Saya Ingin Jadi Juragan Angkot “Kampus Dalam”

Kampus saya, IPB berada jauh di pelosok kota Bogor. Sekitar 60 menit dari terminal Baranangsiang atau dari Pool Bus Damri dan harus naik angkot dua kali. Bayangkan. Dua kali sodara-sodara. Enam puluh menit!!!

Dan sebagai mahasiswa rantau yang baik, saya haruslah bersabar hidup diperantauan tanpa kendaraan (kecuali sepeda mini tanpa gigi berwarna biru kesayangan). Sungguh angkot yang jumlahnya super buanyak adalah satu-satunya pilihan bagi saya yang tidak punya sopir atau tukang ojek pribadi di kota ini (ambigu banget kalimatnya). Dan angkot sering kali membuat saya gundah, galau, labil, cenat-cenut (istilah yang sedang ramai dibicarakan di dunia anak muda tahun 2011an). Ada yang ngetem hampir setengah jam, ada yang supirnya ngibul, ada yang suka muter musik kenceng-kenceng, ada-adaaaaaaaaaaaa ajaaaah... 

Kadang ulah angkot ini membuat saya berpikir bagaimana jika saya JADI JURAGAN ANGKOT saja. 

Saya ingin jadi juragan angkot jurusan kampus dalam. Angkot kampus dalam melewati hampir seluruh wilayah kost-kostan mahasiswa IPB.  Sehingga angkot  ini hampir selalu setia mengangkut mahasiswa IPB keluar dari “goanya”.  Goa terpencil. Ingat sodara-sodara, terpenciiiiiiiil.... Sungguh moda transportasi yang sangat berjasa. 

Saya ingin jadi juragan angkot tapi tidak perlu menambah jumlah angkot yang ada. Saya malah berencana akan mempersedikit jumlah angkot yang ada. Saya akan membeli angkot-angkot yang sudah beredar. Para sopir akan diberi gaji tetap dan gaji tambahan berupa bagi hasil dari penghasilan ngangkotnya (bentuk ngayal yang pake pertimbangan semau gue). 

Saya ingin jadi juragan angkot yang punya manajemen yang keren (ini ngayalnya keterlaluan).  Saya akan menerapkan beberapa peraturan kepada supir angkot. Pelanggaran pada peraturan ini akan menyebabkan skorsing yang berarti pengurangan gaji tambahan.  Berikut adalah peraturan yang akan saya buat :

1.       Dilarang merokok
Jelas ye ini udah jadi hal pokok.

2.       Angkot harus dibersihkan sebanyak minimal 2 kali sehari
Yoi dong ya, klo kata ustadz-ustadz katanya rasulullah bersabda kebersihan itu sebagian dari iman.

3.       Angkot harus berhenti mengangkut penumpang 10 menit sebelum adzan berkumandang. Para supir angkot laki-laki harus sholat di masjid atau musholla terdekat
Biarin deh, rezeki pas lagi sholat mah ga akan kemana. Masa kita ngejalanin perintahNya tapi dipersulit rezekinya. Yang ga sholat aja ada rezekinya, masa yang sholat tepat waktu ga kebagian rezeki. Ya ga chuy?

4.       Dilarang NGETEM
Saya adalah orang yang tidak menganut paham ngetemisme sehingga supir-supir angkot yang berada di bawah naungan saya (tsaaaaaaaah... mantap!) harus bisa mengikuti paham saya. No ngetemisme.
Ngetem adalah kezholiman, kecuali sudah ada kesepakatan dengan para penumpang. Penumpang harus ditanyain satu-satu “Teh, Kang boleh ga ngetem?”. Ngetem juga ada batas waktunya dan juga harus disepakati dengan para penumpang, sehingga nanyanya jadi begini “Teh, Kang boleh ga ngetem selama lima menit? klo ga boleh saya ga akan ngetem deh...”

Menurut pandangan saya (yang tanpa bukti dan belum ilmiah ini) mungkin angkot yang ngetem dan yang tetap jalan jika kita bandingkan antara bensin yang dihabiskan dan pendapatannya, maka hasilnya akan sama saja. Malah bisa jadi yang ga ngetem dapat rezeki lebih banyak.  Dan bisa jadi yang ga ngetem akan lebih bahagia karena tidak dikutuk sama penumpangnya. Lagi pula ngetem hanya membuat polusi bertumpuk pada satu titik contohnya di daerah lampu merah bubulak. Saya rasa nyamuk normal ga akan mau terbang di daerah sana.

5.       Dilarang menyalakan musik kencang-kencang
Jika ingin menyelakan musik, maka akan kita putarkan musik orkestra (???), musik klasik, lagu-lagu pop yang slow bukan dangdut dan bukan underground.

6.       Dilarang melakukan praktek penipuan dalam bentuk apapun
Jadi angkot-angkot kampus dalam, ciampea, ciherang, cibeureum, jasinga, dkk biasanya melakukan praktek-praktek penipuan yang menzholimi penumpang, misalnya nih...

-          Penumpang palsu
Penumpang palsu ini biasanya penampilannya ga beda-beda banget sama sang supir. Kulit gelap, baju ala alay, dan ga bawa apa-apa. Penumpang angkot sejati biasanya ada aja yang dibawa entah tas atau kresek. Penumpang juga terlihat akrab dengan supir.
Apa fungsi penumpang palsu? Penumpang palsu ini untuk mengelabuhi penumpang asli agar penumpang asli mau naik angkot dengan asumsi angkot sudah terisi  sehingga angkot tidak terlalu lama ngetemnya.

-          Dua lagi... dua lagi...
Biasanya ini menjadi slogan untuk menarik penumpang. Sayangnya ini hanya “manis di bibir” (saya pinjem istilah seseorang). Misalnya jumlah penduduk di angkot sudah tiga orang, lalu sang supir bilang “dua lagi... dua lagi...”.
“Dua lagi.... dua lagi...” (before)

Naiklah seorang mahasiwa. Jumah penduduk angkot jadi empat. Tapi sang supir tetap berteriak “dua lagi... dua lagi...”.

“Dua lagi... dua lagi...” ( -_______-??? )

Hadeeeh.. Ini kan pembodohan. Harusnya sang supir merubah teriakan cemprengnya menjadi “satu lagi... satu lagi...”

-          Nyodok
Saya sebenernya ga suka istilah ini. Istilah ini membuat saya membayangkan bebek atau angsa. NYODOK. Angsa banget kan? (abaikan)
Ini istilah yang digunakan para supir untuk menjelaskan bahwa angkot ini ga akan ngetem. Tapi buuu... teteup aja ngetemnya lama. Dasar pembohong! (emosi jiwa)

-          Maju mundurin angkot
Ada calon penumpang, keliatan udah deket, sang supir langsung sedikit memajukan angkotnya, biar kelihatan seperti mau “jalan”. Lalu sang calon penumpang panik, mulai lari-lari kecil naik ke angkot. Penumpang udah di dalem angkot. Eeeeh... angkotnya mundur lagi. Begitu seterusnya. Sampe penumpang yang naik paling awal rasanya mual-mual karena digundang-guncang di dalem angkot.

Jangan nipu lah ya... Namanya mau cari rezeki yang baik, ya harus diambil dari cara yang baik. Jangan sampai ada pihak yang merasa dibohongi, dizholimi, disakiti. Mungkin kebahagian mendapatkan banyak penumpang gara-gara “nipu” hanyalah kebahagian semu. Bisa jadi hidupnya tidak jadi bahagia karena banyak yang tidak suka, banyak yang mengutuk dalam hatinya. Sungguh, kebahagiaan yang diraih dengan mengorbankan orang lain tidak akan jadi kebahagiaan sejati. Bisa jadi kenapa supir angkot yang ngangkot dengan cara ngibul ini ga kaya-kaya karen caranya ga berkah. Wallahu’alam.

Sebenarnya saya juga ga sungguh-sungguh amat nulis ini. Ini hanya sejenis ngayal atau curhat masalah perangkotan di Bogor. Karena saya sayang kota ini. Seperti saya mencintai Palembang dan Yogyakarta.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Jika ada perbedaan pendapat, semoga tidak terjadi peperangan, perang senjata maupun perang dingin apalagi perang bantal (-_____-). Saya Desni Utami, C.SKPm, melaporkan dari Dramaga, Bogor.

*endingnya ga jelas

Ada tambahan lagi, dilarang kebut-kebutan, harus punya sim, dan dilarang berhenti sembarangan (tapi bukan angkot ya klo ga berhenti sembarangan hadeeeeh...)

Comments

  1. haha..statusnya jadi tulisan dimari toh..
    saya aminkan deh... n_n

    ReplyDelete
  2. C.SKpm itu gelar baru ya mbak... hehe

    ReplyDelete
  3. ihsan, saya klo nulis status pasti ada sebabnya, biar statusnya aneh juga pasti ada alasannya... n_n

    ReplyDelete
  4. kapan huruf C-nya ilang SKPM? :LOL
    btw,emg ada hadits kebersihan sebagian dr iman?
    :)

    ReplyDelete
  5. eri yang bukan ery : kapan aja boleh
    haditsnya lemah makanya saya tulis kata ustadz rasulullah berkata, soalnya ustadz2 suka bilang begitu...

    ReplyDelete
  6. angkot di padang pada suka hias bagian luar dan dalam angkot, kak.
    di angkot berasa kayak di kamar gt, ada karpet, ada boneka2, hiasan2, wangi
    klu gt gmn, kak??
    hehe..
    (postingannya udah lm, ngoment br skrg..)

    ReplyDelete
  7. asal ga merugikan penumpang dan bikin makin nyaman mah ok ok aja... :)

    ReplyDelete
  8. Sekedar info..
    Kalau ada yang berminat untuk memulai usaha jadi juragan angkot, krn saya ada 4 buah angkot yang akan saya tawarkan trayekny 16 C Bekasi timur (tambun-griya asri) yang masing2 tahun kendaraanny 2002,2003,2004 dan 2005. Hubungi 085215167567

    ReplyDelete
  9. Sekedar info..
    Kalau ada yang berminat untuk memulai usaha jadi juragan angkot, krn saya ada 4 buah angkot yang akan saya tawarkan trayekny 16 C Bekasi timur (tambun-griya asri) yang masing2 tahun kendaraanny 2002,2003,2004 dan 2005. Hubungi 085215167567

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular Posts