Glam Girls


Jadi pintar itu gampang—belajar aja yang rajin. Jadi cantik lebih gampang lagi. Dengan semua servis ala Nip/Tuck yang ada sekarang, apa aja mungkin. Kekayaan? Well, hanya karena lahir di keluarga kaya raya sampai tujuh turunan, bukan berarti kamu lantas punya potensi sebagai pusat perhatian. You can buy Gucci, but you can’t buy style.

Kami nggak pernah pelit kok ngasih tahu rahasianya jadi terkenal. Kamu nggak boleh dijengkal, apalagi jadi orang yang gampang ditebak. Kalau ada yang bersikap buruk ke kamu, jangan takut. Kamu juga punya hak penuh buat balik nge-bitchy-in dia. Kamu juga harus berani tampil beda. Sesekali, nggak ada salahnya tampil kontroversial. Yang nggak masuk akal biasanya susah dilupakan.

Ribet? Emang! Siapa juga sih yang bilang jadi populer itu gampang?


Kalimat diatas dicomot dari review sebuah novel. Beberapa waktu yang lalu, saat diriku pulang ke Palembang, daku menyempatkan diri untuk mampir ke Gramedia. Ini merupakan salah satu tempat yang “wajib” ku kunjungi selain rumah sakit (bukan jiwa hehe...). Daku selalu iseng mengunjungi tiap sudutnya hingga diriku bisa melihat berbagai macam judul buku. Salah satu judul novel yang menarik perhatianku adalah “Glam Girls”. Di halaman muka buku ini ada gambar tiga orang gadis cantik (bukan foto gue kok... bener deh! hehe...) dengan gaya glamournya.

Aku melihatnya dari jauh, hmmm.... hanya novel remaja biasa sepertinya. Tidak terlalu menarik untuk dibaca. Saya bisa menebak isi novel tersebut dari frase yang ada di bawah judul. Tulisannya kurang lebih seperti ini:

“ Semua gadis ingin seperti dirinya, kecuali dirinya sendiri”


Ah... jadi teringat betapa saya mengagumi seorang teman semasa SMA. Anak SMA 3 Palembang pasti tau siapa yang dimaksud. Ia gadis yang cantik sekali (sungguh!!!). Rasanya semua laki-laki yang melihatnya pasti terpesona. Beberapa teman laki-laki bahkan ketahuan menyimpan fotonya (dasar lu pada!!!). Beberapa waktu yang lalu saya pernah menemukan fotonya dipajang di salah satu forum dunia maya. Yang majang kayaknya bangga bener bisa kenal sama sang gadis huehehe.. Pokoknya masyaAllah sungguh cantik sangat...... Selain cantik, ia juga lembut, klo ngebayangin bidadari dia bisa jadi rujukan.

Aku pernah iri sekali dengan dirinya. Ingin sekali menjadi seperti dirinya.... Ingin sekali bisa se-ayu dirinya. Tapi tidak pernah berhasil. Bego dah kalo diinget inget...

Pada waktu dan tempat yang berbeda, di saat berjibaku dengan bangku perkuliahan yang keras (bangkunya ga pake sofa), diriku juga menemukan seorang teman yang luar biasa selalu tersenyum. Anak IPB 43 pasti faham siapa sosok gadis tersenyum ini. Pokoknya timpang banget klo disandingkan dengan diriku yang dari sananya udah jutek (thanks God hiks). Manis banget dah...

Aku pun pernah mencoba menjadi sang gadis yang selalu tersenyum dan super duper lembut itu. Hasilnya??? Ancur! Diriku merasa aneh. Oon banget dah klo dikenang...

So, salah ga klo kita merasa ingin lebih baik??? Tentu saja tidak... Tapi entahlah.. kadang aku sering merasa bersalah pada diri sendiri saat aku mengubah diriku menjadi orang lain.
Jadi inget lagu kesukaanku... “She Wants” dari ten2five...

standing in front of a mirror
looking at herself
messy hair, ugly dress, so not a girly kind
unbelievably she fell in love, deeply in love
she changed everything to get him, everything
she wants to be free, as free as she used to be
she wants to have a true love
as true as it can be
no more high heels on her feet
now she can run as far as she wants..


Bukan kah kita tidak suka dibanding-bandingkan?
Lantas kenapa membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Mengubahnya dan merasa aneh? Tanya kenapa...


16 Maret 2010
Saat gue merasa muka gue ancur banget!
oh ya, ada sedikit keyakinan dihati ini bahwa somewhere, sometime, somehow.. mungkin ada gadis lain yang juga ingin menjadi seperti diriku. Kasihan. Mungkin ia gadis frustasi hahaha...

Comments

Popular Posts