Friday, June 8, 2012

L-I-A-M-H

L-I-A-M-H

Apa yang kamu pikirkan?

Coba hubungkan dengan gambar ini

So???

L-I-A-M-H = HAMIL

hehehe... Iya aku hamil. Alhamdulillah.. ^.^

Gambar diatas namanya kalkulator kehamilan. Liat disini deh.. Nah itu kalkulator kehamilanku :)

Ceritanya panjang, eh sebelumnya, peringatan tulisan ini untuk 17 tahun ke atas hehe...

Well, kita mulai dari tanggal 7 Maret 2012. Itu hari pertama haid terakhirku sebelum aku menjadi seorang istri.  Jika baca postingan tentang hari-hari sebelum akad tentu masih inget kalo sebelum akad aku sedang haid dan baru berhenti haid sekitar H-2.

Menurut hasil baca-baca artikel yang kulakukan (coba baca artikel ini), kalo hari pertama haid disebut dengan hari 1. Maka masa subur adalah hari 12 sampai hari 16. Artinyasekitar tanggal 18 - 22 Maret 2012 adalah masa suburku. Kesimpulan sementara masa awal pernikahan yang sedang semangat-semangatnya itu (dijewer suami :p), adalah masa suburku.

Oh ya, sejak pertama kali haid di kelas 3 SMP, aku punya siklus bulanan yang luar biasa teratur. Siklus 28 hari. So kalo tanggal 7 Maret aku haid, maka berikutnya aku akan haid tanggal 5 April.

Tunggu Des, kamu pertama haid kelas 3 SMP?
Yup.. dan kata suami, itulah yang bikin aku tinggi menjulang hehe..

Back to main topic, saat tanggal 5 April ayah dan adikku (Alvin) datang ke Jakarta. Oh ya, awal-awal pernikahan kami berdua tinggal di Jakarta. Ayah dan Alvin sedang ada urusan hingga tanggal 8 April. Salah satu urusannya adalah membantu kami mencari tempat tinggal baru.

Karena kesibukan mencari rumah dan lain-lain, aku sampai lupa kalo aku harusnya sudah haid sejak tanggal 5. Aku baru ingat saat tanggal 7 dan meminta suami menemaniku membeli pembalut. Pembalut sudah dibeli. Tapi aku tak kunjung haid. Aku tak enak badan. Demam, berasa masuk angin, dan mual. Pada poin mual aku mulai curiga.

Tanggal 8 pagi ayah dan Alvin pulang ke Palembang. Setelah mengantar ayah, aku bercerita kepada suami tentang kecurigaanku, tentang kondisi tubuhku. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk membeli alat uji kehamilan.

Setelah bertanya pada teman-teman yang berpengalaman, kami memutuskan untuk membeli alat uji kehamilan yang katanya bagus. Agak mahal memang tapi ya katanya 99% akurat. Well.. akhirnya kami coba.

Saat itu jam 11 pagi eh siang, saat suami pulang dari apotek sambil membawa alat uji kehamilan. Dia memintaku untuk segera mencoba alat yang berwarna biru putih itu. Padahal seharusnya alat ini digunakan dengan bantuan air pipis pertama (apadeh bahasanya, air pipis.. :|) agar lebih akurat.

"Coba aja sekarang, kalo ga yakin besok beli lagi.. (sok kaya)" kata suami

Yaudah karena harus patuh, aku coba, kebetulan lagi pengen pipis (ga penting buat diceritain -___-")

Setelah dicoba, aku tinggal alat itu di kamar mandi selama 10 menit. Deg-degan euy... Kayak nungguin pengumuman kelulusan. Dan setelah 10 menit inilah hasilnya...


Taraaaa...
Dua garis = aku hamil... ~^.^~

Saat itu suami lagi tidur-tiduran, aku guncang-guncang badannya..

"Kak liat iniiiii..."

Pas dilihat dia ga ngerti artinya "Apa tuh?"

"AKU HAMIL KAK.. " sambil nangis-nangis antara bahagia, bingung, galau lah pokoknya..

Ekspresi suami? Meluk? Seneng?

Engggaaaaa... dia malah bilang "ih kok hamil sih, (sambil ketawa-ketawa)... iiiih... jangan deket-deket..."

-______-"

Terus setelah nanya temen-temen ternyata menghitung usia kehamilan itu dimulai dari hari pertama haid terakhir. Itu berarti dari tanggal 7 Maret. Owalaaaaah...

Awalnya aku dan suami syok. Masa aku hamil duluan, gimana ceritanyaaaaah.. -_____-"
Setelah baca-baca lagi info dari artikel-artikel yang ada, ternyata bener, ngitungnya dari hari pertama haid terakhir. Soalnya dokternya ga akan ngitung dari hari "campur", siapa juga yang tau hasil campur mana yang jadi (saking seringnya hehe *dibekap suami*).

Ternyata tanggal 8 April itu usia janinnya udah 4 minggu 4 hari. Trus nikahnya udah berapa lama? Nikahnya baru 3 minggu 2 hari. Hahahaha...

Yoweslah percaya  aja. Apalagi setelah USG pertama di hermina bogor, dr. Amrah juga bilang usianya udah 6 minggu (18 April 2012) karena ngitungnya dari hari pertama haid terakhir. Trus kata dokternya, pembuahannya sekitar tanggal 20 Maret *malu* haha...

Dokternya juga bilang, hal ini umum, biasanya kalo yang tokcer usia kehamilan bisa lebih tua sekitar dua minggu dari usia kehamilan. Huuffffttt... legaaaaa...

Ini jadi pelajaran sendiri buat aku, kalo ada yang umur kandungan lebih tua dari usia pernikahan "don't judge..", bisa jadi ceritanya kayak aku... :)

Oke..
Kesimpulannya kita berdua tokcer hehehe... Nah ternyata aku ga sendiri, setelah googling aku nemu kisah serupa, ada mba Fauziah dan bunda Aidan.

Eh iya ini foto dede janin usianya udah 10 minggu waktu di-USG kedua di hermina Palembang...


Sehat-sehat ya sayang... Ayah-Bunda love you.. :*

Thursday, June 7, 2012

Teori Ketek


Dia sedang tidur-tiduran sepulang kerja. Aku mendekati karena biasanya ia akan minta dipijat. Kali ini berbeda, dia yang hanya mengunakan singlet putih tidur terlentang sambil menepuk-nepuk kasur disebelah kanannya.  

“Sini…” cuma itu yang ia katakan.

Aku merebahkan diri menjadikan lengan kanannya yang terbentang sebagai bantal. Kami terdiam, dia sedang lelah sekali sepertinya.

“Ut…” panggilnya.

Aku memalingkan wajahku untuk menatapnya. Dan seketika bayangan rambut-rambut halus, hitam, panjang, lebat (detail deeeh) tertangkap mataku. 

“iiiiih… bulu keteknya banyaaaaaakkk.. hahaha…”

Dia tertawa dan reflex memelukku dengan tangan kanannya yang kujadikan bantal. Aku terjepit. Hidungku persis mencium bulu keteknya.

“aaaaaaaaa… bau tauuuu...”

Aku memberontak keluar.

“Kak, kata ibu ga boleh tau nyium ketek orang..” kataku dengan muka serius

Dia menoleh “kenapa?”

“soalnya, nanti mereka jadi susah pisah, jadi ga bisa dipisahkan gitu..”

“kok bisa?”

“dulu kan paman Desni yang paling kecil suka tidur kayak gini trus cium keteknya nenek, trus jadinya ga mau pisah deh si paman sama nenek. Liat aja beliau kan baru nikah pas umur 31. Trus habis nikah juga tetep tinggal di rumah nenek. Sayang banget sama nenek gitu deh…”

“iya gitu? Wah kalo gitu ga apa-apa dong.. sini..hahaha…” memeluk lagi

“aaaaaaaaaaaa…”

Kamu emang romantis ya, tapi romantis ala bulu ketek -___-“

Wednesday, June 6, 2012

Nyanyian Paling Merdu

Peristiwa kemalingan di kostanku Agustus 2011 yang lalu yang telah melenyapkan laptop, pocket camera, dan dua handphone saat aku tidur, ternyata berdampak jangka panjang. Aku mengalami paranoid, takut pada kesunyian saat tidur. Berhari-hari, berbulan-bulan aku lewati dengan ketakutan.

Aku tidak bisa tidur nyenyak dan sering kali bermimpi buruk. Solusiku adalah menyalakan tivi semalaman selama aku tertidur atau parahnya aku memilih untuk sama sekali tidak tidur.

Dan beberapa malam yang lalu aku menyadari, aku sekarang sudah bisa tidur nyenyak. Aku tidur tanpa bermimpi buruk dan tanpa perlu terbangun berkali-kali.

Aku menyadarinya suatu hari saat subuh hampir tiba, aku terbangun dan menatap pria di sampingku. Dia tidur nyenyak sekali. Dan dengkurannya keras sekai sampai-sampai aku khawatir tetangga kami mendengarnya dan merasa terganggu (ahahaha.. damai ya cinta :p).

Aku menatap wajahnya, memperhatikan garis mukanya, menikmati dengkurannya. Dan akhirnya aku memahami ternyata aku sudah tidak perlu tidur dengan televisi menyala. Aku sudah punya keramaian sendiri.

Keramaian yang aku miliki, aku punya hatiku, hatinya dan cinta kami (wueks) dan yang paling meriah aku punya dengkurannya.

Lalu aku tersenyum, pelan-pelan mendekatinya, masuk ke dalam pelukkannya. Perlahan berbisik

"terima kasih, sayang.."

Dan saat tertidur pun, dia bisa mendekapku erat...

Love you :*