Friday, February 25, 2011

Re-purposing.....

Perhatikan baju ini...




Mirip ga sama yang ini?

Yup benar, baju tersebut karena tangannya sudah kependekan maka saya transformasikan bentuknya menjadi sebuah TAS hohoho...

Karena kameranya lagi dipinjem maka proses perubahan dari baju ke tas ini tidak bisa didokumentasikan.... Krikrikrik.... (udah sore, banyak jangkrik)

Wednesday, February 23, 2011

Sweater dari Ayah

Ayah sering ditugaskan ke Bogor. Minimal satu tahun sekali ada tugas ke Bogor. Pelatihan, seminar, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pendidikan. Selama bertugas di Bogor, ayah selalu datang di saat hujan turun dengan tidak santai. Hujan deras disertai petir kencang. Ayah khawatir pada kesehatan anak gadis kesayangannya. Takut di sini sang anak kedinginan. Oh andai ayah tau... dramaga itu puanaaaaas....

Ayah dengan baik hati akan membawakan sweater, jaket, selimut, minuman jahe, water heater untuk anak kesayangannya itu. Luar biasa dah pokoknya. Salah satu sweater pemberian ayah adalah sweater turtleneck ini.

sweater ajaib


Nah, karena leher kura-kura pada sweater ini, maka sweater ini jadi jarang gue pake. Sayang rasanya barang pemberian ayah klo ga dipake, maka sweater ini menjadi korban kejahilan gue hehehe.... *ketawa mak lampir.
dipotong pas di tengah
ditambah hiasan kancing dari batok kelapa dan bunga perca

tadaaaaaa.... selesai deh.... *simple bener

Yah semoga setelah dirombak jadi sering dipake biar berasa dekat ayah selalu... ^^

Dilarang Mati Gaya

Setelah puas menghancurkan hati sendiri dengan nangis-nangis melihat teman-teman diwisuda hari ini. Gue, Adhil dan Reti bersepakat untuk membahagiakan diri sendiri. Mulai dari foto-foto hingga menghancurkan isi lemari hehehe....


Bertiga
Utami

Kostan tercinta.....

Setelah foto-foto selesai, Adhil kembali ke lab-embrio nya, Reti ngungsi ke ruang sebelah dan gue ngacak-ngacak dunia maya. Gue menemukan blog ini, isinya keren chuy... menginspirasi gue buat ngacak2 lemari gue hehehe....

Akhirnya gue putuskan buat merombak baju olahraga yang satu ini.

baju olahraga
jadi begini
klo dipake jadi begini (ini gambar dari blog asalnya)
Taukah kamu, talinya dari apa? Yup talinya dari 3 pasang tali sepatu yang dikepang hehe....

atau bisa juga jadi cardigan begini...

 Yah pokoknya sedih, muram, galau, apapun itu ga akan bikin gue berputus asa apalagi mati gaya hehehe....

Tuesday, February 22, 2011

hujan...

Klo kata Anis (sahabat saya di Al Hurriyyah dan dia seorang laki-laki), Bogor itu kota basah. Dari 360 hari, 300 hari selalu turun hujan dan 60 harinya tidak hujan sama sekali. Walaupun belum tentu kebenarannya, tapi saya percaya teori Anis itu.

Sejak dulu saya suka hujan. Walaupun banyak yang tidak suka. Saya tetap suka hujan. Saya pernah mempost tulisan tetang hujan 2 x sebelumnya. Salah satunya ini

"Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu"

rindu... mengapa rindu hatiku tiada tertahan... [tarik maaaanng..]

desni...desni...stop des..
oke..oke... ehm...ehm... [ceritanya ngebenerin kerudung]

Gue pernah baca artikel [ceritanya gue sok bijak], artikelnya tentang hujan dan misterinya. Ada salah satu fakta aneh menurut gue dan odongnya gue percaya hehehe....

Katanya hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Wah menurut gue nih, intinya hujan itu bikin kita jadi bengong. Nah klo bengong [ahli bengong bersabda] kita jadi mikir yang aneh-aneh. Dan biasanya kita mikirin hal-hal yang sudah terjadi. Tetesan air hujan yang jatuh perlahan dan menyejukkan [lebay... gue lebay...] memiliki persamaan dengan tetesan air mata. Sehingga yang kita pikirkan [lebih tepatnya "bengongkan'] pada saat hujan turun adalah hal-hal yang membuat kita melankolis.

Coba kita bayangkan klo air hujan yang jatuh menyerupai timpukan bata pas tawuran, kita pasti ga melankolis lagi. Kita pasti udah bermetamorfosa menjadi sosok brutal berambut gondrong, membawa celurit dan berkata-kata kasar [gue ngasal lagi...].

Yah dari analisis gue itu, maka gue simpulkan bahwa hujan emang bikin kita bengong ahahaha....

catatan tak penting 
saat petir mulai bersahut-sahutan
dan aku menunggu hujan turun
Saya suka hujan walau pun saya tidak suka kebasahan. Ya tapi namanya sudah kepalang suka. Saya harus suka sepaket. Itu namanya resiko "suka" (halah!). Suka hujan, suka basah, suka becek, suka banjir hehehe....*geleng-geleng sendiri.

Baiklah, saya menulis ini di kala hujan turun dengan membabi-butanya. Pagi-pagi tiba-tiba hujan deras. Sudah biasa itu di Bogor. Karena klo nonton tivi di kota berpetir kencang ini bahaya, maka saya putuskan menyalakan windows media player dan memutar satu lagu, hanya satu lagu "Malaikat juga tahu". Menganalis lagu di saat hujan turun semakin membuktikan bahwa hujan dapat membuat orang jadi melankolis anarkis hehehe... Mari nyanyi bersama....

Lelahmu...jadi lelahku juga
Bahagiamu...bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s'lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Aku kan jadi juaranya

Baiklah... dan hujan sukses bikin gue jadi geje... tararengkyu hujan...

Thursday, February 17, 2011

Menjadi "IBU"

Bagi saya, ibu adalah idola saya. Selama ini saya menjadikan ibu sebagai panutan. Semua yang ada pada diri ibu adalah pesona. Saya mengagumi ibu, ibu yang telah melahirkan saya dan ia dengan tulus membesarkan saya bersama ayah.

Ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Beliau bukan wanita karier. Sebagian orang bangga pada ibu yang bekerja di luar rumah. Mungkin karena dengan menjadi wanita karier, ibu mereka terlihat lebih cantik, modis, gaul dan elit. Tapi tidak dengan saya, saya bangga pada ibu saya yang ibu rumah tangga biasa.

Ibu selalu ada. Ya, ibu selalu ada. Beliau selalu di sisi saya, ayah atau adik-adik saat kami terbaring lemah karena sakit. Beliau selalu ada saat saya dan adik-adik butuh bimbingannya. Beliau selalu bisa menyiapkan makanan bergizi dan terbaik untuk keluarga kami. Beliau mengurus rumah dengan baik sehingga kami merasa nyaman di rumah. Sehingga saya yang berada di perantauan ini selalu punya alasan untuk merindukan ibu. Dan saya bersyukur karena sampai detik ini tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.

Dulu, ibu saya sempat bekerja di luar. Beliau adalah wanita yang cerdas serta berasal dari keluarga terpelajar. Tapi di saat kehamilannya yang pertama, saat beliau mengandung saya, ibu memilih berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Itu mungkin keputusan yang mungkin disesalkan banyak orang. Tapi tidak bagi ibu, beliau tidak pernah menyesal memilih gaya hidup menjadi “ibu rumah tangga”. Saya pun memilih bercita-cita untuk bisa menjadi seperti ibu.

Lalu apa hubungannya dengan internet?

Sejak ayah menghadiahi saya modem di tahun 2009, sejak saat itulah saya aktif berinternet ria. Saya aktif di facebook, nge-blog, nge-twit, browsing apa saja, bergabung di berbagai misilt dan lain-lain. Internet membuka cakrawala saya. Membuat saya bisa belajar banyak hal. Saya bisa belajar masak dari internet, belajar menjahit dari internet, belajar menulis yang baik di internet dan bahkan saya bisa mendapatkan ribuan literatur ilmiah untuk mendukung kehidupan saya sebagai mahasiswa. Saya sepakat dengan pendapat bahwa internet menjadikan hidup lebih mudah. Ingin punya laptop tapi tidak punya uang, tinggal browsing, banyak lomba yang menghadiahkan laptop. Ingin berdagang tapi tidak punya modal untuk membuka toko, tinggal buat blog dan jadilah toko online. Ingin belanja tapi malas keluar rumah, tinggal pilih di internet barang akan diantar ke rumah anda.

Seiring bertambahnya usia, bertambahnya pengetahuan, faktor pendidikan dan juga kemajuan zaman, mimpi saya menjadi ibu rumah tangga sempat tergoyahkan dengan keinginan mengaktualisasikan diri saya. Saya sempat berpikir nanti saya ingin berkarir di luar rumah. Akhirnya saya jadi bermimpi untuk menjadi ibu rumah tangga yang aktif dan produktif. Mimpi atau cita-cita yang seolah-olah bertabrakan. Ya, cita-cita tersebut bertabrakan tapi tidak jika ada internet. Rasanya, internet  telah membuat mimpi saya menjadi ibu rumah tangga yang produktif menjadi jauh lebih mudah. Saya bisa berkarya serta tetap berada di rumah dan tidak melewatkan momen-momen berharga bersama keluarga.  Saya juga masih bisa membagi hasil pemikiran saya dengan tulisan, saya bisa berwirausaha, saya bisa tetap produktif, saya bisa melakukan banyak hal dengan internet.

Saya rasa cukup wajar jika saya bersyukur dengan hadirnya internet. Karena internet telah meyakinkan saya untuk tetap memilih gaya hidup menjadi ibu rumah tangga. 


--------------------------------------------------------------
Tumben ye gue tulisannya bener hehehe... Iyalah orang tulisannya diikutin ke lomba dari bhinneka.com 
*nyengiiiir.... 
Doain ye semoga berhasil... :P


Setelah dinanti tenyata gagal... hehehe... alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Tahu segala yang terbaik

Monday, February 14, 2011

14 Februari

14 Februari itu hari spesial bagi keluarga kami. Karena di tanggal itu, 23 tahun yang lalu keluarga kecil kami dimulai. Yup, 23 tahun yang lalu, 14 Februari 1988 ayah mengucapkan janji suci, mengucapkan mitsaqan ghalizha dengan cara meminang ibu.

Happy Anniversary Ayah, Ibu... Semoga Ayah semakin sayang Ibu, Ibu semakin sayang Ayah, Ayah Ibu semakin sayang Uut, Alvin dan Mia, kami bertiga juga semakin sayang ayah ibu, keluarga kita makin sayang Allah, dan Allah makin sayang keluarga kita. Aamiin...

Melankolis Anarkis

Setelah hampir dua tahun menjadi pengguna situs jejaring sosial Facebook dan diberi gelar oleh teman-teman sebagai "aktivis fesbuk" ( "- -), saya sekarang memberanikan diri mengeluarkan teori baru. Saya mengamati fenomena kehadiran situs jejaring sosial yang bisa dikomentari seperti facebook dan twitter, telah memunculkan satu karakter baru. Karakter baru ini merupakan modifikasi dari empat karakter Hippocrates (korelis, melankolis, sanguinis dan plegmatis). Karakter baru ini adalah MELANKOLIS ANARKIS (plok...plok...plok.. huehehehe...).

Agak sulit menjelaskan karakter melankolis anarkis ini jika tanpa contoh. Contohnya begini :

08.00 Huwaaaaa... hujan deras di Bogor, tapi tetap harus jalan :(
08.15 Angkotnya sepi euy... aseeeek..
08.20 Ni abang2nya nyebelin banget, ngetemnya lamaaaaa....
08.45 Nyampe juga di terminal BS
09.10 Cewe sebelah gw menor banget bo...
dst..dst...dsb..dll..dkk...

Eh busetdah.. statusnya deskriptif sekali hehehe...

Atau yang gini...
Januari (lagi pedekate) 
"Kamu tau ga, aku ga perlu ngeliat bintang di langit, cahaya wajahmu mengalahkan indahnya bintang...."
*preeeet... lo kira mukanya petromak, bercahaya segala...

Februari (jadian)
namanya diganti jadi "Fulanah sayang banget sama fulan" atau klo misalnya nama yayangnya Fulan Kertadiningrat, namanya diganti jadi "Fulanah Kertadiningrat" owalaaaaah....

Statusnya juga di-mention segala "sayangku @fulan, kamu kayak molto deh, melembutkan hatiku..."

April (mulai ribut)
"kamu maunya apa sih? aku udah capek hati... :'("


Juni (putus)
"Laki-laki emang brengsek!!!!"
"Lelaki buaya darat... buset aku tertipu lagi uwo..uwo..auwoooooo...."
"Gw benci banget laki-laki berhati busuk, ke laut aja lo!!!"
dan status-status sadis berisi kutukan bak ibunya malin kundang lainnya...

Faham kan maksudnya?
Punten ya.. Ga ada maksud apa-apa selain ingin mendeskripsikan hehe... *nyengir

Tapi saya punya saran buat penganut karakter melankolis anarkis ini, sebaiknya statusnya disimpan baik-baik dulu, sampai kisahnya ada klimaksnya lalu dijadikan cerpen trus dikirim ke media. Kalo diterbitin lumayan tuh bisa buat makan-makan. Atau barangkali bisa jadi skrip sinetron. Kan lumayan bisa jadi sinetron di Ind*siar hehehe...

Damai..damai...santaaaaaiiiiii.....

Saturday, February 12, 2011

Bros Manik

Masih inget postingan tentang pernikahan Azka dan Muthi? Naaah... sekarang Azka dan Muthi sudah menikah (prok..prok..prok..). Mereka tinggal di komplek Perumahan IPB Alam Sinarsari Dramaga. Tadi gue dan sahabat tercinta, neng-nong Adkhilni Utami main-main ke rumah barunya Azka dan Muthi. Kita berdua emang berencana buat belajar bikin souvenir dari manik-manik bareng Azka.
buatan Azka nih, cakep ye?

Dan ternyata bukan hanya kita berdua peserta "kursus-kursusannya" tapi ada Isya (sepupunya Muthi) dan seharusnya ada Ovi (sang Senior Residence Asrama yang tak kunjung datang -_______-"). Suasana kacau mulai berasa saat Azka menjelaskan cara pembuatannya dan kami bertiga tak kunjung faham. Suasana mecekam mulai merasuki saat kami mulai buntu kreasi (agak-agak didramatisir).

Akhirnya buatan kami jadi juga, ayeeey.... Alhamdulillah berasa kurang puas. Artinya nanti harus belajar dan nyobain bikin lebih banyak lagi.
karya Adhil
buatan gue

Hmmmmm... aroma jadi ibu rumah tangga semakin kuat tercium di sekitar saya. Wahai mas-mas dari negeri antah berantah (sebutanku dan adhil buat "sang calon suami"), izinkanlah aku jadi ibu rumah tangga yang baik... Ya..ya..ya... :kedipkedip:

epilog:
dan pada akhirnya aku dan adhil nyoba-nyoba buka usaha yang kami namakan GALERI UTAMI. Ayo-ayo dipilihdipilihdipilih...

A New Me...

Gue ganti alamat blog...

dari 

www.putribiru88.blogspot.com

jadi 


www.desni-utami.blogspot.com

suasana baruuuuu..... :)

Hari Acak

Pagi di Hari Acak
Hari ini dimulai dengan "perasaan yang aneh". Entahlah, gue juga ga tau kenapa...

eh bentar... sorisorisori jek... ni tulisannya rada curhat gemanaaaa getho (ababil dah gaya tulisan gw). Sori klo rada ga jelas dan agak sulit dimengerti.

Baik, lanjut... Aneh? Iya aneh... rasanya aneh aja bangun di atas kasur kamar sendiri, bersama boneka-boneka, dengan lampu yang padam dan tipi masih menyala. Bukannya emang selalu begitu ya? Tapi gue pagi ini merasa aneh. Baiklah... Mungkin gue nya yang aneh hehehe... *ketawa aneh

Lalu pagi sampe siang gue berkutat dengan kegiatan gue yang baru dan mengasyikkan (tapi bo'ong). Gue namain kegiatan itu dengan DRAFTING alias nge-draft. Kegiatannya begitu mengasyikkan. Baca-baca, ketik-ketik, edit-edit, dan cetak-cetak. Asyik kan??? (- -" )

Eits... tunggu dulu, ada catatan penting... Pagi ini gue minum jamu (rutinitas anak kost bukan sembarang anak kost) dan sarapan lontong sayur (yang seminggu ini gue rindukan *ahahaha...lebay!). Kenapa ini penting? Karena sarapan itu penting, minum jamu juga penting. Ini namanya perilaku visioner. Tubuh kita adalah aset (hohoho...). Sebenernya ini juga karena gue ga mau, ibu gue yang super cengeng (hehehe... damai bu..) menangis seharian dan mogok makan klo gue sakit. Jaga kesehatan yach cemand-cemand (meniru gaya salah satu temen gw klo nulis status, ribet gila..)

Siang di Hari Acak
Beberapa saat setelah gue melipat mukenah ba'da sholat dzuhur, hape gue kemasukan sms dari ayah (what des? kemasukan? dikira jiiiiiin...). Isinya ayah gue ngirim paket berisikan suplemen buat gue. Uhuy... sekotak pempek dikirim kilat. Malem ini nyampe. Ada yang mau???

Setelah itu gue pergi bimbingan nun jauh di Bantarjati. Pertemuan yang cuma 10 menit itu menyisakan krikrikrik di hati gue (krikrikrikrik...*mode jangkrik sawah on*).... Kepalang jauh nyampe Bantarjati, gue main-main ke LBC dulu ohohoho.... wanita-wanita ditelan zaman deh. Di LBC gue ngobrol sama dokternya, dan percakapannya random sekali.

Dokter : (sambil nyuntik) Kenapa Desni?
Gue : Hmmmm...... (meringis)

Dokter : Perih?
Gue : Berasa dijahit, Dok.... (mulai nangis)
Dokter : Ah Desni bisa aja, ga dijahit kok. Cuma diobras.... (nyengir)
Gue : huuuhuuuuuu..... (nangis guling-guling)

Sore di Hari Acak
Gue nungguin maghrib yang masih satu jam lagi. Akhirnya gue putuskan buat main-main ke BOTANI SQUARE ahahaha... Tenang, gue ga belanja belanji macem-macem. Cuma beli buku. Empat buku yang random banget. 

Buku Baruuuuuu.....
Alasan-alasan membeli buku-buku ini :
1. Ranah 3 Warna :
Ini bukunya A.Fuadi, lanjutan dari trilogi Negeri 5 Menara. Buku sebelumnya bagus, gue pengen baca lanjutannya. Dan buku ini best seller. Gue suka aja baca buku best seller.

2. Sakinah Bersamamu
ada subjudul dibawahnya "Belajar Bijak Berumah Tangga melalui Cerita". Yaaaaah... gue beli buku ini buat siap-siap aja. Kali aja gosip klo gue mau nikah tahun ini bener-bener kejadian. Who knows lah ya... Visioner chuy... visioner... ehehe..
Sekalian ikut nemenin dua orang sahabat gue yang lagi cenat-cenut menunggu hari pernikahannya (uhuuuuy...).

Tadi juga ada yang ngajak chat nanyain gue tentang kapan nikah...

Temen Gue Udah Tue (TGUT) : Des, jadi kapan nikah?
Gue : InsyaAllah secepatnya (jawaban paling standar dan paling "oke" yang gue punya)
TGUT : Bulan depan ya?
Gue : duelah.. belum, tapi aamiin deh... eh dapet info dari mana tuh?
TGUT : ngeduluin nih...
Gue : (- ______-") teu nyambung ah...

3. Semester Disaster
Buat literatur aja. Bagi gue yang "dodol" ini, buku ini menarik kalo belum dibuka plastiknya hehehe.... Gue rada ngantuk hehehe... Piss...

4. Marmut Merah Jambu
Kata temen-temen gue buku ini cocok buat orang yang stress. Dan gue adalah golongan orang stress paling kece abad ini. Jadi buku ini masuk kantong belanjaan. Lumayan, masih di bawah goban (hemat beib!).

Btw, selama gue di gramed. Gue yang biasanya nongkrong di ranah komputer atau ilmu sosial sekarang jadi lebih betah nongkrong di zona "kewanitaan". Itu lho zona yang dekat-dekat masakan, desain interior. Kenapa ya? Wah jangan-jangan bulan depan gue beneran nikah (nyengir). Bukaaaaan... karena gue lagi doyan jahit menjahit aja.

Oh iya, gue juga sempet ngambil gambar rada nyentrik. Hehehe... maaf ya, gue baru baca ada larangan ngambil foto setelah keluar dari toko bukunya (ngeles).

anak muda, bikin iri aja...

Ada buku tentang Justin Beiber! Sejenis biografi. Luar biasa ya tu bocah, masih menye-menye begono udah punya biografi. Mana lagunya ababil plus manja banget. Keren dah. Salut gue.

Waktu januari kemaren, orang-orang pada sibuk ngetwit tetang fakta baru yang mereka ketahui di 2011. Trus ada temen gue yang iseng

#faktanya gue baru tau kalo Justin Beiber itu cowok!!!
Biasalah anak cowok, sirik aja kalo ada cowok yang lebih keren dan lebih digandrungi cewek-cewek ketimbang dia hahaha...

baby..baby..baby.. oooh.... baby... baby...baby...


Malam di Hari Acak
Pulang ke kostan. Makan nasi padang sampe habis (ga bo'ong). Mengingat-ingat kata-kata pembimbing tercinta lagi. Lalu mulai membaca buku-buku yang dibeli hehehe.... (harusnya ngebenerin draftnya *nyengir).

Nonton Kick Andy tentang istri-istri yang tabah membersamai suaminya yang sakit parah. Luar biasa. Bikin gue bersyukur. Dan bikin gue semakin tegas memilih. GUE AKAN JADI IBU RUMAH TANGGA. Titik.

Trus ada berita Hosni Mubarak mundur. Akhirnya bro.... mundur juga lo...
Temen gue nge-twit. Katanya :
Ketika Nurdin Halid tahu kalau Hosni Mubarak mundur, seketika itu juga Nurdin sms Mubarak: "Cemen Lo" (@Sarkastwit)
Jam 23.45, saat gue nyaris terlelap, gue nerima telpon kalo paket gue udah di Bubulak. Batal lah tidur gue....
Dan gue menikmati sisa malam ini dengan wangi pempek yang semerbak. Indahnya duniaaaaa...... (nyengir)

Friday, February 4, 2011

Egoisme Pribadi

Pernah kehilangan seseorang yang sangat berarti? Pernah ditinggal mati? Bagaimana rasanya? Sedih? Menangis kah? Pernah terpikir kenapa kita menangis saat orang yang dekat dengan kita harus mati lebih dulu? Coba renungi, benarkah kita menangisi kepergiannya, benarkah kita menangisi "masa depannya" di alam sana, atau kita malah menangisi diri sendiri. Jangan-jangan kita malah menangisi masa depan kita tanpa kehadirannya. Kalau benar seperti itu, maka saya punya istilah sendiri untuk kondisi ini...

Emmm... pernah ngedumel saat macet? Pernah mengomeli orang yang menghentikan kendaraannya sembarangan atau orang menyetop kendaraan umum sembarangan? Tapi pernah juga berhenti sembarangan dan turun dari kendaraan umum sembarangan? Jika iya, maka saya punya nama untuk tindakan itu...

Pernah marah saat merasa sendiri? Kecewa karena di saat kita butuh, orang-orang malah tidak ada. Mengutuk mereka. Tapi pernah juga merasa bosan saat ada orang yang mengeluh di dekat kita?

Pernah merasa tidak didengar? Tapi pernah juga merasa malas mendengarkan?

Pernah merasa tidak dihargai? Tapi pernah juga merasa orang lain tidak berharga?

Pernah merasa diabaikan? Padahal sering kali mengabaikan orang lain?

Akhirnya setiap manusia memiliki dua sisi, sosial dan individual. Bagaimana menghadapi semua kenyataan ini (lebay dah bahasa gw)? Maka kita diajarkan berukhuwah. Kenapa berukhuwah? Karena ukhuwah adalah mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi*. Hingga faham egoisme pribadi menjadi sirna.

“Anas r.a berkata bahwa nabi SAW. Bersabda, “tidaklah termasuk beriman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana is mencintai dirinya sendiri.”  ( H.R Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i )

*dalam dekapan ukhuwwah Salim A. Fillah

Tuesday, February 1, 2011

Bantal Perca [Part 1]

Ceritanya panjaaaaaang... (lebay). Tapi intinya, gue disuruh baca tesis yang menurut gue bahasanya ga asik banget (namanya juga tesis, des...). Pas jam 00.00 (jam kelahiran gue nih *plak! ga penting) tadi gue mengalami kebosanan teramat sangat. Trus gue istirahat. Sayangnya gue ga ngantuk karena tadi siang gue kena sindrom "males makan, rajin tidur". Jadilah malem ini gue rajin makan dan males tidur nguohohoho...

hehehe....
Karena udah malem dan ga ada bekal makanan, maka gue yang lagi rajin makan dan males tidur ini akhirnya memutuskan untuk membuat BANTAL dari kain perca. Tapi gue ga mau bikin bantal biasa... (sing a song : bantalku bukanlah bantal biasaaaaaa... jika kamu yang memilikiiii....*pletak!). Jadi gue bikinlah bantal yang bentuknya hati dan warnanya biru hohoho....

Awalnya begini
dijahit pake tangan (ajarin gue pake mesin jahit dooooong hehe..)
Dacron buat ngisi bantal
udah mau jadi
sama si imut kuning

sama si imut pink hehehe.... *dan pose tak penting
Segitu aja des???
Weits... Santai... Tunggu dulu dong...
Ini bantalnya belum jadi, baru permbukaan doang, masih ada proses-proses selanjutnya.... karena ini udah jam setengah 3, dan gue harus baca lagi, maka pembuatan bantal perca ini dihentikan sementara.....
Baiklah "kasuuuuur, i'm comin'....." eh salah "tesisssss, i'm comin'...." (hiyeeeekh!)