Saturday, October 30, 2010

Putri Hujan

Saya tidak mengerti kenapa hujan deras selalu datang saat saya menangis sedih... Waktu di angkot, di masjid, di aula alhur, di kostan, di depan komputer... Saat menangis sangat sedih, hujan seolah-olah menemani saya. Apakah saya adalah putri hujan??? (dudul ah.. gw kan tinggalnya di kota hujan).

Wahai hujan, aku harus pergi ke negara mana, ke bumi belahan mana...

Thursday, October 28, 2010

Mbah Maridjan dan Keteguhan

Saya pagi ini di sms oleh seorang sahabat, ia menanyakan kabar tentang penelitian saya di Jogja yang belum selesai (dan saya tinggalkan). Ia khawatir jika saya berangkat ke Jogja. Terlalu bahaya. Kemarin gunung meletus dan pagi ini Jogja gempa lagi. Saya kurang tau pasti berapa besarnya gempa, saya hanya membaca sekilas dari status FB teman yang sedang berada di Jogja.

Teman saya yang meng-sms saya tadi juga bertanya, “lo ga ngelayat mbah marijan ya?”. Saya malah kepikiran, mbah Marijan itu meninggalnya khusnul khotimah atau sebaliknya ya? Hmmm.. Lalu saya menemukan sebuah artikel, tulisan kakak kelas saya di kampus. Kak Ibot. Judulnya “Mbah Maridjan, Layak Dipuji atau Dicaci?”. Artikel asli bisa di baca di sini.

Sang juru kunci Merapi meninggal dalam keadaan sujud. Siapa yg tidak ingin meninggal seperti itu?. Salah satu ciri kemuliaan dalam menjemput kematian. Dan tersirat pada jasad mbah Marijan.
Sebenarnya mana yang lebih tepat diberikan pada mbah Marijan. Pujian atau cacian? Tindakan beliau memang memancing pro dan kontra. Secara logika dan pertimbangan kemanfaatan, semestinya bliau mengambil langkah untuk menyelamatkan diri. Langkah yang diyakini banyak orang sebagai langkah paling tepat. Bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi karena mbah Marijan merupakan tokoh yang disegani, tingkahnya diikuti masyarakat. Kesalahan sedikit berakibat fatal, bukan hanya untuk dirinya, tetapi orang-orang yang mengikutinya. Lima belas korban yang meninggal disekitar rumah mbah Marijan dianggap sebagai akibat pilihan membahayakan yang diambil oleh lelaki ‘roso’ ini.

Karena alasan inilah pendapat-pendapat miringpun muncul di facebook. Bahkan ada yang menulis tindakan ini disebut sebagai -maaf- ketololan, karena dianggap tidak bijak dalam mengambil keputusan, dan terkesan ‘menghalangi’ program zero tolerance dalam penanganan bencana. Kasar memang, tapi itulah pendapat.

Disisi lainnya, pengguna FB yang lainpun mengungkapkan, bahwa beliau pernah diskusi dgn warga Cangkringan, ternyta mbah Marijan selalu berpesan pada warga untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk meninggalkan Merapi, meskipun bliau tidak turun. Terbukti asisten dan keluarganya selamat dari tragedi ini.

Teringat ketika Merapi meletus pada tahun 2006, mbah pernah berkata bahwa bliau tidak akan pergi dari merapi kecuali diminta langsung oleh Sri Sultan HB IX. Sultan yang mengamanahkan merapi, tapi telah wafat puluhan tahun silam. Bahkan bujukan Sri Sultan HB X pun tidak digubris. Kemudian beliau dengan gagah berani malah berlari menuju kearah gunung disaat penduduk yang lain mengungsi. Membuktikan keteguhannya, dan (anehnya) bliau selamat. Menguatkan kesan “roso” yang menempel pada lelaki tua itu, sekaligus menebar aroma klenik dan mistis yang tajam. Entah kebenaran aroma ini, karena di sisi lain beliau dikenal sebagai orang yang kental beribadah, dan itikafnya pun kuat.

Saat Merapi ‘terbatuk’ kemaren, pengamatan empiris mbah Marijan salah. Dalam kesederhanaan di sudut rumah, mbah meninggal dengan posisi kepala yang serendah-rendahnya sejajar tanah, posisi yang disebut Tuhan sebagai posisi yang sangat tinggi. Hanya Allah yang tahu, bagaimana nilai kematian mbah. Karena bagi sebagian orang, mbah adalah simbol mistis (syirik) dan ketidakbijakan.
Terlepas dari pro dan kontra, bagaimanapun sy belajar, mbah adalah potret orang biasa yang terangkat karena keteguhan prinsipnya. Lakunya berkata tentang amanah, kesetiaan, dan tanggung jawab yang pantang dikhianati, untuk menjaga gunung merapi sampai beliau mati. Sosok abdi yang benar-benar mengabdi. Laku sederhana yang dibuktikan dengan nyawa. Beda dengan orang-orang yang banyak berbicara, berkomentar, namun komitmennya hanya diujung bibir. Istilah Jawanya.. JARKONI: Ujar ra iso nglakoni (banyak bicara, tapi tak bisa menjalankan). Sesuatu yang sangat dimurka oleh Allah.

“Jangan terkaget bila nanti orang yang kau sangka ahli neraka berlari kencang menuju syurga. Sedangkan kau sendiri ternyata merangkak ketakutan ke arah syurga” tulis salah seorang kawan dalam status Facebooknya. Tak jelas siapa yang dimaksud. Tapi yang pasti, kita bukan hakim, dan tak berhak menuduh atau mengklaim nilai kematian seseorang.

Mbah marijan mungkin dianggap legenda merapi. Dan seperti legenda lainnya, selalu penuh kontroversi.

Mungkin bukan urusan kita mencaci atau memuji mbah Marijan. Urusan kita saat ini adalah mendoakannya dan korban bencana lainnya. Wallahu’alam.

Tuesday, October 26, 2010

Jakarta, The Largest Water Park in World

aqualand santa cruz bolivia, keren chuy...

dan Jakarta ternyata lebih besar dari waterpark di Bolivia ini....
sumber
 atau ini 
sumber
kayaknya penduduk Jakarta harus siap-siap Gondola
Jakarta romantis, lebih keren dari Venice hehehe... (sumber)
kayaknya oke juga ya, sebagai pengganti akordion yang di Gondola, kita pake alat musik tradisional Betawi.. tadaaaa... tanjidor.. yang main engkong-engkong...
tanjidor, buat di atas Gondola ala jakarta... (sumber)
Bagaimana ide saya? Menarik kan?

Saturday, October 23, 2010

Januar dan Mei Menikah di Oktober

Waktu itu aku lagi kangen sama dia, sahabatku yang udah lama ga ada kabar. Seharian aku kepikiran dia. Ah aku pikir kenapa ga aku sms aja. Akhirnya aku sms dan smsnya ga basa basi tapi bener-bener nanyain kabarnya. Khawatir kenapa-kenapa. Lalu balesan smsnya masuk. Dia baik-baik saja, dia lagi KKP di Ciampea. Dan dia ternyata lagi mikirin aku juga hehehe.. Dia butuh pembuat undangan pernikahan. What??? Kaget.. Kaget banget karena tiba-tiba sahabat ku tersayang ini akan menikah dalam waktu dekat. Siapa orangnya? Yup, Mei Suciati.

Mei dan aku pertama kali bertemu di lorong 8 gedung A1 asrama TPB IPB tahun 2006. Pertama kali aku penasaran, karena ada yang bilang postur tubuhku mirip Mei. Kami berteman, bertiga bersama Wahyu Haryati Maser, dan sama-sama jadi orang penting di lorong.. ^^

Foto ini diambil oleh mba renti saat mei n wahyu lagi 
masak bareng di kostan

Akhirnya walau ga bisa ketemu langsung karena Mei lagi KKP dan aku lagi jarang di kampus, pembuatan undangan akhirnya selesai juga. Ini dia hasilnya (ngembat dari FB Mei). Senang, bangga, terharu karena desain dariku disukai sama Mei dan calon suaminya (Kak Janu). Makasih Mei, makasih kak Janu buntet karena udah percaya Desni huhuhu...*peluk Mei, tendang kak janu

kado buat mei n kak janu
Undangan sudah dicetak dan disebar. Alhamdulillah tiba tanggal 3 Oktober 2010, hari pernikahan mereka. Aku berangkat bersama rombongan KSATRIA 43. Bukan KSATRIA namanya klo ga heboh. Kita berangkat jam 05.30 pagi. Kebayang ga teman-teman? Mata masih merem melek, bayangin dong dandannya gimana? (padahal mah ga dandan hehe).

Okelah, sebelumnya malemnya diriku ditugaskan kembali, bikin semacam ucapan selamat yang dibingkai gitu. Desain baru selesai jam 12. Udah ga jelas lagi itu otak sama tangan. Karena berangkat subuh, jadilah tidur cuma 4 jam... Bangun langsung siap2 dan tadaaaa.... jadilah dandanan aneh ala orang kurang tidur...

Sampe disana, kayaknya kita adalah tamu dari IPB yang pertama kali dateng [secara berangkatnya jam 5.30 boooo...]. Penasaran sama penampilan mei di hari pentingnya itu, maka kami langsung ngider nyari rumah yang dipake sama mei. Ketemu sama mei malah teriak-teriak. Mei bedaaaaa... Cantik... ^^

Akadnya ngebut banget, kak janu udah kayak dikejar-kejar polisi... Saya terima nikahnya blablabalablablalalala....... tunai! Beuh... bukannya nangis karena terharu, mei malah ketawa hahaha... ada-ada aja ulah kak janu...

Hujan deras menghampiri... Semoga hujannya pertanda berkah. Hujan kan turun bersama malaikat... tapi hujannya bikin sedalku hanyut di depan masjid. Udah kayak Cinderella hilang sendal sebelah ehehe... Dan sendalnya ditemukan oleh saudari Adkhilni yang telah sah saya jadikan saudara. Soalnya klo yang nemuin cowo, saya jadiin uuum....uuummm..... apa ya??? jadiin tukang jualan sendal :P:P

mei, kak janu, senyum napaaaaa...

Ka-Ka-Pe

Sebagai mahasiswi yang baik di Institut Pertanian Bogor [mengepalkan tangan, pegang bendera], saya wajib mengikuti kuliah kerja profesi (KKP) yang diselenggarakan saat saya masih duduk di semester tujuh kemarin. Awalnya saya berniat mengajukan diri untuk KKP di salah satu program penanganan bencana milik Masyarakat Mandiri, namun niat itu saya urungkan karena nasehat dosen-dosen saya yang takut klo saya sendirian.... [emang nih gw mengkhawatirkan hihi..]. 

Saat sudah hampir deadline pengumpulan lokasi KKP, saya masih bingung mau KKP dimana. Tiba-tiba secercah cahaya muncul [alay!], saya menerima sms dari teman sekelas saya, Neng Wulan, yang menawarkan KKP bersama di Jambi.

Jambi??? What a beautifull miracle... Saya lagi kangen banget sama rumah dan alhamdulillah dapet kesempatan buat pulang ke rumah. Oh ya, rumah keluarga saya di Palembang, sekitar 6 jam dari jambi. Lumayan 2 minggu sekali saya bisa pulang. 

Lokasi KKP saya adalah kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. Kantornya baru, masih kinclong... Dinding masih putih dan ruangan masih berantakan hehehe... Maklum ya kantor baru, jadi meja-mejanya masih berantakan. Di kantor PU ini lah saya bersyukur sekali punya badan setipis triplek, soalnya ruang terbuka buat jalannya juga cuma segitu, itu pun harus berjubel-jubel tabrakan sama karyawan lainnya.
kantor baru
wc kinclong

Saya memulai KKP tanggal 14 Juli 2009. Hari pertama yang bego haha... Kenapa? Karena datang celingak-celinguk, duduk, bengong, gabuuuuuuut banget.. Sayangnya cuma sebentar, soalnya tiba-tiba kita langsung dapet tugas ngerjain banyak hal.

Di sini, bersama Neng Wulan, kerjaan saya lumayan banyak. Ngedesain leaflet, pamflet, buku, tas, spanduk, piagam, baju, buanyak dah... Tapi intinya mah ngedesain, ga jauh-jauh sama kerjaan di kampus. Ada gunanya juga ternyata hehe.. Trus kerjaan lainnya adalah ngider keliling Jambi Selatan. Kami berdua (saya dan Neng Wulan) harus menyebarkan publikasi ke semua sekolah di Jambi Selatan. Dalam hitungan hari, kulit ini berubah dari putih cerah jadi putih tua. Eksotis. Indahnya dunia hahaha....

gawean di PU
gawean lainnya...

Selain itu kamu juga harus membuat rundown acara dan menjadi panitia kegiatan yang diselenggarakan Dinas PU. Capek??? Tentu.... Tapi menyenangkan.. Kami dapat banyak pengalaman, banyak pelajaran, dan sedikit uang [ups!]. Digaji teman-teman.... Saya digaji saat KKP. Rasanya, jarang-jarang hasil desain saya dibayar uang huhuhu... Biasanya dibayar dengan doa dan ucapan terima kasih yang luar biasa tulus hehe...

Oh iya, by the way di kantor PU ini didominasi oleh bapak-bapak. Ibu-ibunya bisa dihitung pake jari [ini beneran lho]. Heran saya... yang paling saya suka dari KKP di dinas PU ini adalah nuansa kekeluargaannya yang hangat. 

wulan dibikin nangis ^^

Trus sebenernya walaupun banyak kerjaan, tapi kerjaan utama kami adalah online hahaha.... Sampe kami ngerubah lirik lagunya Saykoji menjadi...
"siang malam ku selalu menatap layar terpaku, aku oleng oleng oleng oleng..."
 
Rasanya, kerja di instansi pemerintahan dan menjadi PNS tidak seburuk yang saya banyangkan (walau saya masih belum mau jadi orang yang banyak bengongnya hehe..).

Bogor, Angkot, dan Paham Ngetemisme

Siapa yang ga tau klo Bogor disebut kota hijau? Yupp, Bogor itu ijo banget.... Kita bisa liat yang "ijo-ijo" dimana-mana. Di kebon raya, di wilayah adeknya kebon raya (kampus gue), dan di jalanan. Yupp.. di jalanan alias angkot. Angkot kota bogor berwarna hijau (klo yang kabupaten warnanya biru).

sumber foto

Klo disuruh milih naik angkot 03 atau naik trans p*kuan ke baranang siang, gue pasti bingung... Terlalu dilematis (lebay!). Di satu sisi, naik trans pak*an jauh lebih aman tapi di sisi lain naik trans p*kuan rasanya kayak di sauna. Panas sungguh!!! Kayaknya bus yang ACnya bekerja dengan baik cuma satu deh... Selebihnya ngadat. Tapi anehnya, semua bus diperlakukan sama. Seolah-olah ada ACnya. Habis deh gue kebanjiran keringet... (ini fakta oktober 2010).

Nah klo naik angkot beda lagi ceritanya. Klo jalannya lancar, kondisinya enak, dingin, semriwiiiing... Tapi klo lagi muacet, angkot berubah jadi ang-hot. Dan kondisi tersering adalah macet-cet-cet.... Karena hampir semua supir angkot menganut paham NGETEMISME.

Bingung gue, apa semua orang pada lupa ya klo rezeki itu ada yang ngatur dan klo udah rezeki mah udah ga usah maksa, ga akan kemana deh. Gue jadi berpikir (bisa ya???), sama ruginya kali ye si abang ngetem sama si abang jalan terus. Gini deh, klo di bogor, khususnya laladon tepatnya di perempatan lampu merah laladon, abang2nya ngetem sambil terus nyalain angkotnya, trus angkotnya di-maju mundur-in gitu. Tujuannya sih biar penumpang  beranggapan bahwa sang angkot akan segera melaju. Sama aja ga klo abang2nya muter buat nyari penumpang?

Gue jadi merasa segitunya kah nyari uang, sampe harus nipu orang lain (secara halus abang2 itu menipu calon penumpangnya kan?). Belum lagi klo sambil teriak "dua lagi neng, dua lagi.. ayo neng langsung jalan...". Wah klo kita naik trus dia masih ngetem itu namanya penipuan.

Coba ya klo abang-abang itu sedikit lebih cerdas. Dengan kondisi saingan (angkot) yang super banyak di bogor dan penumpang yang jumlahnya segitu-gitu aja serta peluang dapet penumpang yang ga pasti, harusnya abang-abang angkot lebih milih buat ga ngetem. Soalnya paham NGETEMISME yang mereka anut itu lebih banyak mudhorotnya... Misal :
1. bikin macet jalanan
2. bikin kesel penumpang, hati-hati sama penumpang yang sampe terzhalimi, doa orang terzhalimi itu makbul..
3. polusi udara, klo ngetemnya ga sambil nyalain angkotnya sih lumayan (emmm...ga juga sih..), soalnya durasi ngetem biasanya 30 menit, paling cepet 15 menit. Ngetemisme ini akan menyebabkan penumpukan polusi di satu titik seperti yang terjadi di laladon.

Segitu aja deh... Pusing mikirinnya. Diapain sih bagusnya angkot-angkot di Bogor tercintahh ini???

Monday, October 18, 2010

Kepala Gue....

Kepala saya diotak atik sama tiga orang wanita ghaib. Mereka adalah tetangga kamar -Mawar Kusumawardani, ibu ketua PKK (Persatuan Keluarga ngapaK) -Septina Mugi Rahayu, dan 10% complete loading girl - Noni Husnayati.

Modus mereka adalah promosi kerudung dan jualan jarum pentul (tapi modus utamanya adalah persiapan buat ke nikahan seseorang hehe..)
Korban penganiayaan adalah wanita ajaib yang baru bangun, belum mandi...

Reka ulang adegan tidak bisa ditampilkan, hanya saja mereka melakukan penganiayaan dengan cara menusuk-nusukan jarum pentul yang sangat banyak ke kepala saya (lebay, ke kerudung maksudnya). Saya merasa teraniaya karena jadi ga bisa tidur huhuhu...

Dan inilah hasilnya...
ga ngerti deh diapain, yg jelas tiba2 dah jadi begini aja

dibandoin 

ga jelas... 

foto residivis tampak samping

residivis tampak depan

Thursday, October 14, 2010

Wedding Dress

Pasti deh yang kepikiran gaun pengantin putih, cantik kayak gambar di atas. Bukan sodara-sodara, saya mau menceritakan sebuah film korea. Coba tebak gimana ceritanya? Pasti deh pada nebak kisahnya kayak dorama korea yang romantis dengan happy ending sebuah pernikahan yang manis. Bukan juga sodara-sodara... Film ini berkisah tentang ibu dan anak.


Berkisah tentang Seo Go-eun, seorang ibu yang single parent, yang bekerja sebagai perancang busana pengantin. Ia hanya tinggal berdua dengan anaknya, Jang So-ra. Ibu ternyata mengidap kanker lambung dan umurnya tidak lama lagi. Yang menarik dari film ini adalah ketegaran ibu dan anak. Dua-duanya sama-sama tegar, sama-sama kelihatan baik-baik saja. Dan dua-duanya saling berusaha mewujudkan impian satu sama lain. Anak sekecil Jang So-ra bisa setegar itu ckckck...

Film ini membuat saya menangis sesegukan (Lingga saksinya), dan mata saya bengkak. Beneran bengkak sampe harus pake kacamata haha... Yang belum nonton, tonton deh....

Wednesday, October 13, 2010

Matanya Coklat Muda

Jantungku berdetak cepat tidak karuan. Aku terbangun di antara rasa perih dan mengantuk (hehe..). Aku bermimpi ia datang menghampiriku. Ia, seorang laki-laki muda. Memanggilku "bunda".

Matanya coklat muda, rambutnya hitam, kulitnya putih.

Ia tidak mengenalkan diri padaku. Tapi aku tau dia anakku. Ia memanggilku "bunda".

Ayolah perasaan macam apa ini... Sungguh aku rindu ingin bertemu anak itu. Padahal bagaimana rupa ayahnya pun aku tak tau..

Dalam mimpiku dia tersenyum padaku. Ia sedang duduk berdua dengan ayahnya. Siapa? Wajahnya tidak terlihat. Tapi aku rasa dia mirip anakku. Karena mata anakku tidak seperti mataku. Ia pasti mirip ayahnya.

Hahaha.. entahlah....
Ya Allah, jika Engkau mengizinkan, izinkan aku beremu anak itu. Sepertinya anak pertamaku, seorang laki-laki.

Wednesday, October 6, 2010

Kena Imbas

Saya [ngek!] pertama kali berkenalan dengan Facebook pada bulan Mei 2009. Faktanya fesbuk membuat saya ketagihan. Pertengahan 2009, saya dikenalkan dengan KASKUS oleh temen-temen kampus. Sibuk sekali mereka promosi haha... Okelah... kaskus juga bikin otak saya ketagihan. Sekarang saya kena imbas euforia twitter. Walau udah lama bikin akunnya tapi oh God, kayaknya saya butuh buku pedoman penggunaannya. Masih bingung euy haha... *malumaluin

Saturday, October 2, 2010

October Wish

Oktober tibaaaaaa..... *loncatloncatkayakkodok

September kemaren rasanya kacau banget, agak-agak ga jelas tanpa arah, dan ga ada target khusus yang tercapai. Iyalah... kan emang lupa bikin target pas awal september hehehe.... Walau alhamdulillah, target mempublikasikan karya (baca : tulisan) lewat lomba tercapai juga. Tau deh menang atau kagak. Yang penting usaha, yang penting doa...

Nah sekarang rasanya perlu banget bikin target dan mulai nyontrengin satu-satu yang tercapai. Target oktober ini ga banyak, hanya tujuh, itu pun ngaco semua hehehe... Yah pokoknya aneh atau ga aneh harus berusaha dicapai.

1. Penelitian beres maksimal tanggal 15 Oktober 2010
Bisa??? InsyaAllah bisa. Emangnya ini tanggal berapa? Dua dudul.... Aaaaarrrrgghhhh.... Bisa.. Bisa..Bisa... Huh hah huh hah... *nyemangati diri sendiri

2. Bisa Main Biola
Kata temen gue, Anna dan Ery yang ahli urusan musik, gue harus belajar alat musik dasar buat paham nada. Jadi gue harus belajar main GITAR dulu. Eeeeeeuuurrrgghh.... Jadilah sekarang lagi ngumpulin fullus buat beli gitar. Kenapa beli??? Soalnya kata Ade, dengan otak gue yang rada sableng ini, gue mesti lama deh belajarnya. Masa gue ngerepotin orang lain. Huhuhu... Tega banget... *ngasah belati

3.  Bisa nyetir
Bayu berwacana mau nitipin mobilnya di kostan gue, soalnya rumahnya di Ciampea ga ada parkiran [tuingtuing...]. Nyambung dengan wacananya Bayu, Adhil berwacana mau latihan nyetir dan gue berwacana belajar nyetir. Apa nyambungnya? Nyambunglah... [sambil ngelirik mobilnya bayu hahaha...]. Bayu tau aje klo mobilnya dalam ancaman besar. Ancaman dirusak sama dua cewe keren hohoho... Jadi Bayu nawarin PENYEWAAN MOBIL. Buset dah.. Karena kita ga tega sama mobilnya Bayu, kayaknya gue harus ikutan kursus di lembaga legal. Huhuhu....[meriksa kantong... ga ada duit... ga ada duit...]

4. Belajar Bikin Kue
Emmmmm.... Bingung gue mau nulis apa -______-'

5. Naik 10 kilo
hahahaha.... ini serius

6. rahasia aaaaah...
7. rahasia juga aaaaaah....