Thursday, May 31, 2012

Rayuan Gombal

Suamiku bukan tipikal pria yang bisa merayu wanita yang disayanginya. Gitu katanya.

"Soalnya perlu kesungguhan. Perlu kejujuran. Kalo cuma maen-maen sama temen-temen sih gampang soalnya ya ga perlu sungguh-sungguh, ga maen hati.."

*jewer*

Jadi dia itu jaraaaang banget ngegombalin istrinya ini. Sekalinya ngegombal, gombalannya ada maunya.

Fragmen I
Pulang kerja, lalu tiduran di pangkuanku. Ya sebagai istri yang baik nan sholeha calon penghuni surga (aamiin), aku pijati kepalanya. Dia menatapku, perlahan dia berkata

"Sayang, kamu tau ga kakak paling suka jari-jari kamu, rasanya nyamaaaaan banget kalo disentuh jari-jari kamu, pijitan kamu tuh bikin kakak tenang..."

Lalu dia memejamkan mata dan tersenyum

Aseeeeeeem... aku udah mau terbang eh pas dipikir-pikir dia cuma minta dipijetin. -____-"

Fragmen II
Dia sedang sedikit sakit saat kami menginap di rumah ayahku. Lalu ibuku menyuruhnya meminum susu beruang. Tau kan? Susu steril cap beruang yang ga ada rasanya itu.

Dia minum sedikit, lalu saat ibu pergi dia menatapku

Dia : Sayang, kamu tau kan kakak sayang banget sama kamu?

Aku : Terus?

Dia : Kamu kan butuh asupan kalsium biar kuat, ayo minum susunya, dibagi berdua.. (nyodorin kaleng susu yang baru diminum seperampatnya) I love you... (senyum)

Aku : -_____-" bisaaaaaaaaaaaa aja!

Fragmen III
Dia habis nonton FTV yang selalu ku debat karena aku ga suka FTV

Dia : Kamu mirip seseorang deh..

Aku : Siapa?

Dia : Marsha Timothy..
yang berjilbab aja ga mirip -___-"

Aku : *ngeliat ke TV*

Dia : Tapi dia lebih cantik


-_____-" yaiyalaaaaaaah...
suamiku kesurupan

Fragmen IV
Dia kayaknya lagi ketiduran saat aku sibuk ngeblog (baruuuuu aja terjadi), tiba-tiba dia membuka mata dan tersenyum

Dia : Kamu suka makan asinan?

Aku : Iya

Dia : Jangan banyak-banyak ya, nanti manisnya berkurang.....

Aku : -------------------------------

Sekian dulu. Selamat malam jumat :)

White - Gold III

Tema tulisan ini sebenarnya DEKORASI.

So inilah dekorasi kamar pengantin dan gedung resepsi yang kami pilih.

before

After

Sejak awal dibeli, aku selalu ngerasa kasur king size ini kegedean buatku, tapi setelah menikah kasur ini jadi kesempitan buat dua orang sejenis aku dan dia :p




Pertama kali liat di facebook Melati Nirmala WO, aku langsung jatuh cinta sama pelaminan ini. Namanya pelaminan kubah kaca. Cantik bangeeeet... Pas di nikahanku jadi begini..

bareng ayah ibu - mama papa

ruame buangeeeeet...

Tante Yati

Cerita tentang dandan mendandani saat pernikahanku 16 dan 18 Maret 2012 yang lalu rasanya ga lengkap kalo aku ga nyeritain tentang satu orang ini. Namanya Tante Yati.

Pertama kali ketemu Tante Yati pas H-1 pas aku lagi dipakein pacar/hena. Tante Yati datang bersama satu temannya yang akan bertugas mendandani keluargaku. Kesan pertama bertemu Tante Yati aku merasa orangnya ceria.

Esoknya Tante Yati datang ke rumah pas pukul 10.00 WIB. Katanya aku harus didandani dari pagi soalnya ribet mau masangin siger. Oh ternyata Tante Yati punya sigernya. Soalnya menurut konfirmasi dari Tante Dian (pemilik Melati Nirmala Wedding Organizer), mereka tidak mempunyai siger (mahkota sunda).

Rencana awalnya karena kami mengira dari pihak WO tidak menyediakan pakaian akad, maka kami meminta perias keluarga besan untuk menyediakan sigernya. Pada akhirnya saya bersyukur untuk dua hal karena siger dibawa oleh Tante Yati. Pertama karena ternyata akhirnya keluarga pengantin pria datang terlambat 30 menit dari perkiraan. Kalo aku nungguin periasnya keluarga besan jam berapa tuh aku baru kelar didandani. Nah yang kedua aku bersyukur sekali karena Tante Yati yang bawa siger, soalnya kalo yang bawa dari pihak perias besan, bisa-bisa aku pingsan duluan. Kenapa? Karena Tante Merry, perias keluarga besan ternyata SEKONG alias BENCONG. Aaaaaa... alhamdulillah aku selamat dari sentuhan laki-laki (yang ngaku-ngaku perempuan) yang bukan muhrim...

Eh iya, balik lagi ke Tante Yati, awalnya pas ngedandanin biasa aja. Sampai saat Tante Yati mau mencukur alisku. Kami sempat debat.

Aku : Tante aku ga mau dicukur alisnya.

Tante Yati : Kenapa?

Aku : Haram tante, ga boleh..

Tante Yati : siapa yang ngelarang? suami? orang tua?

Aku : Allah, tante... Ada haditsnya

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ

Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah pula melaknat orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)

Akhirnya Tante Yati menyerah.

Lalu saat adzan dzuhur, Tante Yati memintaku buat ga sholat

"Minta ampun aja ke Allah, sekali aja ga sholatnya.."

Makjleb rasanya. Syok banget aku.

"Tante, menikah itu sunnah, masa karena yang sunnah yang wajib malah ditinggalin..:)"

Aku pikir ini emang tugas kita yang paham, memberi tau yang belum tau, mengingatkan yang lupa. Maka saat-saat seperti ini (pernikahan) adalah saat yang tepat untuk mengingatkan. Aku juga bersyukur karena saat-saat genting seperti ini ada sahabat-sahabat yang paham agama berada di sisiku. Kalo ga kuat bisa-bisa malah dapet dosa bukannya berpahala karena menikah.

Saatnya aku dipakaikan jilbab. Ini juga saat-saat sulit karena Tante Yati ga berpengalaman mendandani wanita berjilbab lebar (yang biasa disebut kaum akhwat, yg padahal akhwat dalam bahasa arab berarti wanita hehe). Tante awalnya ngotot ingin aku berjilbab kecil saja, jilbab ninja. Dengan bagian dada tidak terulur kain jilbab. Lagi-lagi kami (aku dan teman-teman) harus mendebat dan pada akhirnya tante kalah karena kalo ga mendandaniku sesuai seleraku, aku akan melaporkannya ke Tante Dian hehe... Ancaman ini efektif.
proses dandan

jilbab yang dibolongin buat masang siger dan kembang goyang

Setelah selesai semua, tante Yati menatapku, lalu berbisik "cantik juga ya begini..."

Ah alhamdulillah... Tante Yati akhirnya meminta fotoku dan setelah itu dia menceritakan kenapa dia ngotot tadi. Rupanya para perias pengantin ini punya beban tersendiri, jika pengantinnya "tidak cantik" maka pasti tamu-tamu akan menyalahkan periasnya. Komentar-komentar "riasannya jelek, ga bikin pangling" adalah komentar yang ditakuti mereka. Belum lagi jika ada komentar yang datang ke pihak WO bisa-bisa mereka dimarahi dan dihukum.

Karena cerita tante Yati inilah keesokan harinya aku dan suami (udah sah hehe) mendatangi pihak WO dan menjelaskan bahwa mencukur alis tidak aku perkenankan dalam mendandaniku. Saat mendandaniku di hari resepsi tante Yati jadi jauuuuh lebih santai karena sepertinya bebannya sudah hilang.. :)

White - Gold II

Eh cerita pakaian resepsi udah, pakaian akad yang duluan dipake malah ketinggalan hehe...

Jadi saat ke Tante Dian, tante udah bilang

"Tante nih ga punya baju kebaya sunda sama sigernya (siger = mahkota sunda), jadi tante saranin desni cari sendiri aja biar cocok"

Yup. Akhirnya diputuskan buat nyari sendiri aja biar sesuai selera. Karena aku dan dia harus balik ke kota masing-masing (Bogor - Jakarta) akhirnya proses pencarian diserahkan kepada keluarga Kak Tyo. Karena keluarganya yang ada unsur sundanya.

Progres hingga akhir Januari bagus, bajunya udah ketemu, sigernya juga ada. Februari awal aku telpon-telponan sama calon mama mertua (dulu statusnya masih calon). Ternyata eh ternyata kebaya sundanya ga ada puring di bagian tangannya, cuma ada puring sejenis kemben gitu. Bajuku pornoooo aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... udah bulan februariiiiiii, sebulan lagiiiiiiiiiiiiiiiii... Aku stress berat. Yaudah aku putuskan aku bikin sendiri bajunya.

Dan ditengah stres berat itu, aku sendirian (drama queen :p). Temen-temenku semua sibuk. Septina lagi sibuk seminar-sidang, Adhil lagi hamil gede dan aku ga tega ganggu, Izzah dan Anna saat itu lagi sibuk juga ngurusin pernikahan mereka. Lengkap deh aku bener-bener sendiri. Minta temenin calon suami? Hadeeeeh..... ngapaiiiiiiin....

Akhirnya aku tanya-tanya Hasan (parter in crime di Kakon), dimana ya baiknya aku beli bahan kebaya, dan atas saran Hasan akhirnya aku pergi nyari-nyari kebaya di PASAR ANYAR BOGOR SENDIRIAN huhuhu....

Kenapa huhuhu? Pertama karena aku ga tau kain yang kayak apa yang harus aku pilih, aku juga ga tau ukurannya, aku ga tau harga pasarannya, dan aku suka muntah di pasar tradisional karena aku ga tahan baunya.. (T_T)

Ternyata kain kebaya mahal ya, setelah tanya-tanya akhirnya aku beli kain sepanjang tiga meter plus puring 1,5 meter. Total beli kain doang sekitar 700ribuan. *elus-elus dompet*

Atas saran penjual kain aku diajarin buat sekalian beli mute-nya (manik-manik) biar bisa dijahit di bajunya. Beli mute dan kristal-kristalan sekitar 150ribuan.. *nangis-nangisin dompet*

Setelah itu daripada nunggu lama, sang kain aku bawa ke penjahit. Karena penjahit yang aku tau cuma Pak Ilham (penjahitnya Kakon) aku bawa aja kainnya kesana. Modelnya sederhana aja, yang penting KETUTUP dan GA KETAT. Udah deh. Seminggu kemudian bajunya jadi. Baju jadi sekitar tanggal 20 Februari. Dan sisa waktu itu aku pake buat masang sendiri payetnya yang udah aku ceritain sebelumnya. Dan sampe tanggal 16 Maret jam delapan pagi saat Adhil, Septin, Rai, Anna dan Kiki dateng ke Palembang aku masih sibuk masang-masang payet hahahaha... Adhil malah sempet-sempetnya numpahin mute-nya.. *jewer*

Dan beginilah sang baju setelah aku pake..


pose "apa2an"

bareng tamu Bogor (1 ikhwan dan 4 orang akhwat LDK Al Hurriyyah IPB)

bareng temen SMA (dua akhwat ini masih single looooh hahaha)
Sederhana banget tapi aku ga akan pernah lupa, baju ini terlalu berkesan untuk dilupakan.. :)

Eh iya hampir lupa, pas post foto-foto nikahan di facebook banyak yang komen

"Desni cantik banget, manglingin..."

Kata-kata pangling dikaitkan dengan cantik banget bisa jadi berarti "lo kalo biasa aja jelek, pas didandanin cakep" -_______-"

ah pokoknya thanks to Tante Yati dari Melati Nirmala Wedding Organizer yang bisa bikin orang-orang PANGLING.

White - Gold I

Holaaaaaaaaaa... udah lama bangeeeeeeet rasanya ga nulis di blog ini *bersih-bersih sarang laba-laba*

Ternyata jadi istri itu sibuk banget. Bangun tidur aku sibuk ngeliatin muka suamiku, sibuk senyum-senyum sendiri, sibuk ngasih ciuman hangat (pret), habis itu sibuk nyiapin sarapannya, sibuk dengerin komentarnya, sibuk ngambek kalo komentarnya "jahat banget", sibuk nyiapin hal-hal yang dia butuhin buat mandi, sibuk nyiapin pakaian kerjanya, sibuk lambai-lambai tangan nganter dia kerja, sibuk beres-beres rumah, sibuk bbm dia "Cinta, pulangnya jam berapaaaa???", sibuk deh gue hehehe...

Ah baiklah usai sudah ngelesnya. Kembali ke judul. Awalnya aku mau ngasih judul Gaun Pernikahan. Tapi kok rasanya berlebihan ya, soalnya aku kan ga pake gaun. Aku pake kebaya sunda dan aesan pak songkoknya Palembang dan menurutku kedua pakaian ini ga termasuk kategori gaun. Jadi aku kasih judul diatas karena keduanya warnanya begitu. Putih dan emas.

Aku ceritanya darimana ya bagusnya? hehehe... udah lama banget soalnya.

Eeuumm... dari pertama kali menetapkan tanggal pernikahan, keluarga sudah menyepakati untuk mengadakan syukuran dalam dua hari. Syukuran akad dan resepsi. Hingga kami harus menentukan pakaian apa yang harus kami pakai di hari-hari itu.

Pakaian resepsi sudah pasti aesan (pakaian adat Palembang) karena resepsi dilaksanakan di Palembang. Sedangkan pakaian untuk akad kami masih bingung. Antara Betawi dan Sunda (suku asal suami). Akhirnya dipilih pakaian adat sunda karena lebih simple dan rasanya lebih cocok untuk akad.

Sekitar tanggal 26 Desember 2011 setelah melihat lokasi resepsi, kami (bersama keluarga) bertemu dengan pemilik Melati Nirmala Wedding Organizer, Tante Dian dan Om iik yang mengurusi pernikahan kami. Bersama Tante Dian dan Om iik, kami memilih dekorasi pelaminan dan gedung, dekorasi kamar pengantin, seragam keluarga dan tentunya pakaian sang calon pengantin.

Eh iya pas milih-milih dekorasi kamar pengantin kami berdua diciye-ciyein. Kenapa ya? Biasa aja deh padahal. Sampe kita berdua jadi malu plus males milihnya karena diciye-ciyeinnya rese banget haha.. Akhirnya semua anggota keluarga keluar tinggal kami berdua bersama Tante Dian dan Om iik. Katanya biar kita bebas milih.. -____-"

Akhirnya semua udah dipilih, tinggal fitting baju pengantin. Desember ke Maret jauh juga ya jaraknya buat fitting baju. Iya soalnya kita berdua kan ga tinggal di Palembang. Jadi karena kemungkinan kita berdua baru bisa pulang Maret jadi fittingnya sekalian aja di Desember. Nah karena kita bajunya NYEWA (sengaja di-capslock) dan Tante Dian udah punya stocknya, jadi hari itu juga kami nyobain aesan pak songkok merah marun khas Palembang yang luar biasa ribet banget. Kita nyobain bajunya di satu ruangan tanpa pembatas (tentu tanpa adegan buka baju). Karena aku malu, jadi aku balik kanan ga mau liat dia. Kayaknya dia juga malu jadi dia juga balik kanan. Pas udah dipasang semua asesoris (termasuk tuh hiasan kepala yang buset berat bangeeeet >.<), kita disuruh ngeliat ke arah keluarga yang duduk di depan kita, dan akhirnya aku ngeliat dia dan dia ngeliat aku. Cuma bisa senyum-senyum, dia lucu pake baju itu hehehehe.... *naksir moment*

Karena terinspirasi sama baju nikahnya Dian Pelangi (yang ternyata orang Palembang juga), kami akhirnya memberanikan diri untuk bilang ke Tante Dian...

"Tante, ada aesan putih ga, kita pengen deh pake aesan putih pas nikah?"

Uh, denger kalimat itu sontak keluarga ga setuju, alasannya ga megah, ga meriah. Huuuu... Jadi syedih deh...

Dian Pelangi
sumber foto www.hijab-scarf.com/2011/01/dian-pelangis-wedding.html

Tapi jangan panggil aku Desni dan jangan panggil dia Tyo kalo kita berdua mudah menyerah. Setiap hari kita lobi, kita tunjukin contoh bajunya Dian Pelangi sampe nunjukin videonya juga. Akhirnya lobi-lobi politik kita berhasil, alhamdulillah hehe..

Pas banget sehari sebelum kami pulang ke kota masing-masing, orang tua setuju. Lalu bergegaslah kami ke rumah Tante Dian yang juga menjadi markas Melati Nirmala Wedding Organizer.

"Tante sebenernya ga punya aesan putih yang Desni-Tyo pengen tapi tante bisa bikin yang baru kalo bener-bener mau gimana?"

Wuaaaaa... Alhamdulillah dipermudah...

Tante Dian menyanggupi membuat aesan putih, walau tidak sama seperti yang dipakai Dian Pelangi (karena emang ribet banget dan takut nanti pelanggannya ga cocok sama modelnya), tapi alhamdulillah banget impian White-Gold Wedding bisa terlaksana.. Horeeeeee...

Yeeey... Aesan Putih!!!

Monday, May 14, 2012

Man.United vs Man.City

Ntar dulu nyeritain akad dan resepsi ya.. lagi pengen cerita peristiwa aneh tadi malem..

Semalem nemenin suami tercinta (ejiyeeee..) nonton bola.
Ada dua pertandingan sekaligus, Man.City lawan QPR dan Man.United lawan Sunderland. Suami memilih nonton Man.City. Saat ditanya "kok ga nonton MU aja?"

Jawabannya "Ah, MU udah sering menang, ga usah ditonton juga udah menang..."

beuuuuuh songooooong!!!

Sudah hampir jam setengah sebelas malam, aku pamit masuk kamar duluan, kamar kami terletak di sebelah ruang tv atas. Sengaja aku biarkan pintu kamar terbuka karena dia khawatir kalau pintu ditutup aku kenapa-kenapa. Baiklah, terdengar paranoid sekali ya suamiku, tapi aku suka hahaha...

Aku terlelap sampai entah jam berapa saat teriakan "goooooooooool..." menggema di rumah. Aku kaget dan berusaha melihat sekitar, masih dengan mata setengah terbuka dari arah ruang tv aku melihat suamiku berlari menuju kamar, naik ke tempat tidur, teriak gol sambil memeluk plus menggelitiki istrinya yang setengah sadar -_____-"

Setengah sadar aku bertanya "City kalah ya?"

Masih sumringah suami menjawab "Engga, menang 3-2, dua gol di empat menit injury time.." -___-"

Lalu dia keluar kamar lagi dan melanjutkan nonton meninggalkan aku yang TERLANJUR GA BISA TIDUR LAGI GARA-GARA DITERIKAIN GOL  Krikrikrik...

Ya ga apa-apa lah.. Aku tetep cinta kok.. (preeeet)