Mau jadi apa saya sesungguhnya?

Setahun yang lalu, satu siang di kampus IPB dramaga, kami, mahasiswa yang mendaftar menjadi peserta Program Mahasiswa Wirausaha [PMW] dikumpulkan di gedung Graha Widya Wisuda. Ribuan orang mendaftar untuk diseleksi menjadi 150 orang. Hmmm... peluang yang tidak besar...

Gue bersama tiga sahabat ga beres tercinta [Rizka, Ery dan Anis - beliau lebih suka dipanggil Azam haha..] duduk tertegun, terperangah sejak awal acara [sebenernya sampai akhir juga masih begono]. Bingung... Mungkin di dalam hati kami berempat kami bertanya-tanya "ngapain sih kita di sini?" 

Kami berempat nekat mendaftarkan diri untuk menjalankan usaha bersama bernama Salman Creative Art. Sebuah perusahaan mini yang bergerak dibidang souvenir. Sumpah gue masih pengen ketawa klo inget hari pendaftaran. Kacau balau....

Kami celingak-celinguk mencari bangku kosong untuk empat orang dan akhirnya nemu. Di tribun kiri atas... sumpeh, jauh banget... Ya Alhamdulillah lah.. Ada layar besar yang membantu kami melihat atraksi yang terjadi di panggung. 

Hari itu hadir seorang trainer ternama, penulis buku Kubik Leadership, pemilik jargon SUKSES MULIA, bapak Jamil Azzaini. Ada sebuah pertanyaan beliau yang membuat gue terperangah dengan jawaban yang keluar dari bibir seksi gue sendiri. 

Beliau bertanya pada semua audiens"apa cita-cita kalian?".
Tau apa jawaban gue? Dengan santai dan ngasalnya gue jawab "dokter!"   
Bleguk siah....

Jawaban stress seorang Desni Utami itu menyebabkan gue berpikir ulang tentang cita-cita gue sesungguhnya. Kuliah di departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat belajar tentang penyuluhan, komunikasi, psikologi, dan ilmu-ilmu pemberdayaan masyarakat membuat gue sebenernya ga perlu bingung mau jadi apa. Gue bisa kerja di bagian CSR mengamalkan ilmu pengembangan masyarakat, jadi jurnalis, di departemen Pertanian sebagai penyuluh dll. Tapi gue ragu, akankah gue mampu bekerja menjadi pegawai? Akankah gue betah menjadi orang suruhan sedangkan selama ini gue adalah pesuruh sejati [??? Pesuruh? Perusuh hahaha...]

Gue jadi inget impian besar gue [yang menurut gue yg ga punya modal besar ini, tu mimpi terlalu besar]. Gue pengen punya MUSLIMAH CENTER terbesar di Indonesia. Gue pengen banget.... Ya Rabb bantulah hambamu ini...

Gue juga ga pernah lupa impian gue untuk jadi seorang PENULIS dan meraih gelar PROFESOR di usia kurang dari 28 tahun. Dan gue tau jalan utama yang harus gue tempuh saat ini adalah fokus. Fokus nyelesain S1. Trus S2, trus S3 trus post doctoral! Ganbarimasu....


Btw, kapan gue nikahnya? Emmmm... emmmm.... kapan aja dah... suka-suka Allah aja deh ngaturnya... Semoga di saat yang tepat dan dengan orang yang tepat. 
"aku takkan menanti...."

Comments

  1. hmhm....
    dengan raut wajah serius + ngakak baca ini tulisan...
    "bibir seksi", gubrak... ga nyangka klo desni bakal nulis gini, pede banget dah..

    des, ada tulisan yang mesti di edit ..
    tertulis "usai" yang harusnya usia... :p:p

    ReplyDelete
  2. idih... kan seksinya udah dicoret.
    terimakasih atas koreksinya, sangat membantu untuk menjadi penulis dudul profesional hehe..

    ReplyDelete
  3. idih, selalu berstatement "desni dudul"..
    desni ga dudul kok...
    sip, ditunggu karya besarnya ..
    jadi saya ada saingan , :p

    ReplyDelete
  4. sesungguhnya "dudul" berasal dari kata dodol dan dodol berarti manis hweheheh...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular Posts