Sepenuh Hati

Bagaimana mungkin bisa mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat lagi bagi yang lain. Menurutnya itu bodoh, tapi toh dilakukannya. Mau bagaimana lagi, dia tidak berencana begitu, tapi itu yang terjadi. Mencintai dengan sepenuh hati...
(dikutip dari novel "DIA seperti inikah seharusnya cinta?" karya nonier halaman 143)

Entahlah... rasanya embun jatuh dari ujung "daun" mataku. Aku telah memilih untuk mencintainya sepenuh hatiku. Setulusnya. Tanpa memintanya membalas. Tersenyum dalam kepedihan. Tertawa dalam kegusaran. Melayaninya. Tampak selalu bahagia di hadapannya. Berpura-pura tidak mempedulikan hadirnya "gadis hijau" yang ia maksud. Aku telah memutuskan untuk mencintainya. Menunggunya tersadar akan cintaku padanya. Mencintainya. 

Comments

  1. bu desssnoyyy....kunjungi blog aku donngg..

    ReplyDelete
  2. yaelah link... gue nulis serius2 komen lu aneh bener...
    iye... udah gue kunjungi. gue komenin malahan..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular posts from this blog

Tutorial Menjahit Pashmina Instan ala Nurina Amira

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Repurpose : Mengubah Kemeja dan Rok Jadi Gamis Kekinian