tidak boleh

ada yang bilang padaku, bahwa aku dilarang menangisi sesuatu yang bukan miliku...

hmmm.... benar... aku tidak boleh menangisi sesuatu yang benar-benar bukan miliku. Bahkan ketika ia hampir menjadi miliku dan Allah berkehendak lain, membuatnya bukan jadi miliku, aku pun tak boleh menangisinya. Itu sia-sia. Menangisi yang bukan milik kita itu sia-sia.

Nah.. tapi semua yang kita miliki saat ini pun bukan milik kita dalam arti sesungguhnya. Semuanya hanya titipan. Jadi klo belum dititipkan, buat apa kita tangisi?

Lalu aku teringat Sheila, seorang anak kecil umur 6 tahun [yang mengalami kekerasan fisik dan mental] dalam sebuah buku yang aku baca. Sheila adalah anak yang tidak pernah menangis. Kenapa? Karena ia tidak ingin orang-orang beranggapan bahwa mereka telah berhasil menyakitinya. Ia tidak mau terlihat lemah. Great....

Ayo des! Harus kuat...
[nah lho.. ada apa denganku???]

Comments

Popular Posts