Tuesday, December 28, 2010

The Owners

Akhirnya kami bisa duduk santai berempat (berlima ding bersama additional player, Anna Amania). Di awali saat rapat malam tanggal 25 Desember 2010. Rapat ini seperti biasa membahas gaji karyawan, outlet, menu, harga dan tetek bengek lainnya. Dari pembahasan malam itu disimpulkan bahwa alhamdulillah bulan ini banyak rezeki yang tidak disangka-sangka, efeknya gaji karyawan meningkat dan owners jadi pengen makan Martabak Air Mancur yang terkenal banget di Bogor. Sekalian study banding (bahasa keren dari ngintip) proses masak memasak martabak yang katanya enak banget di Bogor itu. Dan sungguh kebetulan sekali, salah satu owner MMRU ada yang berhari lahir bulan ini, jadilah makan-makan ini ditraktir oleh tersangka milad tersebut.

Maka mengingat Rizka (satu-satunya yang sudah lulus heuheu...) yang sekarang sudah bekerja di LPPOM Bogor, maka makan-makannya dilaksanakan Senin sore setelah Rizka pulang kantor sekalian buka puasa bersama. Saya dan Anna datang paling awal segera memesan menu untuk lima orang, setelah itu disusul Rizka yang berjalan kaki dari kantornya. Kiki dan Ery datang 30 menit kemudian.

nunggu

Rizkune

Makan di Martabak Air Mancur membuat kami bercita-cita suatu saat nanti kami juga bisa punya outlet berbentuk cafetaria seperti mereka. Bahkan harus lebih baik.




Anna kita paksa motoin kita berempat

Suatu saat teman-teman... Kita hanya tinggal berusaha, berdoa dan tawakal... I love you all..
catatan : jangan lupa bayar uang parkir hahaha...

Thursday, December 23, 2010

Masa Depan Blog Ini

Suatu saat mungkin gue akan menikah (aamiin) dan tentu saja gue berharap punya anak (aamiin). Gue ga kebayang gimana klo suami dan anak gue baca blog ini nanti. Aaaaaaarrrggghhhhh.... tidaaaaaaak... Mereka akan stres punya bini dan ibu abnormal kayak gue.... fufufufu....

Habis blog walking ke blognya ibu-ibu yang nulis blognya "bener"

Monday, December 20, 2010

Crazy Nightmare

Siangnya
Ceritanya seharian ini gue pergi jalan-jalan ke Sekolah Alam Bogor (SAB) bareng enam akhwat barbar yang paling gue sayangi. Sebut saja mereka Mawar (bukan nama samaran), Noni (juga bukan nama samaran), Rai Sita (bukan nama artis tahun 80an, ini juga nama sebenarnya),  Reti, Anna Altafunnisa Amania (ama nia apa ama siapa nih???) dan Septina. Jalan-jalannya sih biasa aja sampe pas pulang kita ketemu sama dua orang pengamen cilik. Angkot 03 (Baranangsiang - Laladon) yang isinya cuma kita bertujuh, plus supir angkot dan seorang penumpang berperawakan India di samping pak supir langsung heboh dengan suara kita yang nyanyi-nyanyi tanpa nada.

Reti, Anna dan Rai

Pengamennya nyanyiin lagu fenomenal, gue juga ga tau kenapa tu lagu bisa jadi lagu fenomenal. Ada yang bisa tell me?. Lagu yang ini nih... (search di syeh google deh gue..)

Pernah ada rasa cinta antara kita
Kini tinggal kenangan,,
Inginku lupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh ..bintangku

Jauh kau pergi,meniinggalkan diriku
Disini aku,merindukan dirimu
Kini ku caoba, mencari penggantimu
Namun tak lagi, kan seperti dirimu
Oh .Kekasih.. 

Sebenernya lagu ini biasa aja klo Reti atau gue yang nyanyi, tapi yang nyanyi malah Rai kekekek.. Seorang Rai gitu lho... ajaib dia hafal sebuah lagu.

Septina, Mawar, dan Noni

Lagu ini jadi tambah heboh karena ditambah sama acapela acak adut dari enam personil lainnya... Belum lagi lagu kedua yang dibawain pengamen adalah curahan hati kami bertujuh. 

Tuhan kirimkanlah aku kekasih yang baik hati
yang mencintai aku apa adanya
(saaaaah.... tarik maaaang) 

Kebayang? Pokoknya heboh banget. Pengamennya menatap kami dengan pandangan melongo dan pak sopir sepertinya tidak tahan ingin segera menurunkan kami di jalanan hahaha....

Malamnya
Capek banget habis jalan-jalan full ketawa ketiwi tadi. Pengen tidur lebih cepet tapi apa daya timnas Indonesia tanding malem ini lawan Filiphina (begini ga sih tulisannya, maklum tinggal di Sunda bikin gue bingung ngebedain Pe sama Ep (F) hahaha...). Jadilah gue nonton timnas berlaga dengan mata setengah terpejam. Goal dari Gonzales bikin gue rada melek dikit soalnya tetangga kost pada teriak. Mana pas detik-detik terakhir pertandingan ada acara "mati listrik" di kawasan Balio yang bikin tetangga kost gue kompak teriak "haaaaaahhh???" hahaha... kocak banget dah..

Alhamdulillah sekitar lima menit kemudian listriknya nyala lagi. Tetangga bersorak kompak "alhamdulillah....". Luar biasa deh tetangga kost gue. Dan berakhirlah pertandingan ini dengan melajunya Indonesia tercinta ke final ketemu sama Malaysia. Go Indonesia!!!

Oh ya, malem ini Adhil nginep di kostan. Niatnya mau ngerjain LPJnya. Tapi dia malah nonton. Gue maklum, soalnya di Cinangneng City ga ada tipi. Gue akhirnya tepar meninggalkan Adhil yang lagi nonton Kamila di RCTI (krikrikrikrik...). 

Tiba-tiba ada perang di Indonesia. Kita perang lawan Amerika. MasyaAllah.. Serem banget. Gue ga pegang senjata. Cuma pegangan sama perisai besi punyanya ksatria-ksatria templar jaman baheula. Mereka nyerang gue yang lagi sendirian di tengah hutan. Niat banget mau matiin gue. Gue diserang dari udara, laut, darat... Gue cuma bisa menghindar dan istighfar (hah???). Nah terus ada satu tentara Amerika yang jalan ke arah gue. Gue cuma merem. Takut. Trus tiba-tiba dia mentung kepala gue. Tuuuuung...

dan gue kebangun...

Hahahaha.. Gue mimpi booo...
Dan ternyata usut punya usut kenapa gue bisa mimpi begono, mimpi yang ga ada hubungannya sama aktivitas siang tadi, dan ga ada hubungannya sama pikiran gue seharian. Ternyata karena Adhil lagi nonton film Merah Putih yang adegannya perang-perangan. Aaaaarrrggghhh Adhiiiiiil... Gue sebel sama endingnya. Masa gue dipentung Amerika. Huwaaaa....
*sumpah ga jelas banget


Saturday, December 18, 2010

kring...kring...

Kriiiiiing...kriiiing....


Handphone ku berdering. Sengaja memilih bunyi yang simple. Biar ga ribet [apa siiiih..].


Ku lihat di layar, ada namamu...


Huuummmmm.... (senyum)
Senang sekali rasanya, dalam sibukmu, dalam kepadatan aktivitasmu, dalam celah-celah waktu yang kau punya, kau sempatkan diri menelponku. Menanyakan aktivitasku, sudahkah aku ke perpus hari ini dan mengajariku banyak hal. Walau cuma sebentar, tidak sampai 10 menit, aku senang sekali. Senang sekali, dalam hari-hari berat terakhir ini rasanya selalu ada support untukku sehingga aku tak perlu merasa sendiri. Termasuk darimu.


Baiklah.. ayo semangat lagi selesaikan yang belum tuntas ini...
AYAH IBU, love you very much... muach...

Friday, December 17, 2010

..dalam dekapan ukuwah..

Saya mengenalnya saat di asrama TPB IPB dulu. Seseorang yang saya sebut ANNIDA. Kenapa Annida? Karena penampilannya. Kacamata tebal, kerudung panjang dan gamis. Dia mirip Annida dalam versi nyata dan tentu saja lebih cantik.

Dia orang yang ramah. Saya tidak pernah berpapasan dengannya tanpa senyum di bibirnya. Ia tersenyum pada siapapun, bahkan pada batu orang yang belum dikenal. Calon dokter hewan ini juga aktif di organisasi, waktu TPB saya mengenalnya sebagai sekretaris BEM TPB. Selepas dari TPB dia memilih mengabdi di Birena LDK Al Hurriyyah yang membuatnya semakin tak terpisahkan dengan anak-anak.

Dulu ketika TPB saya tidak begitu mengenalnya, hanya sekilas saat kami bertemu di musholla asrama untuk sholat berjama'ah. Saya sedikit menyesal baru bisa dekat dengannya saat kami berdua sama-sama menjadi panitia divisi acara (diva) ospek kampus (MPKMB Agraris 44). Ternyata dia orang yang sangat menyenangkan (ge-er deh dia).

Belakangan ini saya yang sering drop karena stres penelitian, mendapat support dan semangat darinya. Tak henti-hentinya dia mengirimi sms, email, tausiyah, ngajak ngobrol yang menghibur, mengirimi lagu-lagu anak-anak yang lucu "hooop.. sya..lalalalalalalala..." dan yang membuat saya berair mata, dia mengirimi saya foto-foto kami sejak jaman saya gendut sampe sekarang. Saya terharu. Dia mengirimi saya, foto yang dia desain sendiri.

duo UTAMI
Jazakillah khoiron jaza ukh Adkhilni Utami... Ana uhibuki fillah... Sungguh... ^^

Monday, December 13, 2010

Tampilan Baru

Alhamdulillah rampung..... Ayeeeeeyyy...

Setelah bingung ga bisa tidur karena listrik di Balio padam. Saya yang ga bisa tidur karena BED MOOD (rasa kantuk dalam bahasa saya - red) sudah lenyap, akhirnya berfikir apa yang sebaiknya dilakukan. Maka saya putuskan untuk merombak sedikit tampilan blog saya... Dari yang awalnya tampak suram dan menyedihkan (hahaha....), sekarang menjadi sedikit girly. Huweeek... sejak kapan gue jadi begini...

Dan pergulatan bersama ACER pemberian ayah ini menghasilkan sebuah header blog yang begini...

ga tau juga apa maksudnya kenapa ada foto ga penting nyasar disana :p

Baiklah.. sekarang BED MOOD saya sudah kembali... Met bobo semua. Love you too, nanti aja tanda tangannya ya... *geje!

Sunday, December 12, 2010

Kami bertanya pada rumput yang bergoyang

Judul ini ga nyambung dengan isinya hehe... Biasanya saya dengan riang-riang bahagia akan menambahkan kalimat "mana musiknya, mput?" [bertanya pada rumput, kenapa dia goyang-goyang]. Geje!

Sebenarnya saya sedang terkagum-kagum bertasbih pada kekuasaan Allah yang menjodohkan saudara-saudara seperjuangan kami di IPB. Azka Madihah dan Ahmad Dawamul Muthi. 26 Desember 2010 ini. Subhanalloh...

 
beranda wedding blognya azka ahmad  "today, i marry my best friend"



Saya tidak begitu mengenal Muthi. Tapi saya mengingat Azka sebagai rekan seperjuangan di divisi acara MPKMB [Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru] Agraris 44. Dan rasanya hanya laki-laki yang "wuah, subhanalloh..." yang bisa menjadi imam bagi wanita se-super Azka. Subhanalloh...

Saya mengutip cerita Azka tentang jawabannya atas pinangan Muthi.

Perempuan itu mengamati, dalam deretan lelaki yang bersujud, ada seseorang yang berlama-lama di atas sajadahnya. Menikmati setiap dzikirnya. Menghayati setiap doa yang terpanjat. Menggeser sedikit posisinya lantas berdiri menunaikan ba'diyah. Tidak henti di situ, lelaki itu mengeluarkan mushaf kecil dari tasnya, dibacanya ayat demi ayat. Hingga membayang bening di ujung mata lelaki itu.
Perempuan itu menemukan definisi keromantisan dalam diri lelaki itu, yang dengan khusyuk bermesraan dengan Kekasihnya. Memahami bahwa shalat bukanlah sekadar kewajiban. Dzikir bukan sebatas guliran tasbih. Pun sunnahnya. Pun alunan ayat sucinya.
Di saat itulah, tanpa disadari perempuan tersebut, ada tetesan yang mulai mengalir dari keran hatinya. Satu. Satu. Satu.
...
Lelaki itu tidak tahu ada seseorang yang mengamatinya. Memperhatikan gerak dan geriknya. Lelaki itu juga tidak tahu, bahwa perempuan yang dipinangnya sebulan lalu -perempuan yang telah dikaguminya sejak jumpa pertama-, kini telah menetapkan sebuah jawaban.
...
Semesta bertakbir.
Memuja. Memuji.
Dua hati telah saling mencinta.
Karena-Nya. Untuk-Nya.

Subhanalloh... Saya bergetar membacanya. Belum lagi membaca puisi yang ibunda Azka baca saat malam keluarga Muthi datang meminang. Kata Azka dalam webnya "Puisi yang mengharubirukan suasana kala itu". Berikut puisinya.

Apa yang sungguh bisa aku lihat darimu
Wahai pemuda yang datang meminta anakku
Pasti bukan tampanmu
Tidak, sama sekali tidak
Tak tertarik aku untuk tahu berapa hartamu
Pula gelar atau kepandaianmu

Lalu apa yang berharga darimu?
Kesungguhanmu untuk menjadi
Imam bagi putri sulungku
Bahwa kau akan nakhodai
Biduk rumah tangga
Berlayar dalam lautan jihad
Berjuang meraih ridha  Allah
Untuk berlabuh pada jannah

Lagi
Apa yang sungguh-sungguh dapat dibanggakan darimu?
Tentu bukan
Berapa berkilat mahar emas perakmu
Justru
Tekadmu untuk menjadi mulia dengan memuliakan isterimu
Berbahagia dirimu karena membahagiakan belahan jiwamu
Kesadaranmu untuk akui kekuranganmu
Yang menyiapkanmu menerima ketidaksempurnaan permata hatiku

Ia  pendamping hidupmu
Tak hanya di cantik mudanya
Tanpa beda sedikit pun pada saat  pudar cahaya di senja usianya
Janji bahwa kau mencintai ia ketika  sehat berlari riang bertualang bersamamu
Tapi  tetap kau genggam  sayang tangannya dalam sakit lemahnya

Jadi
Apa yang mata hatiku akan teropong tajam dirimu?
Cita-citamu  untuk anak-anak yang lahir kelak
Bila asma Allah semata pertama kau perdengarkan di telinga suci mereka
Bila lantunan Alquran adalah abjad awal yang kau ajarkan
Bila berani, bangga, dan bahagia ber-Islam kau tanamkan
Pada cucu-cucuku yang diamanahkan padamu

Maka, untuk semua itu
Bismillah...
Cukuplah alasan bagiku
Untuk mengikut  ucapan  Nabiullah, Kekasih Allah
Saat menyambut Ali yang mulia
Meminang Fathimah  binti Muhammad
:  "Marhaban wa Ahlan..."

(Dumilah A, Ibunda dari Azka Madihah, Oktober 2010)

Subhanalloh.... Baarokallahulaka wa baaroka'alayka wa jama'a bainakuma fii khoir...

Saturday, December 11, 2010

Hydrangea macrophylla

- Bunga-bunga Biru -

Waktu kelas tiga SMP eh bukan kelas satu SMA. Waduh lupa euy... Pokoknya waktu itu saya masih bau kencur (sekarang bau minyak angin hoho..). Saya tidak pergi ke sekolah. Saya sakit. Lupa sakit apa. Tapi seingat saya, saya masih bisa lari-larian di rumah. Jadi sepertinya sakitnya ga parah hehe... Pagi itu sekitar pukul 09.00 pagi, saat saya dan ibu sedang duduk santai di depan rumah, ada tukang bunga lengkap dengan gerobaknya yang masih penuh lewat. Tukang bunga itu berhenti tepat di depan pagar rumah kami. Ibu memperhatikan dengan seksama. Untuk beberapa saat ibu diam sambil melihat isi gerobak.

"Ut mau bunga warna biru itu?" kata ibu sambil menunjuk salah satu bunga biru yang berumpun dan berbentuk bulat.

"Mau bu..." mengangguk girang.

Akhirnya bunga cantik itu dibeli oleh ibu. Saya disogok bunga biru biar cepat sembuh hehe.. Saya tersenyum senang walau saya tidak tau apa nama bunga cantik itu.

Sekitar pukul 12.30 di hari yang sama, seperti biasa ayah pulang untuk makan siang di rumah. Ayah tidak langsung memasukkan mobil ke garasi. Beliau turun sambil membawa satu pot bunga biru. Bunga yang sama persis dengan yang dibeli ibu. Saya kaget, senang, bingung. Hari aneh yang nyata. Saya dapat dua pot bunga biru dari orang-orang yang sangat spesial di hati (uhuy lebay sangat..).

sumber foto


Hydrangea macrophylla namanya. Di negara kita dikenal dengan namanya hortensia, ah lebih terkenal dengan nama bunga bokor. Di China dikenal sebagai Yang siu chiu (naon eta...).

Klasifikasinya
Kingdom : Plantae
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Rosales
Family : Hydrangeaceae
Genus : Hydrangea
Spesies : Hydrangea macrophylla

Saya akhirnya tau nama bunga ini waktu belajar kimia tentang asam basa. Bunga ini akan berwarna biru jika tanahnya mengandung asam atau pH di bawah 7. Ia akan berwarna merah jika tanahnya basa. Nah di Indonesia ini tanahnya wuaseem (hehe...) jadi bunganya kebanyakan jadi warna biru. Love it..

Saya sempat lupa pada bunga cantik penuh kenangan ini (halah..). Karena saat saya berangkat kuliah ke IPB, bunga-bunga saya tidak ada yang merawat sehingga berakhirlah kisah bunga biru saya itu. Ia kembali ke rahmatullah karena tidak ada yang nyiram huhuhu... *semoga bahagia di sisi-Nya.. (lha???)

Beberapa hari yang lalu saya kembali diingatkan pada bunga ini. Bunga cantik berwarna biru ini berhasil membuat hati saya berbunga-bunga. Tak henti-hentinya saya tersenyum. Warna birunya mengalihkan perhatian saya dari lima kuntum mawar merah yang mengelilinginya. Terlalu "biru" untuk tidak saya perhatikan. Mawar merah pun jadinya serasa berwarna biru hohoho...

By the way, hmmm... terima kasih banyak untuk Hydrangea macrophylla nya.. I love it ^.^


Tuesday, December 7, 2010

Meraba-raba Hati

Keywords : kadang saya memang melankolis

Di kala merasa sepi, sendiri dan sedih... saya menemui hati saya... meraba-raba permukaannya dan saya menemukan beberapa bagian yang terluka. Sebagian sudah sembuh, sudah mulai kering, sebagian sudah hilang, dan sebagian lagi masih berdarah-darah..

Duh betapa...
Saya memegang bagian yang terluka, menyirami dengan obat-obatan, meringis menahan sakit seorang diri. Tanpa teman berbagi. Ya, saya juga bingung mau membagi luka ini pada siapa. Saya harus percaya pada siapa. Saya harus mengadu pada siapa. Saya bisa bercerita pada siapa.

Pada Dia? Mungkinkah bagi saya mengadukan hal yang bathil pada Dia yang haq...

Monday, December 6, 2010

Ku Bahagia

Walau makan susah
walau hidup susah
walau tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karna bersamamu
juga susah dilupakan
(Sherina - Ku Bahagia)

5 Desember 2010 pukul 00.00 WIB gue tepat berusia 22 (dua puluh dua) tahun. Beuuuuh....
Kata ayah, gue lahir pas banget jam 00.00 WIB, pas lonceng jam berdentang.

Alhamdulillah, di usia 22 tahun ini gue masih diberi kesempatan hidup berbahagia bersama orang-orang yang gue cintai dan mencintai gue. Keluarga, teman sangat dekat, sahabat, saudara... Alhamdulillah..

Ada lebih dari 150 tulisan di wall FB, beberapa message FB, lebih dari 50 sms, telpon, yang berisi ucapan selamat dan doa. Maka dengan berbesar hati gue membalas satu per satu. Keliatan kayak orang yang ga ada kerjaan ya? Emang sih tapi selain itu gue cuma mau berterima kasih dan ngasih apresiasi terbaik gue buat semua perhatian dan kasih sayang orang-orang yang ada di sekeliling gue.

 Ya.. Alhamdulillah, puji syukur pada Allah untuk semuanya.

Semoga usia 22 ini gue makin dewasa, makin bijak, makin baik, makin bisa memberi arti, makin cerdas...
Klo urusan cepet lulus, cepet nikah dan cepet gawe... Hmmm.. gue serahkan semua sama Allah. Semoga apapun yang dikasih ke gue adalah yang terbaik dan semoga gue termasuk orang yang ikhlas menerima ketetapannya...
 Aamiin

Saturday, December 4, 2010

Saya Phobia Sama Tikus, SUNGGUH!!!

Adhil sungguh keterlaluan, dia pake acara ganti profil picture FBnya pake gambar tikus putih. Klo menurut dia itu namanya mencit. Apapun lah... Menurut gue sama aja. Gue ga mau liat makhluk yang satu itu.

Gue ga tau sejak kapan, tapi gue benar-benar ga mau ketemu tikus. Liat gambarnya pun ga mau. Gue bisa tiba-tiba nangis klo liat tikus.

Dulu waktu masih kuliah di tingkat tiga, gue pernah ngerjain tugas bareng Ipung, Rai dan Tri. Saat kita sedang duduk berempat, Ipung tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Lalu berkata "Ipung punya sesuatu nih..." [sambil menunjukkan sesuatu yang dia keluarkan dari tasnya itu]. Sesuatu itu benda berwarna hitam, boneka karet yang bentuk dan warnanya menyerupai tikus [klo kata Rai, itu jenis curut].

Tau gimana reaksi gue???
Gue yang sedang duduk bersila di lantai, segera berteriak dan lari jauh-jauh dari Ipung. Gue lupa klo gue lagi duduk mangku laptop dan hape. Lupa gue sama nasib dua-duanya. Sekonyong-konyong langsung berlari dan menangis. Ipung luar biasa panik. Rai langsung marah-marah ke Ipung. Hari itu gue putuskan buat ga temenan sama Ipung... >.<

Gue pernah teriak-teriak di Bara [jalanan lingkar kampus yang penuh sesak dengan mahasiswa] waktu ngeliat bangke tikus got segede gambreng di jalan.

Gue sampe detik ini bisa langsung dengan barbar mematikan laptop dengan cara menutupnya jika di layar keluar gambar tikus yang banyak.  Gue ga pernah berani belajar biologi yang ada gambar tikusnya. Gue ga berani search di google dengan keyword TIKUS.

Klo di jalan ada bangke tikus, gue milih muter nyari jalan lain. Klo ada bangke tikus di depan pager kostan, gue seharian ga mau keluar kost. Klo ada tikus, gue langsung ngeh... Padahal orang lain belum tentu ngeliat klo ga bue bilangin. MasyaAllah....

Sungguh gue phobia tikuuuuuuuuuuusss.....

Adhil, awas ya..... >,<"

Alvin-ku...

Alvin-ku
Namanya Alvin Firdaus. Hasil test IQ-nya 134. Heran, kenapa dulu dia ga lulus tes IPB. Jangan-jangan anak IPB IQ-nya di atas 134 semua hohoho.... *ge-er sendiri

Tingginya 170 cm mungkin, berat badannya 48 kg. Kurus banget ya? Iya, dia emang termasuk orang yang males makan. Makan 1 hari 1 kali aja udah bikin Ny. Nima Romaita senang banget...

Hidungnya mancung mirip hidung orang Arab. Tapi matanya sipit, kadang dia dianggap non-Islam karena matanya itu. Rambutnya keriting. Entahlah dia nemu gen keriting dimana.

Dia mirip sekali dengan cinta pertamaku, M. Husen, S.Pd. M.M. Caranya bicara, caranya berpikir, caranya bertindak, caranya nyetir, caranya menatap, mirip sekali. Sanking miripnya, mereka kadang bertengkar untuk hal-hal yang tidak prinsip. Hal-hal kecil hahaha...
Vin-Ut di rumah kayu kami :)

Alvin-ku ini adik laki-lakiku. Beda usia 2,5 tahun. Dulu waktu Alvin lahir, kata ibu, aku ngotot sekali minta dipanggil "Ayuk" ke semua orang. Prinsipnya, semua orang harus memanggilku "Ayuk" tanpa terkecuali [wah gue kecil-kecil otoriter ye...].

Kami sejak kecil adalah tim yang solid. Saat dia masih merangkak, aku akan mengajaknya bermain mobil-mobilan. Aku menggiring mobil-mobilan di depan dan dia akan merangkak menujuku. Sambil tertawa-tawa dia akan merangkak menggapaiku. 

Aku jarang sekali dibelikan boneka. Ayah lebih suka membelikan kami maninan yang general biar bisa dipakai bersama. Ayah membawa robot, mobil-mobilan, sepeda, piano mini, leggo, puzzle dan paling penting buku bergambar. Semua ini masih ada di gudang, di simpan tidak beraturan di lantai 2 rumah kami. Ada yang pernah melihat isi lantai 2 rumah kami? Isinya buku semua...
Sejak kecil kami juga suka membicarakan banyak hal. Kami berceloteh apa saja. Tentang bahasa-bahasa di dunia yang berbeda-beda, tentang pelajaran sekolahku, tentang boneka-boneka yang bentuknya aneh-aneh, tentang bumi belahan mana yang akan kami kunjungi, tentang cita-cita kanak-kanak kami. Terbata-bata dia akan bertanya banyak hal padaku, dan aku dengan senang hati binti ngasal akan menjawab pertanyaannya [kakak yang sesat ^^].

ba'da disunat sewaktu liburan TK
Saat Alvin masuk TK, aku yang masuk sekolah siang akan ikut mengantar dan menjemputnya. Ikut main bersama teman-temannya, ikut makan bekalnya, melambai-lambaikan tanggan saat dia di dalam kelas.

Saat di SD dia yang hobbinya membaca tentu saja menyusul jejak kakaknya menjadi juara kelas, juara umum. Dia sangat suka belajar. Tertarik menjadi orang yang pertama tau apapun di kelasnya, di sekolahnya. Dia belajar lebih cepat dari yang lainnya. Alvin-ku sayang. 

Saat SMP ia harus mengenakan kacamata. Dia masuk sekolah yang sama dengan kakaknya, masuk organisasi yang sama dan aktif di organisasi itu. Di sana dia belajar bersosialisasi, kepemimpinan dan belajar tanggung jawab. Dia benar-benar adikku [ohohoho...].

Alvin-ku (paling kanan) dan regu garuda hitam

Dia memilih untuk masuk SMA yang berbeda dengan kakaknya. SMA Negeri 6 Palembang. Dia pun memilih untuk tidak bertahan lama di Rohis (yang telah kakaknya ikuti sebelumnya). Baginya anak Rohis itu menyebalkan, berbeda dengan gambaran yang selama ini kakaknya ceritakan. Hahaha.... wajarlah... aku pun mengakui, zaman SMA itu anak Rohisnya masih ABG (Aktivis Baru Ghiroh) yang kenalnya cuma Hitam-Putih. Maka aku biarkan dia. Dia cukup cerdas untuk memahami semua.

Alvin-ku SMA

Dan aku benar-benar bangga saat dia bercerita di SMA nya dia mendirikan organisasi baru, yang berhubungan dengan hobinya, komputer. Pilihan cerdas karena dia sadar potensi yang ada pada dirinya.

Sekarang Alvin-ku sudah kuliah. Mahasiswa di Universitas Sriwijaya. Dengan jas almamater kuningnya, aku dengar dia berdiri dipinggiran jalan, mengumpulkan dana untuk korban bencana. Aku dengar ceritanya tentang mimpi-mimpinya. Aku dengar semangatnya. Dia sudah tidak terbata-bata lagi seperti waktu masih kecil dulu. Dia sudah sangat lancar bicara.  Menjabarkan peta hidupnya. Dan aku bangga punya adik seperti Alvin-ku.


Sekarang Alvin-ku masih sering berceloteh padaku, kami saling bertukar mimpi, bertukar pikiran. Alvin-ku masih jadi kutu buku [sekarang mah dia jadi kutu komputer, kutu internet].
Alvin-ku yang paling aku sayangi.

Wednesday, December 1, 2010

Welcome December....

Kata Wikipedia,  Desember ini adalah bulan ke duabelas dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda, December yang mengambil dari bahasa latin; decem yang berarti "sepuluh" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari.

This is my favourite month, bulan yang paling gue tunggu-tunggu selain bulan Ramadhan, this is my month, December...

Sespesial apa Desember di mata seorang Desni???
Yup Desember adalah bulan kelahiran gue. Tentu saja hari lahir gue spesial banget bagi gue, gue harus banyak-banyak bersyukur dan berterima kasih karena Ayah-Ibu gue telah membuat gue muncul di dunia ini. Dan bagi gue hari lahir orang-orang yang gue sayangi juga teramat spesial. Spesial karena mereka telah dilahirkan hari itu. Klo mereka ga dilahirkan, maka gue ga tau gimana kisah hidup gue tanpa mereka. Agree with me???

Oh ya, Desember juga bulan kelahiran Ayah. Love Ayah so much... As much as possible...

Desember juga istimewa karena buah-buahan tropis kesukaan gue akan banyak beredar di pasar. Durian, rambutan dan duku... Huhuhu....

Sebenarnya ada dua rutinitas yang seolah-olah menumpuk di bulan Desember.
1. Nikahan
Banyak bener yang nikah bulan desember. Kejar tayang, kejar target kayaknya...

5 mawar merah

2. EAT
Evaluasi Akhir Tahun ini selalu numpuk di bulan Desember... [iyalaaaah Desni pinter, namanya juga bulan paling akhir].  
  
Ga penting kan tulisan gue??? Emaaaang hehehe... 

Tuesday, November 30, 2010

Buku

Ia masuk ke dalam golongan insecta (serangga). Ukuran tubuhnya kecil, di bawah 1 mm. Masuk ke dalam subkelas Abterygota dengan ciri-ciri :
1. Tubuh berwarna perak dan tidak memiliki sayap
2. Tidak mengalami metamorfosis (dari telur langsung menjadi imago)
3. Thoraks dan abdomen tidak memiliki batas yang jelas

Ia mempunyai kemampuan merusak buku dan pakaian yang dikanji, dan menghasilkan enzim selulosa yang berguna untuk mengubah selulosa menjadi gula sederhana. Memiliki antena panjang dan tidak berbuku-buku (Thysaruna). Ia hidup di daerah lembab. Yup Lepisma saccharina adalah kutu buku.

Dalam bahasa Indonesia kutu buku juga punya arti lain.


Kutu Buku atau mudahnya gila buku adalah seseorang dengan perasaannya cinta berlebihan terhadap benda yang bernama buku, gemar membelanjakan uangnya untuk membeli buku, bahagia bila diberi buku. Senantiasa berbinar-binar bila melihat buku kesukaannya dengan sampul yang masih bagus. Atau bisa juga dikatakan Kutu buku adalah seseorang yang kecintaan berlebih terhadap aktivitas membaca buku.
rak bukuku

Kutu buku tentunya senang membaca buku, buku siapapun yang menarik minatnya. Tidak harus beli, karena yang penting isinya. Gila Buku ini senang pada bukunya, ingin memiliki dan (bercita-cita) membacanya. Gila buku tidak segan mengalokasikan penghasilannya untuk membeli buku baru, bisa kalap di bazzaar buku.
(klik disini untuk mengetahui sumber)


Mungkin saya bisa masuk kategori kutu buku, saya mencintai buku, saya kadang merasa "lapar" kalau sudah lama tidak membaca buku. Kacamata miopi yang sehari-hari saya gunakan ini mungkin adalah dampak dari kebanyakan membaca buku.

Oh ya, saya rada sedih sih klo ada yang menggambarkan kutu buku itu dengan orang yang penampilannya menyerupai "idiot". Penggambaran yang miris, bagaimana orang-orang akan suka membaca jika orang yang suka membaca dianggap "kuno". Bagaimana bisa lahir banyak orang cerdas jika orang-orang cerdas digambarkan "kuper". Kok saya ga pernah nemu ya anak cerdas di kampus saya yang penampilannya seperti orang idiot. Mereka tampil seperti pemuda lain di masanya. Nothing wrong lah....

Saya mempunyai agenda ke toko buku minimal satu kali dalam satu bulan. Jika dihitung, minimal saya punya 12 buku dalam setahun. Sayangnya terkadang saya lupa mencatat siapa peminjam buku-buku saya, sehingga sang buku kadang hilang begitu saja padahal buku itu mungkin buku favorit saya.

Beberapa buku yang belum kembali dan sangat saya rindukan : Toto Chan, Setengah Isi Setengah Kosong, Diorama Sepasang Al Banna, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, Pudarnya Pesona Cleo Patra, Menuju Jama'atul Muslimin, Risalah Pergerakan 1, Hafalan Sholat Delisa, dan masih banyak lainnya. Klo dihitung-hitung bisa sampai 1 rak buku lagi. Kembalikan bukukuuuuuuuuuuuuuu huhuhu....

Saya juga pelahap buku sampai habis. Kalau sudah pegang satu buku, sayang sekali klo tidak saya baca sampai tuntas. Termasuk diktat perkuliahan [walau dibacanya setelah ujian selesai dan sudah lewat masanya hahaha...]. Saya paling suka membaca diktat Psikologi Sosial dan sangat tertarik pada bidang Pengembangan Masyarakat Bencana [yang akhirnya saya jadikan tugas akhir saya].

Buku-buku berat

Novel adalah jenis buku kesukaan saya, terutama novel psikologi. Saya bisa membaca novel habis dalam waktu semalam suntuk [tanpa tidur]. Saya biasanya akan mengutip [quote] kata-kata menarik dalam buku yang saya baca. Beberapa quotes favorit saya misalnya :

Cinta adalah kata kerja (Salim A. Fillah dalam bukunya Jalan Cinta Para Pejuang)

Hidup terlalu istimewa untuk dilewatkan dengan cara biasa-biasa saja (Dee dalam bukunya Perahu Kertas)

novel-novel

Oh iya, saya bersyukur sekali atas akses internet yang mudah saat ini. Saya yang kutu buku dan masih mahasiswa [plus penjual martabak manis] ini sangat bersyukur karena jika  kantong saya tidak kuat untuk membeli buku saya bisa baca-baca di internet. Walau tetap saja keinginan punya buku itu terlalu hebat untuk otak saya lawan [hehehe...lebay deh gw...].

Saya senang sekali membaca National Geographic, sayang ga kuat kantong saya klo harus beli setiap edisinya huhuhu... Suka rasanya melihat dunia ini walau belum bisa mengunjunginya. Nah internet adalah solusinya, saya bisa baca NG tiap edisi dari internet. Saya juga bisa baca koran online tiap hari. Huwaaaaa... betapa internet adalah solusi.

Saya tahan berdiri berjam-jam di Gramedia [tentunya tanpa high heels]. Memelototi satu per satu deretan buku-buku. Lumayan juga lah, Gramedia soalnya suka memberi bonus bagi pengunjung setianya berupa lagu-lagu slow yang easy listening. Jika punya waktu luang dan saya menghilang dari peredaran kampus, carilah saya di Gramedia [pasti ga ketemu hehehe....]. Saya bahkan pernah lebaran sendirian di Gramedia. Menekuri satu per satu lantai Gramedia yang sepi pengunjung di hari lebaran itu.

Ah betapa saya tergila-gila pada buku.... Berharap sekali suatu saat punya perpustakaan pribadi minimal sebesar Gramedia [hahaha.... dari tadi nyebut merek].

Saturday, November 27, 2010

Mine

Mine

Saya beri nama playlist lagu-lagu kesukaan saya di HP dan di laptop dengan nama MINE (kepunyaanku).
Saat ini ada 5 lagu, mau tau??? (halah, jawab “engga” juga bakal dikasih tau hehehe...)
  
1. I Believe in You [Celine Dion feat Il Divo]

Lagu ini jadi spesial bagi saya karena dua hal, penyanyinya dan liriknya.
Saya suka Celine Dion sejak pertama kali mendengar suaranya menyanyikan soundtrack Titanic [my heart will go on]. Sedang Il divo, pertama kali mendengar suara mereka di soundrack World Cup 2006 [The Time of Our Lives] dan saya langsung merinding.

Ada 2 bagian lirik lagu ini yang saya suka
Follow your dreams... Be yourself, an angel of kindness... There's nothing that you can not do... I believe in you”

Dan

“Someday I'll find you... Someday you'll find me too...”
Yup saya percaya, kamu akan menemukan saya, dan saya akan menemukanmu, kita akan dipertemukan dalam baarokahNya.. [*siape ni pake kamu2 segala???]

2.  Bukan Cinta Biasa [Afgan]

“Cintaku bukanlah cinta biasa, jika kamu yang memiliki dan kamu yang temaniku seumur hidupku...”

Saya kepingiiiiin sekali suami saya nanti akan menyanyikan lagu ini saat hari pernikahan [Tolong ya bilangin ke calon suami saya nanti sebelum hari H hehehe...]. Saya ga peduli, mau suaranya cempreng, sumbang, merusak selera makan hadirin, saya mau mendengar lagu ini dari dia. [des...des...emangnya kapan kamu mau nikah??? GA TAU YANG JELAS SEGERA hahaha... aamiin] 

3. Something Inside [Jonathan Rhys Meyers/OST. August Rush]

Sebenarnya filmnya yang bikin saya jatuh hati pada lagu ini. Lagu ini dinyanyikan dalam hati yang pedih (ah lebay ah..)

“'Cause if you hadn't found me... I would have found you...”

I will find you, i must find you, i’m sure...

4. Never Gonna Leave Your Side [Daniel Bedingfield]

Siapa sih ga tau klo lagu-lagunya Daniel Bedingfield itu romantis pisan? Walau kayaknya terlalu gombal and lebay, tapi saya suka semua bagian lagu ini.

5. Cinta Pertama dan Terakhir [Sherina Munaf]

“Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari tentang rasa ini aku tak mengerti...
Akankah sama jadinya bila bukan kamu?”

Entahlah akankah sama jadinya bila bukan kamu, yang jelas Allah lah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatunya..


Eh btw, happy birthday, baarakallahu fii umurik...

Monday, November 22, 2010

My Lovely Best Friend's Wedding [Part 1]

Bingung mau nulis dari mana....


Yang jelas saat ini saya merasa seperti nano-nano... Senang, sedih, berbunga-bunga, kehilangan semuanya bercampur baur saat mengingat Kalia ku tersayang sudah "ada yang punya".

Senang sekali bisa menemani Kalia di penghujung masa lajangnya. Dan sekarang sang hantu subuhku itu sedang berbunga-bunga. Smsnya, statusnya.. lucu.. Sekarang dalam smsnya dia menyebut Berli dengan "suamiku" bukan "Bebek" lagi [hahaha... piss ber]. Katanya dia juga lagi belajar buat manggil "yank" [huweeeek...]. Biarkan sajalah.. dia memang pantas untuk bahagia ^^

Kalia request agar kami semua (siapa aja hayoooo...) untuk nemenin dia di hari pernikahannya dengan cara kompakan pake baju IJO [yaelah...jadi geng ijo deh kita-kita]. Akhirnya kita mulai MERANCANG SENDIRI baju yang akan dipakai. Setelah itu kita mulai MEMILIH SENDIRI BAHAN untuk bajunya. Setelah itu kami menghubungi penjahit yang udah sobatan sama kita, sebut saja Risti anak Gizi 43 [43 emang keren euy..]. Setelah sang baju jadi, maka kami mulai aksi MEMASANG PAYET SENDIRI di baju itu.

Pengalaman berharga dalam hidup saya, karena baru pertama kalinya saya memasang payet sendiri di baju yang akan dipakai sendiri. Hasilnya lumayan laaah... Ga ancur-ancur banget hehehe....

Setelah sang baju benar-benar jadi. Saya jadi bingung, baju ini sama sekali tidak cocok dengan tas ransel dan sepatu cats. Jadilah kami 'dengan senang hati' berburu keperluan pelengkap baju. Ternyata jadi 'perempuan' itu sangat menyenangkan deh. Pusing milih-milih tas, pusing milih sepatu itu ternyata menyenangkan hehehe... [perempuan memang gila!].

inilah high heels 7 centi dan tas "kondangan" huhuhu...

Hari H tiba...
Kami ngumpul di dua markas, Ramadhan dan Balsem. Ternyata tak satu pun dari kami yang tidur nyenyak... Saling ganggu, sampe sang calon pengantin pun digangguin. Kalia kite telpon jam setengah 1 malem, masih nyahut aja tuh bocah.. [ups! udah ga bocah lagi ye klo dah nikah]

Bangun jam 3 pagi [padahal saya tidur jam 01.30 WIB huwaaaa.... T.T]. Trus langsung ngantri mandi... [maklum kamar saya menampung para pengungsi hehe.. jadi kamar mandi pun kudu ngantri]. Rempong banget... Kamar 5 x 3,5 ini diisi para putri kerajaan IJO yang bolak balik ngaca, bolak balik pasang kerudung, bolak balik bedakan [yang pada akhirnya dibasuh wudhu lagi], dan bolak balik nanyain "udah OK belum???".

Kami berangkat ba'da subuh. Sampai di sana langsung mencari Kalia tersayang. Dan Kalia cantik sekali hari itu. Saya juga senang sekali menjadi "pengiring pengantin dadakan"...Walau sempat diomeli oleh penata rias karena ngajakin kalia ngobrol dan sangat berisik hehehe...

pengiring pengantin

berli n kalia

Adegan Ibu-ibu Kesemsem
Ada adegan aneh di sela-sela acara resepsi pernikahan kalia. Saya yang sedang antri sarapan ditarik lengannya oleh seorang ibu-ibu. Ibu tersebut langsung bilang "mba, boleh minta fotonya?"
saya yang bengong cuma bisa pasrah difoto-foto sama ibu tersebut. Setelah itu saya balik lagi ngantri makan [dasar perut gentong!] sambil diledekin sama tamu-tamu yang lain.

Tidak lama setelah itu, sang ibu kembali menegur dan menanyakan nama saya sambil berkata "mba desni, tunggu aja smsnya ya..."
Duelah.. Ade ape nih?

Saya cuma berfikir, mungkin sang ibu suka sama bajunya, atau ibu tadi perlu referensi cara berkerudung, atau ibunya lagi nyari hansip [secara udah ijo-ijo]. Wallahu'alam...

Piala 1
Kami memberikan kado berupa piala buat Kalia dan Berli. Biala dari resin bening ditambah gliter emas dan berbentuk angka 1. Tebak, siapa yang dapet piala angka 2 nya???


Setelah resepsi bubar, kami pun pulang dengan hati riang dan kaki pegel-pegel... High heels oh high heels...

Tuesday, November 16, 2010

Mbak Thoyib (5 kali lebaran, ga pulang pulang..)

Ibu...
Ternyata 5 kali lebaran di kampung orang, tidak sedikitpun mempengaruhi rasa rindu Uut pada Ibu.
Ut masih belum bisa menemukan formula yang pas untuk bisa mengendalikan rasa rindu Ut pada Ibu.

Ibu...
Tiap kali malam lebaran di kampung orang ini, tiap kali mendengar suara takbir yang bersaut-sautan, Ut masih belum bisa mengendalikan air mata Ut. Ia masih rajin menetes, mengalir, menganak sungai di pipi ini.

Ibu...
Ut rinduuuuuu sekali pada Ibu. Pada belaian tangan ibu, pada hangatnya kasih sayang ibu, pada kue-kue lebaran buatan ibu, pada baju seragam lebaran kita. Pada semua hal yang ada pada diri Ibu.

Ayah...
Ut juga rindu ayah... Bukan karena uang jajan (hehehe...) tapi karena Ut benar-benar rindu. Rindu pada senyum ayah, pada cerita-cerita ayah, pada semua yang ada pada diri ayah.

Ibu, Ayah..
Entahlah kenapa ut menangis... kenapa sudah sebesar ini, sudah sesering ini lebaran di tanah rantau, kenapa Ut masih menangis...


Ayah, Ibu telpon Uut... Ut ga punya pulsa (hahahaha....)

Nb :
diiringi lagu Satu Pagi di Hari Raya (Raihan)

Tuesday, November 9, 2010

Merasa seperti.....

Saya iseng melihat facebook teman sekelas saya yang di luar "komunitas" saya (baca : perempuan berkerudung lebar, eh ralat wanita berkerudung, ga lebar juga ga apa-apa). Teman saya itu tidak berkerudung. Saya coba melihat foto-foto aktivitasnya bersama teman-teman gaulnya. Ada yang di cafe, di mobil, di mall, di jalan di tempat-tempat liburan dll.. Saya tertarik dengan salah satu temannya yang namanya cukup unik. Saya klik dan tadaaaaa.... Foto profilnya ada seorang wanita "sexy" yang sedang memegang rokok bersama seorang pria. Lalu di keterangan tanggal lahir, ia lahir in the same age as me.... Amazing.. (hahaha lebay).

Dia lahir di tahun 1988. Berarti umurnya 22 tahun sekarang (saya 21 dong, tetep). But her style so different with me. Caranya berpakaian, caranya hidup, caranya berteman, caranya bersenang-senang, semua cara-caranya membuat saya bertanya-tanya dalam hati dan merasa "ini saya yang ketinggalan jaman atau dia nya yang kecepetan jadi DEWASA?".

Saya jadi merasa, saya terlalu kanak-kanak untuk wanita usia 21 menjelang 22. Saya masih suka pake sendal gunung, baju sekenanya, kerudung apa adanya, ga pake aksesoris, ga bedakan, tas ransel, lari-lari ke sana kemari, loncat-loncat, ngedudul, nongkrong paling elit di grobak martabak dan semua yang memuat saya merasa apa saya yang ketinggalan masa buat jadi wanita usia 21 ya??? hehehe....

Soalnya wanita-wanita di luar sana di usia yang sama seperti saya sudah mulai "bergaya". Sedang saya, saya merasa dari dulu sampe sekarang begini-begini aja... huuuu.... Tapi saya bahagia, ntar aja deh jadi kayak orang dewasanya hehehe...

Wednesday, November 3, 2010

Menjadi Suami Setia

Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis Asse tManagement yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.

“Sebuah perenungan buat para suami, istri dan calon istri”. Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja, Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Dan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, keempat anak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata “Pak, kami ingin sekali merawat Ibu, semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, “Sudah yg keempat kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibu pun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian.Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.“Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian”. Sejenak kerongkongannya tersekat.“Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimanadengan Ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TVswasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio. Kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.

Di situlah Pak Suyatno bercerita. “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit”

Semoga bahan renungan ini bermanfaat.

Nb: ini note dari facebook Cindera SN (MNH 43), sudah minta izin dan diizinkan :)

Renungan untuk yang mampu berqurban

Kututup hidung ketika melewati kerumunan kambing. Baunya yang menyengat ternyata tidak mengganggu penjualnya. Dalam hati sempat juga ngedumel sih "Nih orang mau jualan kambing ga liat-liat tempat apa? Masa jual hewan bau begitu di dekat kios-kios elektronik. Kenapa ga sekalian aja jualan di dalam mall?" gerutuku. Orang yang lalu lalang, ada yang cuek, ada yang menutup hidung, ada juga yang justru menghampiri hewan bau itu.

Kupercepat langkah kakiku melawati tempat tersebut, mataku menatap lurus ke depan, tepat ke sebuah kios penjual HP. Memang kios itulah yang menjadi tujuanku ke tempat ini. Kuraba saku celana, masih tersimpan HP tipe lama yang sudah 5 tahun aku gunakan. Sebenarnya HP tersebut tidak bermasalah, masih layak untuk digunakan, baik bertelepon maupun ber-SMS. Tetapi untuk saat ini, HP tersebut sangatlah "tidak layak" digunakan di tempat umum. Sering aku berangkat atau pulang kantor menggunakan KRL menyaksukan penumpang yang menggunakan HP terkini, canggih, suara polyphonic, ada radio, MP3 bahkan kamera foto dan video.

Suaranya merdu sekali saat ada telepon masuk, bisa lagu klasik ataupun lagu pop yang sedang top dari penyanyi papan atas. Sering aku ikut melantunkan dalam hati lagu yang kebetulan aku tahu dan seakan ingin agar pemiliknya tidak segera mengangkat telepon tersebut supaya aku bisa lebih lama mendengarkan lagu yang sedang digandrungi banyak orang itu.

Memang luar biasa perkembangan teknologi saat ini, satu alat bisa mewakili berbagai macam fungsi alat-alat lainnya. Tidak perlu membawa walkman untuk mendengarkan lagu, tidak perlu bawa kamera untuk berfoto. Cukup bawa satu buah HP, semua itu sudah bisa terwakili. Bahkan saat ini ada semacam fasilitas untuk berbicara sekaligus melihat lawan bicara di seberang, kalau tidak salah 3G (mohon maaf kalau istilahnya salah, maklum belum pernah pakai). Kadang cukup kaget juga sih saat tahu siapa saja pemilik alat-alat canggih tersebut. Dari pegawai kantoran macam aku, pengusaha, pegawai negeri, pegawai toko dan mall bahkan pedagang bakso sekalipun.

Sekali waktu sempat kulihat, pegawai toko VCD di Glodok saling bertukar lagu lewat fasilitas bluetooth. HP yang ada di saku celanaku, jangankan kamera, fasilitas bluetooth pun tak ada, lelucon yang sering dilontarkan kawan-kawan adalah "Mau dikirimin lagu bagus ga? Pakai bluetooth aja, kan HP kamu emang rada BUTUT pasti bisa deh..." Dan seperti biasa aku cuma bisa nyengir sambil ikut tertawa.

Sekarang semua itu akan berubah, dengan susah payah aku kumpulkan sebagian gajiku untuk menggantikan rasa "malu" dengan "kebanggaan" bertelepon di tempat umum. Tidak sia-sia pengorbananku selama setahun ini, dengan terkumpulnya dana 3 juta untuk mengganti HP lama dengan HP baru. Saya pikir dana tersebut cukuplah untuk membeli HP canggih.
Belum sampai di depan kios HP yang kutuju, sempat terdengar pertanyaan dari orang yang mengampiri pedagang kambing tadi. 

"Bang, kambing yang itu harganya berapa bang?"

"Satu juta, Pak" jawab si pedagang

"Kok mahal amat sih bang?"

"Itu yang terbesar, Pak. Sehat lagi. Sangat pantas untuk Qurban!"

"Wah kalau segitu sih, mana sanggup saya beli? Berapa sih hasil ngasong, Bang?!" ternyata abang calon pembeli adalah pedagang asonan.
"Kalau yang coklat itu berapa, Bang? Itu yang rada kecilan" 

"Itu 750 ribu pak, harga pas, ga ngambil untung besar lho, Pak.." 

"Saya cuma ada 650 ribu bang, boleh ya???" 

"Wah pak, kalau segitu sih belum dapat, ongkos angkutnya ke sini saja sudah mahal, bagaimana kalau yang putih itu saja" kata si pedagang kambing sambil menunjuk kambing yang lebih kecil 

"Ya sudahlah, daripada besok belum tentu terbeli" katanya pasrah "ini juga dari hasil nabung 3 tahun yang lalu, Bang".  

Seketika aku terkesiap, tiba-tiba rasa malu muncul dan mengalir deras dalam hatiku. Rasa malu ini bahkan melebihi rasa malu saat kawan-kawan mencemooh HP bututku. Bayangan HP baru perlahan-lahan hilang, berganti dengan bayangan gema takbir saat kambing, domba, dan sapi disembelih dengan menyebut asma Allah.

Seungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat dan berkorbanlah. (QS. Al Kautsar : 1-2)

Nb : Ini adalah email yang ditulis setahun yang lalu oleh Handito Prihandono dan dikirim ke milist muslim IPB oleh Ganjar Saefurahman. 

Semoga masih ada kesempatan untuk kita berQurban

Monday, November 1, 2010

Angkatan 43, Angkatan Pengusaha

Saya adalah mahasiswi angkatan 43 Institut Pertanian Bogor. Angkatan 43 bukan berarti saya masuk IPB pada tahun 1943 (huhuhu...). Angkatan 43 berarti saat saya diterima menjadi mahasiswa IPB (2006), saat itu juga IPB berumur 43 tahun. Nah tahun 2010 ini, umur IPB sudah mencapai 47 tahun, jadi angkatan termuda saat ini adalah angkatan 47.

Di kampus kami, angkatan 43 dikenal sebagai angkatan yang kompak dan dikenal sebagai angkatan pengusaha. Mungkin ini pengaruh adanya program dari Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB. DPKHA memfasilitasi pengembangan minat mahasiswa pada bidang kewirausahaan. Nah program ini berkembang saat angkatan 43 ada di puncak kejayaan (hehehe...lebay). Pokoknya program ini pertama masuk saat cuma angkatan 43 dan 42 (yang udah tua dan keburu mau lulus) memenuhi syarat buat ikutan program. Jadilah 43 merajalela...

Ini dia daftar usahanya anak 43 yang terkenal...
1. E.Co Tours
Usaha dibidang "jalan-jalan" ini dipimpin oleh Fazlur Rahman (Ilmu Ekonomi 43) bersama temannya, Dinul Islamy (Manajemen Hutan 43). Anak IPB ga kenal ECotours kayaknya ga pernah jalan-jalan deh...

2. Chroma Production
Pandu Mas Saputra (Teknik Pertanian 43) adalah pimpinan dari usaha percetakan ini. Hampir semua publikasi di kampus dijajah oleh Chroma. Chroma juga sudah mulai ekspansi ke luar IPB, salah satu proyeknya bulan ini adalah publikasi TO Akbar NF 2011 (desainer erornya adalah gw hehehe..).

3. Leaf Garden
Bergerak dibidang dekorasi dan penyewaan tanaman, usaha ini dipelopori oleh dua makhluk dudul bin gabut Ahmad Sobari (Agronomi dan Hortikultura 43) dan Febby Ariawiyana (Teknologi Industri Pertanian 43, dia laki-laki namanya aja yang begitu). Mereka sudah terpercaya untuk mendekorasi hampir semua acara di IPB, termasuk acara wisuda dan acara walimah anak IPB.

4. Tsabit
Usaha yang berhubungan dengan kaos-kaosan dan sablon-sablonan ini (yang gw tau) dipelopori oleh Cindera Syaiful Nugraha (Manajemen Hutan 43).

5. Salman Creative Art
Ahahaha... Usaha ini digawangi oleh empat makhluk ajaib, sebut saja Raden Ery Bunyamin Gufron (Statistika 43), Anis Zamaludien (Ilmu Teknologi Pangan 43), Rizka Ardhiyana (Teknologi Industri Pertanian 43, dan Desni Utami (Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat 43, ahahaha kayak kenal). Bergerak dibidang souvenir resin dan akrilik, Salman hampir tidak pernah melakukan promosi. Salman baru kelihatan aksinya jika mahasiswa baru mulai masuk IPB. Siapa yang tidak kenal produk Salman? Lha wong pas daftar langsung dikasih pin produk Salman. Pin yang langsung menjadi tanda bahwa mereka sah sebagai makhluk baru, bahan Ospek di kampus. Tapi denger-denger sih Salman ini mau bubar dan berubah usaha jadi usaha makanan (hadeeeeh...).


6. Akar Cafe
Bayu Cahyo Nugroho (Manajemen Hutan 43), Daniel Furqon dan Rakhmawati (Gizi Masyarakat 43) adalah salah satu pemegang saham salah satu Cafe terbesar milik anak IPB ini. Cafe ini sudah almarhum, dan Bayu sekarang sudah beralih usaha jadi jualan legging (ahahaha...ampun bay).

7. SotoQ
Akhwat-akhwat manis jualan soto? Kebayang? Ada Fatimah Khoirunnisa (Agribisnis 43), Darayani Aradhita (Manajemen Sumberdaya Perairan 43), Noni Husnayati (Agronomi dan Hortikultura 43), dan Tri Reti Rahmawati (Gizi Masyarakat 43). Walau saat ini SotoQ lagi mati suri, tapi mereka kelihatannya akan segera bangkit. Selamat menunggu kebangkitan Soto Indonesia (halah!).

8. Istana Es Krim
Es krim goreng? Yup ini menu istimewa istana eskrim milik Hanif Fansurya (Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 43), Yulya Sri Novita dan Elis Trisnawati (Ilmu Keluarga dan Konsumen 43). Temukan es krim goreng di kantin Semur...

Ini cuma sebagian, masih banyak yang lainnya

Saturday, October 30, 2010

Putri Hujan

Saya tidak mengerti kenapa hujan deras selalu datang saat saya menangis sedih... Waktu di angkot, di masjid, di aula alhur, di kostan, di depan komputer... Saat menangis sangat sedih, hujan seolah-olah menemani saya. Apakah saya adalah putri hujan??? (dudul ah.. gw kan tinggalnya di kota hujan).

Wahai hujan, aku harus pergi ke negara mana, ke bumi belahan mana...

Thursday, October 28, 2010

Mbah Maridjan dan Keteguhan

Saya pagi ini di sms oleh seorang sahabat, ia menanyakan kabar tentang penelitian saya di Jogja yang belum selesai (dan saya tinggalkan). Ia khawatir jika saya berangkat ke Jogja. Terlalu bahaya. Kemarin gunung meletus dan pagi ini Jogja gempa lagi. Saya kurang tau pasti berapa besarnya gempa, saya hanya membaca sekilas dari status FB teman yang sedang berada di Jogja.

Teman saya yang meng-sms saya tadi juga bertanya, “lo ga ngelayat mbah marijan ya?”. Saya malah kepikiran, mbah Marijan itu meninggalnya khusnul khotimah atau sebaliknya ya? Hmmm.. Lalu saya menemukan sebuah artikel, tulisan kakak kelas saya di kampus. Kak Ibot. Judulnya “Mbah Maridjan, Layak Dipuji atau Dicaci?”. Artikel asli bisa di baca di sini.

Sang juru kunci Merapi meninggal dalam keadaan sujud. Siapa yg tidak ingin meninggal seperti itu?. Salah satu ciri kemuliaan dalam menjemput kematian. Dan tersirat pada jasad mbah Marijan.
Sebenarnya mana yang lebih tepat diberikan pada mbah Marijan. Pujian atau cacian? Tindakan beliau memang memancing pro dan kontra. Secara logika dan pertimbangan kemanfaatan, semestinya bliau mengambil langkah untuk menyelamatkan diri. Langkah yang diyakini banyak orang sebagai langkah paling tepat. Bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi karena mbah Marijan merupakan tokoh yang disegani, tingkahnya diikuti masyarakat. Kesalahan sedikit berakibat fatal, bukan hanya untuk dirinya, tetapi orang-orang yang mengikutinya. Lima belas korban yang meninggal disekitar rumah mbah Marijan dianggap sebagai akibat pilihan membahayakan yang diambil oleh lelaki ‘roso’ ini.

Karena alasan inilah pendapat-pendapat miringpun muncul di facebook. Bahkan ada yang menulis tindakan ini disebut sebagai -maaf- ketololan, karena dianggap tidak bijak dalam mengambil keputusan, dan terkesan ‘menghalangi’ program zero tolerance dalam penanganan bencana. Kasar memang, tapi itulah pendapat.

Disisi lainnya, pengguna FB yang lainpun mengungkapkan, bahwa beliau pernah diskusi dgn warga Cangkringan, ternyta mbah Marijan selalu berpesan pada warga untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk meninggalkan Merapi, meskipun bliau tidak turun. Terbukti asisten dan keluarganya selamat dari tragedi ini.

Teringat ketika Merapi meletus pada tahun 2006, mbah pernah berkata bahwa bliau tidak akan pergi dari merapi kecuali diminta langsung oleh Sri Sultan HB IX. Sultan yang mengamanahkan merapi, tapi telah wafat puluhan tahun silam. Bahkan bujukan Sri Sultan HB X pun tidak digubris. Kemudian beliau dengan gagah berani malah berlari menuju kearah gunung disaat penduduk yang lain mengungsi. Membuktikan keteguhannya, dan (anehnya) bliau selamat. Menguatkan kesan “roso” yang menempel pada lelaki tua itu, sekaligus menebar aroma klenik dan mistis yang tajam. Entah kebenaran aroma ini, karena di sisi lain beliau dikenal sebagai orang yang kental beribadah, dan itikafnya pun kuat.

Saat Merapi ‘terbatuk’ kemaren, pengamatan empiris mbah Marijan salah. Dalam kesederhanaan di sudut rumah, mbah meninggal dengan posisi kepala yang serendah-rendahnya sejajar tanah, posisi yang disebut Tuhan sebagai posisi yang sangat tinggi. Hanya Allah yang tahu, bagaimana nilai kematian mbah. Karena bagi sebagian orang, mbah adalah simbol mistis (syirik) dan ketidakbijakan.
Terlepas dari pro dan kontra, bagaimanapun sy belajar, mbah adalah potret orang biasa yang terangkat karena keteguhan prinsipnya. Lakunya berkata tentang amanah, kesetiaan, dan tanggung jawab yang pantang dikhianati, untuk menjaga gunung merapi sampai beliau mati. Sosok abdi yang benar-benar mengabdi. Laku sederhana yang dibuktikan dengan nyawa. Beda dengan orang-orang yang banyak berbicara, berkomentar, namun komitmennya hanya diujung bibir. Istilah Jawanya.. JARKONI: Ujar ra iso nglakoni (banyak bicara, tapi tak bisa menjalankan). Sesuatu yang sangat dimurka oleh Allah.

“Jangan terkaget bila nanti orang yang kau sangka ahli neraka berlari kencang menuju syurga. Sedangkan kau sendiri ternyata merangkak ketakutan ke arah syurga” tulis salah seorang kawan dalam status Facebooknya. Tak jelas siapa yang dimaksud. Tapi yang pasti, kita bukan hakim, dan tak berhak menuduh atau mengklaim nilai kematian seseorang.

Mbah marijan mungkin dianggap legenda merapi. Dan seperti legenda lainnya, selalu penuh kontroversi.

Mungkin bukan urusan kita mencaci atau memuji mbah Marijan. Urusan kita saat ini adalah mendoakannya dan korban bencana lainnya. Wallahu’alam.

Tuesday, October 26, 2010

Jakarta, The Largest Water Park in World

aqualand santa cruz bolivia, keren chuy...

dan Jakarta ternyata lebih besar dari waterpark di Bolivia ini....
sumber
 atau ini 
sumber
kayaknya penduduk Jakarta harus siap-siap Gondola
Jakarta romantis, lebih keren dari Venice hehehe... (sumber)
kayaknya oke juga ya, sebagai pengganti akordion yang di Gondola, kita pake alat musik tradisional Betawi.. tadaaaa... tanjidor.. yang main engkong-engkong...
tanjidor, buat di atas Gondola ala jakarta... (sumber)
Bagaimana ide saya? Menarik kan?