Lebah (Salam ISC 2008)




Salam ISC 2008
(untukmu wahai pasukan lebah)

Diam-diam aku masih bisa merasakan teriknya matahari bulan juli 2008 itu. Aku masih bisa melihat senyum-senyum tulus itu. Aku bahkan masih mendengar suara-suara bising dan pengapnya udara saat mahasiswa baru angkatan 45 (2008) Institut Pertanian Bogor mulai berhamburan keluar dari gedung biru itu. Pejamkanlah mata... dengarkan lagu ini...

Selamat datang kami ucapkan
Kepada sahabat 45
Bersama kami membina diri
Menjadi mukmin sejati
Dengan cinta dan canda tawa
Memberi sejuta makna
Ikat ukhuwah dalam tarbiyah
Bersama salam ISC

Nyanyikanlah lagu itu dengan memejamkan mata. Kita (bolehkah aku memakai kata kita?) masih bisa melihat kostum yang paling “jreng” itu. Kita bisa melihat “tiga orang lebah” sedang bernyanyi membimbing pasukan lebah lainnya. Gaya khas mereka, tarian lebah yang benar-benar bersemangat. Serta rumah lebah tidak pernah sepi dari apapun. Selalu ramai, ramai dengan dengung nyanyian sambutan, ramai dengan panitia open house yang minta es krim, ramai dengan tilawah, ramai dengan canda, ramai dengan air mata. Satu-satunya stand yang tidak pernah sepi. Stand no.1-2 milik UP Al Hurriyyah.

Nyanyikanlah lagi... perasaan yang hadir mungkin tidak bisa dilukiskan. Senang, sedih, kuat, lelah, serta rindu yang buncah pada saudara-saudara yang tidak kenal lelah. Orang-orang yang siap meminjamkan bahunya, mengulurkan tangannya, menyediakan telinganya, serta menguntaikan senyum terbaiknya untuk kita.

Selamat datang kami ucapkan
Kepada sahabat 45

Entahlah, sejak 29 Januari 2010 kemarin, lagu ini seolah-olah berubah menjadi lagu yang sedih. Karena salah satu dari 49 pasukan lebah itu telah kembali kepada Allah. Tidak bisa dilupakan saat-saat kita bernyanyi, tertawa, menangis, kelaparan, kehausan, kepanasan, keletihan bersama. Bersama. Karena pasukan lebah tidak pernah sendirian. Bersama. Dan tidak bisa dilupakan saat-saat pasukan lebah harus rela mengantarkan kepergian salah satu prajurit terbaiknya bersama.

Walau semua telah berubah, tapi aku (mungkin juga kalian) tidak bisa melupakan sedikitpun tentang kebersamaan dalam kepanitiaan terhebat dalam hidupku (mungkin juga kalian) itu. Semua kisah mungkin akan mengalun indah dari setiap mulut pasukan lebah jika diminta menceritakan kembali kisah bulan juli 2008 itu. Semua akan bercerita dengan semangatnya.

Selamat datang kami ucapkan
Kepada sahabat 45

Lagu ini, walau kini kadang menjadi lagu sedih, tetap harus memberi semangat pada orang-orang yang mendengarnya. Semangat itu tidak berkurang walau secara “tampak” jumlah kita telah berkurang. Semangat itu tidak pernah hilang karena semangatnya pun tidak pernah pergi dari ingatan kita.

Juli 2010 akan segera tiba. Pasukan lebah yang suaranya selalu berdengung-dengung itu harus siap turun lagi dengan semangat yang sama dengan tahun 2008. Siap menyemangati pasukan 2010 (yang entah apa namanya nanti). Seperti semangat prajurit yang telah pergi itu.

Rindu Salam ISC 2008

Note:
Lama sekali untuk bisa menyelesaikan 1 tulisan ini, karena hidung penulis yang mendadak mampet saat menulis setiap paragrafnya. Juga karena penulis bingung mau mulai dari mana serta khawatir terhadap perasaan pantas dan tak pantas untuk menuliskannya.
Semoga tulisan ini mengingatkan para pemimpin untuk mengadakan “rihlah salam isc 2008” hehe... Sudah hampir dua tahun dude...

Comments

Popular Posts