Tuesday, December 28, 2010

The Owners

Akhirnya kami bisa duduk santai berempat (berlima ding bersama additional player, Anna Amania). Di awali saat rapat malam tanggal 25 Desember 2010. Rapat ini seperti biasa membahas gaji karyawan, outlet, menu, harga dan tetek bengek lainnya. Dari pembahasan malam itu disimpulkan bahwa alhamdulillah bulan ini banyak rezeki yang tidak disangka-sangka, efeknya gaji karyawan meningkat dan owners jadi pengen makan Martabak Air Mancur yang terkenal banget di Bogor. Sekalian study banding (bahasa keren dari ngintip) proses masak memasak martabak yang katanya enak banget di Bogor itu. Dan sungguh kebetulan sekali, salah satu owner MMRU ada yang berhari lahir bulan ini, jadilah makan-makan ini ditraktir oleh tersangka milad tersebut.

Maka mengingat Rizka (satu-satunya yang sudah lulus heuheu...) yang sekarang sudah bekerja di LPPOM Bogor, maka makan-makannya dilaksanakan Senin sore setelah Rizka pulang kantor sekalian buka puasa bersama. Saya dan Anna datang paling awal segera memesan menu untuk lima orang, setelah itu disusul Rizka yang berjalan kaki dari kantornya. Kiki dan Ery datang 30 menit kemudian.

nunggu

Rizkune

Makan di Martabak Air Mancur membuat kami bercita-cita suatu saat nanti kami juga bisa punya outlet berbentuk cafetaria seperti mereka. Bahkan harus lebih baik.




Anna kita paksa motoin kita berempat

Suatu saat teman-teman... Kita hanya tinggal berusaha, berdoa dan tawakal... I love you all..
catatan : jangan lupa bayar uang parkir hahaha...

Thursday, December 23, 2010

Masa Depan Blog Ini

Suatu saat mungkin gue akan menikah (aamiin) dan tentu saja gue berharap punya anak (aamiin). Gue ga kebayang gimana klo suami dan anak gue baca blog ini nanti. Aaaaaaarrrggghhhhh.... tidaaaaaaak... Mereka akan stres punya bini dan ibu abnormal kayak gue.... fufufufu....

Habis blog walking ke blognya ibu-ibu yang nulis blognya "bener"

Monday, December 20, 2010

Crazy Nightmare

Siangnya
Ceritanya seharian ini gue pergi jalan-jalan ke Sekolah Alam Bogor (SAB) bareng enam akhwat barbar yang paling gue sayangi. Sebut saja mereka Mawar (bukan nama samaran), Noni (juga bukan nama samaran), Rai Sita (bukan nama artis tahun 80an, ini juga nama sebenarnya),  Reti, Anna Altafunnisa Amania (ama nia apa ama siapa nih???) dan Septina. Jalan-jalannya sih biasa aja sampe pas pulang kita ketemu sama dua orang pengamen cilik. Angkot 03 (Baranangsiang - Laladon) yang isinya cuma kita bertujuh, plus supir angkot dan seorang penumpang berperawakan India di samping pak supir langsung heboh dengan suara kita yang nyanyi-nyanyi tanpa nada.

Reti, Anna dan Rai

Pengamennya nyanyiin lagu fenomenal, gue juga ga tau kenapa tu lagu bisa jadi lagu fenomenal. Ada yang bisa tell me?. Lagu yang ini nih... (search di syeh google deh gue..)

Pernah ada rasa cinta antara kita
Kini tinggal kenangan,,
Inginku lupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh ..bintangku

Jauh kau pergi,meniinggalkan diriku
Disini aku,merindukan dirimu
Kini ku caoba, mencari penggantimu
Namun tak lagi, kan seperti dirimu
Oh .Kekasih.. 

Sebenernya lagu ini biasa aja klo Reti atau gue yang nyanyi, tapi yang nyanyi malah Rai kekekek.. Seorang Rai gitu lho... ajaib dia hafal sebuah lagu.

Septina, Mawar, dan Noni

Lagu ini jadi tambah heboh karena ditambah sama acapela acak adut dari enam personil lainnya... Belum lagi lagu kedua yang dibawain pengamen adalah curahan hati kami bertujuh. 

Tuhan kirimkanlah aku kekasih yang baik hati
yang mencintai aku apa adanya
(saaaaah.... tarik maaaang) 

Kebayang? Pokoknya heboh banget. Pengamennya menatap kami dengan pandangan melongo dan pak sopir sepertinya tidak tahan ingin segera menurunkan kami di jalanan hahaha....

Malamnya
Capek banget habis jalan-jalan full ketawa ketiwi tadi. Pengen tidur lebih cepet tapi apa daya timnas Indonesia tanding malem ini lawan Filiphina (begini ga sih tulisannya, maklum tinggal di Sunda bikin gue bingung ngebedain Pe sama Ep (F) hahaha...). Jadilah gue nonton timnas berlaga dengan mata setengah terpejam. Goal dari Gonzales bikin gue rada melek dikit soalnya tetangga kost pada teriak. Mana pas detik-detik terakhir pertandingan ada acara "mati listrik" di kawasan Balio yang bikin tetangga kost gue kompak teriak "haaaaaahhh???" hahaha... kocak banget dah..

Alhamdulillah sekitar lima menit kemudian listriknya nyala lagi. Tetangga bersorak kompak "alhamdulillah....". Luar biasa deh tetangga kost gue. Dan berakhirlah pertandingan ini dengan melajunya Indonesia tercinta ke final ketemu sama Malaysia. Go Indonesia!!!

Oh ya, malem ini Adhil nginep di kostan. Niatnya mau ngerjain LPJnya. Tapi dia malah nonton. Gue maklum, soalnya di Cinangneng City ga ada tipi. Gue akhirnya tepar meninggalkan Adhil yang lagi nonton Kamila di RCTI (krikrikrikrik...). 

Tiba-tiba ada perang di Indonesia. Kita perang lawan Amerika. MasyaAllah.. Serem banget. Gue ga pegang senjata. Cuma pegangan sama perisai besi punyanya ksatria-ksatria templar jaman baheula. Mereka nyerang gue yang lagi sendirian di tengah hutan. Niat banget mau matiin gue. Gue diserang dari udara, laut, darat... Gue cuma bisa menghindar dan istighfar (hah???). Nah terus ada satu tentara Amerika yang jalan ke arah gue. Gue cuma merem. Takut. Trus tiba-tiba dia mentung kepala gue. Tuuuuung...

dan gue kebangun...

Hahahaha.. Gue mimpi booo...
Dan ternyata usut punya usut kenapa gue bisa mimpi begono, mimpi yang ga ada hubungannya sama aktivitas siang tadi, dan ga ada hubungannya sama pikiran gue seharian. Ternyata karena Adhil lagi nonton film Merah Putih yang adegannya perang-perangan. Aaaaarrrggghhh Adhiiiiiil... Gue sebel sama endingnya. Masa gue dipentung Amerika. Huwaaaa....
*sumpah ga jelas banget


Saturday, December 18, 2010

kring...kring...

Kriiiiiing...kriiiing....


Handphone ku berdering. Sengaja memilih bunyi yang simple. Biar ga ribet [apa siiiih..].


Ku lihat di layar, ada namamu...


Huuummmmm.... (senyum)
Senang sekali rasanya, dalam sibukmu, dalam kepadatan aktivitasmu, dalam celah-celah waktu yang kau punya, kau sempatkan diri menelponku. Menanyakan aktivitasku, sudahkah aku ke perpus hari ini dan mengajariku banyak hal. Walau cuma sebentar, tidak sampai 10 menit, aku senang sekali. Senang sekali, dalam hari-hari berat terakhir ini rasanya selalu ada support untukku sehingga aku tak perlu merasa sendiri. Termasuk darimu.


Baiklah.. ayo semangat lagi selesaikan yang belum tuntas ini...
AYAH IBU, love you very much... muach...

Friday, December 17, 2010

..dalam dekapan ukuwah..

Saya mengenalnya saat di asrama TPB IPB dulu. Seseorang yang saya sebut ANNIDA. Kenapa Annida? Karena penampilannya. Kacamata tebal, kerudung panjang dan gamis. Dia mirip Annida dalam versi nyata dan tentu saja lebih cantik.

Dia orang yang ramah. Saya tidak pernah berpapasan dengannya tanpa senyum di bibirnya. Ia tersenyum pada siapapun, bahkan pada batu orang yang belum dikenal. Calon dokter hewan ini juga aktif di organisasi, waktu TPB saya mengenalnya sebagai sekretaris BEM TPB. Selepas dari TPB dia memilih mengabdi di Birena LDK Al Hurriyyah yang membuatnya semakin tak terpisahkan dengan anak-anak.

Dulu ketika TPB saya tidak begitu mengenalnya, hanya sekilas saat kami bertemu di musholla asrama untuk sholat berjama'ah. Saya sedikit menyesal baru bisa dekat dengannya saat kami berdua sama-sama menjadi panitia divisi acara (diva) ospek kampus (MPKMB Agraris 44). Ternyata dia orang yang sangat menyenangkan (ge-er deh dia).

Belakangan ini saya yang sering drop karena stres penelitian, mendapat support dan semangat darinya. Tak henti-hentinya dia mengirimi sms, email, tausiyah, ngajak ngobrol yang menghibur, mengirimi lagu-lagu anak-anak yang lucu "hooop.. sya..lalalalalalalala..." dan yang membuat saya berair mata, dia mengirimi saya foto-foto kami sejak jaman saya gendut sampe sekarang. Saya terharu. Dia mengirimi saya, foto yang dia desain sendiri.

duo UTAMI
Jazakillah khoiron jaza ukh Adkhilni Utami... Ana uhibuki fillah... Sungguh... ^^

Monday, December 13, 2010

Tampilan Baru

Alhamdulillah rampung..... Ayeeeeeyyy...

Setelah bingung ga bisa tidur karena listrik di Balio padam. Saya yang ga bisa tidur karena BED MOOD (rasa kantuk dalam bahasa saya - red) sudah lenyap, akhirnya berfikir apa yang sebaiknya dilakukan. Maka saya putuskan untuk merombak sedikit tampilan blog saya... Dari yang awalnya tampak suram dan menyedihkan (hahaha....), sekarang menjadi sedikit girly. Huweeek... sejak kapan gue jadi begini...

Dan pergulatan bersama ACER pemberian ayah ini menghasilkan sebuah header blog yang begini...

ga tau juga apa maksudnya kenapa ada foto ga penting nyasar disana :p

Baiklah.. sekarang BED MOOD saya sudah kembali... Met bobo semua. Love you too, nanti aja tanda tangannya ya... *geje!

Sunday, December 12, 2010

Kami bertanya pada rumput yang bergoyang

Judul ini ga nyambung dengan isinya hehe... Biasanya saya dengan riang-riang bahagia akan menambahkan kalimat "mana musiknya, mput?" [bertanya pada rumput, kenapa dia goyang-goyang]. Geje!

Sebenarnya saya sedang terkagum-kagum bertasbih pada kekuasaan Allah yang menjodohkan saudara-saudara seperjuangan kami di IPB. Azka Madihah dan Ahmad Dawamul Muthi. 26 Desember 2010 ini. Subhanalloh...

 
beranda wedding blognya azka ahmad  "today, i marry my best friend"



Saya tidak begitu mengenal Muthi. Tapi saya mengingat Azka sebagai rekan seperjuangan di divisi acara MPKMB [Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru] Agraris 44. Dan rasanya hanya laki-laki yang "wuah, subhanalloh..." yang bisa menjadi imam bagi wanita se-super Azka. Subhanalloh...

Saya mengutip cerita Azka tentang jawabannya atas pinangan Muthi.

Perempuan itu mengamati, dalam deretan lelaki yang bersujud, ada seseorang yang berlama-lama di atas sajadahnya. Menikmati setiap dzikirnya. Menghayati setiap doa yang terpanjat. Menggeser sedikit posisinya lantas berdiri menunaikan ba'diyah. Tidak henti di situ, lelaki itu mengeluarkan mushaf kecil dari tasnya, dibacanya ayat demi ayat. Hingga membayang bening di ujung mata lelaki itu.
Perempuan itu menemukan definisi keromantisan dalam diri lelaki itu, yang dengan khusyuk bermesraan dengan Kekasihnya. Memahami bahwa shalat bukanlah sekadar kewajiban. Dzikir bukan sebatas guliran tasbih. Pun sunnahnya. Pun alunan ayat sucinya.
Di saat itulah, tanpa disadari perempuan tersebut, ada tetesan yang mulai mengalir dari keran hatinya. Satu. Satu. Satu.
...
Lelaki itu tidak tahu ada seseorang yang mengamatinya. Memperhatikan gerak dan geriknya. Lelaki itu juga tidak tahu, bahwa perempuan yang dipinangnya sebulan lalu -perempuan yang telah dikaguminya sejak jumpa pertama-, kini telah menetapkan sebuah jawaban.
...
Semesta bertakbir.
Memuja. Memuji.
Dua hati telah saling mencinta.
Karena-Nya. Untuk-Nya.

Subhanalloh... Saya bergetar membacanya. Belum lagi membaca puisi yang ibunda Azka baca saat malam keluarga Muthi datang meminang. Kata Azka dalam webnya "Puisi yang mengharubirukan suasana kala itu". Berikut puisinya.

Apa yang sungguh bisa aku lihat darimu
Wahai pemuda yang datang meminta anakku
Pasti bukan tampanmu
Tidak, sama sekali tidak
Tak tertarik aku untuk tahu berapa hartamu
Pula gelar atau kepandaianmu

Lalu apa yang berharga darimu?
Kesungguhanmu untuk menjadi
Imam bagi putri sulungku
Bahwa kau akan nakhodai
Biduk rumah tangga
Berlayar dalam lautan jihad
Berjuang meraih ridha  Allah
Untuk berlabuh pada jannah

Lagi
Apa yang sungguh-sungguh dapat dibanggakan darimu?
Tentu bukan
Berapa berkilat mahar emas perakmu
Justru
Tekadmu untuk menjadi mulia dengan memuliakan isterimu
Berbahagia dirimu karena membahagiakan belahan jiwamu
Kesadaranmu untuk akui kekuranganmu
Yang menyiapkanmu menerima ketidaksempurnaan permata hatiku

Ia  pendamping hidupmu
Tak hanya di cantik mudanya
Tanpa beda sedikit pun pada saat  pudar cahaya di senja usianya
Janji bahwa kau mencintai ia ketika  sehat berlari riang bertualang bersamamu
Tapi  tetap kau genggam  sayang tangannya dalam sakit lemahnya

Jadi
Apa yang mata hatiku akan teropong tajam dirimu?
Cita-citamu  untuk anak-anak yang lahir kelak
Bila asma Allah semata pertama kau perdengarkan di telinga suci mereka
Bila lantunan Alquran adalah abjad awal yang kau ajarkan
Bila berani, bangga, dan bahagia ber-Islam kau tanamkan
Pada cucu-cucuku yang diamanahkan padamu

Maka, untuk semua itu
Bismillah...
Cukuplah alasan bagiku
Untuk mengikut  ucapan  Nabiullah, Kekasih Allah
Saat menyambut Ali yang mulia
Meminang Fathimah  binti Muhammad
:  "Marhaban wa Ahlan..."

(Dumilah A, Ibunda dari Azka Madihah, Oktober 2010)

Subhanalloh.... Baarokallahulaka wa baaroka'alayka wa jama'a bainakuma fii khoir...

Saturday, December 11, 2010

Hydrangea macrophylla

- Bunga-bunga Biru -

Waktu kelas tiga SMP eh bukan kelas satu SMA. Waduh lupa euy... Pokoknya waktu itu saya masih bau kencur (sekarang bau minyak angin hoho..). Saya tidak pergi ke sekolah. Saya sakit. Lupa sakit apa. Tapi seingat saya, saya masih bisa lari-larian di rumah. Jadi sepertinya sakitnya ga parah hehe... Pagi itu sekitar pukul 09.00 pagi, saat saya dan ibu sedang duduk santai di depan rumah, ada tukang bunga lengkap dengan gerobaknya yang masih penuh lewat. Tukang bunga itu berhenti tepat di depan pagar rumah kami. Ibu memperhatikan dengan seksama. Untuk beberapa saat ibu diam sambil melihat isi gerobak.

"Ut mau bunga warna biru itu?" kata ibu sambil menunjuk salah satu bunga biru yang berumpun dan berbentuk bulat.

"Mau bu..." mengangguk girang.

Akhirnya bunga cantik itu dibeli oleh ibu. Saya disogok bunga biru biar cepat sembuh hehe.. Saya tersenyum senang walau saya tidak tau apa nama bunga cantik itu.

Sekitar pukul 12.30 di hari yang sama, seperti biasa ayah pulang untuk makan siang di rumah. Ayah tidak langsung memasukkan mobil ke garasi. Beliau turun sambil membawa satu pot bunga biru. Bunga yang sama persis dengan yang dibeli ibu. Saya kaget, senang, bingung. Hari aneh yang nyata. Saya dapat dua pot bunga biru dari orang-orang yang sangat spesial di hati (uhuy lebay sangat..).

sumber foto


Hydrangea macrophylla namanya. Di negara kita dikenal dengan namanya hortensia, ah lebih terkenal dengan nama bunga bokor. Di China dikenal sebagai Yang siu chiu (naon eta...).

Klasifikasinya
Kingdom : Plantae
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Rosales
Family : Hydrangeaceae
Genus : Hydrangea
Spesies : Hydrangea macrophylla

Saya akhirnya tau nama bunga ini waktu belajar kimia tentang asam basa. Bunga ini akan berwarna biru jika tanahnya mengandung asam atau pH di bawah 7. Ia akan berwarna merah jika tanahnya basa. Nah di Indonesia ini tanahnya wuaseem (hehe...) jadi bunganya kebanyakan jadi warna biru. Love it..

Saya sempat lupa pada bunga cantik penuh kenangan ini (halah..). Karena saat saya berangkat kuliah ke IPB, bunga-bunga saya tidak ada yang merawat sehingga berakhirlah kisah bunga biru saya itu. Ia kembali ke rahmatullah karena tidak ada yang nyiram huhuhu... *semoga bahagia di sisi-Nya.. (lha???)

Beberapa hari yang lalu saya kembali diingatkan pada bunga ini. Bunga cantik berwarna biru ini berhasil membuat hati saya berbunga-bunga. Tak henti-hentinya saya tersenyum. Warna birunya mengalihkan perhatian saya dari lima kuntum mawar merah yang mengelilinginya. Terlalu "biru" untuk tidak saya perhatikan. Mawar merah pun jadinya serasa berwarna biru hohoho...

By the way, hmmm... terima kasih banyak untuk Hydrangea macrophylla nya.. I love it ^.^


Tuesday, December 7, 2010

Meraba-raba Hati

Keywords : kadang saya memang melankolis

Di kala merasa sepi, sendiri dan sedih... saya menemui hati saya... meraba-raba permukaannya dan saya menemukan beberapa bagian yang terluka. Sebagian sudah sembuh, sudah mulai kering, sebagian sudah hilang, dan sebagian lagi masih berdarah-darah..

Duh betapa...
Saya memegang bagian yang terluka, menyirami dengan obat-obatan, meringis menahan sakit seorang diri. Tanpa teman berbagi. Ya, saya juga bingung mau membagi luka ini pada siapa. Saya harus percaya pada siapa. Saya harus mengadu pada siapa. Saya bisa bercerita pada siapa.

Pada Dia? Mungkinkah bagi saya mengadukan hal yang bathil pada Dia yang haq...

Monday, December 6, 2010

Ku Bahagia

Walau makan susah
walau hidup susah
walau tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karna bersamamu
juga susah dilupakan
(Sherina - Ku Bahagia)

5 Desember 2010 pukul 00.00 WIB gue tepat berusia 22 (dua puluh dua) tahun. Beuuuuh....
Kata ayah, gue lahir pas banget jam 00.00 WIB, pas lonceng jam berdentang.

Alhamdulillah, di usia 22 tahun ini gue masih diberi kesempatan hidup berbahagia bersama orang-orang yang gue cintai dan mencintai gue. Keluarga, teman sangat dekat, sahabat, saudara... Alhamdulillah..

Ada lebih dari 150 tulisan di wall FB, beberapa message FB, lebih dari 50 sms, telpon, yang berisi ucapan selamat dan doa. Maka dengan berbesar hati gue membalas satu per satu. Keliatan kayak orang yang ga ada kerjaan ya? Emang sih tapi selain itu gue cuma mau berterima kasih dan ngasih apresiasi terbaik gue buat semua perhatian dan kasih sayang orang-orang yang ada di sekeliling gue.

 Ya.. Alhamdulillah, puji syukur pada Allah untuk semuanya.

Semoga usia 22 ini gue makin dewasa, makin bijak, makin baik, makin bisa memberi arti, makin cerdas...
Klo urusan cepet lulus, cepet nikah dan cepet gawe... Hmmm.. gue serahkan semua sama Allah. Semoga apapun yang dikasih ke gue adalah yang terbaik dan semoga gue termasuk orang yang ikhlas menerima ketetapannya...
 Aamiin

Saturday, December 4, 2010

Saya Phobia Sama Tikus, SUNGGUH!!!

Adhil sungguh keterlaluan, dia pake acara ganti profil picture FBnya pake gambar tikus putih. Klo menurut dia itu namanya mencit. Apapun lah... Menurut gue sama aja. Gue ga mau liat makhluk yang satu itu.

Gue ga tau sejak kapan, tapi gue benar-benar ga mau ketemu tikus. Liat gambarnya pun ga mau. Gue bisa tiba-tiba nangis klo liat tikus.

Dulu waktu masih kuliah di tingkat tiga, gue pernah ngerjain tugas bareng Ipung, Rai dan Tri. Saat kita sedang duduk berempat, Ipung tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Lalu berkata "Ipung punya sesuatu nih..." [sambil menunjukkan sesuatu yang dia keluarkan dari tasnya itu]. Sesuatu itu benda berwarna hitam, boneka karet yang bentuk dan warnanya menyerupai tikus [klo kata Rai, itu jenis curut].

Tau gimana reaksi gue???
Gue yang sedang duduk bersila di lantai, segera berteriak dan lari jauh-jauh dari Ipung. Gue lupa klo gue lagi duduk mangku laptop dan hape. Lupa gue sama nasib dua-duanya. Sekonyong-konyong langsung berlari dan menangis. Ipung luar biasa panik. Rai langsung marah-marah ke Ipung. Hari itu gue putuskan buat ga temenan sama Ipung... >.<

Gue pernah teriak-teriak di Bara [jalanan lingkar kampus yang penuh sesak dengan mahasiswa] waktu ngeliat bangke tikus got segede gambreng di jalan.

Gue sampe detik ini bisa langsung dengan barbar mematikan laptop dengan cara menutupnya jika di layar keluar gambar tikus yang banyak.  Gue ga pernah berani belajar biologi yang ada gambar tikusnya. Gue ga berani search di google dengan keyword TIKUS.

Klo di jalan ada bangke tikus, gue milih muter nyari jalan lain. Klo ada bangke tikus di depan pager kostan, gue seharian ga mau keluar kost. Klo ada tikus, gue langsung ngeh... Padahal orang lain belum tentu ngeliat klo ga bue bilangin. MasyaAllah....

Sungguh gue phobia tikuuuuuuuuuuusss.....

Adhil, awas ya..... >,<"

Alvin-ku...

Alvin-ku
Namanya Alvin Firdaus. Hasil test IQ-nya 134. Heran, kenapa dulu dia ga lulus tes IPB. Jangan-jangan anak IPB IQ-nya di atas 134 semua hohoho.... *ge-er sendiri

Tingginya 170 cm mungkin, berat badannya 48 kg. Kurus banget ya? Iya, dia emang termasuk orang yang males makan. Makan 1 hari 1 kali aja udah bikin Ny. Nima Romaita senang banget...

Hidungnya mancung mirip hidung orang Arab. Tapi matanya sipit, kadang dia dianggap non-Islam karena matanya itu. Rambutnya keriting. Entahlah dia nemu gen keriting dimana.

Dia mirip sekali dengan cinta pertamaku, M. Husen, S.Pd. M.M. Caranya bicara, caranya berpikir, caranya bertindak, caranya nyetir, caranya menatap, mirip sekali. Sanking miripnya, mereka kadang bertengkar untuk hal-hal yang tidak prinsip. Hal-hal kecil hahaha...
Vin-Ut di rumah kayu kami :)

Alvin-ku ini adik laki-lakiku. Beda usia 2,5 tahun. Dulu waktu Alvin lahir, kata ibu, aku ngotot sekali minta dipanggil "Ayuk" ke semua orang. Prinsipnya, semua orang harus memanggilku "Ayuk" tanpa terkecuali [wah gue kecil-kecil otoriter ye...].

Kami sejak kecil adalah tim yang solid. Saat dia masih merangkak, aku akan mengajaknya bermain mobil-mobilan. Aku menggiring mobil-mobilan di depan dan dia akan merangkak menujuku. Sambil tertawa-tawa dia akan merangkak menggapaiku. 

Aku jarang sekali dibelikan boneka. Ayah lebih suka membelikan kami maninan yang general biar bisa dipakai bersama. Ayah membawa robot, mobil-mobilan, sepeda, piano mini, leggo, puzzle dan paling penting buku bergambar. Semua ini masih ada di gudang, di simpan tidak beraturan di lantai 2 rumah kami. Ada yang pernah melihat isi lantai 2 rumah kami? Isinya buku semua...
Sejak kecil kami juga suka membicarakan banyak hal. Kami berceloteh apa saja. Tentang bahasa-bahasa di dunia yang berbeda-beda, tentang pelajaran sekolahku, tentang boneka-boneka yang bentuknya aneh-aneh, tentang bumi belahan mana yang akan kami kunjungi, tentang cita-cita kanak-kanak kami. Terbata-bata dia akan bertanya banyak hal padaku, dan aku dengan senang hati binti ngasal akan menjawab pertanyaannya [kakak yang sesat ^^].

ba'da disunat sewaktu liburan TK
Saat Alvin masuk TK, aku yang masuk sekolah siang akan ikut mengantar dan menjemputnya. Ikut main bersama teman-temannya, ikut makan bekalnya, melambai-lambaikan tanggan saat dia di dalam kelas.

Saat di SD dia yang hobbinya membaca tentu saja menyusul jejak kakaknya menjadi juara kelas, juara umum. Dia sangat suka belajar. Tertarik menjadi orang yang pertama tau apapun di kelasnya, di sekolahnya. Dia belajar lebih cepat dari yang lainnya. Alvin-ku sayang. 

Saat SMP ia harus mengenakan kacamata. Dia masuk sekolah yang sama dengan kakaknya, masuk organisasi yang sama dan aktif di organisasi itu. Di sana dia belajar bersosialisasi, kepemimpinan dan belajar tanggung jawab. Dia benar-benar adikku [ohohoho...].

Alvin-ku (paling kanan) dan regu garuda hitam

Dia memilih untuk masuk SMA yang berbeda dengan kakaknya. SMA Negeri 6 Palembang. Dia pun memilih untuk tidak bertahan lama di Rohis (yang telah kakaknya ikuti sebelumnya). Baginya anak Rohis itu menyebalkan, berbeda dengan gambaran yang selama ini kakaknya ceritakan. Hahaha.... wajarlah... aku pun mengakui, zaman SMA itu anak Rohisnya masih ABG (Aktivis Baru Ghiroh) yang kenalnya cuma Hitam-Putih. Maka aku biarkan dia. Dia cukup cerdas untuk memahami semua.

Alvin-ku SMA

Dan aku benar-benar bangga saat dia bercerita di SMA nya dia mendirikan organisasi baru, yang berhubungan dengan hobinya, komputer. Pilihan cerdas karena dia sadar potensi yang ada pada dirinya.

Sekarang Alvin-ku sudah kuliah. Mahasiswa di Universitas Sriwijaya. Dengan jas almamater kuningnya, aku dengar dia berdiri dipinggiran jalan, mengumpulkan dana untuk korban bencana. Aku dengar ceritanya tentang mimpi-mimpinya. Aku dengar semangatnya. Dia sudah tidak terbata-bata lagi seperti waktu masih kecil dulu. Dia sudah sangat lancar bicara.  Menjabarkan peta hidupnya. Dan aku bangga punya adik seperti Alvin-ku.


Sekarang Alvin-ku masih sering berceloteh padaku, kami saling bertukar mimpi, bertukar pikiran. Alvin-ku masih jadi kutu buku [sekarang mah dia jadi kutu komputer, kutu internet].
Alvin-ku yang paling aku sayangi.

Wednesday, December 1, 2010

Welcome December....

Kata Wikipedia,  Desember ini adalah bulan ke duabelas dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda, December yang mengambil dari bahasa latin; decem yang berarti "sepuluh" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari.

This is my favourite month, bulan yang paling gue tunggu-tunggu selain bulan Ramadhan, this is my month, December...

Sespesial apa Desember di mata seorang Desni???
Yup Desember adalah bulan kelahiran gue. Tentu saja hari lahir gue spesial banget bagi gue, gue harus banyak-banyak bersyukur dan berterima kasih karena Ayah-Ibu gue telah membuat gue muncul di dunia ini. Dan bagi gue hari lahir orang-orang yang gue sayangi juga teramat spesial. Spesial karena mereka telah dilahirkan hari itu. Klo mereka ga dilahirkan, maka gue ga tau gimana kisah hidup gue tanpa mereka. Agree with me???

Oh ya, Desember juga bulan kelahiran Ayah. Love Ayah so much... As much as possible...

Desember juga istimewa karena buah-buahan tropis kesukaan gue akan banyak beredar di pasar. Durian, rambutan dan duku... Huhuhu....

Sebenarnya ada dua rutinitas yang seolah-olah menumpuk di bulan Desember.
1. Nikahan
Banyak bener yang nikah bulan desember. Kejar tayang, kejar target kayaknya...

5 mawar merah

2. EAT
Evaluasi Akhir Tahun ini selalu numpuk di bulan Desember... [iyalaaaah Desni pinter, namanya juga bulan paling akhir].  
  
Ga penting kan tulisan gue??? Emaaaang hehehe...