Monday, June 27, 2011

Ga tau ini apaan

taro di pintu, lumayan buat ngusir nyamuk

Wortel Jeruk

Jadi, saya ini suka sekali minum jus buah. Jus buah yang paling saya suka sejak dulu adalah jus sirsak. Saya suka buah ini karena rasanya unik dan yang paling penting adalah karena sirsak buah yang tidak mudah untuk ditemui. Lha kho??? Karena saya suka hal-hal yang membuat penasaran, ihiiiy...

Waktu berganti hingga saat akhir masa SMP saya harus menderita miopi. Rabun jauh. Saya terpaksa memakai kacamata saat kelas 1 SMA. Hingga sekarang kacamata bagi saya adalah kebutuhan. Menurut saya, kacamata ini menutupi mata indah saya hingga saya berusaha sekali agar saya tidak perlu menggunakan kacamata setiap saat (walau bagi seseorang dari negeri antah berantah saya lebih cocok berkacamata). Salah satu usaha saya adalah mengkonsumsi wortel. Baik direbus, dicampur sop, dijus atau bahkan dimakan mentah-mentah hehehe...

Awalnya saya tidak suka wortel. Walau saya belum pernah mengkonsumsi rumput, tapi saya rasa jus wortel rasanya mirip rasa rumput. Ngasal banget kan? Emang... sudah biasa itu.

Di IPB hobi makan wortel makin menjadi-jadi. Karena disini mudah sekali ditemui para penjual jus. Di sini jus wortel dijual hanya EMPAT RIBU RUPIAH sodara-sodara... Beda sama di Jekarda (Jakarta) yang segelas jus bisa dua kali lipat dari harga jus di Bogor.

Saya lupa siapa yang menemani saya beli jus wortel siang hari terik itu, tapi komentarnya mengubah pandangan saya tentang jus wortel. Saya yang sudah mulai bisa menikmati "rasa rumput" dari wortel, siang itu memesan jus wortel seperti biasa. Teman saya ini sepertinya kaget dan takjub. Lalu dia berkomentar

Teman : Des, kamu ga apa-apa minum jus wortel doang? Ga pait gitu? Emangnya enak?
Saya : Ya ga apa-apa, udah biasa. Lumayan manislah, kan dikasih gula...
Teman : Kenapa ga dicampur jeruk aja, mungkin enak... aku aja pesen jus tomat dicampur jeruk...
Saya : ooooo... Enak ya? mahal ga? *mahasiswi pelit
Teman : enak tauuuuu... paling nambah gopek....

Lalu saya merubah pesanan, jus wortel jeruk. Dan ternyata enaaaaaak.... Seuweger... Sampai sekarang jus favorit saya adalah jus wortel jeruk.

Saya, jaket pinjeman dan jus wortel jeruk
Pentingkah? Engga... biasa ini mah klo di blog saya... :p

Friday, June 24, 2011

Moments at Tami - Kiki's Wedding

 Adhil, Kiki harus berterimakasih pada Adrian dan Kindi yang menyelamatkan foto ini dari "keraksaaan" seorang Bayu

 Panitia Ikhwan, Pengantin dan Wak Eri

Kasihan gue liat tangannya Kiki. Itu  ikhwan-ikhwan nariknya sepenuh hati banget -______-"



Kita lupa buat ngusir Kiki dari panggung :p

 Pengantin dan Panitia Akhwat

Dialog gue dan Rizka pas mau foto 
Gue : Riz, ayo pegang tanganku, pura-pura mau narik
Rizka : Ga mau ah, aku mau ngeliat kamera aja sambil senyum...
Gue : ____________________ (speechless)

Rizka beneran cuma ngeliat kamera sambil senyum-senyum....




Pose Formal 43
Komentar buat foto ini, 
1. Hasan sama Husein jangan deket-deket sih...
2. Kepala Pandu nutupin Asih
3. Tumben Ery ga merem



Pose Kacau 43


 Gue ga ngerti kenapa di foto ini tangan gue begitu



Ini adegan sebelum HP gue jatoh. Becandaan bareng Nek Rizka :P




 Suka banget foto ini 
(pas foto ini diambil, gue nangis dong hehehe....)



 Cieeeee... yang udah punya buku nikah
(Adhil setelah dapet buku nikah, langsung dibongkar-bongkar bukunya, trus komen "yah, begini doang isinya..." tengil banget)



First Touch, Seuseurian deh...

Tami - Kiki Episode 3

Nah akhirnya gue harus ngedesain undangan ketiga. Undangan ini di desainnya di rumah Adhil yang di Serang.

Jadi awalnya kita berdua cuma berencana ke Bekasi. Buat nemuin perancang bajunya Adhil plus ngeliat desain tenda. Tapi ternyata kata ibunya Adhil, perancangnya lagi ga ada. Jadilah kami dengan TIBA-TIBA memutuskan agar kami berdua pergi ke Serang aja buat nyelesain desain undangan. Bolak balik bus. Kelaperan di bus sampe harus makan jajanan "duarebuan" sudah kami rasakan bersama (apalaaaah....).

Yang paling ga asik dari nginep adalah gue ga siap dan gue ga bawa apa-apa. Sibuklah akhirnya berbelanja di Indomaret Serang. (ini bagian ga penting)

Sesampai di rumah Adhil, kepala gue yang nyut-nyutan diminta untuk segera menyelesaikan desain. Desain undangan yang dikerjain ba'da sholat ashar selesai sebelum adzan maghrib. Alhamdulillah.Kami sempat ngabisin banyak kertas buat nyoba-nyoba nyetak undangannya. Rencananya sih habis isya mau dibawa ke percetakan. Ternyata pas kita udah di mobil, pemilik percetakan sedang ada di luar kota. Indahnya duniaaaaaa.... heuheu....

Pagi-pagi sekali, gue dan Adhil udah siap-siap buat ke percetakan bareng ibu skalian langsung caw ke Bekasi. Pagi itu kita ga sempet ketemu pemilik percetakan. Karena takut kemaleman sampe di Bogor, maka kami berdua buru-buru ke Bekasi. Siangnya saat kami sudah di Bekasi, ibu akhirnya bisa ketemuan sama pemilik percetakan. Alhamdulillah...

 Bagian depan

 Bagian belakang

 
Bagian dalam

Undangan inilah yang kemudian dicetak dan dibagi-bagikan. Gara-gara undangan ini gue akhirnya ngasih tau Kiki kalo Adhil suka warna coklat. Dan ternyata ngasih tau kiki yang "polos" tentang warna kesukaan Adhil berefek lucu.

Suatu hari ada adek kelas yang jualan bunga krisan ke Kiki. 
Adek kelas : kak, beli bunganya dong.... buat mba Adhil, mba Adhil suka warna apa?
Kiki  : Hmmm.... klo gitu ada bunga yang warnanya coklat?
Adhil : ........................ (- -" ) 

Ada sih Ki bunga krisan warna coklat, tapi bunganya udah jadi bangke... ^^v

Tentang Seseorang

Bismillah

Dan untuk menuliskan ini, saya perlu mendengarkan lagu-lagu sedih.... (ga nyambung)

Saya merasa sedikit lebih beruntung karena saya bukan tipe yang bisa menceritakan  perasaan saya kepada orang lain. Gamang ini, galau ini, senang ini, sedih itu.... Hati saya adalah satu-satunya private zone yang saya punya. Dan beruntungnya saya yang mempunyai sahabat yang tidak suka mengutak-atik hati saya.

Bagi saya, menceritakan hati saya pada orang lain adalah kesulitan dan tabu. Saya hanyalah perempuan. Saya khawatir yang saya ceritakan hanyalah bentuk “kegeeran” semata. Hingga saya agak takut bercerita pada orang lain. Saya hanya berani bercerita dalam tulisan yang selalu saya beri judul “unpublish” (yang filenya sudah bisa dijadikan buku) atau dalam cerita-cerita panjang pada-Nya.

Dan bercerita tentang “dia yang belum mau saya sebutkan namanya” apalagi tentang detail dirinya dalam blog ini rasanya terlalu berani. Sedangkan saya bukanlah tipikal orang yang “terlalu berani” itu.

Saya mungkin wanita kolot yang selalu merasa PERLU MENDENGAR untuk mengetahui. Saya tidak berani berasumsi tentang perasaan seseorang terhadap saya. Terutama perasaan laki-laki yang secara struktur otak berbeda dengan saya, wanita. Saya tidak berani berkata “dia mungkin menyukai saya” hanya karena dia baik. Saya perlu mendengar langsung. Jika tidak, saya tidak berani berasumsi, merasa-rasa, apalagi berharap.

Saya juga bukan orang yang berani merasa-rasa hanya karena misalnya sang teman ini rajin menanyakan, dimana saya, sedang apa, atau pertanyaan dan pernyataan tidak penting lainnya. Saya akan berpikir sederhana, "tentu saja dia menanyakan ini pada banyak orang". Dan untuk ekspresi datar saya yang satu ini, saya sering dianggap wanita yang terlalu logis dan tidak berperasaan (heuheu...).

Beberapa teman pria memang begitu dekat, begitu baik, begitu perhatian, bahkan ada yang mau melakukan apa saja jika saya pinta. Tapi saya tidak berani mengambil kesimpulan “dia suka saya” jika dia tidak berkata apa-apa. Saya pun lagi-lagi merasa beruntung karena kebanyakan teman pria bukanlah tipe laki-laki yang mudah berkata suka. Hingga saya tak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana saya harus menjaga hati mereka (eh buset gue pede amat yak). Saya pun berusaha sekuat tenaga agar tidak mengambil kesempatan dari kebaikan mereka. Karena apapun respon “baik” saya, bisa jadi akan diartikan berbeda. Dan saya bukanlah orang yang berani dan tega menebar-nebar harapan.

Saya merasa agak takjub dengan fenomena wanita yang menceritakan detail tentang seseorang yang dia suka dan dia “anggap” menyukainya juga di media yang bisa diakses banyak orang seperti blog, facebook, twitter atau jejaring lainnya. Salut untuk keberaniannya. Walau rasanya konyol jika orang yang diceritakan membaca tulisan itu. Lebih konyol lagi jika orang itu tidak merasa seperti yang dituliskan.

Aaaah.. dalam kisah hidup saya sendiri, saya mungkin wanita kolot yang selalu merasa PERLU MENDENGAR untuk mengetahui. Tapi saya merasa tidak perlu bertanya pada dia, tak perlu mendengar darinya, seseorang asing (yang sebenarnya tidak asing) dari negeri antah berantah, tentang perasaannya pada saya. Karena kami berbeda. Karena memang bertanya tentang "Apakah kamu mencintai saya?" adalah pertanyaan yang tidak cukup penting bagi kami yang telah lama saling mengenal, enam tahun lebih rasanya. Tidak cukup penting bagi kami yang telah mengerti hukum-hukum agama tentang hal ini, perasaan manusiawi ini. Cukuplah saya mengerti niat baiknya saat lamaran itu tiba, saat orang tuanya meminta saya menjadi......... “perawat pribadi anaknya”. Dan dengan malu-malu dia berkata "Saya ingin menikah denganmu, maukah kamu menikah denganku?".

Hingga kini, saya tetap tidak bisa bercerita tentang siapa dia, bagaimana dia, bagaimana saya terhadap dia, bagaimana rasa-rasa yang ada... Bukan karena takut berasumsi. Bukan. Tapi biarlah semua menjadi misteri. Hingga nanti. Saat undangannya jadi. Saya berjanji akan menyebutkan namanya disini, di blog ini. (aamiin)

Tuesday, June 14, 2011

Alhamdulillah ada internet

Internet emang banyak gunanya. Jaman gue dulu ga ada facebook apalagi twitter. Baru ada friendster. Itu pun masih jarang ada orang yang ngakses internet kayak sekarang. Dulu mah warnet masih sedikit, belum ada BB, masih jarang deh orang yang pake handphone buat akses internet. Dulu chat masih pake MIRC (oh nooooo....), belum tenar tuh YM, apalagi skype.

Emang sih internet itu juga banyak jeleknya. Tapi ya pake prinsip pisau aja. Pisau itu tergantung yang pake klo orang jahat ya pisau dipake buat ngerampok, ngebunuh (eh udah pada nonton SCREAM 4 belom? gue udah dooong hahaha... ). Nah klo pisaunya ditangan orang baik ya dipakenya buat yang baik-baik. Buat masak, buat bikin pahatan, buat manggang terasi (gue manggang terasi pake pisau - -").

Dulu gue merasa bingung waktu keterima di IPB. Mungkin klo orang Jabodetabek ga perlu bingung kali ya. Soalnya kalo mau cari info ya tinggal datengin aja kampusnya. Deket ini. Lha gue? Gue kan nun jauh di Palembang sana. Masa kudu bolak balik Palembang-Bogor. Oh tidak bisa.. (mode *sule* on)

Nah sekarang orang-orang yang jauh dari Bogor ga perlu bingung. Klo ada apa-apa tinggal konek ke internet trus googling, nemu deh... Kalo kata gue nih, apa sih yang bisa lolos dari google (lebay sangat), ibaratnya lo mau tau tentang sejarah kenapa kotoran hidung disebut UPIL, lo bisa cari tuh di google.

Nah ini di facebook ada fan page (halaman penggemar) MPKMB 48. Coba klik disini. Atau klo lo aktif di twitter-land lo bisa follow @sahabat48. Disana lo bisa nemu calon mahasiswa IPB angkatan 48 yang udah mulai kenal-kenalan. Ada yang ngasih tau jurusannya entar, ada yang minta di add FBnya, mungkin ada juga yang udah saling message. Yah bagus kan?

Pokoknya sekarang mah tinggal googling. Alhamdulillah ya ada internet.... ^^

Sunday, June 5, 2011

Tami Kiki Episode 2

Kita lanjutin cerita dari postingan sebelumnya.

Jadi sampe desain pertama jadi, si Nong belum deg-degan sama sekali. Cenat-cenut. Sebagai temen gue cemas dong ya.... Gue takut Nong malah naksir gue karena semua faktor kekerenan gue bukannya kiki (jedotin kepala ke bantal). Beberapa kali berguman di hati, "Ya Allah buatlah Nong cenat cenut klo mikirin nikahannya..."

Dan akhirnya gumanan ini terjawab. Suatu malam saat gue udah siap buat tidur. Lampu kamar udah gue padamkan, dan gue udah mulai masuk ke selimut, tiba-tiba ada sms masuk. Lupa gimana redaksinya. Tapi kira-kira begini...

"Rasanya menyenangkan ya, mengetahui di belahan bumi Allah lainnya, ada seorang pria yang menginginkanmu menjadi pendamping hidupnya.... :P"

Seketika gue merekah. Dan langsung berkata "ihiiiiy...." hahaha... serius, gue spontan ngomong "subhanallah... ihiiiy..."

Ini adalah desain kedua yang gue buat... Kartu undangan mini. Let's see...
 depan

dibanding tangan eike bo..

belakang

ada stiker logo tami-kiki

dalem

isi

ada sekitar 4 lembar isi

Desain ini cantik sebenernya. Imut. Sayangnya ga jadi dipake karena agak ribet nyetaknya. Dan klo ribet nyetak berarti ribet dengan biaya juga. Sehingga desain ini jadi simpenan kami berdua.

Tami Kiki Episode 1

Rasanya pernikahan Adkhilni Utami (nong) alias Tami ga bisa gue ceritain dalam sekali post. Jadi gue coba inget-inget semua prosesnya.

Gue lupa tepatnya tanggal berapa ya waktu si nong ngasih tau gue kalo tanggal 6 Maret gue mau diajak ke Serang, Banten. Gue diundang ke acara khitbahnya. Dan saat dateng ke sana, gue blank sama sekali tentang siapa calonnya.

Khitbahnya sekitar jam 10 dan gue sampe jam 10 kurang 10 menit masih belum tau dong siapa orangnya. Gondok juga sih pas tau, gue berasa dikerjain. Soalnya beberapa hari sebelum tanggal 6 Maret itu gue sempet izin libur ke temen-temen crew martabak. Dan gue bilang "izin ya bro, gue mau ke suatu tempat selama dua hari..."

Asem bangetnya, ternyata orang yang mau mengkhitbah sahabat gue adalah orang yang ngasih gue izin buat pergi "ke suatu tempat". Yup dia adalah sang direktur martabak mini rindu ummi, Kiki Ahmad Zakiyudin alias pak udin kiki. Ya Alloh.. pengen gue jitak deh... Dia emang sengaja ga ngasih tau gue karena dia pikir gue ember. Oh plis deh ki.... - -"

Tau ga sih, rasanya bahagia banget kalo tau orang yang lo sayang, sahabat lo dapetin orang baik-baik yang juga sahabat lo. Dan bagi gue, Pak Udin Kiki sang ahlul-quran emang pantes banget buat dapetin Nong Adhil yang sholeha...Pernikahan yang dilakasanakan tanggal 1 Mei 2011 ini kami namakan dengan Hajatan Mei Ceria (HMC). Dan dipilihlah Bayu sang ketua BEM TPB 43 untuk jadi ketua HMC. Gue kebayang nikahannya pake orasi segala dari Bayu - -"

Akhirnya gue sebagai orang yang suka sama dunia corel, photoshop dan autocad didaulat oleh Nong Adhil buat mendesain kartu undangan mereka. Gue sampe bikin tiga desain. TIGA sodara-sodara.

Inilah desain pertama.....

tampak depan (jari gue ga cantik banget dah - -" )

Bagian Dalam

bagian belakang
useful undangan

Awalnya mau bikin kartu undangan yang useful gitu deh. Biar ga sia-sia, biar ada manfaat jangka panjang gitu. Jadi gue coba bikin desain undangan yang bisa jadi frame foto. Sayangnya kata sang ketua panitia HMC, "kayaknya udangan emang ada buat dibuang deh des...." oooh yasudahlah... mari kita lupakan frame foto ini.

Tanggal 14 Maret desain pertama ini jadi dan gue tunjukin ke ibu Elsi (ibunya Nong Adhil). Desain ini gagal karena ibu ga suka desain kertasnya. Desain kertas yang gue dan Nong Adhil anggap sebagai desain simple klasik ini ternyata di mata ibu jadi mirip KERTAS KARATAN. Huhuhu... mewek deh kite hehehe....


Sekian dulu cerita Tami-Kiki episode 1nya... Have a nice life everybadeeeeh.....
 

Saturday, June 4, 2011

Beda-Beda

Lihat foto ini, hati-hati jaga pandangan :P
Awalnya di wajah mau saya tulis  "Wajah mirip Kate Middleton". Trus di bawah foto mau ditulis "Warning! Udah ada yang khitbah" (ini jelas-jelas ngawur abis :p)

Ini saya, perhatikan tulisannya. Dengan kostum seperti itu saya pernah dibilang "berpakaian tapi telanjang". Eh buset dah... (ups! masyaAllah). Tega banget dah.. Hikshiks... Saya dulu bertanya kenapa, lalu dia bilang karena saya ga pake GAMIS. Ya Alloh.. gitu banget dah...

Saya jadi mikir, saya ga mau ah ikut kelompok ini. Saya kan jelas ada dalilnya kenapa saya berpakaian seperti ini.

Lalu saya juga pernah dibilang KAFIR sama seseorang. Tau kenapa? Karena saya ga ikut "kelompoknya". Nah itu, saya ga ikut kelompoknya lalu saya dibilang kafir. Oh my God.. Padahal saya bersyahadat. Saya percaya Allah SWT adalah Tuhan satu-satunya. Saya percaya Rasulullah Muhammad SAW adalah rasul dan nabi terakhir. Saya sholat lima waktu, insyaAllah saya usahakan di awal waktu. Saya berpuasa di bulan ramadhan. Saya juga berusaha berzakat. Serta saya meniatkan naik haji suatu saat nanti. Cuma karena ga ikut kelompoknya saya langsung dicap kafir. Bahkan dianggap najis. Bekas duduk saya di dalam rumahnya dicuci seperti membersihkan bekas anjing. MasyaAllah....

Saya juga mikir, ogah ah ikutan kelompok ini. Wong saya sholat, ayah ibu saya beriman, masa dibilang kafir.

Beberapa hari yang lalu saya juga menemukan twit aneh. Katanya begini
"tak kan mungkin kau temukan wanita sholeha di diskotik atau di kafe2 atau dimall. langkah mereka selalu terjaga"

Deuh saya merasa ngenes... Okelah saya sepakat untuk poin diskotik. Tapi kafe dan mall? Saya sering lho ke mall (baca mol). Saya ke mall karena di dalam mall ada toko buku. Karena disana ada resto tempat saya makan-makan. Saya juga lumayan sering ke kafe. Seinget saya Daniel dan Bayu, teman saya yang sholeh dan terpelajar itu punya kafe (walau sekarang udah RIP).

Aaah saya jadi sedih ingat tiga kasus ini. Saya rasa kasus-kasus ini adalah kasus-kasus kurang referensi. Serius.

Klo kata Dodo (temen SMA saya) orang yang referensinya sedikit itu seperti katak dalam tempurung, ga open minded banget....

Kalimat itu terdengar seperti kesal ya. Padahal itu mah kalimat biasa yang kami berdua ucapkan sambil ketawa-ketawa.

Bener deh. Kita emang perlu memperbanyak referensi. Memperluas pengetahuan. Agar tidak asal ngejudge. Asal menyalahkan orang lain.

Saya pernah lho asal ngejudge. Dan saya merasa berdosa sekali. Dulu saya pernah melihat seorang wanita bercadar. Dia berpakaian tertutup dan gelap tapi dia tidak berkaos kaki. Saya kira dia ga tau dalilnya klo kaki itu termasuk yang ditutup. Beberapa bulan yang lalu saat saya mendapat referensi dari seorang ustadz bahwa ada lho salah satu mazhab yang mengangap kaki bukan aurat yang harus ditutup. Wow... Saya merasa bersalah. Sedih saya kenapa saya ga bertanya sama orangnya tentang kenapa dia bertindak demikian.

Setelah mendapat referensi itu saya jadi memahami sedikit hakikat toleransi. Mungkin kita memang harus memperbanyak referensi tentang "mengapa orang lain bertindak demikian". Agak kita tak bertindak dan berpikir negatif. Wallahu'alam...

Hidup dengan hati tanpa cela. Smileeee.....

MPKMB - Ospeknya IPB

Saya sempat googling tentang calon mahasiswa baru IPB angkatan 2011 (angkatan 48), beberapa yang sudah diterima dan sudah mulai galau tentang kampus. Galau tentang gimana ospeknya, galau gimana kuliahnya. Saya ingin membantu rasanya untuk sedikit mengurangi jumlah makhluk galau di muka bumi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kampus kami, Institut Pertanian Bogor (IPB) punya nama spesial untuk ospek. Namanya Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) agak ribet ya bacanya "empekaembe". Tapi rasanya penamaan MPKMB menjadikan ospek di IPB berbeda dari ospek kebanyakan. Karena kata ospek identik dengan plonco-ploncoan. Hal-hal yang berkaitan dengan ngerjain adek kelas dengan cara yang tidak logis, marah-marah tidak jelas, tebar-tebar pesona kakak kelas tidak akan kalian temui di MPKMB IPB.

Panitia MPKMB berjuang keras merumuskan ospek se-logis, se-terpelajar, se-manusiawi, se-cerdas, dan se-menarik mungkin untuk para mahasiswa baru. Selama liburan dua bulan, panitia MPKMB (yang notabenenya anak-anak rantau) rela tidak pulang ke rumah. Tahun 2007 saya dipercaya menjadi staff divisi acara MPKMB bersama Pandu, Bayu, Daniel, Adhil, Azka, Erika, Irnita, Siska (siapa lagi ya? lupa gue...). Anak-anak divisi acara ini rapat sehari bisa sampai tiga kali. Gila booo... ni acara udah kayak kuliah 6 SKS aje... (eh malah curcol)

Selain divisi acara ada banyak divisi, tapi nanti yang akan paling mahasiswa baru kenang hanya dua divisi. PJK dan KOMDIS.


PJK atau Penanggung Jawab Keluarga
Entah deh sekarang namanya apa. Kakak-kakak PJK (bacanya pejeka) ibaratnya malaikat. Setiap kelompok yang isinya rata-rata 80an orang (banyak banget kaaaan...) akan "ditemani" sekitar 6 PJK. Mereka baik-baik. Bener deh. Mereka ngebantuin mahasiswa baru menyelesaikan penugasan ospek (ntar kita bahas tentang penugasan ini). Mereka akan senang hati menyemangati mahasiswa yang sudah lelah dan seinget saya mereka dilarang marah dan rasanya mereka juga golongan orang-orang yang ga bisa marah hehehe....

gambarnya dicomot dari sini

Klo di gambar di atas PJK yang sedang berdiri, lihat deh muka ramah bin bahagia mereka. Tenang yaa...

KOMDIS atau Komisi Disiplin
Jangan takut kalo ada panitia yang "sedikit lebih tegas". Merekat ga gigit kok. Patuhi aja semua aturan, ikuti MPKMB dengan benar, jangan manja, insyaAllah kalian akan selamat dari terkaman panitia galak ini. Mereka emang dilarang senyum. Bener deh. Mereka harus tegas. Terkesan galak dan berwibawa. Tapi tenang aja, mereka ga akan ngebentak-bentak atau marah-marah tanpa alasan. Dan di akhir acara MPKMB biasanya mereka akan dengan senang hati membagi senyum terbaiknya pada mahasiswa baru yang kemungkinan besar sedang dibuat "menangis" sama anak-anak divisi acara (hahaha..). Momen ini akan jadi momen yang akan sulit kalian lupakan.

dari fbnya fazlur
Foto di atas foto anak divisi acara (Bayu), ketua PJK (Ade) dan ketua komdis (Fazlur). Mukanya Ade emang muka polos bin ramah dan tentu saja mukanya Fazlur emang nyeremin hehehe... *punteeeen

Nah sekarang kita bahas tentang apa aja sih yang biasanya harus disiapin buat MPKMB?
Saya ga tau ya sekarang masih sama seperti saat saya yang jadi peserta (2006) atau ketika saya jadi panitia satu tahun berikutnya. Biasanya sih selalu ada ini

1. Setelan kemeja putih dan celana hitam (untuk pria)/ rok panjang hitam (untuk wanita)
2. Celana training (apa sih namanya, pokoknya celana olahraga yang panjang) untuk dipakai di dalam rok bagi wanita dan ketika olahraga.
3. Name tag (tanda pengenal) segede gambreng


gambarnya dari sini
ini namanya name tag syar'i bisa buat nutupin dada buat yang kerudungnya ga gede hehehehe... (puas banget gue ketawanya)
Ada percakapan seputar name tag ini. Suatu hari saat semua mahasiswa istirahat di bawah pohon setelah sedikit lari-lari di MPKMB. Ada mahasiswa yang memakai name tag buat berkipas-kipas.

Komdis : Heh! siapa yang nyuruh kamu kipasan pake name tag? (nada tinggi)
Mahasiswa baru : maa...maa..maaf kak... (takut)
Komdis : Kalian tau, itu bisa merusak name tagnya. Dan masih ada satu hari lagi untuk memakai name tag itu... Ngerti?!! (galak)
Maba : ngerti kak.. (mau pingsan)
Komdis : Biar ga rusak, kalian pegang name tagnya, biarkan kepala kalian yang gerak geleng-geleng. Begini caranya... (mulai tripingan)
Maba : hahaha....
Komdis : siapa yang suruh ketawa!!! (ngebentak)
Maba : ............ (nyaris mati)

4. Original Soundtrack (OST)
Setiap angkatan pasti punya OST MPKMB dan disesuaikan dengan nama MPKMB per angkatan. Misalnya angkatan 43 namanya Angkasa, 44 namanya Agraris, 45 namanya patriot. Dan setiap soundtrack ini harus dihafalkan beserta gerakannya (hahaha... sm*sh wanna be ceritanya). Nah bagian serunya, yang ngajarin lagu dan gerakan ini adalah PJK. Dan biasanya PJK laki-laki lebih atraktif (haha...).

5. Biasanya diminta bikin tulisan tentang kewirausahaan dan/atau tentang pertanian
Yang ini emang rada lelah. Kamu bebas buat nulis apa aja. Bisa dari ngayal-ngayal atau dari literatur.


Nah iya saran saya mahasiswa baru sebaiknya menyimak seminar yang dibuat oleh panitia. Isinya pasti bikin kamu mikir dua kali buat ga cinta sama salah satu kampus terbaik negeri ini. Ada mahasiswa berprestasi, alumni sukses yang jadi pengusaha, alumni sukses yang jadi pemimping bangsa ini (bisa jadi sang Presiden ya, soalnya pak Beye alumni IPB heuheu...). MPKMB teopebegete deh, top banget...

Ah kayaknya ga muat klo semua tentang MPKMB ditulis disini.
Peringatan dari saya, kamu akan jatuh cinta pada kampus ini jika kamu tau lebih banyak tentangnya. Mungkin kamu rada "terpaksa" masuk kampus ini, tapi saya yakin suatu saat akan jatuh cinta. Seperti kata dewa 19 di lagu risalah hati

"sudikah dirimu untuk kenali aku dulu, sebelum kau ludahi aku, sebelum kau robek hatiku....
aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku mesti kau tak cinta kepadaku...
beri sedikit waktu..."

Uhuuy....