Nyanyian Hati

Ini sudah lewat tengah malam... Saya terbangun, tersenyum dan dengan jantung yang masih berdebar-debar saya menyalakan laptop. Saya ingin menulis.

Saya masih tersenyum-senyum sendiri. Saya bukan terbangun karena bermimpi. Hanya terbangun. Dan gelombang bahagia itu hadir dengan sendirinya. Kalau kata Colbie Caillat dalam lagunya You Got Me, "it feels so good, it must be lo**". Uuupss...

Otak bawah sadar saya tiba-tiba mengajak saya mengingat suatu senja. Saat saya duduk di dalam sebuah rumah makan modern di tepian sungai musi. Hari itu suara angin yang datang bersama aliran air sungai musi, dentingan suara piring, sendok dan garpu yang beradu terdengar seperti melodi yang manis.

Saat itu saya agak samar-samar mendengarkan asisten manager resto yang mendatangi meja kami untuk menjelaskan banyak hal tentang tempat itu. Samar-samar karena hati saya begitu berbunga. Saya membiarkan mata saya sesekali memandang ke arah jembatan Ampera yang berdiri angkuh. Hmmmm... Mengapa semua begitu indah dilihat, begitu sedap dipandang, seolah kuingin slalu tersenyum...

Adzan maghrib datang menyelamatkan saya yang luar biasa kesulitan menyembunyikan senyum. Saya segera berwudhu, sholat di musholla sederhana di dalam rumah makan itu. Sebelum sholat, saya menyempatkan diri menengok sebentar ke luar. Dari jendela tampak lampu jembatan Ampera sudah mulai menyala dan bulan purnama menyembul di dekatnya. Subhanallah indahnya semua ini.

Selesai sholat saya menengok ke depan, dua shaf di depan saya ada seorang pria yang terdunduk, saya tidak berani memandangnya, saya menundukkan kepala, dan air mata saya menetes. Pria itu ya Allah...

Oh Allah... Beginikah rasanya???

Saya berjalan pelan di belakangnya dan mulai mendengar suara-suara dari konser tunggal Michael Buble yang bernyanyi riang di hati ini..

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very very extraordinary
E is even more than anyone that you adore

Sebelum meninggalkan area parkir saya melihat kembali tempat itu. Ya, insyaAllah disana. InsyaAllah. Dan sore itu saya membiarkan diri saya memohon kekuatan dan kesabaran dalam masa menunggu yang sungguh tidak sebentar itu. Baarakallahulana... Semoga Allah memberkahi kami...

Comments

Popular Posts