Wednesday, January 25, 2012

Aktivitas

Heiho.. Assalamu'alaykum...

Hayolooh yang pada kepo sama blog ini pasti kangen berat sama gue. Ngaku deh, ngaku deh.. :p

Belakangan ini aku (biar imut pake "aku") agak sibuk sama urusan yang sama sekali ga berhubungan dengan urusan akademis. Horeeeeee... (habis ini siap-siap diomelin ortu).

Hmmm.. Jadi dalam waktu dua minggu ke belakang, aku sibuk bolak balik ke dua rumah sakit ibu dan anak. HAMIL??? Ya belum laaaah.. Nikah aja belum masa udah hamil. Imunisasi sebelum nikah ya??? Hadeeeh.. bukan, belum, nantilah kalo udah mepet hehe...

Trus ngapain??? Aku ke dua dokter di dua RSIA yang berbeda. Yang pertama dokter gigi V. Yoseph Karyadi, beliau praktek di RSIA Hermina Bogor. Beliau ramaaaaah banget. Mungkin karena prakteknya di rumah sakit ibu dan anak kali ya, jadi beliau harus ramah karena kemungkinan besar pasiennya adalah anak-anak. Banyak dapet tips seputar merawat gigi dan hasil "karyanya" di gigi saya cukup memuaskan.

Trus ke RSIA Restu di Kramat Jati, RSIA yang satu ini lokasinya nyempil, patokannya Pusat Grosir Cililitan. Dari perempatan PGC ambil ke arah kramat jati, ga jauh dari perempatan, rumah sakitnya di sebelah kiri jalan. Nyempilpilpilpil... Ngapain kesana? Ke salah satu dokter spesialis terbaik yang mereka punya. Nanti deh kisah ke dokter yang satu ini insyaAllah akan aku tulis sebulan lagi. Kenapa? Ada deeeh.. Mau tau aje.

Kalo ke RSIA Hermina bolak balik sih aku masih kuat, masih terhitung dekat, cuma sekali ganti angkot. Nah masalahnya aku ke RSIA Restu sampe dua kali. Kenapa? Karena aku ga tau kalo ternyata dokter yang mau aku kunjungi itu ternyata lagi ga praktek pas aku kesana. Udah bangun sebelum subuh, mandi sebelum subuh, setelah dzikir langsung berangkat, dianterin sama orang sibuk pula, ternyata jengjeeeeeeng dokternya ga ada. Baguuuusss...

Karena aku nangis (tau deh kenapa gue nangis, memalukan -___-) pas tau dokternya ga ada, orang sibuk itu akhirnya ngajak jalan-jalan, nraktir donat dan ke toko mainan. Lumayaaaaaaan haha...

Setelah semua kesibukan bolak-balik RS ini, aku disibukkan dengan urusan KAKON. Apa itu kakon? Kakon itu distro online mini, yang dikelolah bersama Hasan, Kiki, Adhil, Amin dan satu lagi seseorang yang belum bisa disebutkan namanya (apadeh). Minggu ini kesibukan bersama kakon adalah sibuk foto-foto produk, sibuk edit-edit foto karena salah satu modelnya kurang kece (huhuhu...), sibuk balesin sms pesanan (alhamdulillah), sibuk beli kain di Tanah Abang, dan sibuk menjahit pakaian. Sibuk sekali bukan? hahaha...

Selain itu aku juga ke Bandung. Main-main ke Purezento. Disana kami diperlihatkan gimana caranya bikin kayu pinus sisa industri mebel bisa jadi semua pernak-pernik ala purezento yang imut-imut dan kiyut-kiyut itu. Asik banget belanja disana. Adek sampe kalap belanja souvenir hampir tiga ratus ribu. Bener-bener kalap -___-"

Nah purezento itu pusatnya di Sinargalih, Cicaheum, Bandung. Dimana itu? Kamu tau Saung Angklung Udjo? Itu saung angklung terkenal banget di Bandung, sering masuk tivi, semua orang kayaknya tau. Nah kalo udah nemu jalan ke saung udjo (jalan padasuka), kamu teruuuuus aja, sampe nemu jalan kecil di kanan, jalan sinargalih namanya. Di seberang jalan sinargalih ada rumah makan padang kecil. Kamu masuk ke jalan sinargalih trus ga terlalu jauh ke dalam, kamu bisa nemuin markas purezento di kiri jalan. Markasnya berseberangan dengan masjid. Mudah deh nemuinnya karena ada plangnya.

Kalo ga tau purezento, kamu bisa liat produknya disini (mba, mas, pesenanku diskon ya, aku udah promosiin nih haha.. ngarep)

Oh ya ini dia produk kakon dan hasil foto-foto... Cukup tau lah model tidak profesional dan dadakan (baca : GUE) yg mana....


Tertarik sama produknya??? Kunjungi page kami di KAKON INDONESIA.. :D

So ini ceritaku, kamu? :D


Noted :
Sekarang aku lagi meriang, tenggorokan kering, bibir pecah-pecah. Ini baru namanya tumbang hahaha...

Wednesday, January 4, 2012

Kata-Kata

Sebagai orang Indonesia dengan Islam sebagai agama mayoritas pasti kita pernah mendengar kata-kata ini..

"Asyhadu'alailahailallah, wa asyhadu'annamuhammadarrasulullah..."

Seseorang belum bisa dikatakan berislam jika tidak mengucapkan kalimat tersebut. Walaupun dia di dalam hati meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, tapi jika dia tidak mengucapkan kalimat tersebut dari lisannya, maka percuma, dia tidak dianggap berislam.

Lalu kalimat singkat yang satu ini...
"Saya terima nikahnya Desni Utami binti M. Husen dengan mas kawin tersebut tunai.."

Cuma dengan menjabat tangan ayah saya, lalu mengucapkan kalimat sederhana di atas, dan dengan syarat disaksikan oleh beberapa orang, seseorang sudah sah menjadi suami saya. Sederhana sekali bukan?

Sesederhana itu perkataannya, tapi ia menjadi bagian penting dan menentukan. Hingga kita diminta berhati-hati dalam berkata-kata.

Mari kita mencoba mengingat kembali beberapa adab-adab berkata-kata sebagai seorang muslim.

Sebagai muslim kita diperintahkan Allah untuk mengatakan hal yang benar..

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Jika pun bercanda, maka candaan seorang muslim adalah perkataan yang benar dan tidak berdusta

Nabi bersabda, “Aku akan memberikan jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta sekalipun ia bercanda, serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang akhlaknya bagus”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (4800). Lihat Ash-Shohihah (494)]

 Selain berkata benar, kita tetap diminta untuk menjaga hal-hal benar yang kita katakan adalah hal yang tidak menyakiti saudara kita.

Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya” 
(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda)

Jadi sekalipun pada kenyataannya ada saudaramu yang jelek, kurus kerempeng, jerawatan dan belum lulus, walau itu benar, bukan dusta dan diucapkan dengan niatan bercanda, hal tersebut menjadi tidak layak dikatakan jika saudaramu merasa tersakiti dengan kata-katamu (curcoooool :p)

"ah itu mah tergantung individunya aja, kalo orangnya sensitif, apa-apa jadi terasa menyakitkan.."

Tentu. Tapi apa tidak sebaiknya kita menjaga lisan kita dari hal-hal yang "masih punya kemungkinan" menyakiti orang lain. Kita tidak bisa menebak kadar keimanan saudara kita setiap saat. Bisa jadi ia tinggi imannya hingga candaan seperti apapun tidak menyakiti tapi iman itu berputar, ada masa ia tinggi dan ada masa ia rendah. Saat iman seseorang turun, bisa jadi tingkat sensitivitasnya pada perkataan sejenis di atas meningkat. Maka kita perlu berhati-hati dalam melindungi hati saudara kita agar tetap selamat dari "gangguan" perkataan kita.

Pada akhirnya marilah kita tengok lagi hadits Rasulullah SAW yang satu ini.

Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”

Wallahu'alam
Mari bersama-sama memperbaiki diri :)