Wednesday, December 28, 2011

Menjadi Pahlawan Air dari Dunia Maya



Para pembaca yang budiman (dan pakdiman), anda pasti tidak asing lagi dengan nama Venice. Yap, Venice adalah sebuah kota indah nan romantis di Italy dan tersohor dengan sungai-sungainya yang dilintasi gondola. Kota yang dijadikan lokasi syuting film The Tourist ini juga semakin indah dengan bangunan dengan arsitektur khas eropa yang mengelilingi sungai-sungainya.

VENICE
 
Sumber gambar :

Walau memang rasanya agak tidak adil tapi marilah sejenak kita menengok sungai paling terkenal di ibukota Negara Republik Indonesia tercinta ini, sungai Ciliwung. Apa yang ada dibenak Anda saat mendengar “sungai Ciliwung”? Mungkin Anda juga akan membayangkan sungai yang hitam, bau, kotor, banyak sampah dengan perumahan kumuh di bantarannya dan tentu saja Anda tidak akan betah berperahu di atasnya.

CILIWUNG, JAKARTA

Sumber gambar :


Bagaimana bisa kedua sungai itu (padahal masih di planet yang sama) begitu berbeda? Hehehe…

Lalu kenal kah Anda dengan hewan ini?

Sumber gambar :

Tepat, namanya kunang-kunang. Jika usia Anda sebaya dengan saya (23 tahun lebih 23 hari #apadeh) dan Anda juga lahir dan besar di daerah perkotaan, Anda pasti jarang sekali melihat hewan ini. Saya terakhir kali melihat hewan ini setahun yang lalu, saat turun lapang penelitian di wilayah Imogiri, Bantul. Wilayah yang masih sangat “ndeso” sekali. Disana masih banyak sekali kunang-kunang, dan seketika saya mengeluarkan ekspresi paling norak yang saya punya saat melihat kunang-kunang. Tapi tenang, saya tidak berfoto-foto memegang kunang-kunang sambil memonyongkan mulut hehe…

Saya menutip pernyataan another Utami (2011) dalam sebuah artikel yang ia tulis, http://www.surya.co.id/2011/02/01/kunang-kunang-dan-pencemaran-udara

Keberadaan kunang-kunang dapat dijadikan indikator sehat tidaknya lingkungan. Binatang ini dapat hidup jika lingkungannya berudara segar, tanah subur, dan air jernih. Terbukti dari habitat kunang-kunang berada di tempat berkelembapan udara tinggi. Kebanyakan spesies kunang-kunang ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hangat seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit dan padang rumput. Udara lembab mengandung banyak uap air yang dimanfaatkan kunang-kunang untuk bernapas dan menghasilkan cahaya.

Jadi, kenapa kita jarang atau hampir tidak pernah melihat kunang-kunang? Karena air, udara, lingkungan kita, semua telah tercemar, kotor.

Kita kembali menengok ke Ciliwung, Ciliwung adalah potret buram air di Indonesia. Dimana air yang beracun, penuh limbah, penuh bakteri, kuman, virus dan penyakit dipakai untuk mandi, mencuci bahkan memasak. Sebelum air bersih semakin sulit, sebelum semua air di sungai-sungai kita menjadi tidak layak pakai, dan sebelum semua hewan indah ciptaan yang kuasa menjadi punah, tidak berlebihan bukan jika kita mengharuskan diri memulai untuk menyelamatkan air di Indonesia?

Semua orang dengan berbagai profesi yang berbeda pasti bisa menghasilkan solusi sendiri terhadap permasalahan sumber daya air ini. Ibu rumah tangga mungkin bisa mengoptimalkan pemakaian air hingga tidak ada air yg "mubazir". Guru mungkin bisa mengajarkan pada muridnya bagaimana menghemat air. Peneliti mungkin bisa menemukan sumber air bersih baru. Lalu saya, sebagai blogger apa yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan air Indonesia?

Pertama : Menulis
Menulis memang langkah paling mudah dan paling dekat yang bisa dilakukan blogger. Menulis di blog adalah salah satu bentuk kegiatan berbagi ide. Dengan menulis di blog maka ide-ide brilian, orisinal, dan "beda" tentang penyelamatan sumber daya air (atau lebih kerennya konservasi sumberdaya air) akan banyak ditemukan di dunia maya. Tulisan-tulisan kita tentang penyelamatan air semoga akan banyak yang menginspirasi orang lain.

Terlebih lagi jika kita menulisnya dalam beragam bahasa, dalam bahasa Inggris misalnya, semakin banyak orang yang membaca ide konservasi sumber daya air kita, maka semakin banyak juga orang yang bisa terinspirasi. Walau saya sendiri belum melakukan itu (menulis dalam bahasa non-Indonesia) sepertinya ide ini bagus juga untuk dicoba.. :D

Dalam proses penulisan, kita bisa menulis ide-ide milik kita sendiri atau bisa saja jika kita memilih untuk menyebarkan "gagasan" orang lain. Misalnya saya sangat suka sekali dengan program AQUA (nyebut merek ga apa-apa dong ya...) SATU UNTUK SEPULUH. Lebih-lebih karena ada iklannya terdapat monolog dalam bahasa dan logat khas Nusa Tenggara. 


"Sumber air su dekat.. Beta sonde pernah terlambat lagi..."
Lucu, menggelitik telinga :D

Nusa Tenggara adalah salah satu pulau di Indonesia yang secara sekilas nampak seperti daratan Afrika. Padang sabana, kekeringan, keterbatas air,  membuat Nusa Tenggara yang walau merupakan bagian dari negara maritim ini semakin mirip dengan Afrika. Maka program air bersih SATU UNTUK SEPULUH di Nusa Tenggara dari Aqua ini patut diapresiasi. Dengan "hanya" membeli SATU liter Aqua, kita menyumbang SEPULUH liter air bersih untuk masyarakat Nusa Tenggara.

Atau ada juga KOMUNITAS PEDULI CILIWUNG. Salah satu ide menarik mereka adalah Lomba Mulung di Kali Ciliwung. Seru ya? Sampah yang banyak di sungai Ciliwung itu "diambil" dengan cara dilombakan (coba baca artikel ini).

Atau lomba yang diadakan oleh http://lestariairku.dagdigdug.com/ ini. Lomba ini menggugah, menginspirasi, membangkitkan kesadaran kita akan upaya penyelamatan air. Selain itu lomba semacam ini juga membuat semalin banyak ide tentang konservasi sumberdaya air tersebar di dunia maya.



Ide-ide ini bisa ditulis oleh blogger di blognya masing-masing sehingga ide ini juga bisa dilihat, dibaca, ditiru dan menginspirasi banyak orang.

Kita juga bisa menulis gagasan atau bahkan gugatan kita yang kita tujukan untuk oknum yang bersangkutan, misalnya untuk pemerintah. Masih ingat kasus Prita dan koin untuk Prita? Prita menulis gugatannya di email dan tersebar hingga ia digugat. Kasusnya memancing simpati massa hingga dibentuklah komunitas online yang mengumpulkan "koin" untuk membebaskan Prita.

Lihat begitu besarnya peran dunia maya hingga menurut saya yang seorang blogger, tulisan kita di dunia maya, khususnya di blog akan besar perannya jika kita gunakan dengan cara yang benar. Kita bisa menulis tentang kelambanan pemerintah merespon kotornya sungai dan air di ibukota. Kita juga bisa menulis tentang pabrik yang membuang limbahnya di sungai. Kita bisa menggugat pengguna sumur bor yang membuat air kita semakin sekarat. Apa saja. Asal punya bukti dan disampaikan dengan cara yang baik, kita berharap hasilnya juga baik.

Kedua : Kopi Darat
Kopi darat (kopdar) antar blogger bisa menjadi ajang sosialisasi ide-ide tentang konservasi sumberdaya air. Bila menulis adalah bentuk "maya" upaya kita, maka sebisanya kopi darat kita jadikan upaya "nyata" kita dalam proses konservasi sumberdaya alam. Misalnya kita bisa meniru Komunitas Peduli Ciliwung yang membersihkan sungai sambil kopi darat, atau meniru Aqua yang mengadakan air bersih untuk wilayah yang kekurangan air.

Sekian saja pandangan saya tentang konservasi sumberdaya air. Semoga bermanfaat. :)

Salam peace, love and gaul (gyahahaha..)

Tuesday, December 20, 2011

Jangan Bertanya Apapun

Jangan bingung kenapa blog ini jadi agak terlantar

Jangan bingung kenapa blog ini akan jarang di-update

Jangan bertanya-tanya kenapa

Jawabannya cuma satu

Karena yang punya blog lagi SIBUK (lebih tepatnya sok sibuk) :p


Saturday, December 10, 2011

Kisah Seorang Wanita Cantik

Saya masih ingat jelas hari itu, 14 Agustus 2006. Hari pertama registrasi mahasiswa baru jalur SPMB (sekarang SNMPTN) di Institut Pertanian Bogor. Hari itu saya diantar kedua orang tua. Ayah dan ibu mengantar sampai saya masuk ke dalam gedung registrasi. Saya sempat beberapa kali menengok ke belakang untuk memastikan ayah dan ibu masih berada di luar gedung. Saat itu saya harus menunggu lumayan lama dan saya harus berkonsentrasi penuh memperhatikan jika giliran saya untuk registrasi tiba. Saat ituah saya tidak memperhatikan keberadaan orang tua saya. Padahal saya sebenarnya takut sekali jika terpisah dengan mereka, karena saya lupa mengisi pulsa telpon genggam.

Tahap registrasi 1 telah selesai, saya masih harus menjalani tahapan-tahapan lainnya. Jeda inilah saya menyempatkan diri keluar gedung sebentar dan mencari kedua orang tua saya. Dan (jengjeeeeeng) mereka tidak ada. Tidak ada dimana-mana. Saya panik. Bingung dan hampir menangis. Saat itulah seorang wanita datang menghampiri saya. Beliau memakai kerudung putih lebar dan di baju kaos putihnya ada tulisan sablon SALAM ISC AL HURRIYYAH. Senyumnya yang luar biasa tulus membuat saya tenang. Beliau dengan sangat ramah menyapa saya.

Sang kakak kelas (S) : ada apa dek?

Desni (D) : saya nyari orang tua saya mbak..

S : emang orang tuanya mana?

D : ga tau mbak.. *mata beraca-kaca*

S : lho ga ditelpon atau sms?

D : Ga punya pulsa...

S : jadi gimana? mbak bisa bantuin apa?

D : mbak dimana ya tempat jual pulsa terdekat, saya mau beli pulsa..

S : yaudah biar mbak aja yang beliin, kamu masih registrasi kan dek?

D : beneran mbak? Ga apa-apa?

S : iya ga apa-apa.. berapa nomernya?

D : 081373439343 *nomer lama*

S : yaudah ini nomerku simpen ya dek (menyebutkan nomer hpnya), nanti aku kasih tau kamu kalo udah di depan, sekalian ngasih kembalian...

D : makasih ya mbak...

S : kenalan dulu dong, namaku riski, aku dari fmipa.. *senyum*

D : oh iya, desni mbak... *linglung, mengulurkan tangan*

Beberapa saat kemudian pulsa di telpon genggam saya bertambah dan ada sms masuk
"Dek, mbak udah di depan, mau ngasih kembalian"

Ah sampai saat ini saya masih begitu takjub dengan pertemuan kami ini. Bagaimana bisa saya percayakan uang seratus ribu saya pada orang yang baru beberapa detik saya kenal (pelit ya gue? haha..). Dan bagaimana mbak Riski begitu baik pada saya yang juga baru dikenalnya.

Saya mencoba-coba menganalisis, mungkin karena saya memiliki pemahaman bahwa dengan penampilan kami yang mirip (berjilbab lebar), dia pasti "saudara" saya. Pikir saya dia pasti orang yang memiliki pemahaman agama minimal mirip-mirip saya. Dan dengan pemahaman agama yang cetek ini saya tidak akan menipu saudara saya (insyaAllah).

Jilbab lebar ini memang membantu banyak. Walau sebenarnya ukuran jilbab bukan indikator kesholehan seorang muslimah. Tapi setidaknya saya lebih nyaman dengan yang menutup auratnya lebih rapat. Bukankah fitrahnya manusia suka pada kebaikan? Inilah mungkin alasan saya percaya mbak Riski.

Selain itu wajah mbak Riski memancarkan betapa dia "dekat" dengan Allah. Ibadah-ibadah istimewa miliknya membuat mbak Riski terlihat begitu baik di mata saya. Dan ketulusan senyumannya membuat saya nyaman.

Saya agak menyesal karena saat bertemu lagi dengan mbak Riski untuk mengambil kembalian, saya sangat linglung. Entahlah, saya selalu linglung di keramaian. Saya jadi lupa mengucapkan terima kasih.

Dua tahun kemudian, saya mendapat amanah yang sama dengan mbak Riski saat penyambutan mahasiswa baru, yak jadi panitia SALAM ISC AL HURRIYYAH. Acara penyambutan yang diadakan oleh LDK Al Hurriyyah IPB. Dan akhirnya saya mengerti kenapa mbak Riski baik sekali mau membantu saya. Menjadi panitia SALAM ISC merupakan tugas yang berat, kami diwajibkan menjaga amal ibadah harian, seperti tilawah 1 juz/hari, sholat dhuha, qiyamul lail, puasa sunah. Kami juga diwajibkan bersikap ramah kepada mahasiswa baru. Tawarkan bantuan semaksimal mungkin. Seperti kaum Anshar yang diberkati Allah yang menawarkan kebaikan saat menyambut kaum muhajirin.

Nah saat menjadi panitia SALAM ISC ini saya jadi teringat kembali pada mbak Riski dan saya yang belum sempat berterima kasih. Saya berusaha mencari-cari info tentang mbak Riski. Dan sayangnya tidak satupun orang yang saya tanyai mengenal mbak Riski.


Dalam kepanitian SALAM ISC ini saya di tempatkan di konseptor acara AGENT 45, acara yang menyuguhkan diskusi menarik dengan Presiden Mahasiswa (saat itu kak Wahyu), Pengusaha Muda (kak Elang, siapa coba yang ga kenal kak Elang :D), dan mahasiswa berprestasi nasional (kak Danang dari Ilmu Teknologi Kelautan IPB adalah mahasiswa berprestasi nasional saat itu). Peminat acara ini membludak. Kami harus menutup registrasi dua minggu sebelum acara dimulai. Kami juga menolak ratusan mahasiswa baru yang telah mendaftar. Sedih rasanya, kan jarang-jarang acara LDK seramai ini hehe...

Kak Danang yang sedang berada di Jepang hanya bisa kami hadirkan dalam bentuk video yang beliau buat sendiri. Video yang luar biasa menginspirasi. Video yang dalam hitungan bulan sepertinya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Saat pertama kali menerima kiriman video ini dari kak Danang, kami menangis, terharu.


Liat Videonya disini deh

Dua tahun kemudian saya mendapat kabar Kak Danang Ambar Prabowo (yang saat itu sedang jadi idola mahasiswa di Indonesia, ga lebay, ini beneran) akan segera menikah. Dan wanita yang akan ia nikahi bernama Riski Kurnia Ariyanti dari FMIPA IPB angkatan 41. Angkatan yang menjadi panitia Salam ISC saat saya masih berstatus mahasiswa baru.

Jantung saya degdegser.. Benarkah mbak Riski yang dimaksud adalah mbak Riski yang selama ini saya cari. Saya coba add facebooknya. Saya kirimi beliau message. Dan alhamdulillah betul, beliau mbak Riski yang saya cari. Alhamdulillah.


Ah beliau memang wanita cantik, cantik hati yang terpancar jelas. Cantik yang membuat beliau pantas mendapatkan suami sespekakuler kak Danang. Kak Danang pun orang yang luar biasa pantas untuk mendapatkan wanita sebaik mbak Riski.

dari FBnya mbak Riski

*tulisan ini didedikasikan untuk Mbak Riski, saya tiba-tiba teringat beliau saat sholat dzuhur di Al Hurriyyah tadi siang

Friday, December 2, 2011

Taman Mini Indonesia Indah di Bulan Juli 2011

Logo TMII
Setelah ke Cimory trus naik taksi ke Dramaga malem-malem, dilanjut pagi ke Kota Tua dan Monas, esoknya kami ke Taman Miniiiiiiii horeeeeeeeeee....

Tau kan gue orangnya norak? Tau juga kan gue orangnya ga bisa diem dan seneng banget jalan-jalan? Nah itu perpaduan lengkap banget... Lengkap banget bikin gue jadi lebay kalo jalan-jalan ke tempat baru.

Lo pasti nanya "Hah? Jadi lo baru sekali ke taman mini, des?"

Gue akan jawab jujur "YAK!!! Pertama kali ke TMII umur gue udah 22 haha..."

Sebenernya udah sering, tapi ga pernah niat buat wisata. Biasanya cuma mampir ke masjid At-Tien buat numpang sholat setelah pulang AKSI.

Akhirnya bisa jalan-jalan kesini juga horeeeee... (iya gue tau, jalan-jalan ke TMII di tahun 2011 itu kayaknya ga "kekinian" banget. Tapi bodoooo, gue belum pernah sih hehe..)

Karena nyampe sana udah jam 11-an kami putuskan untuk makan siang dulu. Makan siang di "kantin" di deket stasiun kereta gantung. Setelah makan siang ya tentu saja kami naik kereta gantung yang luar biasa serem. Keretanya menurut kami tidak se-stabil kereta gantung di Ancol. Setiap ada sambungan, kereta akan bergoyang kuat sekali.

Dari atas kami bisa melihat dengan jelas (dan dengan parno) danau TMII yang dibuat sedemikian rupa menggambarkan Indonesia dalam bentuk miniatur.

danau


Suasana Horor di dalem Sky lift
Tangan kiri boleh gaya, tangan kanan gandengannya keceeeeeng haha..

Turun dari kereta gantung kami memutuskan untuk naik mobil angkutan TMII (apa ya namanya, yang warna putih ga ada jendelanya itu lho? hadeh pikun deh gue...). Mobil ini akan membawa kita mengelilingi TMII tapi kita juga bebas mau turun dimana. Kami akhirnya memutuskan untuk turun di Akuarium Ikan Air Tawar. Karena tiket masuk akuarium "gandengan" sama tiket Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu jadi kami sekalian deh ke Museum Serangga. Ternyata museumnya baguuuuusss.. Apalagi taman kupu-kupunya.

Mana ekspresinyaaaaaaa???!!!

Pas dideketin, ikannya lari semua.. bagoooos..

Kupu-kupu biruuuu

Kupu-kupu
gue berasa "mancung" kalo difoto dari samping :p

Oh iya di Akuarium Ikan Air Tawar ada movie-nya gitu. Kita iseng banget buat nonton dan lumayan ga nyesel lah. Berasa jadi anak SD lagi. Nonton kartun 3D yang sederhana banget. 

Puas main di museum tersebut kami ke museum keprajuritan. Sayangnya udah sore, jam 4 sore kalo ga salah. Museumnya udah tutup, jadi kami cuma bisa foto-foto di luar (penting deh).


Liat dong gaya hormat gue masih bener, hasil didikan pramuka ^^
Kami melanjutkan perjalanan ke Museum transportasi, tapi karena udah pada tutup kami cuma mampir ke kereta apinya. Dan foto-foto lagi disana.




Capek??? Beluuuuum dong, bukan Desni namanya kalo segitu doang capek. Kami akhirnya main-main ke anjungan Jawa Tengah dan Jogja. Pintu gebyoknya bagus. Pengen deh punya rumah yang pintu depannya pintu gebyok kayak di anjungan Jogja.

pose dimirip-miripin sama patungnya

Puas foto-foto dan ngayal "coba ya di Palembang ada tempat kayak gini, pasti ga akan bingung cari lokasi", kami istirahat sambil minum es kelapa muda (minuman kesukaan saya, ciyeee inget aja aku suka kelapa muda - padahal pilihan minuman yang ada emang cuma itu haha...) di warung tenda dekat rumah ibadah.

Ah cepet sekali waktu berlalu. Kami berencana sholat maghrib di At-Tien, berlari-lari kecil, melompat-lompat agar cepat sampai. Sampai gue inget kalo ada yang tertinggal. TAS!!! Tas berisi kamera, dompet dan kunci ketinggalan di teras anjungan Jogja. Kami balik lagi. Dan alhamdulillah tasnya masih ada, utuh. Alhamdulillah... Walau rencana sholat di At-Tien gagal, kami cukup bahagia bisa sholat di Bayt Al Quran dan Museum Istiqlal.

Dan selama perjalanan pulang radio nya muterin lagu-lagu galau syahdu.. Yang paling diinget lagu Prahara Cinta-nya Hedi Yunus yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi yang ga gue tau namanya (hahaha...)
Mengapa semua begitu indah dilihat
Begitu sedap dipandang
Seolah kuingin selalu tersenyum
Tapi ah aku malu
Sebenernya banyakan lupanya sama nama-nama tempat yang dikunjungi di TMII ini, beruntungnya karena ada infonya di Web TMII dan di wiki.. ^^

Monday, November 28, 2011

Lanjutan Kisah Juli

Euuummm…  Sudah baca Kisah Juli (Halah...) belum? Baca dulu deh, baru bisa ngebayangin gimana bisa ada dua orang yang begitu dodol dan noraknya jalan-jalan keliling Jakarta (setelah postingan yang lalu berlatarkan Bogor, kini episode Jakarta ya).

Nah, kami berdua (saya dan adek) sudah membulatkan tekad untuk ngebolang berdua ke Jakarta. Kami melakukan perjalanan dari Bogor ke Jakarta dengan menggunakan KRL Commuter Line. Seru!!! Kenapa? Karena kami ga duduk selama DUA JAM. Dan baru kali itu gue (yang lagi pake gamis) pengeeeen banget disangka lagi "hamil" biar dapet tempat duduk. Kira-kira mungkin jadi gini percakapannya :

Adegan 1
Gue : (satu tangan pegangan sama adek, satu tangan megangin pinggang, perut rada dimaju-majuin) mas permisi, boleh saya duduk...

Penumpang ga rese : oh iyaa.. silahkan... silahkan...

Gue : (duduk merdeka)

Adegan 2
Gue : (satu tangan pegangan sama adek, satu tangan megangin pinggang, perut rada dimaju-majuin) mas permisi, boleh saya duduk...

Penumpang Rese : mba lagi hamil?
Gue : menurut loooh???

Penumpang Rese : maaf mba, ayo..ayo.. mba silahkan duduk...

Gue : (duduk merdeka dengan tampang dijutek-jutekin) *muahahaha...

Sayangnya perut gue six pack jadinya ga akan ada yang menduga demikian.. (gyahaha..)
Sampailah kami di Jakarta walau dengan perut lapar tapi semangat tetap membara.

KOTA TUA
Yippiiiieee... Gue dan adek akhirnya nyampe kota tua. Perjuangan luar biasa dari stasiun untuk sampai ke kota tua. Iya gue tau itu lebay, soalnya tinggal nyebrang heuheu...

Awalnya kami mengunjungi Museum Bank Mandiri. Ga spesial-spesial amat sih tapi kami sempat mengalami Scary Moment saat mencari mushola. Setelah sebulan sebelumnya nonton Insidious, ternyata adek masih mengalami paranoid luar biasa terhadap suasana sepi. Saat nyari-nyari mushola, kami harus melewati patung-patung dan saat itulah kami berpegangan tangan sangat erat. Ya ampun, paranoid itu menular, sodara-sodara!

Mushola ketemu dan sang mushola sepi luar biasa. Hanya ada kami berdua. Walau disana ada sepasang sepatu yang terpampang. Siapa ya pemilik sepatu itu? *parno*

Setelah puas di museum mandiri kami masuk ke museum wayang. Selain ada wayang ternyata disana juga ada ondel-ondel. Gue kasih tau suatu rahasia (yang setelah ini jadi ga rahasia lagi). Gue takut badut, gue takut tikus dan gue takut ondel-ondel!.

Seseorang pernah ngomong kalo gue harus bisa ngalahin rasa takut gue itu. Terutama sama ondel-ondel. 

"kali-kali aja lo nikah sama orang betawi, pegimane kalo ada ondel-ondel di nikahan lo?"
Oke deh.. Apa kata lu aje...

Liat tampang gue, keliatan "segitu takutnya" kah???
Setelah puas muter-muter dan merasa "kota tua kok biasa aja ya" (ups! sorry) kami memutuskan untuk pergi nyari lokasi wisata lain. MONAS.

MONAS
Dari Kota Tua kami berdua naik bus Trans Jakarta menuju Monas.  Naik busnya cuma sebentar, setelah turun dari bus, kami mesti berjalan kaki yang lumayan untuk bisa masuk ke monas.  

Huwaaaaa… tau ga sih, gue baru sekali ini menyengajakan diri ke monas buat WISATA. Biasanya gue ke monas buat aksi, demo, bikin macet jalan, bikin item kulit, bikin jerawatan, bikin betis gue seksi dll.
Hap! *ketelen nyamuk*

ceweeeek.... priiwiiiit... *foto ga jelas

Ternyata banyak hal yang bisa gue lakukan di monas. Mulai dari naik sepeda gandeng bareng si adek ditemani angin sepoi-sepoi, foto-foto, tiduran di jalan (iseng), dan sampai main layangan. Oke, it was my first time buat main layang-layang. Main layang-layang pertama dalam hidup gue jadi spesial karena pertama kali dilakukan di usia 22 tahun dan dilakukan di Monas. Gue seneng banget. Seruuuuuu!!! (norak kan gue? bodooo..)

adek dan layangan pertama kami (layangan ipin-upin haha..)
Saat main layang-layang inilah seseorang datang menemani kami. Bikin suasana jadi makin hiruk pikuk, karena gue langsung excited buat naik ke puncak monas. Karena dia udah janji!!! Inget ya, janji! Sayangnya karena udah kesorean jadi kami ga bisa masuk monas. Huhuhu...

Rasanya list impian tahun 2011 ini gue tambah dengan MASUK MONAS dan NAIK KE PUNCAK MONAS. 

Sudah hampir maghrib kami di monas, kami putuskan untuk mampir dulu ke kantor om Dedy yang kebetulan ada di sekitaran monas. Nah ada adegan norak waktu kami mau nyebrang dari monas ke istana. Mobil disana ngebut-ngebut deh. Dan lampunya terus-terusan hijau hingga kami ga punya kesempatan buat nyebrang.

Lamaaaaa banget kami di sana tapi ada kayaknya bule yang lebih lama nungguin lampu merah ketimbang kami. Agak setelah lama berdiri disana, gue ngelihat ke sebelah kiri, ada sebuah tiang yang mirip tiang listrik dan ada tombol merah lengkap dengan tulisan 'tekan untuk menyebrang' (plus terjemahannya dlm bahasa inggris). Tau kah kalian setelah gue tekan tuh tombol tiba-tiba lampu ijo berubah jadi merah dan kita berempat (termasuk sang bule bingung) akhirnya bisa nyebrang. Horeeeee... Kita ga bego sendirian, ternyata sang bule juga haha..

Dan malam ditutup dengan makan nasi goreng kambing yang enaaaaaaaak banget, sampe gue ga bisa ngabisin tuh nasi, rasa enak di hati ngalahin enak di mulut (apadeh).

Saturday, November 26, 2011

Rindu Setengah Mati

A : Sekarang aku heran, aku kayaknya berubah deh...
B : Berubah gimana?
A : Aku jadi sering kangen sama seseorang, rasanya jadi sulit pisah, gimana coba itu, padahal belum halal...
B : oooh... wajar kali, udah deket...
A : Padahal dulu ga gitu-gitu banget. Apa karena sekarang kualitas dan kuantitas interaksi semakin meningkat ya?
B : bisa jadi sih... semoga bukan rindu setengah mati ya, soalnya rindu yang setengah mati rasanya perih..

Saya pernah lho mengalami rindu setengah mati. Rindu yang berasa perih. Rindu yang saat bisa kembali bertemu (nyata atau pun maya) rasanya kamu akan meneteskan air mata. Jujur saya tiga kali mengalami rindu berat sejenis itu. Satu kali rindu pada ibu saat ibu jalan-jalan keliling Asean (apadeh), dua kali lainnya pada orang yang sama, pada Ayah.

Rindu pada ibu bermula saat membaca buku Hafalan Sholat Delisa. Setelah membaca buku itu saya menangis dan sukses membuat asma saya kumat (buku itu emang bagus banget, pinter banget mempermainkan perasaan kita pada ibu). Saat itu ibu sedang berada di Singapura. Rindu yang memuncak itu membuat saya rela menghabiskan pulsa untuk menelpon ibu dengan tarif yang luar biasa (perhitungan banget deh gue haha..). Saat ditelpon malah bikin saya makin menangis

Saya : Assalamu'alaykum, ibuuu...


Ibu : Wa'alaykumusalam, ini siapa ya?


Saya : huwaaaaaaaa..... T.T 

*tutututut... pulsa habis*

Ibu yang biasa ga bawa handphone jadi agak kikuk saat menerima telpon. Maka waktu itu, wajar ibu bingung "siapa ini yang menelpon?" ahaha...

Senyumnya ayah bikin inget seseorang, atau seseorang ya yang bikin jadi inget ayah...
*ayah saya yang duduk dengan jeans biru, ganteng kan ayah..

Rindu kedua dan ketiga yaitu rindu pada ayah. Ayah saya itu istimewa sekali. Ibu juga sih. Tapi ayah jadi lebih istimewa karena saya sering sekali bertengkar dan pertengkarannya awet. Hingga berbulan-bulan. Saat saya menelpon ke rumah, beliau tak mau bicara. Atau saat ibu menelpon, beliau pura-pura tak ada.

Emang ya, romantisme itu terasa saat kita tak saling sapa, tapi diam-diam saling mendoakan.

Malam itu ibu menelpon, lalu akhirnya saya beranikan diri berkata "bu, ayah mana?"
lalu telpon diberikan pada ayah. Saat ayah bilang "halo" saya sudah bersimbah air mata (apadeh istilahnya).

Akhirnya saya paham, rindu setengah mati itu berbeda, terasa perih, terasa sangat cinta.

Lagi rindu setengah mati yang keempat nih, sama ayah lagi, dan ayah lagi dinas ke negeri singa. Huwaaaaa.. habis deh pulsa gueeee..

Bongkar Koper

Saat pertama kali berangkat ke Bogor untuk menjadi mahasiswa IPB lima tahun yang lalu, saya dibekali dengan dua buah koper raksasa. Satu koper modern yang seperti kebanyakan koper yang sering kamu lihat di bandara dan satu lagi koper jadul yang berbentuk kotak tanpa roda.

Dua tahun mungkin saya menyimpan sang koper tua di gudang kostan. Dan malam ini saya ambil. Saya pikir sebaiknya saya mulai membereskan barang-barang dan membawa pulang barang yang bisa dibawa pulang.

Ternyata sang koper berat. Ada isinya, dan dengan berbahagia saya membongkar isinya.

file-file saat masih di BEM KM

Barang-barang saat masih jadi peserta MPKMB 43

Nilai A "mepet"

File saat "ngisi" kegiatan rohis di SMAN 6 Palembang, sekolahnya siapa ya?

Jaman masih surat-suratan

Surat Cinta

Kenangan ini bikin saya bahagia dan merasakan "sesuatu" :)

Selamat Hari Guru, Ayah, Ibu...

Kenapa judulnya begitu?
Karena ayah dan ibu saya baik dalam makna sebenarnya maupun kiasan adalah guru.


Ayah saya walau sudah lama tidak mengajar lagi, tapi beliau tetap akan mengaku bahwa beliau adalah seorang guru. Sebuah profesi yang beliau cintai. Sekarang ayah saya adalah kepala sekolah merangkap sekretaris divisi di Departemen Pendidikan Nasional Kota Palembang (eh kota apa provinsi ya? hadeeeh gue lupa..).

Ayah dulunya adalah seorang guru matematika. Karier beliau dimulai sejak berkuliah di Universitas Sriwijaya. Dulu karena keterbatasan biaya ayah hanya mengambil kuliah D2. Setelah lulus beliau langsung turun ke desa-desa menjadi guru honorer. Di sala satu sekolah tempat ayah mengajar honorer (atau sudah jadi PNS ya? lupa..), ayah bertemu ibu (ga juga sih, ibu ayah kan tetanggaan). Jatuh cinta pada gadis berambut panjang (baca : ibu saya), ayah lalu meminangnya.

Sebulan menikah, ibu mengandung. Karena saat mengandung ibu mengalami morning sickness yang parah, ayah meminta ibu berhenti menjadi guru. Kata ibu dulu ayah berkata

"Jadilah ibu rumah tangga saja, saya berjanji kamu tidak akan menderita, saya akan berusaha membahagiakan kamu..."

Dan kata-kata ayah inilah yang membuat ibu yakin untuk meninggalkan profesi yang sangat beliau cintai.

Ayah lalu menyambung S1 di universitas yang sama. Susah payah beliau lulus karena harus sambil mengajar dan merintis bisnis kecil-kecilan. Beliau komitmen dengan janjinya, untuk membuat ibu saya yang notabenenya anak juragan ini tetap bahagia bersamanya.


Oh iya keluarga besar ibu juga keluarga besar Dinas Pendidikan Nasional. Mulai dari kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, bahkan menantu ada aja yang menjadi pegawai di Dinas Pendidikan Nasional. Eits bukan kolusi atau nepotisme ya, murni masuk Diknas lewat jalur tes.

Bertahun-tahun menjadi guru dan sempat dinobatkan menjadi guru teladan se-Sumatera Selatan, akhirnya ayah diangkat menjadi kepala sekolah. Bertahun-tahun menjadi kepala sekolah, karier beliau melesat menjadi sekretaris di Diknas Provinsi (aha!!! inget juga gue).

Walau keduanya bukan guru lagi, tapi di hari guru kemarin, saya merasa tetap harus mengirim pesan singkat kepada ayah dan ibu

"Selamat hari guru, ayah, ibu..."

Thursday, November 24, 2011

Sitkom's Wedding

Tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 kemarin, salah seorang sahabat KSATRIA 43 (Keluarga SanTRI Al hurriyyah angkatan 43), Siti Komariah (nama tenarnya Sitkom) melangsungkan pernikahan dengan Ahmad Mupahir. Pernikahan yang berlangsung di kediaman mempelai wanita ini bikin kita berasa mau balapan mobil extreme. Lokasinya melosok-melosok masuk ke jalan setapak yang kanan kirinya jurang, lewat halaman rumah orang, lewat jemuran, naik turun bukit, lewat jembatan yang bikin mengingat Allah banget (jembatan mau roboh) dan kami sama sekali tidak turun dari mobil. Luar biasa deh Kak Okta, pengalaman sebagai sopir lintas Sumateranya ga diragukan lagi (ahaha.. damai kak..).

Sopir kita... Kak Oktaaaaa... Jeng jeeeeeeeng....

Perjalanan yang luar biasa ini bikin rombongan kami yang terdiri dari delapan orang (dan salah satunya adalah orang yang diminta tilawah sewaktu akad) terlambat. Kami datang setengah jam setelah akad. Kacau.

Rombongan telat beserta kadonya.
Itu kado kenapa Adhil yang bawa ya? Dia kan lagi hamil. Dasar Ery ga sopan (nyalahin orang lain :p)

Ery dan Hasan (ngaku, kamu Hasan apa Husein??? -__-")
Mereka jomblo loooooh.. dipilih dipilih dipiliiiiiih...

Adhil Kiki duduknya jauh-jauhan, berasa belum nikah
Satu orang jomblo dan satu orang jomblo ambigu (yg ga boleh dipilih) keliatan banget lapernya,
pegang eskrim dan mangku jeruk :p


Seseorang harusnya bilang satuuu, duaaaa, tiiiiigaaaa... -___-"

Rombongan kami terdiri dari delapan orang sinting yang beneran ga bisa diem. Sepanjang jalan berisiknya minta ampun. Apalagi empat orang laki-lakinya (nyalahin orang lain :p). Kak Okta bersama sang istri yang baru aja dinikahinya, Mba Lili, ada di posisi sopir dan co-sopir. Sepanjang jalan kerjaannya ngeledekin gue, Septina, Ery dan Hasan yang belum menikah. Empat orang yang diledekin juga ga ada yang mau kalah. Kerjanya ngeledekin yang baru nikah. Lalu siapa dua orang lainnya? Yup! Tepat sekali. Sang qory, Ustadz Kiki Ahmad Zakiyudin (atau mas udin) dan istrinya Adkhilni Utami (atau bu kudil). Yaaa.. mengubah nama orang emang keahlian gue haha..

Kak Okta ngapain coba nyuapin mba Lili, itu kan mba Lilinya udah pegang eskrim yang sama. Dasar provokator! haha...

Dan inilah sang pengantin.... Mirip yaaaaa??? Jodoh!
Btw, kita mirip ga? Banyak yang bilang mirip sih, semoga kita jodoh ya... *ngomong sama kaca*

Saturday, November 19, 2011

Lomba Desain Kaos Islami

Suka desain?


Punya ide kreatif untuk mensyiarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang beda?

Ikuti Lomba Desain Kaos Islami bersama Kamil Coorporation

Caranya gampang, kamu tinggal kirim desainmu, judul desain, data diri, kontak dan nomer rekening ke email KAKONindonesia@gmail.com

Setiap desain yang masuk akan di-upload oleh panitia ke dalam album page KAKON INDONESIA dan akan dikonfirmasikan ke pada peserta.

Setelah desainmu dipublikasikan di album KAKON, kamu tinggal ajak teman-temanmu untuk me-Like sebanyak-banyaknya karyamu.

Pengiriman karya : 19 November - 3 Desember 2011

Hadiah untuk 3 terpopuler berturut-turut 1juta, 750ribu, dan 500rb

Gimana??? Gampang kan??? Makanya, ayo ikut..





Saturday, November 12, 2011

Desain Undangan

Masih inget gambar ini?



Jadi gambar ini pesenan sepasang calon pengantin. Ceritanya nih ya, yang perempuan suka sekali sama hujan dan yang laki-laki suka sekali sepedaan. Sang calon pengantin perempuan menghubungi saya dia minta dibuatkan undangan yang "mereka banget".

Akhirnya saya bikin sketsanya pake pensil dulu. Soalnya klo langsung ke corel lama euy, maklum masih cetek ilmu saya di dunia grafis ini ^,^

Setelah membuat gambar ini saya beranikan diri menunjukkan ke orangnya. Akhirnya terjadilah percakapan ini..

Laki2  : mba, ini kok sayanya disini kurus banget?
Perempuan : iya mba, dia kan gendut, perutnya buncit lagi
Lk : heh!
Pr : mba itu hidung calon suami saya kemancungan...
Lk : ngiri aja... mba, itu calon istri saya gambarnya kecakepan...
Saya : -___-"

Setelah itu saya berikan sketsa kedua. Oh iya by the way, request dari mereka pengen ada tiga gambar. Ini dia gambar kedua

Komentar mereka

Lk : nah disini pas banget... kecuali calon istri saya yang gambarnya tetep kecakepan..
Pr : iiisss...
Saya : -___-"

Dan inilah gambar ketiga


Lk : mba, ini bisa ga gambarnya yang perempuan duduk di depan?
Saya : ngebonceng maksudnya???
Lk : bukan, disini (sambil nunjuk gambar besi yang di depan)
Pr : oooo.... bukannya sakit ya duduk di depan, bukannya susah ya ngebonceng di depan?
Lk : engga kok...
Pr : tau dari mana?
Lk : kamu kayaknya enteng deh...
Saya : eeeeyaaaaaa.... eeeeyaaaaa...

Klien yang aneh -____-"

Tuesday, November 8, 2011

Just Illustrating

I wanna make my own future wedding invitation.

Kadang saya mejadi orang yang super perfectionist. Hal ini membuat saya sulit mempercayakan beberapa hal kepada orang lain dan terlalu memperhatikan hal-hal kecil (kebanyakan pake kata "hal" deh gue...). Setelah sering kali membuatkan undangan pernikahan untuk orang lain,  maka saya memasukkan "membuat undangan sendiri" ke dalam dream book saya. 

Kenapa bikin sendiri? Karena kemarin-kemarin punya pengalaman, desainnya udah bikin saya puas banget tapi pas dicetak, percetakannya nyetaknya agak gimana gitu. Jadi saya ga puas sama percetakannya. Makanya mau bikin sendiri, mulai dari desain sampai cetak ^.^

Doakan ya para pembaca yang budiman (agak lebay) semoga cita-cita ini terealisasi.. 

Btw kenapa kalimat di atas berasa diucapkan dengan nada sedih ya? -___-"

Eh iya, sekarang saya lagi bikin ilustrasi gitu deh buat undangan. Ini gambarnya..


Sebenernya mau ada dua gambar lagi. Tapi belum jadi hehe...

Nah sekarang mulai bingung karena kebayang betapa sulitnya memindahkan gambar ini jadi vektor di corel atau photoshop.. Help meeeeeeee.... T.T

Sunday, November 6, 2011

Pesenan Kak Didik

Sebenernya gue punya skema tersendiri kalo ada anak non LDK (lembaga dakwah kampus) Al Hurriyyah yang minta bikinin desain ke gue. Anak LDK sih wajar kalo minta bikinin desain. Soalnya ya "dulu" itu memang tugas gue. Tapi anak non-LDK hmmmm... biasanya mereka datang untuk minta bikinin desain KARTU UNDANGAN PERNIKAHAN. Jengjeeeeng...

Jadi dua hari yang lalu, tiba-tiba mantan ketua departemen Sumber Daya Manusia LDK Al Hurriyyah (berarti sekarang udah masuk golongan non-LDK ya), kak Didik, ngirim sms ke gue. Isinya nanya begini..

"katanya Desni jago desain ya?"

Gue langsung berpikir, apakah kak didik mau menikah lagi? mengingat kak didik sudah menikah. Trus kak didik jawab begini..

"yang satu aja belum habis.."

ya baiklah -___-"

Dan ternyataaaaa, kak didik minta tolong bikinin logo Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Ikatan Remaja Masjid (irmas) Al Barkah. Masjid deket rumah beliau di Kuningan. Hmmmm... subhanallah ya, kayaknya kak Didik lagi menghidupkan masjid. Gue juga mau kayak gitu nanti. Bersama suami menghidupkan masjid... *berbinar-binar*


Inilah hasilnya...
logo DKM









Logo IRMAS



 Alhamdulillah kak Didik suka... ~^.^~


Thursday, November 3, 2011

Rasanya baru kemarin....

Rasanya baru kemarin, Kalia berbunga-bunga menceritakan ada seorang ikhwan yang mengetuk hatinya (ihiiiiy...). Seorang ikhwan non-IPB, bukan temen satu sekolah, pernah satu bimbel, dan bukan satu kota. Ikhwan asal bekasi. Sedangkan Kalia dari Jakarta. Deket sih tapi ya tetep beda kota. Kalia bercerita tanpa menyebutkan nama.

"Belum fix, Des... Masih proses..."

Begitu alasan Kalia kenapa dia belum memberi tau nama sang ikhwan.

Rasanya baru kemarin, Kalia ngebocorin nama sang ikhwan. Berliyanto. Jawa banget yak. Gue ketawa ngakak pas denger namanya (ampun Berli). Trus Kalia bilang...

"Awas aja klo calon lo nanti namanya lebih ndeso lagi..." Jleb... jleb... *nelen ludah*
 
Rasanya baru kemarin, gue kebingungan di bandara. Hari itu Kalia dikhitbah, dia ingin gue ada disana. Hadeeeeh... gimana bentuknya tuh. Masa gue bawa-bawa koper. Trus dateng kesana sambil teriak...

"Tunggu duluuuuu... Berli kamu harus tanggung jawab..."

Udah kayak orang bego gue...  -___-"

Rasanya baru kemarin nemenin Kalia buang stress. Nonton berdua, ke salon, makan-makan pas orang-orang puasa. Aaaah... i really miss that moment.


Rasanya baru kemarin kami sibuk ngulur-ngukur baju buat ke nikahan Kalia. Baru kemarin bener deh rasanya. Dan rasanya baru kemarin jadi pager ayu nikahan Kalia.

nikahan gue nanti, gue yang foto ditengah... awas ya kalian :p


Rasanya baru kemarin Kalia ngasih kabar kalau dia hamil.
Tau-tau dia udah brojol aja. Anaknya alhamdulillah sehat, cantik, dan semoga sholeha kayak ayah bundanya.

Sabrina Batrisya Priyananta, Putrinya Kalia
Duh naaaak... kamu ngegemesin bangeeeeeeeeeeeeet... Sini bude suuuun.. >.<
Pengen punya anaaaaak jugaaaaaa... :(

Monday, October 31, 2011

Making Book

Pagi ini pikiran saya rada gaduh...

Terbangun trus nyalain lampu, karena semaleman saya migrain maka saya lanjut tidur-tiduran lagi sambil nyalain tivi. Di atas tivi ada kalender dan dengan ga sengaja kalender tersebut tertangkap pandangan saya (tsaaaah). Oh my God.. sekarang tanggal 31 Oktober 2011. Huwaaaaaaaaaaaaa.... Bentar lagi....

Belum apa-apa... Belum apa-apa... (mulai showeran)

Puas galau, saya sarapan, sambil buka twitter, beberapa kali ngeliat twit para motivator yang isinya tentang target. Astaghfirullah... Udah lama ga bikin target. Udah lama ngelupain target karena kesibukan yang tidak direncanakan -___-"


Dan akhirnya engingeeeeeeeng.... saya bikin buku. Yup.. Dream Book.



tampak depan

tampak samping "Dream Book of Desni Utami"

Tampak belakangnya ga ada, soalnya susah banget motoinnya pake webcam. Maklum pocket camera dan hp saya sudah tiada jadi saya ngambil fotonya pake webcam dari laptopnya ayah.

Buku ini berwarna biru tua, dengan tulisan berwarna putih yang diberi efek glow. Yup, covernya ini hasil karya sendiri. 

Di bagian belakang buku ini saya memasukkan kutipan dari Rangga Umara (motivator yang juga pemilik Lele Lela)

"tidak ada mimpi yang terlalu tinggi
yang ada hanyalah
upaya yang tidak setinggi mimpinya"

Buku ini masih kosong. Masih belum ada isinya. Dan saya janji, sesegera mungkin akan saya penuhi dengan "mimpi-mimpi" dan insyaAllah akan saya capai apa-apa yang telah saya tuliskan. Semangaaaaaaaaaaaaaat...

Eh iya, gara-gara foto-fotoin buku ini, saya jadi ingat beberapa hari yang lalu jidat saya ajaib sekali. Mengundang semua mata untuk menatapnya. Membuat saya ga enak hari jalan kemana-mana. Membuat saya ga pede difoto. Jidat saya mendadak sholeha (jidatnya doang). Mendadak hitam. Tepat sekali, jidat hasil dibekam.

masa mata segede ini saya masih dibilang "sipit" -___-"

Friday, October 28, 2011

Sakit VS Me

Saya bersyukur, alhamdulillah, karena walau tubuh ini terlihat lemah, tapi sesungguhnya saya termasuk orang yang bertubuh kuat hehe... (Utami, 2011, songong luar biasa)

Berat badan saya saat ini hanya 48 kg. Kurus karena kurang sekitar 7 kg dari berat ideal. Walau bagi wanita-wanita pada umumnya berat badan dan tinggi badan segini adalah impian (pret). Dulu saat TPB (tingkat 1 di IPB disebutnya TPB, Tingkat Paling Bener :p), berat badan saya pernah mencapai 56 kg. Coba liat bedanya...
ini mah susah ngebandinginnya -____-"

Eh balik lagi ke tema utama, tentang sakit.

Saya emang punya sakit yang kumatan seperti maag dan asthma. Dan dua penyakit ini tidak akan datang selama saya bisa pandai-pandai menyiasatinya..
1. jangan telat makan, klo makan telat jangan ngeluh kalo nantinya sakit...
2. jangan stress
3. jangan minum kopi
4. jangan nangis berlebihan nanti sesak nafas
5. kalo capek jangan maksa, istirahat
6. jangan tidur malem-malem
7. jangan kedinginan
8. jangan deket-deket orang yang merokok
9. jangan bandel deh intinya :D

Selebihnya, alhamdulillah saya hampir tidak pernah sakit.

Kalo diinget-inget saya belum pernah dirawat di rumah sakit, saya ga pernah diinfus, saya sih maunya dirawat di rs cuma karena satu hal, melahirkan! aamiin... Alhamdulillah terakhir kena flu dua setengah tahun yang lalu. Gara-gara kehujanan dan keletihan (duelah keletihan booo...). Walau begitu saya juga sekalinya kena sakit rada lama sembuhnya. Sekalinya flu, baru sembuh sebulan kemudian. Krikrikrikrik...

Saya pernah kena gejala thypus. Waktu tingkat tiga. Saya merasa meriang di sore hari tapi tetap fit di pagi hari. Jadi karena pagi masih oke-oke aja, saya masih aktivitasan kayak biasa. Kuliah, rapat, kuliah, ngaji, kuliah, organisasi, pokoknya sebelum ashar saya masih kayak orang normal. Setelah ashar? Saya meriang, bolos kuliah atau kadang tidur pas kuliah (ini mah pas sehat juga teteup). Dan itu saya jalani selama 8 hari tanpa periksa ke dokter. Bukan kenapa-kenapa, hanya saja saya ga sadar klo sedang sakit. Setelah hari ke sembilan barulah sang dokter bilang

"mba, kuat sekali ya, padahal mba kena gejala thypus loh.."

Hah??? *pingsan*

Bicara soal pingsan, saya pernah pingsan sendiri di kamar, di depan kamar mandi. Karena sendirian di kamar sehingga ga ada yang tau klo saya pingsan, saya bahkan sadar dengan sendirinya. Keren juga ya.. (dan hanya orang bodoh yang bangga dengan sakitnya -___-")

Yah pokoknya saya punya tips, KENALILAH DIRIMU SENDIRI, karena sakit adalah alarm alami tanda kalau kita harus segera istirahat, segera GA BANDEL lagi. Semangat sehat semuaaaaaaa.... :)