Wednesday, December 28, 2011

Menjadi Pahlawan Air dari Dunia Maya



Para pembaca yang budiman (dan pakdiman), anda pasti tidak asing lagi dengan nama Venice. Yap, Venice adalah sebuah kota indah nan romantis di Italy dan tersohor dengan sungai-sungainya yang dilintasi gondola. Kota yang dijadikan lokasi syuting film The Tourist ini juga semakin indah dengan bangunan dengan arsitektur khas eropa yang mengelilingi sungai-sungainya.

VENICE
 
Sumber gambar :

Walau memang rasanya agak tidak adil tapi marilah sejenak kita menengok sungai paling terkenal di ibukota Negara Republik Indonesia tercinta ini, sungai Ciliwung. Apa yang ada dibenak Anda saat mendengar “sungai Ciliwung”? Mungkin Anda juga akan membayangkan sungai yang hitam, bau, kotor, banyak sampah dengan perumahan kumuh di bantarannya dan tentu saja Anda tidak akan betah berperahu di atasnya.

CILIWUNG, JAKARTA

Sumber gambar :


Bagaimana bisa kedua sungai itu (padahal masih di planet yang sama) begitu berbeda? Hehehe…

Lalu kenal kah Anda dengan hewan ini?

Sumber gambar :

Tepat, namanya kunang-kunang. Jika usia Anda sebaya dengan saya (23 tahun lebih 23 hari #apadeh) dan Anda juga lahir dan besar di daerah perkotaan, Anda pasti jarang sekali melihat hewan ini. Saya terakhir kali melihat hewan ini setahun yang lalu, saat turun lapang penelitian di wilayah Imogiri, Bantul. Wilayah yang masih sangat “ndeso” sekali. Disana masih banyak sekali kunang-kunang, dan seketika saya mengeluarkan ekspresi paling norak yang saya punya saat melihat kunang-kunang. Tapi tenang, saya tidak berfoto-foto memegang kunang-kunang sambil memonyongkan mulut hehe…

Saya menutip pernyataan another Utami (2011) dalam sebuah artikel yang ia tulis, http://www.surya.co.id/2011/02/01/kunang-kunang-dan-pencemaran-udara

Keberadaan kunang-kunang dapat dijadikan indikator sehat tidaknya lingkungan. Binatang ini dapat hidup jika lingkungannya berudara segar, tanah subur, dan air jernih. Terbukti dari habitat kunang-kunang berada di tempat berkelembapan udara tinggi. Kebanyakan spesies kunang-kunang ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi dan hangat seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit dan padang rumput. Udara lembab mengandung banyak uap air yang dimanfaatkan kunang-kunang untuk bernapas dan menghasilkan cahaya.

Jadi, kenapa kita jarang atau hampir tidak pernah melihat kunang-kunang? Karena air, udara, lingkungan kita, semua telah tercemar, kotor.

Kita kembali menengok ke Ciliwung, Ciliwung adalah potret buram air di Indonesia. Dimana air yang beracun, penuh limbah, penuh bakteri, kuman, virus dan penyakit dipakai untuk mandi, mencuci bahkan memasak. Sebelum air bersih semakin sulit, sebelum semua air di sungai-sungai kita menjadi tidak layak pakai, dan sebelum semua hewan indah ciptaan yang kuasa menjadi punah, tidak berlebihan bukan jika kita mengharuskan diri memulai untuk menyelamatkan air di Indonesia?

Semua orang dengan berbagai profesi yang berbeda pasti bisa menghasilkan solusi sendiri terhadap permasalahan sumber daya air ini. Ibu rumah tangga mungkin bisa mengoptimalkan pemakaian air hingga tidak ada air yg "mubazir". Guru mungkin bisa mengajarkan pada muridnya bagaimana menghemat air. Peneliti mungkin bisa menemukan sumber air bersih baru. Lalu saya, sebagai blogger apa yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan air Indonesia?

Pertama : Menulis
Menulis memang langkah paling mudah dan paling dekat yang bisa dilakukan blogger. Menulis di blog adalah salah satu bentuk kegiatan berbagi ide. Dengan menulis di blog maka ide-ide brilian, orisinal, dan "beda" tentang penyelamatan sumber daya air (atau lebih kerennya konservasi sumberdaya air) akan banyak ditemukan di dunia maya. Tulisan-tulisan kita tentang penyelamatan air semoga akan banyak yang menginspirasi orang lain.

Terlebih lagi jika kita menulisnya dalam beragam bahasa, dalam bahasa Inggris misalnya, semakin banyak orang yang membaca ide konservasi sumber daya air kita, maka semakin banyak juga orang yang bisa terinspirasi. Walau saya sendiri belum melakukan itu (menulis dalam bahasa non-Indonesia) sepertinya ide ini bagus juga untuk dicoba.. :D

Dalam proses penulisan, kita bisa menulis ide-ide milik kita sendiri atau bisa saja jika kita memilih untuk menyebarkan "gagasan" orang lain. Misalnya saya sangat suka sekali dengan program AQUA (nyebut merek ga apa-apa dong ya...) SATU UNTUK SEPULUH. Lebih-lebih karena ada iklannya terdapat monolog dalam bahasa dan logat khas Nusa Tenggara. 


"Sumber air su dekat.. Beta sonde pernah terlambat lagi..."
Lucu, menggelitik telinga :D

Nusa Tenggara adalah salah satu pulau di Indonesia yang secara sekilas nampak seperti daratan Afrika. Padang sabana, kekeringan, keterbatas air,  membuat Nusa Tenggara yang walau merupakan bagian dari negara maritim ini semakin mirip dengan Afrika. Maka program air bersih SATU UNTUK SEPULUH di Nusa Tenggara dari Aqua ini patut diapresiasi. Dengan "hanya" membeli SATU liter Aqua, kita menyumbang SEPULUH liter air bersih untuk masyarakat Nusa Tenggara.

Atau ada juga KOMUNITAS PEDULI CILIWUNG. Salah satu ide menarik mereka adalah Lomba Mulung di Kali Ciliwung. Seru ya? Sampah yang banyak di sungai Ciliwung itu "diambil" dengan cara dilombakan (coba baca artikel ini).

Atau lomba yang diadakan oleh http://lestariairku.dagdigdug.com/ ini. Lomba ini menggugah, menginspirasi, membangkitkan kesadaran kita akan upaya penyelamatan air. Selain itu lomba semacam ini juga membuat semalin banyak ide tentang konservasi sumberdaya air tersebar di dunia maya.



Ide-ide ini bisa ditulis oleh blogger di blognya masing-masing sehingga ide ini juga bisa dilihat, dibaca, ditiru dan menginspirasi banyak orang.

Kita juga bisa menulis gagasan atau bahkan gugatan kita yang kita tujukan untuk oknum yang bersangkutan, misalnya untuk pemerintah. Masih ingat kasus Prita dan koin untuk Prita? Prita menulis gugatannya di email dan tersebar hingga ia digugat. Kasusnya memancing simpati massa hingga dibentuklah komunitas online yang mengumpulkan "koin" untuk membebaskan Prita.

Lihat begitu besarnya peran dunia maya hingga menurut saya yang seorang blogger, tulisan kita di dunia maya, khususnya di blog akan besar perannya jika kita gunakan dengan cara yang benar. Kita bisa menulis tentang kelambanan pemerintah merespon kotornya sungai dan air di ibukota. Kita juga bisa menulis tentang pabrik yang membuang limbahnya di sungai. Kita bisa menggugat pengguna sumur bor yang membuat air kita semakin sekarat. Apa saja. Asal punya bukti dan disampaikan dengan cara yang baik, kita berharap hasilnya juga baik.

Kedua : Kopi Darat
Kopi darat (kopdar) antar blogger bisa menjadi ajang sosialisasi ide-ide tentang konservasi sumberdaya air. Bila menulis adalah bentuk "maya" upaya kita, maka sebisanya kopi darat kita jadikan upaya "nyata" kita dalam proses konservasi sumberdaya alam. Misalnya kita bisa meniru Komunitas Peduli Ciliwung yang membersihkan sungai sambil kopi darat, atau meniru Aqua yang mengadakan air bersih untuk wilayah yang kekurangan air.

Sekian saja pandangan saya tentang konservasi sumberdaya air. Semoga bermanfaat. :)

Salam peace, love and gaul (gyahahaha..)

Tuesday, December 20, 2011

Jangan Bertanya Apapun

Jangan bingung kenapa blog ini jadi agak terlantar

Jangan bingung kenapa blog ini akan jarang di-update

Jangan bertanya-tanya kenapa

Jawabannya cuma satu

Karena yang punya blog lagi SIBUK (lebih tepatnya sok sibuk) :p


Saturday, December 10, 2011

Kisah Seorang Wanita Cantik

Saya masih ingat jelas hari itu, 14 Agustus 2006. Hari pertama registrasi mahasiswa baru jalur SPMB (sekarang SNMPTN) di Institut Pertanian Bogor. Hari itu saya diantar kedua orang tua. Ayah dan ibu mengantar sampai saya masuk ke dalam gedung registrasi. Saya sempat beberapa kali menengok ke belakang untuk memastikan ayah dan ibu masih berada di luar gedung. Saat itu saya harus menunggu lumayan lama dan saya harus berkonsentrasi penuh memperhatikan jika giliran saya untuk registrasi tiba. Saat ituah saya tidak memperhatikan keberadaan orang tua saya. Padahal saya sebenarnya takut sekali jika terpisah dengan mereka, karena saya lupa mengisi pulsa telpon genggam.

Tahap registrasi 1 telah selesai, saya masih harus menjalani tahapan-tahapan lainnya. Jeda inilah saya menyempatkan diri keluar gedung sebentar dan mencari kedua orang tua saya. Dan (jengjeeeeeng) mereka tidak ada. Tidak ada dimana-mana. Saya panik. Bingung dan hampir menangis. Saat itulah seorang wanita datang menghampiri saya. Beliau memakai kerudung putih lebar dan di baju kaos putihnya ada tulisan sablon SALAM ISC AL HURRIYYAH. Senyumnya yang luar biasa tulus membuat saya tenang. Beliau dengan sangat ramah menyapa saya.

Sang kakak kelas (S) : ada apa dek?

Desni (D) : saya nyari orang tua saya mbak..

S : emang orang tuanya mana?

D : ga tau mbak.. *mata beraca-kaca*

S : lho ga ditelpon atau sms?

D : Ga punya pulsa...

S : jadi gimana? mbak bisa bantuin apa?

D : mbak dimana ya tempat jual pulsa terdekat, saya mau beli pulsa..

S : yaudah biar mbak aja yang beliin, kamu masih registrasi kan dek?

D : beneran mbak? Ga apa-apa?

S : iya ga apa-apa.. berapa nomernya?

D : 081373439343 *nomer lama*

S : yaudah ini nomerku simpen ya dek (menyebutkan nomer hpnya), nanti aku kasih tau kamu kalo udah di depan, sekalian ngasih kembalian...

D : makasih ya mbak...

S : kenalan dulu dong, namaku riski, aku dari fmipa.. *senyum*

D : oh iya, desni mbak... *linglung, mengulurkan tangan*

Beberapa saat kemudian pulsa di telpon genggam saya bertambah dan ada sms masuk
"Dek, mbak udah di depan, mau ngasih kembalian"

Ah sampai saat ini saya masih begitu takjub dengan pertemuan kami ini. Bagaimana bisa saya percayakan uang seratus ribu saya pada orang yang baru beberapa detik saya kenal (pelit ya gue? haha..). Dan bagaimana mbak Riski begitu baik pada saya yang juga baru dikenalnya.

Saya mencoba-coba menganalisis, mungkin karena saya memiliki pemahaman bahwa dengan penampilan kami yang mirip (berjilbab lebar), dia pasti "saudara" saya. Pikir saya dia pasti orang yang memiliki pemahaman agama minimal mirip-mirip saya. Dan dengan pemahaman agama yang cetek ini saya tidak akan menipu saudara saya (insyaAllah).

Jilbab lebar ini memang membantu banyak. Walau sebenarnya ukuran jilbab bukan indikator kesholehan seorang muslimah. Tapi setidaknya saya lebih nyaman dengan yang menutup auratnya lebih rapat. Bukankah fitrahnya manusia suka pada kebaikan? Inilah mungkin alasan saya percaya mbak Riski.

Selain itu wajah mbak Riski memancarkan betapa dia "dekat" dengan Allah. Ibadah-ibadah istimewa miliknya membuat mbak Riski terlihat begitu baik di mata saya. Dan ketulusan senyumannya membuat saya nyaman.

Saya agak menyesal karena saat bertemu lagi dengan mbak Riski untuk mengambil kembalian, saya sangat linglung. Entahlah, saya selalu linglung di keramaian. Saya jadi lupa mengucapkan terima kasih.

Dua tahun kemudian, saya mendapat amanah yang sama dengan mbak Riski saat penyambutan mahasiswa baru, yak jadi panitia SALAM ISC AL HURRIYYAH. Acara penyambutan yang diadakan oleh LDK Al Hurriyyah IPB. Dan akhirnya saya mengerti kenapa mbak Riski baik sekali mau membantu saya. Menjadi panitia SALAM ISC merupakan tugas yang berat, kami diwajibkan menjaga amal ibadah harian, seperti tilawah 1 juz/hari, sholat dhuha, qiyamul lail, puasa sunah. Kami juga diwajibkan bersikap ramah kepada mahasiswa baru. Tawarkan bantuan semaksimal mungkin. Seperti kaum Anshar yang diberkati Allah yang menawarkan kebaikan saat menyambut kaum muhajirin.

Nah saat menjadi panitia SALAM ISC ini saya jadi teringat kembali pada mbak Riski dan saya yang belum sempat berterima kasih. Saya berusaha mencari-cari info tentang mbak Riski. Dan sayangnya tidak satupun orang yang saya tanyai mengenal mbak Riski.


Dalam kepanitian SALAM ISC ini saya di tempatkan di konseptor acara AGENT 45, acara yang menyuguhkan diskusi menarik dengan Presiden Mahasiswa (saat itu kak Wahyu), Pengusaha Muda (kak Elang, siapa coba yang ga kenal kak Elang :D), dan mahasiswa berprestasi nasional (kak Danang dari Ilmu Teknologi Kelautan IPB adalah mahasiswa berprestasi nasional saat itu). Peminat acara ini membludak. Kami harus menutup registrasi dua minggu sebelum acara dimulai. Kami juga menolak ratusan mahasiswa baru yang telah mendaftar. Sedih rasanya, kan jarang-jarang acara LDK seramai ini hehe...

Kak Danang yang sedang berada di Jepang hanya bisa kami hadirkan dalam bentuk video yang beliau buat sendiri. Video yang luar biasa menginspirasi. Video yang dalam hitungan bulan sepertinya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Saat pertama kali menerima kiriman video ini dari kak Danang, kami menangis, terharu.


Liat Videonya disini deh

Dua tahun kemudian saya mendapat kabar Kak Danang Ambar Prabowo (yang saat itu sedang jadi idola mahasiswa di Indonesia, ga lebay, ini beneran) akan segera menikah. Dan wanita yang akan ia nikahi bernama Riski Kurnia Ariyanti dari FMIPA IPB angkatan 41. Angkatan yang menjadi panitia Salam ISC saat saya masih berstatus mahasiswa baru.

Jantung saya degdegser.. Benarkah mbak Riski yang dimaksud adalah mbak Riski yang selama ini saya cari. Saya coba add facebooknya. Saya kirimi beliau message. Dan alhamdulillah betul, beliau mbak Riski yang saya cari. Alhamdulillah.


Ah beliau memang wanita cantik, cantik hati yang terpancar jelas. Cantik yang membuat beliau pantas mendapatkan suami sespekakuler kak Danang. Kak Danang pun orang yang luar biasa pantas untuk mendapatkan wanita sebaik mbak Riski.

dari FBnya mbak Riski

*tulisan ini didedikasikan untuk Mbak Riski, saya tiba-tiba teringat beliau saat sholat dzuhur di Al Hurriyyah tadi siang

Friday, December 2, 2011

Taman Mini Indonesia Indah di Bulan Juli 2011

Logo TMII
Setelah ke Cimory trus naik taksi ke Dramaga malem-malem, dilanjut pagi ke Kota Tua dan Monas, esoknya kami ke Taman Miniiiiiiii horeeeeeeeeee....

Tau kan gue orangnya norak? Tau juga kan gue orangnya ga bisa diem dan seneng banget jalan-jalan? Nah itu perpaduan lengkap banget... Lengkap banget bikin gue jadi lebay kalo jalan-jalan ke tempat baru.

Lo pasti nanya "Hah? Jadi lo baru sekali ke taman mini, des?"

Gue akan jawab jujur "YAK!!! Pertama kali ke TMII umur gue udah 22 haha..."

Sebenernya udah sering, tapi ga pernah niat buat wisata. Biasanya cuma mampir ke masjid At-Tien buat numpang sholat setelah pulang AKSI.

Akhirnya bisa jalan-jalan kesini juga horeeeee... (iya gue tau, jalan-jalan ke TMII di tahun 2011 itu kayaknya ga "kekinian" banget. Tapi bodoooo, gue belum pernah sih hehe..)

Karena nyampe sana udah jam 11-an kami putuskan untuk makan siang dulu. Makan siang di "kantin" di deket stasiun kereta gantung. Setelah makan siang ya tentu saja kami naik kereta gantung yang luar biasa serem. Keretanya menurut kami tidak se-stabil kereta gantung di Ancol. Setiap ada sambungan, kereta akan bergoyang kuat sekali.

Dari atas kami bisa melihat dengan jelas (dan dengan parno) danau TMII yang dibuat sedemikian rupa menggambarkan Indonesia dalam bentuk miniatur.

danau


Suasana Horor di dalem Sky lift
Tangan kiri boleh gaya, tangan kanan gandengannya keceeeeeng haha..

Turun dari kereta gantung kami memutuskan untuk naik mobil angkutan TMII (apa ya namanya, yang warna putih ga ada jendelanya itu lho? hadeh pikun deh gue...). Mobil ini akan membawa kita mengelilingi TMII tapi kita juga bebas mau turun dimana. Kami akhirnya memutuskan untuk turun di Akuarium Ikan Air Tawar. Karena tiket masuk akuarium "gandengan" sama tiket Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu jadi kami sekalian deh ke Museum Serangga. Ternyata museumnya baguuuuusss.. Apalagi taman kupu-kupunya.

Mana ekspresinyaaaaaaa???!!!

Pas dideketin, ikannya lari semua.. bagoooos..

Kupu-kupu biruuuu

Kupu-kupu
gue berasa "mancung" kalo difoto dari samping :p

Oh iya di Akuarium Ikan Air Tawar ada movie-nya gitu. Kita iseng banget buat nonton dan lumayan ga nyesel lah. Berasa jadi anak SD lagi. Nonton kartun 3D yang sederhana banget. 

Puas main di museum tersebut kami ke museum keprajuritan. Sayangnya udah sore, jam 4 sore kalo ga salah. Museumnya udah tutup, jadi kami cuma bisa foto-foto di luar (penting deh).


Liat dong gaya hormat gue masih bener, hasil didikan pramuka ^^
Kami melanjutkan perjalanan ke Museum transportasi, tapi karena udah pada tutup kami cuma mampir ke kereta apinya. Dan foto-foto lagi disana.




Capek??? Beluuuuum dong, bukan Desni namanya kalo segitu doang capek. Kami akhirnya main-main ke anjungan Jawa Tengah dan Jogja. Pintu gebyoknya bagus. Pengen deh punya rumah yang pintu depannya pintu gebyok kayak di anjungan Jogja.

pose dimirip-miripin sama patungnya

Puas foto-foto dan ngayal "coba ya di Palembang ada tempat kayak gini, pasti ga akan bingung cari lokasi", kami istirahat sambil minum es kelapa muda (minuman kesukaan saya, ciyeee inget aja aku suka kelapa muda - padahal pilihan minuman yang ada emang cuma itu haha...) di warung tenda dekat rumah ibadah.

Ah cepet sekali waktu berlalu. Kami berencana sholat maghrib di At-Tien, berlari-lari kecil, melompat-lompat agar cepat sampai. Sampai gue inget kalo ada yang tertinggal. TAS!!! Tas berisi kamera, dompet dan kunci ketinggalan di teras anjungan Jogja. Kami balik lagi. Dan alhamdulillah tasnya masih ada, utuh. Alhamdulillah... Walau rencana sholat di At-Tien gagal, kami cukup bahagia bisa sholat di Bayt Al Quran dan Museum Istiqlal.

Dan selama perjalanan pulang radio nya muterin lagu-lagu galau syahdu.. Yang paling diinget lagu Prahara Cinta-nya Hedi Yunus yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi yang ga gue tau namanya (hahaha...)
Mengapa semua begitu indah dilihat
Begitu sedap dipandang
Seolah kuingin selalu tersenyum
Tapi ah aku malu
Sebenernya banyakan lupanya sama nama-nama tempat yang dikunjungi di TMII ini, beruntungnya karena ada infonya di Web TMII dan di wiki.. ^^