Tuesday, August 14, 2018

Keluarga Indonesia Bisa Ciptakan Generasi Millennials yang Berprestasi dan Berbudi Pekerti

Internet tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari anak muda zaman sekarang. Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII), lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017. Sebanyak 49,52 persen pengguna internet di Tanah Air adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun. Sedang pengguna internet remaja usia 13 hingga 18 tahun berjumlah 16,68 persen.

Angka ini tentu tidak begitu mengejutkan. Mengingat aplikasi tiktok yang sangat viral dan sempat diblokir oleh negara kita, penggunanya adalah anak-anak muda. Saya sungguh tidak habis pikir, kenapa aplikasi lip singseperti tiktok menjadi sangat viral. Inilah yang menandakan betapa saya dan generasi millennials ini benar-benar dua generasi yang berbeda.
TIKTOK (Sumber gambar : detik.com)


Seperti yang sudah banyak dibicarakan, internet seperti pisau. Kita bisa memakai pisau untuk memasak tapi pisau juga bisa digunakan untuk melukai. Maka ada baiknya jika kita melihat kedua sisi positif dan negatif dari penggunaan internet untuk anak.

Thursday, July 26, 2018

My Acne Story (2) : Gelap Mata Belanja Skin Care Bikin Jerawat Makin Parah

Ini lanjutan dari cerita perjalanan jerawatku yang lalu. Kenapa dipisah-pisah sih? Karena gak sempet juga nulisnya kalo panjang-panjang sekaligus gitu dan sekalian deh dibikin review kecil-kecilan skin care mana yang jadi bikin jerawatku makin parah.

Baca juga : Jerawatan karena aloe vera gel

Januari 2018 jerawat makin banyak dan makin jelas keluarnya. Makin besar dan kayak gak berhenti tumbuuuuuh terus tanpa jeda. Aku cari tau dong apa yang harus aku lakukan biar jerawatku berkurang. Apa karena 10 steps korean skin careku kurang ya? Aku jadi mulai belanja produk skin care lagi untuk melengkapi 10 steps korean skin careku.

Baca juga : Santan untuk perawatan wajah ala Korea


Apa aja yang aku beli?

Thursday, July 19, 2018

My Acne Story : Mulai Bruntusan Lagi Karena Aloe Vera Gel

Oktober 2017

Habis lihat-lihat catatan belanja di shopee dan baru ngeh ternyata ini semua dimulai di bulan Oktober, kirain Desember hihihi...


Sejak ratu skin care kesayangan, Suhay Salim mengeluarkan video "update skincare routine 2017" dan mempublikasikan kecintaannya pada aloe vera gel Nature Republic di bulan Juni setahun yang lalu, aku mulai teracuni. Pengen juga nyoba aloe vera gel natrep yang katanya kece abis itu. Kenapa? Karena setelah bertahun-tahun pakai hada labo (walau cuma cuci muka dan pakai lotionnya doang 🙈) aku merasa masih ada yang kurang. Masih ada sedikiiiiiiiiit bekas jerawat di wajah dan itu membuat aku merasa terganggu. Karena penasaran abis, akhir September aku memberanikan diri memesan aloe vera gel ini di salah satu online shop terpercaya. Barangnya sampai awal Oktober. Dan saat sampai langsung ku cobain.

Baca juga : review hada labo

Kesan pertama menggunakan aloe vera gel natrep ini : adeeeeem, segeeeer, nyenengin banget. Apalagi misalnya dipakai malam jadi sleeping mask, bangun paginya langsung berasa cerah. Kalo efek kenyalnya sih di saya gak begitu terasa karena sejak pakai hada labo juga kondisi wajahku udah kenyal. Shombhoooooong kamu, Des! 😌

Monday, July 16, 2018

7 Langkah Sederhana Dukung Bersama Asian Games 2018

Sebagai orang asli Palembang, saya gak pernah nyangka Palembang bisa jadi kota yang semaju sekarang. Bahkan Palembang ditunjuk untuk jadi salah satu tuan rumah penyelenggara Asian Games. Saya ingat sekali waktu pertama kali resto burger paling terkenal di dunia (sebut saja Mekdi hahaha..) buka cabangnya di Palembang. Antriannyaaaa beuh rame banget! Dan itu terjadi di tahun 2003, ketinggalan banget dari kota lain di Indonesia. Makanya pas pulang lebaran ke Palembang kemarin, saya sempat kaget campur terpesona melihat jalur LRT yang sudah rampung, jalan layang ada di mana-mana, bahkan daerah Jakabaring Sport City yang dulunya hanya tanah rawa tak tersentuh, sekarang lebih kece dari pusat kota Palembang. Keren abiiiiis…

ciyeeeee Palembang punya LRT (sumber gambar : globalplanet.news)
Senang sekali rasanya melihat progres pembangunan venue Asian Games di Palembang.  Saya sangat berharap agar Asian Games yang akan dilaksanakan 18 Agustus hingga 2 September 2018 dapat terlaksana dengan sukses. 

Ternyata kita sebagai warga negara Republik Indonesia bisa banget lho berkontribusi menyukseskan Asian Games. 

Caranya gimana? Jadi atlet? 
Ya gak harus dong, repot kalo seluruh warga jadi atlet hihi.. Kementerian Kominfo menjabarkan ada empat (catur) sukses Asian Games 2018, yaitu sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan pemberdayaan ekonomi. 


Nah agar catur sukses Asian Games 2018 ini terwujud kita bisa membantu menyukseskan dengan berbagai cara, seperti :


Menjadi tuan rumah yang ramah dan hangat
Kementerian Pariwisata memproyeksikan sekitar 150.000 penonton asing atau wisatawan mancanegara akan datang menyaksikan Asian Games 2018 (sumber : okezone.com). Indonesia sebagai negara timur terkenal banget nih dengan keramah-tamahannya masyarakatnya. Ayo kita buktikan pada dunia bahwa negara kita memang ramah dan menyenangkan. Kita mulai dengan yang paling sederhana yaitu tersenyum pada tamu-tamu kita. Percayalah, hal kecil seperti senyum kita bisa mengubah dunia!


Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib sampah
Beberapa waktu belakangan ini muncul beberapa artikel tentang istimewanya Jepang. Salah satu isi artikel ini supporter sepakbola Jepang yang membersihkan sampah di stadion seusai mereka nonton piala dunia di Rusia. 

sumber gambar : viva.co.id

Kita bisa mencontoh perilaku keren warga Jepang. Jepang juga salah satu peserta Asian Games lho. Mungkin sulit mengubah perilaku semua orang Indonesia, tapi kenapa tidak mulai dari diri kita sendiri. Paling sederhana jaga sampah kita jangan sampai dibuang sembarangan. 



Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib berkendara
Pasti tau dong ya sama jokes “emak-emak kalo kasih sein kiri, beloknya ke kanan” atau "cabe-cabean = cewek-cewek naik motor bonceng tiga". Perilaku ini sudah umum sekali di Indonesia tapi sayangnya perilaku ini sama sekali tidak mencerminkan perilaku tertib berkendara.


Apa saja sih perilaku tertib berkendara?
Patuhi marka jalan dan rambu lalu lintas, gunakan sabuk pengaman dan helm, jaga batas kecepatan berkendara, dan jangan melawan arah.

Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib antrian
Kalo lagi asik-asik antri lalu tiba-tiba ada yang nyerobot antrian, pasti kita langsung kesel kan. Kebayang dong perasaan wisatawan asing kalau dapat perlakuan menyerobot antrian di negeri kita. Pasti sebel dan gak nyaman banget. 

Katanya di negara maju seperti Australia pelajaran penting pertama di sekolah dasar adalah antri. Belum telat lho buat kita belajar antri. Kita jadikan Asian Games 2018 ini ajang kita melatih kesabaran kita dalam antrian. Karena pasti kita akan dihadapkan dengan banyak antrian. Seperti antri saat masuk bus, LRT, antri beli karcis pertandingan, antri masuk keluar stadion, antri beli cemilan dll. Ayo kita pasti bisa!

Nonton langsung pertandingan 
Tahun 2004 yang lalu di Palembang juga pernah diselengarakan kompetisi olahraga yaitu PON XVI. Saat itu saya masih SMA (langsung deh ketahuan umurnya hihi..), kami siswa SMA mendapatkan kesempatan gratis nonton pertandingan bulutangkis. Saya ingat betul kondisinya. Stadionnya penuh sesak, tapi semua orang bergembira. Bersorak-sorai menyemangati atlet kesayangannya. Terasa sekali energi penonton tersalur kepada atlet kebanggannya. 

sumber gambar : malesbanget.com

Saat itu saya tersadar bahwa kalau kita mau atlet kita menang, datanglah ke pertandingannya. Bersoraklah “Indonesia..(dungdungdungdungdung)” agar atlet kita bersemangat mencapai prestasi tertinggi yang mereka bisa capai. 

Bikin heboh sosial mediamu 
Nah ini untuk yang gak bisa datang langsung menyaksikan altet kesayangan bertanding.

Ternyata jumlah penduduk Indonesia sangat besar yaitu mencapai 265 juta jiwa. Ini bisa jadi kekuatan untuk mengenalkan negara kita pada dunia. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu tidak sulit sebenarnya bagi Indonesia mengangkat topik menjadi topik paling dibicarakan di sosial media seluruh dunia (trending topic world wide). Mari kita manfaatkan kekuatan kita ini untuk mengangkat hal-hal positif tentang negara kita khususnya Asian Games 2018. 

Sebarkan konten-konten mengenai Asian Games 2018 di sosial media kita. Sebarkan kegiatan torch relay di kotamu, beritakan kemenangan atlet, sebarkan serunya kegiatan nonton bareng (nobar) di tempatmu, serta ramai-ramai ikuti kompetisi yang diadakan penyelenggara Asian Games 2018 di sosial media dll. 


Bantu membangkitkan ekonomi negara dengan membeli produk UKM
Seperti yang dibicarakan tadi bahwa akan ada ratusan ribu wisatawan asing yang datang ke Indonesia saat Asian Games 2018. Ini merupakan peluang bagus untuk perekonomian negara kita. Saatnya UKM kita menjadi primadona, menjajakan dagangannya di venue yang disediakan panitia Asian Games atau di lokasi-lokasi strategis yang telah mendapat izin pemerintah setempat. Ada baiknya kita yang mulai meramaikan gerai dagangan UKM lokal agar wisatawan asing pun tertarik. 

Simple bukan? Mamak-mamak rempong seperti saya pun pasti bisa nih berkontribusi #dukungbersama Asian Games 2018 agar bisa sukses dan berkesan di mata dunia.

Saturday, July 7, 2018

Short Escape : Bukittinggi

Minggu, tanggal 29 April 2018 yang lalu kami jalan-jalan super mendadak ke Bukittinggi. Walau jaraknya hanya tujuh jam dari Pekanbaru. Tapi kalau jalannya sambil galau "pergi-enggak-pergi-enggak" nyampenya bisa dua belas jam juga hihihi..

A post shared by desni utami (@desniutami) on

Waktu itu kebetulan long weekend. Eh gak long weekend sih tapi tanggal 1 Mei kan libur hari buruh. Dan tanggal 1 Mei itu jatuh pada hari Selasa. Jadi suami ambil cuti tanggal 30 April (hari Senin). Cuti buat apa? Gak buat apa-apa, cuma pengen cuti aja. Gak ada rencana mau liburan atau jalan-jalan. Kami bahkan gak ke mol dong tanggal 28 April, kenapa? karena belum gajian 😆😅

Lalu Minggu sore tanggal 29 April, suami lagi kepanasan di kamar. AC kamar belum dicuci lagi dan kami mager (males gerak) buat nyucinya. Alhasil suami ngajak ke luar. Awalnya ngajak ngadem di mall. Tapi sebelum berangkat malah bilang ke saya "Bun, kemasin pakaian ya..". Sebagai istri yang baik, penurut, gak banyak tanya, dan penuh pengharapan diajakin staycation di hotel dalam kota 😂, aku langsung mengemasi pakaian bahkan aku juga mengemasi pakaian renang. Ngarep banget, Buuuuu... 

Thursday, July 5, 2018

Cuma Punya Dua Pewarna Bibir

Ceritanya nih lagi pengen jadi beauty blogger ala ala, ala kadarnya 😂
Cuma punya dua gincu aja pengennya jadi beauty blogger 😅😆

Saya beneran cuma punya dua gincu, dua-duanya jenis lip cream matte keluaran tahun lalu bukan yang paling up to date hahaha.. Dua lip cream ini pun bukan jenis kosmetik high-end. Ini cuma lip cream lokal biasa. Jadi gak ada spesial-spesialnya 🙈


Saya punya Wardah Exclusive Matte Lip Cream : See You Latte (03) untuk warna nude nya dan Purbasari Hi-Matte Lip Cream : Fresia untuk warna bold nya. Kenapa pilih dua warna ini? Karena PENASARAN. Udah gitu aja hahaha...

Walau cuma punya dua lip cream tapi kita bisa siasati pemakaiannya jadi empat warna

Monday, July 2, 2018

Serba-Serbi Make Up Item Favoritku : Maskara

Kenapa suka maskara?
Gak tau kenapa. Rasa suka dan cinta kadang gak butuh alasan. Ecieeeee 😂

Gak tau kenapa walaupun gak kelihatan karena ketutupan kacamata frame lebar, saya tetep sukaaaa aja pake maskara. Saya suka lihat perubahan besar dari bulu mata saya setelah pakai maskara. Jadi ngerasa lebih pede aja gitu kalau pakai maskara.

Saya juga gak bisa dan gak kepengen bisa "ngalis" alias ngegambar alis. Alhamdulillah punya alis yang cukup tebal walau bentuknya gak sempurna. Jadi kalau mau ngasih statement "gue punya alis nih!" ya cukup nyisirin maskara di alis setelah mengaplikasikan maskara di bulu mata alias pake sisaan maskara. Nanti alisnya jadi lebih kelihatan aja.

Monmaap gak pro 😆

Penting banget ya "ngalis"?
Enggak lah.. Tapi kadang kalo mau kumpul keluarga, mau ketemu orang dan kemungkinan orang lain dandan plus bakal foto-foto, aku pilih pakai maskara di alis. Biar gak nampak suram di fotonya. Biar gak dianggap kelelahan ngurus keluarga hahahaha...


Alhamdulillah ternyata saya berhasil menghabiskan maskara sebelum habisnya Period After Opening (PAO). Apa sih PAO itu?

Sunday, June 24, 2018

Mudahnya #JadiBaik Demi Ibu Tercinta di Bulan Ramadhan Bersama TCASH

Waktu saya mulai beranjak remaja, saya dan ibu punya ikatan yang cukup unik. Benci tapi cinta itulah mungkin jenis ikatannya. Setiap kali ada kesempatan membantah, saya membantahnya. Setiap kali bisa mendebat, saya mendebatnya. Namun saat saya harus merantau demi pendidikan 12 tahun yang lalu ikatan ini berubah menjadi sangaaaaat dekat. Mungkin di saat jauh seperti itulah kami akhirnya sama-sama menyadari bahwa keberadaan yang satu sangat berarti untuk yang lainnya. Bahkan saya yang dulu sempat malu punya ibu yang berprofesi "hanya" sebagai ibu rumah tangga, jadi berbalik ingin meniru sosok ibu. Wanita yang cerdas, cantik, cekatan, penyayang dan memiliki segudang potensi tapi bertekad mengabdikan diri hanya untuk keluarga kecilnya.


Sayangnya kesadaran saya atas pentingnya ibu bagi hidup saya sudah mulai terlambat. Peluang saya  mengabdi dan berbakti sebanyak-banyaknya pada ibu semakin kecil. Sejak usia 17 tahun, saya yang orang asli Palembang, Sumatera Selatan ini telah merantau untuk sekolah di pulau Jawa. Selesai sekolah saya lantas menikah dan suami memboyong saya untuk tinggal di Jakarta. Kini saya diboyongnya lagi untuk tinggal di Pekanbaru. Saya tidak bisa membersamai ibu dalam waktu lama. Sesekali saya mudik tapi mudik tidak pernah lebih dari satu bulan bahkan ada kalanya saya mudik tidak sampai satu minggu dalam waktu setahun. Saya harus kembali lagi bertugas mendampingi suami dan anak-anak di perantauan. 😢

Tuesday, June 5, 2018

Untuk Siapa Takjil atau Makanan Berbuka DIbagikan?

Kemarin saya lihat di facebook seorang teman membagikan screen capture status whatsapp seseorang yang isinya begini



Begitu banyak orang miskin yang ingin merasakan berbuka puasa dengan takjil. Tapi apa daya mereka tak punya kendaraan untuk datang ke lampu-lampu merah. Akhirnya mereka hanya ikhlas berbuka ala kadarnya di gubuk mereka yang mungkin hanya dengan nasi dan garam.

Pertanyaan saya adalah sudah tepat sasarankah saudara saudariku yang berbagi takjil di lampu-lampu merah. Karena alangka ruginya keikhlasan kalian bila itu tidak tepat sasaran dan tahukah kalian kalau sebenarnya kalian telah mengurangi omset pendapatan dari para penjual takjil. Di mana orang yang mau pergi beli takjil batal belanja karena kalian sudah memberi di lampu merah.


Wow saya kaget dong sodara-sodara bacanya. Pemikiran manusia memang beragam ya.. Dan sebagai mantan relawan pemberi takjil di perempatan, saya jadi gatel pengen membahas hal ini.

Monday, June 4, 2018

Mudik Via Jalur Darat : Tips Packing Mudik Lebaran 2018

InsyaAllah akhir pekan ini kami sekeluarga akan mudik ke Palembang dari Pekanbaru via jalur darat dengan kendaraan pribadi. Anak-anak bersemangat sekali menanti jadwal mudik. Saya pun begitu, saya sudah mulai tidak konsentrasi di rumah karena sibuk membayangkan jalanan Pekanbaru-Palembang yang berliku, merencanakan akan kulineran ke mana saja, juga sibuk merencanakan bertemu teman-teman semasa sekolah dulu.

Resep Pempek Ikan Tenggiri Asli Palembang

Bismillah

Pake basmallah dulu bok, soalnya abis liat video bikin pempek di youtube dan komennya ya Allah julid banget, jahat.. itu padahal orang berbagi positive vibes lho, komennya udah kayak liat videonya awkarung, youngless dll astaghfirullah... Jadi ciut nyali saya bikin video masak hahaha..

Kenapa ya ada orang yang ngerasa perlu ninggalin komen negatif gitu? Padahal ketikan jempol juga dimintai pertanggungjawabannya. Padahal resep itu apalagi makanan daerah gak ada resep patennya. Padahal kalo videonya "lelet, kelamaan, durasi kepanjangan" dll yaudah skip-skip aja nontonnya. Paling mudah ya banyakin kuota internetnya. Kalo gak suka gak usah ditonton. Kenapa harus nyakitin orang lain. Gak mudah lho bikin video masak gitu..😔

Duh jadi curcol..

Setelah nonton video dan baca komen-komen tadi saya jadi bertanya-tanya apakah cara mereka masak pempek itu salah ya? Karena saya juga bikinnya begitu. Jadi saya pun langsung menelpon ibu saya yang orang Palembang. Begini resep pempek ikan tenggiri ala ibu saya.

Sunday, June 3, 2018

Trend Kerudung Lebaran 2018

Sejak Hijabers Community muncul di akhir tahun 2010, rasanya semakin banyak pengguna hijab di Indonesia. Selain semakin banyak, pengguna hijab juga semakin beragam. Sebelumnya hijabers (istilah untuk wanita yang menggunakan hijab) identik dengan anak pesantren, anak sekolah Islam dan anak ROHIS. Sekarang hijab sudah digunakan hampir semua kalangan. Mulai dari anak sekolah dasar hingga kalangan selebritis.


Wednesday, May 30, 2018

Pengalaman Hamil, Menyusui serta Hamil sambil Menyusui di Bulan Ramadhan

Saya dan suami menikah Maret 2012. Hingga 2018 ini alhamdulillah kami telah memiliki 3 orang anak. Anak pertama lahir Desember 2012, anak kedua Mei 2014 dan anak ketiga Januari 2016. Dari enam tahun pernikahan ini juga saya sudah melewati lebih kurang 7 kali bulan Ramadhan dengan kondisi yang berbeda. Dan dari 7 tahun ini, baru di tahun 2018 ini saya berpuasa tanpa hamil ataupun menyusui.

Saya berikan gambaran timeline 7 kali Ramadhan yang saya lewati ya