Posts

Showing posts from November, 2012

Martabak Miniiiiiiiiii

Image
Karena kumpul lengkap berempat Kiki, Ery, Rizka dan saya rasanya semakin sulit, maka saya ungkapkan kerinduan saya yang luar biasa pada mereka semua dengan membuat martabak mini. Ga semini yang biasa kami buat di outlet dulu. Tapi rasanya cukup mengobati kerinduan.

Setelah googling sana sini akhirnya saya nemu resep yang saya yakini kemungkinan besar rasanya mirip sama martabak mini rindu ummi.

Berikut resepnya
Bahan :
250 gr tepung terigu
2 sdm gula pasir 1/2 sdt baking powder 1 sdt ragi instant (kalo ada yang ga tau, ragi instant contohnya fermipan) 350 ml susu cair 2 butir telur, kocok lepas 1/2 sdt garam
Isi : keju  coklat meises kacang, disangrai lalu dicincang kasar susu kental manis gula
Bahan olesan butter atau mentega

Cara masak
Campur terigu, gula pasir, baking powder dan ragi instant. Tuangi susu sedikit demi sedikit, aduk sampe rata. Masukkan kocokan telur, aduk rata. Masukkan garam, aduk lagi. Diamkan minimal 1,5 jam (diemin aja jangan diajak ngobrol), tutup wadah dengan …

Tumis Buncis Ala Singapore

Image
Saya dan suami tenyata punya tempat makan kesukaan yang sama D'Cost. Sea food adalah menu favorit kami. Beberapa waktu yang lalu kami berdua sedang mengalami sindrom sadar pentingnya label halal (apadeh pake sindrom-sindrom segala). Intinya sekarang kami mulai hati-hati untuk memilih tempat makan. Label halal MUI jadi patokan utama. Kalau ada, kita makan. Kalau ga ada, yaudah cari yang ada.
Nah sayangnya saat sedang galau begitu, resto favorit kami ini belum memiliki label halal MUI, sehingga ya untuk sementara kami tidak makan di sana. Kerinduan terhadap menu-menu D'Cost membuat saya googling resep menu sayur kesukaan saya disana, tumis buncis ala singapore. Alhamdulillah hasilnya memuaskan.

Berikut resepnya :
Bahan :
1. Buncis 250 gr
2. Daging sapi cincang 5 sendok makan
3. Bawang putih 2 siung, cincang
4. Bawang merah 2 siung, cincang
5. Bawang bombay 1/2, cincang
5. Minyak wijen 1/2 sendok
6. Kecap inggris 1/4 sendok
7. Saos tiram 2 sendok makan
8. Lada hitam 1/2 s…

Ketan Serundeng

Image
Ceritanya kemaren bikin ayam serundeng dan serundengnya kebanyakan. Karena saya dan suami biasanya ga suka makan dengan satu menu yang sama lebih dari satu kali. Maka serundeng "sisa" nya saya akali untuk dijadikan cemilan pagi kami.


Ada dua tahap pembuatan, pertama ketannya, kedua serundengnya.

Untuk membuat ketannya, saya menggunakan resep yang sama dengan pembuatan ketan pada kue srikaya.

Untuk serundengnya berikut bahan dan cara pembuatannya.

Bahan

Setengah kelapa ukuran sedang, diparutDua siung bawang merahDua siung bawang putihSatu sendok teh ketumbar (bisa ditiadakan, sesuai selera)Setengah ruas jari jahe1 ruas jari lengkuasGula putih dan garam secukupnya3/4 gula merah disisirMinyak untuk menumis Cara pembuatan :
Haluskan bahan nomer 2-5  Panaskan minyakMasukkan bumbu halus ke dalam minyak, tumisSetelah bumbu harum masukkan kelapa parut, aduk hingga rataMasukkan gula, garam dan gula merahAduk hingga kering dan warnanya kuning kecoklatanAngkat Setelah itu bentuk ketan s…

Kue Srikaya

Image
Dulu waktu SMA saya aktif di Rohis, karena saya cerewet saya diamanahi menjadi staf humas Rohis. Humas rohis diketuai oleh Dodo, seorang pria kebangsaan Nigeria (ahahha... becanda Do, jangan pundung). Seingat saya Rohis di SMA Negeri 3 Palembang dulu aktif sekali. Semua divisi punya kegiatan, semua divisi menonjol dan rata-rata anggotanya prestatif. Jadi kalo ada yang bilang Rohis itu sarang teroris, ah itu mah gosiiiiip...

Divisi yang kegiatannya aktif sekali karena hampir tiap hari ada kegiatan adalah divisi Dana dan Usaha (danus). Setiap hari mereka berjualan. Tidak hanya anak divisi danus sih, dari divisi lain juga banyak yang bantu. Dagangannya makanan ada donat dan juga kue srikaya, kue khas Palembang. Yang jualan kue srikaya ini namanya Ayu. Sebenarnya kegiatan jualannya Ayu ga melulu buat rohis, ada kalanya buat pribadinya. Kue srikaya yang dibawa Ayu ini buatan ibunya Ayu sendiri lho. Kuenya enak. Anak SMA Negeri 3 lulusan 2006 kemungkinan besar tau kue ini dan tau betapa ena…

The Art of Writing

Saya sudah punya buku diary sejak SD. Entah kapan dan entah sebab apa saya mulai menulis diary. Yang saya ingat dari semua buku harian yang saya punya saya tidak banyak bercerita tentang kesedihan. Saya menulis untuk bersenang-senang. Jadi cerita sesedih apapun akan saya tulis dengan sudut pandang "pelawak".

Kini selain blog ini saya sudah tidak punya diary lagi. Itulah sebabnya mengapa blog ini lebih banyak ceritanya, bahkan cerita-cerita tidak penting sekalipun. Sejenis cerita nyari kambing ke kandang Ophie yang luar biasa jauhnya, atau pengalaman Jakarta Bogor naik motor, bahkan cerita saat sang suami merayu saya (aiiiiih...). Saya menulis untuk bersenang-senang walau saat semakin dewasa saya menyadari orientasi menulis saya harus ditambah. Selain untuk bersenang-senang saya sekarang menulis untuk melihat hikmah apa yang bisa saya ambil dari setiap kejadian yang saya alami.

Belakangan ini mungkin teman-teman blogger menyadari saya banyak menulis untuk lomba. Rasanya dari …

Infaq Satu Juta (Part 2)

Image
Sebaiknya baca postingan sebelum ini... Infaq satu juta

Rencana di Palembang cuma sebentar yang jelas tanggal 31 Oktober kita berdua harus udah ada di Bogor lagi. Awalnya kita mau naik bus aja, karena khawatir sama kandungan gue. Tapi muka ayah gue melas banget beliau bujuk-bujukin kita buat naik pesawat aja. Akhirnya kita naik pesawat tanggal 30 Oktober.

Sebenernya ya booo.. menurut dokter obgyn langganan gue di Palembang, resiko di pesawat dan di bus sama aja. Pesawat beresiko karena tekanan di udara yang berbeda dan guncangan saat take off dan landing. Sedang bus beresiko karena guncangannya. Bus juga beresiko karena lama perjalanan yang ditempuh. Tapi menurut hypnobirthing, asal ibunya tenang insyaAllah bayinya ga apa-apa. InsyaAllah. Dan kami percaya itu.

Pesawat yang dipilih adalah Singa Merah. Biasanya opsi pertama sang Burung Biru tapi mahal boooo.. kita naik sang singa aja. Gue ga mau dan rada-rada trauma naik pesawat Betawi atau pesawat Raja Palembang soalnya serem a…

Infaq Satu Juta

Image
Judulnya tengil, riya', suombuong buanget ya...

yaelah sejuta doang belagu amat des..
makanya dibaca dulu aja ya biar ketauan ceritanya

Dimulai dari tanggal 20- 21 Oktober 2012 maen ke kampusnya suami di daerah Cipete, Jakarta Selatan ada acara persembahan dari mahasiswa baru gitu deh. Nekat ba'da isya naik motor ke sana. Nyampe sana jam 9-an malem dan ternyata acaranya udah bubar gyahahaha.. Menurut suami dan temen-temennya biasanya acaranya sampe jam 12 malem, tapi karena emang ada kuliah ekstensi di kampusnya jadi ga boleh malem-malem banget acaranya.

Udah malem dan capek banget kita segera cari tempat nebeng tidur hehe.. Karena ga memungkinkan untuk nginep bareng, jadi terpaksa gue dan suami harus pisah sementara. Gue nginep di kosannya Ana, temen sekampus suami. Gue kenal Ana sejak tahun 2009, suami udah pernah ngenalin temen-temennya sejak jaman yang kita sebut "gue ga tau dia jodoh gue atau bukan". Sedang suami nginep di kosan Agung, sahabatnya semasa di kamp…

Netbook Asus Yihaaaaa...

Image

Tanpamu Tak Akan Sama

Image
Foto ini diambil saat kami sedang makan malam berdua di rumah makan Padang Palapa km 5 Palembang. Kami makan pukul 23.40-an. Makan setelah seru-seruan nonton Skyfall di PIM (Palembang Indah Mall :p), Malem amat ya? Kita kelaperan habis nonton, rencana langsung pulang ba'da nonton diurungkan, kami putuskan banting stir dan mampir dulu buat makan.


Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah kutipan yang diambil dari sebuah film Indonesia, Catatan Harian Si Boy


Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata yang diucapkan Michael Peña (Mike Zavala) dalam film The End of Watch. Kata-kata yang dia ucapkan pada sahabatnya Brian Taylor yang diperankan oleh si ganteng prince of persia, Jake Gyllenhaal. Kira-kira begini nasihatnya
Nenekku bijak sekali, saat aku ingin menikahi Gabby, nenekku bertanya 'Apakah kau bisa hidup tanpanya? Jika ya, maka berhentilah, jangan berpura-pura mencintainya..' Saat mendengar kata-kata itu saya sendiri menanyakan hati saya, apakah saya bisa hidup tanpa …