. Saya suka lihat perubahan besar dari bulu mata saya setelah pakai maskara. Jadi ngerasa lebih pede aja gitu kalau pakai maskara.

Saya juga gak bisa dan gak kepengen bisa "ngalis" alias ngegambar alis. Alhamdulillah punya alis yang cukup tebal walau bentuknya gak sempurna. Jadi kalau mau ngasih statement "gue punya alis nih!" ya cukup nyisirin maskara di alis setelah mengaplikasikan maskara di bulu mata alias pake sisaan maskara. Nanti alisnya jadi lebih kelihatan aja.

Monmaap gak pro 😆

Penting banget ya "ngalis"?
Enggak lah.. Tapi kadang kalo mau kumpul keluarga, mau ketemu orang dan kemungkinan orang lain dandan plus bakal foto-foto, aku pilih pakai maskara di alis. Biar gak nampak suram di fotonya. Biar gak dianggap kelelahan ngurus keluarga hahahaha...


Alhamdulillah ternyata saya berhasil menghabiskan maskara sebelum habisnya Period After Opening (PAO). Apa sih PAO itu?

Sunday, June 24, 2018

Mudahnya #JadiBaik Demi Ibu Tercinta di Bulan Ramadhan Bersama TCASH

Waktu saya mulai beranjak remaja, saya dan ibu punya ikatan yang cukup unik. Benci tapi cinta itulah mungkin jenis ikatannya. Setiap kali ada kesempatan membantah, saya membantahnya. Setiap kali bisa mendebat, saya mendebatnya. Namun saat saya harus merantau demi pendidikan 12 tahun yang lalu ikatan ini berubah menjadi sangaaaaat dekat. Mungkin di saat jauh seperti itulah kami akhirnya sama-sama menyadari bahwa keberadaan yang satu sangat berarti untuk yang lainnya. Bahkan saya yang dulu sempat malu punya ibu yang berprofesi "hanya" sebagai ibu rumah tangga, jadi berbalik ingin meniru sosok ibu. Wanita yang cerdas, cantik, cekatan, penyayang dan memiliki segudang potensi tapi bertekad mengabdikan diri hanya untuk keluarga kecilnya.


Sayangnya kesadaran saya atas pentingnya ibu bagi hidup saya sudah mulai terlambat. Peluang saya  mengabdi dan berbakti sebanyak-banyaknya pada ibu semakin kecil. Sejak usia 17 tahun, saya yang orang asli Palembang, Sumatera Selatan ini telah merantau untuk sekolah di pulau Jawa. Selesai sekolah saya lantas menikah dan suami memboyong saya untuk tinggal di Jakarta. Kini saya diboyongnya lagi untuk tinggal di Pekanbaru. Saya tidak bisa membersamai ibu dalam waktu lama. Sesekali saya mudik tapi mudik tidak pernah lebih dari satu bulan bahkan ada kalanya saya mudik tidak sampai satu minggu dalam waktu setahun. Saya harus kembali lagi bertugas mendampingi suami dan anak-anak di perantauan. 😢

Tuesday, June 5, 2018

Untuk Siapa Takjil atau Makanan Berbuka DIbagikan?

Kemarin saya lihat di facebook seorang teman membagikan screen capture status whatsapp seseorang yang isinya begini



Begitu banyak orang miskin yang ingin merasakan berbuka puasa dengan takjil. Tapi apa daya mereka tak punya kendaraan untuk datang ke lampu-lampu merah. Akhirnya mereka hanya ikhlas berbuka ala kadarnya di gubuk mereka yang mungkin hanya dengan nasi dan garam.

Pertanyaan saya adalah sudah tepat sasarankah saudara saudariku yang berbagi takjil di lampu-lampu merah. Karena alangka ruginya keikhlasan kalian bila itu tidak tepat sasaran dan tahukah kalian kalau sebenarnya kalian telah mengurangi omset pendapatan dari para penjual takjil. Di mana orang yang mau pergi beli takjil batal belanja karena kalian sudah memberi di lampu merah.


Wow saya kaget dong sodara-sodara bacanya. Pemikiran manusia memang beragam ya.. Dan sebagai mantan relawan pemberi takjil di perempatan, saya jadi gatel pengen membahas hal ini.