Firefly Lane

Judul postingan ini adalah judul novel yang benar-benar sedang saya usahakan untuk saya selesaikan. Novel ini "berat". Pertama karena novel ini adalah novel terjemahan dari Amerika yang sungguh berbeda latar dengan kehidupan saya yang sungguh sangat timur ini. Berkali-kali saya berkerut untuk menangkap arti kalimat-kalimatnya. Kedua, novel ini berlatarkan tahun 1970an dan waw... saya belum lahir saat itu. Membayangkan budaya Amerika saja sudah sulit apalagi harus kembali ke era 70an. Ketiga novel ini berkisah tentang dunia jurnalistik, dunia yang saya pelajari. Kalimat-kalimatnya membuat saya mengingat beberapa judul perkuliahan. Dan itu berat hehehe...


Saya membeli novel ini karena dua alasan. Pertama karena ini novel yang berpredikatkan "New York Times Bestseller". Saya selalu menyukai novel-novel berpredikat ini. Novel dengan predikat yang sama yang sebelumnya saya beli adalah Therapy, dan bagi saya novel itu membuat saya berazzam, jika ada novel New York Times Bestseller lagi saya akan membacanya. Kedua karena novel ini berkisahkan tentang persahabatan.

Aiiiih... saya sampai lupa sudah berapa lama tidak menulis blog ini, hingga belum mengupdate berita bahwa sahabat saya Adkhilni Utami sudah menikah dengan sahabat saya yang lainnya, Kiki Ahmad Zakiyudin. Nantilah saya ceritakan... Banyak cerita seru di nikahannya si Enong...

Mereka adalah Tully dan Kate. Tully adalah gadis pintar, cantik, modis, selalu bersemangat dan berada di kalangan atas kelas sosial di sekolahnya. Kate adalah gadis pemalu, Katolik yang taat, kutu buku, cerdas, berkacamata aneh, dan berada di kelas sosial terendah di sekolahnya. Mereka bertetangga. Tully dibesarkan oleh kakek dan neneknya, ia ditelantarkan oleh ibunya yang tidak tahu siapa ayahnya. Ibu Tully adalah seorang pecundang, tukang main laki-laki, pemabuk dan pecandu narkoba. Sedangkan Kate terlahir dari keluarga sempurna, penuh kasih sayang. Karena sesuatu hal akhirnya mereka bersahabat dan karena sesuatu hal pula mereka tinggal satu rumah (baca aja dah.. ni novel tebel bener).

Saya sungguh mengidolakan tokoh Kate. Dengan latar keluarga baik-baik, ia pun menjadi tokoh yang sungguh baik. Ia menjaga perasaan orang-orang di sekitarnya. Ia memperhatikan orang-orang di sekelilingnya. Ia bahkan menghapus cita-citanya dan menggalah demi sahabat terbaiknya. Mengikuti keinginan Tully untuk menjadi seorang reporter.

Kate bukan petualang cinta seperti Tully. Ia jatuh cinta pada seseorang, John Ryan (Johnny). Sayangnya Johnny menyukai Tully seseorang yang dia anggap memiliki passion. Kate merasa Johnny tidak pernah menyadari keberadaannya, bahkan Johnny tidak pernah menatapnya. Cinta Kate tidak berbalas, begitu juga cinta Johnny. Tully hanya bersenang-senang dengan Johnny dan itu menghancurkan perasaan Johnny.

Sesuatu terjadi, Kate hamil oleh Johnny, Johnny menikahinya. Kate ragu. Meski Johnny menyakinkan Kate bahwa dia mencintai Kate. Namun Kate merasa dirinya hanyalah pelampiasan. Dia hanyalah cadangan karena tidak berhasil mendapatkan Tully. Pernikahan itu hanyalah bentuk tanggung jawab seorang Johnny. Dan di hari pernikahan yang "berbahagia" itu, Kate menangkap mata Johnny yang seperti biasa, sedang menatap Tully (kasian bangeeeeeeeeet.....). Kate tidak pernah menyerah, tidak pernah menunjukkan kesedihan.

Baca aja dah....  Ini aja masih belum selesai. Soalnya mau nyelesain kuliah dulu hahaha...
Oke deh... Setelah nulis ini saya jadi merasa "kok gue bacaannya begini banget ya.." Yaudah deh, lain kali saya tulis tentang buku "Tegar di Jalan Dakwah" heuheu....

Eh btw, jangan sering-sering baca novel roman deh... Soalnya kita ga bisa naif, hidup itu ga kayak novel roman. Terlalu banyak noise yang bikin cerita hidup kita pasti beda sama cerita-cerita di novel roman. Tapi sebaiknya tetap percaya tentang SETIAP CERITA PASTI BISA BERAKHIR BAHAGIA. Jengjeeeeeeng......

Comments

Popular Posts