Stereotipe

-->
Bacalah dan rasakan bagaimana rasanya jadi AKU
Stereotipe adalah pendapat atau prasangka mengenai orang-orang dari kelompok tertentu, dimana pendapat tersebut hanya didasarkan bahwa orang-orang tersebut termasuk dalam kelompok tertentu tersebut. Stereotipe dapat berupa prasangka positif dan negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. 
Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang. Berbagai disiplin ilmu memiliki pendapat yang berbeda mengenai asal mula stereotipe: psikolog  menekankan pada pengalaman dengan suatu kelompok, pola komunikasi  tentang kelompok tersebut, dan konflik antarkelompok. Sosiolog  menekankan pada hubungan di antara kelompok dan posisi kelompok-kelompok dalam tatanan sosial. Para humanis berorientasi psikoanalisis (mis. Sander Gilman) menekankan bahwa stereotipe secara definisi tidak pernag akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang lainnya, tanpa memperdulikan kenyataan yang sebenarnya. 
 Walaupun jarang sekali stereotipe itu sepenuhnya akurat, namun beberapa penelitian statistik menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus stereotipe sesuai dengan fakta terukur. (dari wikipedia)

Saya [kali ini kita akan mencoba serius] terlahir dari suku Melayu Sekayu. Sekayu adalah ibukota kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Orang-orang banyak memandang sebelah mata pada suku kami ini. Kami dianggap sebagai garong, pencuri, penjahat, pembunuh, perampok, orang yang berkata-kata kasar, orang-orang terbelakang, tidak berpendidikan dan miskin. Mungkin memang benar, ada sebagian orang dari suku kami kurang mendapat pendidikan yang baik hingga semua label buruk disandang olehnya. Namun sayangnya, labelisasi itu tidak hanya diberikan pada pelaku, semua orang dari suku kami yang tidak melakukan kejahatan tersebut pun diberikan label yang sama.

Ingin sekali saya buktikan pada dunia bahwa mereka salah. Bahwa mereka tidak berhak sama sekali memberikan label tersebut. Ingin sekali saya tunjukkan pada dunia bahwa saya, Desni Utami, wanita yang dilahirkan sebagai suku Sekayu adalah orang yang mampu memberikan cahaya pada dunia. Ingin sekali saya tunjukkan bahwa kami, orang-orang dari suku Sekayu adalah orang-orang yang berprestasi.  Dunia hanya belum tau dan saya ingin sekali memberitahukan pada dunia.

Stereotipe ini telah menyakitiku. Sakit teramat dalam. Bagaimana rasanya mendapat penolakan karena pandangan sebelah mata terhadap keluargaku? Bagaimana rasanya menjadi orang yang 'disakiti' karena saya adalah orang yang lahir dari suku Sekayu? Bagaimana rasanya menjadi orang yang hanya dipandang jeleknya tanpa melihat kebaikannya? Bagaimana rasanya jadi aku??? 

Demi Allah saya tidak meminta lahir sebagai bagian dari suku Sekayu. Saya tidak pernah memintanya. Saya pun tidak pernah bermimpi menjadi orang dari suku lainnya. Saya tidak pernah berharap bahwa sebenarnya saya adalah anak dari suku lain dan dititipkan pada orang tua saya. Saya sungguh sangat bahagia bahwa ayah dan ibu adalah orang tua kandung saya.

Saya sungguh merasa sangat tersakiti. Sakiiiitt sekali. Bagi saya, perlakuan yang saya dapatkan akhir-akhir ini hanyalah menjadikan stereotipe itu sebagai alasan untuk menyakiti saya. Jika pun tidak ada maksud menyakiti saya, terlambat... saya sudah terlanjur merasa sakit. Jika tau bahwa saya tersakiti, mengapa masih melakukannya??? Apa karena saya diam dan masih bisa tersenyum??? Saya beritahukan pada dunia bahwa SAYA TERSAKITI. Dan semoga saya tidak akan pernah membuat orang lain merasakan sakit seperti yang telah saya rasakan.

Aaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrgggghhhhh............
[berteriak dalam hati, meraung-raung, mengaliri wajah dengan anak sungai seorang diri bertemankan tabung oksigen]
ayah-ibu, ut rindu...

Comments

Popular posts from this blog

Tutorial Menjahit Pashmina Instan ala Nurina Amira

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Repurpose : Mengubah Kemeja dan Rok Jadi Gamis Kekinian