Menjadi "IBU"

Bagi saya, ibu adalah idola saya. Selama ini saya menjadikan ibu sebagai panutan. Semua yang ada pada diri ibu adalah pesona. Saya mengagumi ibu, ibu yang telah melahirkan saya dan ia dengan tulus membesarkan saya bersama ayah.

Ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Beliau bukan wanita karier. Sebagian orang bangga pada ibu yang bekerja di luar rumah. Mungkin karena dengan menjadi wanita karier, ibu mereka terlihat lebih cantik, modis, gaul dan elit. Tapi tidak dengan saya, saya bangga pada ibu saya yang ibu rumah tangga biasa.

Ibu selalu ada. Ya, ibu selalu ada. Beliau selalu di sisi saya, ayah atau adik-adik saat kami terbaring lemah karena sakit. Beliau selalu ada saat saya dan adik-adik butuh bimbingannya. Beliau selalu bisa menyiapkan makanan bergizi dan terbaik untuk keluarga kami. Beliau mengurus rumah dengan baik sehingga kami merasa nyaman di rumah. Sehingga saya yang berada di perantauan ini selalu punya alasan untuk merindukan ibu. Dan saya bersyukur karena sampai detik ini tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.

Dulu, ibu saya sempat bekerja di luar. Beliau adalah wanita yang cerdas serta berasal dari keluarga terpelajar. Tapi di saat kehamilannya yang pertama, saat beliau mengandung saya, ibu memilih berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Itu mungkin keputusan yang mungkin disesalkan banyak orang. Tapi tidak bagi ibu, beliau tidak pernah menyesal memilih gaya hidup menjadi “ibu rumah tangga”. Saya pun memilih bercita-cita untuk bisa menjadi seperti ibu.

Lalu apa hubungannya dengan internet?

Sejak ayah menghadiahi saya modem di tahun 2009, sejak saat itulah saya aktif berinternet ria. Saya aktif di facebook, nge-blog, nge-twit, browsing apa saja, bergabung di berbagai misilt dan lain-lain. Internet membuka cakrawala saya. Membuat saya bisa belajar banyak hal. Saya bisa belajar masak dari internet, belajar menjahit dari internet, belajar menulis yang baik di internet dan bahkan saya bisa mendapatkan ribuan literatur ilmiah untuk mendukung kehidupan saya sebagai mahasiswa. Saya sepakat dengan pendapat bahwa internet menjadikan hidup lebih mudah. Ingin punya laptop tapi tidak punya uang, tinggal browsing, banyak lomba yang menghadiahkan laptop. Ingin berdagang tapi tidak punya modal untuk membuka toko, tinggal buat blog dan jadilah toko online. Ingin belanja tapi malas keluar rumah, tinggal pilih di internet barang akan diantar ke rumah anda.

Seiring bertambahnya usia, bertambahnya pengetahuan, faktor pendidikan dan juga kemajuan zaman, mimpi saya menjadi ibu rumah tangga sempat tergoyahkan dengan keinginan mengaktualisasikan diri saya. Saya sempat berpikir nanti saya ingin berkarir di luar rumah. Akhirnya saya jadi bermimpi untuk menjadi ibu rumah tangga yang aktif dan produktif. Mimpi atau cita-cita yang seolah-olah bertabrakan. Ya, cita-cita tersebut bertabrakan tapi tidak jika ada internet. Rasanya, internet  telah membuat mimpi saya menjadi ibu rumah tangga yang produktif menjadi jauh lebih mudah. Saya bisa berkarya serta tetap berada di rumah dan tidak melewatkan momen-momen berharga bersama keluarga.  Saya juga masih bisa membagi hasil pemikiran saya dengan tulisan, saya bisa berwirausaha, saya bisa tetap produktif, saya bisa melakukan banyak hal dengan internet.

Saya rasa cukup wajar jika saya bersyukur dengan hadirnya internet. Karena internet telah meyakinkan saya untuk tetap memilih gaya hidup menjadi ibu rumah tangga. 


--------------------------------------------------------------
Tumben ye gue tulisannya bener hehehe... Iyalah orang tulisannya diikutin ke lomba dari bhinneka.com 
*nyengiiiir.... 
Doain ye semoga berhasil... :P


Setelah dinanti tenyata gagal... hehehe... alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Tahu segala yang terbaik

Comments

  1. asik kalo menang traktirrr martabakkk satu gerobakk haahha *ketawa laparrr

    ReplyDelete
  2. kurang dalem ini mah tulisannya, kebut satu jam saja... dan gw khawatir tulisan gw ini ga nyambung sama tema hehehe....
    aamiin dah klo menang, traktir mah gampang... (aromanya doang :P)

    ReplyDelete
  3. emang temanya apa dez? yah kalo aromanya doank, doanya juga doa aroma doang deh *ngarang

    ReplyDelete
  4. deuh ga ikhlas banget doanya.. :P
    temanya saya, internet dan gaya hidup. Nyambung ga? hehe

    ReplyDelete
  5. sy pngennnn bgt jd dosen

    *komen ga nyambung :p

    ReplyDelete
  6. jadi apa aja boleeeh hay, ga ada yg larang... :D

    ReplyDelete
  7. yupp,,
    Asalkan sesuai syariat dan ga bikin Allah "marah" =)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular posts from this blog

Tutorial Menjahit Pashmina Instan ala Nurina Amira

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Repurpose : Mengubah Kemeja dan Rok Jadi Gamis Kekinian