Cerita Undangan Pernikahan Kami

Kami mulai sibuk mencari design undangan sejak bulan November. Kami? Euuummm.. ga "kami" juga sih, karena dia kerjanya nerima contoh design yang gue temuin dengan susah payah dan berair mata (lebay), lalu dikomentari olehnya dengan komentar terbaik yang dia punya.

"alay.."
"lebay..."
"biasa banget..."
"ah apaan itu..."
"wah itu pasti mahal, ga usah.."

seputar itulah komentarnya -____-"

"ayaaaaaaaaaah... kak tyo jahat"

:p

Kami (yaudahlah ya...) berusaha optimal untuk menemukan design yang unik untuk undangan pernikahan kami yang istimewa ini. Mulai dari googling, blog walking, datang ke wedding expo, sampai mengunjungi satu-satu percetakan undangan khusus pernikahan.

Sampai akhirnya gue ngebujuk dia NEMENIN GUE, nyari undangan. Karena kalo metodenya masih gue cari, tunjukkin ke dia, dia komen, gue sebel, gue nangis, gue ngadu ke bokap, itu hasilnya ga optimal :p

Ya akhirnya, dia mau. Dengan ditemani mama dan papanya, kami berdua ke Bandung untuk mencari undangan. Kenapa Bandung? karena sekalian jenguk adeknya hehe.. bukan ding, ya karena Bandung emang pusatnya industri kreatif. Dan alhamdulillah setelah jalan-jalan hanya ke dua percetakan, tanggal 16 November 2011 mendekati waktu dzuhur kami berhasil menemukan design undangan yang paaaaaaas banget dengan keinginan kami. Unik dan bisa menggambarkan kami.

Ngomong-ngomong, tanggal 16 itu berarti lima empat sebelum ijab ya? Sebulan sebelumnya (Oktober) dia udah beli mas kawin dong. Semangat bener, Bung!

Kembali ke wacana awal, setelah nemuin design yang pas, kami tentu nanya harga kalo nyetak undangan yang demikian. Dan luar biasa, harganya DELAPAN RIBU RUPIAH per undangan. Sedang kami butuh 1200 undangan. Hzzzzz.... Karena kami berdua hemat (baca : pelitnya amit-amit), jadi kami putuskan mencari alternatif lain. Alternatifnya adalah NYETAK DI PERCETAKAN YANG SUDAH DIKENAL. Dan gue sebagai designer lepas punya temen yang punya percetakan yang pernah beberapa kali minta tolong design ke gue, akhirnya mengusulkan gimana kalo nyetak undangannya di Pandu Mas, temen gue itu. Pandu ini owner Chroma Digital Printing.

Dengan banyaaaaaaaaak sekali pertimbangan akhirnya dia mengiyakan. Di Pandu kami dapet harga yang luar biasa bersahabat. Luar biasa banget pokoknya.

Walau ada sedikit kekecewaan karena warna yang sedikit tidak sesuai dengan bayangan, tapi kami PUAS. Daripada banyak cingcong, langsung liat aja undangan kita.. :D

bagian depan undangan

bagian depan ditarik, gandengan deeeh.... *kedip-kedip*

bagian belakang undangan

bagian belakang ditarik, ada peta deeeeh...


Designnya bener-bener murni gue kerjain sendiri dibantu sang calon suami yang setiaaaaaaaaaaaaa banget komentar pedas (dan karena komentarnya lah, undangan jadi "sesempurna" ini, alhamdulillah) :D

Design ini dimulai dengan menggambar sendiri tokoh kartun berkostum pengantin palembang, lalu menentukan huruf, menentukan warna (tema pernikahan kami adalah broken-white & gold), menggambar sendiri petanya.

Gue kasih tau ya, hal yang membahagiakan sampai tahap nyebar undangan ini adalah lo bisa liat nama lo sendiri tercetak di undangan itu sebagai calon pengantin :D

Kalo ada yang mau dibuatin design undangan bisa contact gue ya, harga profesional (ngiklan) :p

Comments

  1. undangannya lucu kaka ^^
    selamat memempuh hidup baru kaka..
    moga diberi keberkahan sama Allah :)

    *ko ga ngundang aku?!
    >>siapa saya?!hehe

    ReplyDelete
  2. alhamdulilllah.. aamiin..
    ayo kalo bisa mah dateng aja :D

    ReplyDelete
  3. kak desni...
    assalamu'alaikum......
    aku suka sukaa sukaaaa banget baca blog kakak..hehehe (menginspirasi dan memberikan semangat)

    pas baca yang ini...aku ikut senang sekaligus terharu akhirnya kk walimahan juga.eheheheh
    asik asik....selamet y kak selamet...selamat menempuh hidup baru !
    Barakallahulaka wabaraka alaika... amin

    akhirnya nanti pas difoto kk deh yang ditengah, bukan dipinggir lg,,,,ehehehe

    ReplyDelete
  4. wa'alaykumusalam..
    alhamdulillah... *garuk2jilbab*
    aku syok ada yg terinspirasi dan tersemangati dari tulisan geje ini hehehe...

    ReplyDelete
  5. kakak.....aku minta dong undangannya ,,,lucu,,,ehehehehehehe....tapi jauh ya resepsi walimahannya,,,,

    ReplyDelete
  6. wah baru tau gw. undangannya bisa ditarik terus gandenggan *idebagus *jrengg

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo mau pesen bisa ke aku lhooo... *ngiklan*

      Delete
  7. Mbak..aku mau donk buat undangan gitu..gmn menghubungi mbak..lokasi ku di palembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemaren kita udah kontak2an via twitter n bbm ya :D

      Delete
  8. hoi desni, ini para penggemar blog ente, komennya pada dianggurin aja -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.. maklum sih doooo.. penganten baru :p

      Delete
  9. mbak...pengen undangannya deh?itu brapaan harganya? hehe
    btw, salam kenal ya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal nisyung.. kalo dipercetakan biasa harganya 8ribu per undangan :)

      Delete
  10. Salam kenal..
    Assalamualaikum mbak..
    Mbak aq boleh neonate design gambar kartunnya ga?
    makasih sebelumnya..kalo boleh minta kontaknya mbak...email saya safitrie@gmail.com..

    makasih ya mbak ^^

    ReplyDelete
  11. Blognya bagus banget kak ^^ Semoga persiapan pernikahan dilancarkan dan semoga langgeng sampai maut memisahkan :)
    Selamat pagi kakak. :) maaf numpang promosi ya. ^^
    Ada yang mau nikah? Tapi masih bingung cari Wedding Organizer yang profesional? Rias pengantin yang bagus dan *manglingi? Dan catering yang halal,enak, murah dengan dekorasi yang bagus tapi tetep dengan harga sesuai kantong anda?
    Gak cuma catering untuk nikahan aja lho, ada juga nasi box, racikan dan nasi bancakan. Rias untuk pengantin,wisuda,persewaan kebaya/beskap juga bisa. Yuk cek paket paket hemat kami di link kami http://www.bumentik.com dan http://dekorasipernikahanjogja.com/

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular posts from this blog

Tutorial Menjahit Pashmina Instan ala Nurina Amira

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Repurpose : Mengubah Kemeja dan Rok Jadi Gamis Kekinian