Egoisme Pribadi

Pernah kehilangan seseorang yang sangat berarti? Pernah ditinggal mati? Bagaimana rasanya? Sedih? Menangis kah? Pernah terpikir kenapa kita menangis saat orang yang dekat dengan kita harus mati lebih dulu? Coba renungi, benarkah kita menangisi kepergiannya, benarkah kita menangisi "masa depannya" di alam sana, atau kita malah menangisi diri sendiri. Jangan-jangan kita malah menangisi masa depan kita tanpa kehadirannya. Kalau benar seperti itu, maka saya punya istilah sendiri untuk kondisi ini...

Emmm... pernah ngedumel saat macet? Pernah mengomeli orang yang menghentikan kendaraannya sembarangan atau orang menyetop kendaraan umum sembarangan? Tapi pernah juga berhenti sembarangan dan turun dari kendaraan umum sembarangan? Jika iya, maka saya punya nama untuk tindakan itu...

Pernah marah saat merasa sendiri? Kecewa karena di saat kita butuh, orang-orang malah tidak ada. Mengutuk mereka. Tapi pernah juga merasa bosan saat ada orang yang mengeluh di dekat kita?

Pernah merasa tidak didengar? Tapi pernah juga merasa malas mendengarkan?

Pernah merasa tidak dihargai? Tapi pernah juga merasa orang lain tidak berharga?

Pernah merasa diabaikan? Padahal sering kali mengabaikan orang lain?

Akhirnya setiap manusia memiliki dua sisi, sosial dan individual. Bagaimana menghadapi semua kenyataan ini (lebay dah bahasa gw)? Maka kita diajarkan berukhuwah. Kenapa berukhuwah? Karena ukhuwah adalah mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi*. Hingga faham egoisme pribadi menjadi sirna.

“Anas r.a berkata bahwa nabi SAW. Bersabda, “tidaklah termasuk beriman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana is mencintai dirinya sendiri.”  ( H.R Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i )

*dalam dekapan ukhuwwah Salim A. Fillah

Comments

  1. komen... (han_han)

    ReplyDelete
  2. apaan komen lo ga meaning bgt deh nif.. (- -" )

    ReplyDelete
  3. Sering saya mendengar/membaca teori tentang psikologi/kejiwaaan manusia yang mengatakan bahwa manusia punya dua sisi, ada yang bilang tiga sisi. Tetapi setelah saya renungkan manusia itu cuma punya 1 sisi. Setiap sisi yang muncul setelah dideterminasikan ternyata kembali ke satu sisi itu.

    ReplyDelete
  4. hah??? kak okta??? *syok
    sisi apa kak?

    ReplyDelete
  5. asal gak bunuh diri aja...atau minta dibunuh. itu namanya penyakit gila no.13

    ReplyDelete
  6. aria --> apasih komen ga nyambung..

    kak okta --> kedirian? kediri? jawa timur? hehe..

    ReplyDelete
  7. Pemenggalannya begini: ke-diri-an...

    ReplyDelete
  8. mantep.. berasa ditenggelamin ke dasar bumi *hihi..

    mikir2, tumben niy mbak desni ngeposting tulisan ginian,
    hehehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular posts from this blog

Tutorial Menjahit Pashmina Instan ala Nurina Amira

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Repurpose : Mengubah Kemeja dan Rok Jadi Gamis Kekinian