Selamat Hari Guru, Ayah, Ibu...

Kenapa judulnya begitu?
Karena ayah dan ibu saya baik dalam makna sebenarnya maupun kiasan adalah guru.


Ayah saya walau sudah lama tidak mengajar lagi, tapi beliau tetap akan mengaku bahwa beliau adalah seorang guru. Sebuah profesi yang beliau cintai. Sekarang ayah saya adalah kepala sekolah merangkap sekretaris divisi di Departemen Pendidikan Nasional Kota Palembang (eh kota apa provinsi ya? hadeeeh gue lupa..).

Ayah dulunya adalah seorang guru matematika. Karier beliau dimulai sejak berkuliah di Universitas Sriwijaya. Dulu karena keterbatasan biaya ayah hanya mengambil kuliah D2. Setelah lulus beliau langsung turun ke desa-desa menjadi guru honorer. Di sala satu sekolah tempat ayah mengajar honorer (atau sudah jadi PNS ya? lupa..), ayah bertemu ibu (ga juga sih, ibu ayah kan tetanggaan). Jatuh cinta pada gadis berambut panjang (baca : ibu saya), ayah lalu meminangnya.

Sebulan menikah, ibu mengandung. Karena saat mengandung ibu mengalami morning sickness yang parah, ayah meminta ibu berhenti menjadi guru. Kata ibu dulu ayah berkata

"Jadilah ibu rumah tangga saja, saya berjanji kamu tidak akan menderita, saya akan berusaha membahagiakan kamu..."

Dan kata-kata ayah inilah yang membuat ibu yakin untuk meninggalkan profesi yang sangat beliau cintai.

Ayah lalu menyambung S1 di universitas yang sama. Susah payah beliau lulus karena harus sambil mengajar dan merintis bisnis kecil-kecilan. Beliau komitmen dengan janjinya, untuk membuat ibu saya yang notabenenya anak juragan ini tetap bahagia bersamanya.


Oh iya keluarga besar ibu juga keluarga besar Dinas Pendidikan Nasional. Mulai dari kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, bahkan menantu ada aja yang menjadi pegawai di Dinas Pendidikan Nasional. Eits bukan kolusi atau nepotisme ya, murni masuk Diknas lewat jalur tes.

Bertahun-tahun menjadi guru dan sempat dinobatkan menjadi guru teladan se-Sumatera Selatan, akhirnya ayah diangkat menjadi kepala sekolah. Bertahun-tahun menjadi kepala sekolah, karier beliau melesat menjadi sekretaris di Diknas Provinsi (aha!!! inget juga gue).

Walau keduanya bukan guru lagi, tapi di hari guru kemarin, saya merasa tetap harus mengirim pesan singkat kepada ayah dan ibu

"Selamat hari guru, ayah, ibu..."

Comments

Popular Posts