Wednesday, December 18, 2013

Inspirasi : Kalender Lucu dari Rabbani

Akhir november kemarin saya (plus Sachie) dan adik belanja ke rabbani. Oh iya jadi lulus SMA kemarin adik saya memutuskan untuk memakai jilbab. Sayangnya saat di rumah dia ga pakai jilbab. Alasannya dia ga punya kerudung instan seperti saya. Waktu ditanya kenapa ga ke rabbani, katanya karena ga ada yang menemani. Yasudah, akhirnya kami pergi bertiga. Ternyata rabbani Palembang yang di jalan R.Soekamto lumayan lengkap. Model jilbabnya update. Mbak-mbaknya juga ga jutek.

Kerudung baru
giginya udah limaaaaaa

Eh sekitar dua minggu kemudian, sahabat saya Nuri Izzatil Wafa (alias Ijah) memberitahu saya bahwa ada diskon besar-besaran di rabbani. All item diskon 50%. Ih senangnyaaaaa.. segeralah saya sebarkan kabar baik ini ke ibu dan adik saya. Ibu langsung semangat, karena belanja terakhir kemarin selain tak bisa ikut, ibu juga ga dibelikan. Akhirnya ibu kerjanya pinjam kerudung barunya si adik. Dan adik saya cuma bisa bilang "sewa ya bu.." dih uang-uang siapa juga -___-

Menurut saya polwan cuma strategi marketing,
sebenarnya ini year end sale

Belanja abis-abisan yang direncanakan sejak awal diskon, dari tanggal 14 Desember kemarin akhirnya baru terlaksana tanggal 17. Ternyata setengah toko kosong. Kenapa ya? Sudah habis atau stocknya disimpan? Kerudung yang tersisa hanya model Quds. Pakaian banyak, hanya saja ukuran tertentu untuk model tertentu tidak ada stocknya. Tapi tetap seru sih soalnya jadi telitiiiiii sekali memilih yang cocok hehe... (teteup ya ibu-ibu).

Nah pulangnya kami bawa oleh-oleh empat buah kalender 2014 yang konon katanya didapat jika belanja dengan minimal nominal tertentu. Kalendernya lucu, unik, dan saya suka. Walau menurut saya Solmet agak ganggu di kalender ini.

Kalender 1, Rabbani TV
kotaknya
Belum dirangkai


Sudah dirangkai
Lucu ya..

Kalender 2, Pop-up Rabbani
 
Kotaknya
depan
samping
belakang
Agak ribet sih model pop-up ini dirangkainya, dan agak ribet karena lembaran kalendernya misah-misah gitu (itu aja masih dalam plastik). Tapi tetep lucu dan unik.

Buat yang mau menikah dan pengen ngasih souvenir pernikahan atau undangan berupa kalender unik dan lucu bisa nih pake konsepnya rabbani. Semoga menginspirasi ya. Eh tapi jangan pake foto di setiap lembar, bikin eneg hehehe...

Mana nih year end sale lagi huwahahaha...

Bapak Ridwan Kamil

Yang ga kenal Ridwan Kamil mana suaranyaaaaaaaaaaaa???

Ini lho orangnya (diambil dengan semena-mena dari twitter beliau :p)

Ada?
Dulu waktu pilwalkot Bandung saya juga ga kenal lho sama pak RK ini. Saya cuma tau beliau adalah calon walikota yang diusung oleh PKS dan Gerindra. Diantara semua calon, pak RK ini yang paling muda sepertinya. Maklumlah saya yang bukan warga bandung jadi ga begitu memperhatikan siapa saja calon-calon walikotanya. Saya cuma pingin tau, PKS yang partainya menang waktu pilgub Jabar mencalonkan siapa dan bagaimana nasibnya. Mengingat saat itu PKS lagi dilanda isu-isu negatif.

Saya kaget, ga kaget-kaget amat sih, waktu quick count ternyata Ridwan Kamil menang hampir setengah suara (diatas 40%). Padahal ada delapan calon. Luar biasa. Apa yang membuat pak RK ini menang? Saya jadi bertanya-tanya.

Beberapa waktu kemudian, beberapa teman saya yang notabenenya warga Bandung meretweet tweet Ridwan Kamil. Setelah itu ada pula tweet yang mengelu-elukan sang walkot terpilih. Saya jadi penasaran. Akhirnya saya kepo-in akun twitter (at)ridwankamil tersebut. Isinya menarik, akhirnya saya follow.

Setelah follow akun twitternya saya jadi terpesona sama cara kerja beliau. Akhirnya saya cari-cari data tentang beliau. Dan setelah baca semua prestasinya, saya resmi ngefans sama bapak Ridwan Kamil ini.

Kenapa ngefans?
Prestasinya banyak. Beliau pernah mengharumkan nama Bandung lewat karyanya desain masjid Al Irsyad. Konon katanya masjid ini merupakan salah satu dari 25 masjid terindah di dunia (googling aja hehe). Masih banyak lagi prestasinya dalam desain-mendesain bangunan.

masjid al irsyad (ngambil dari web kota baru parahyangan)

Aktif bekerja untuk bangsa khususnya Bandung sejak dulu, bukan kerja pencitraan yang setelah menjadi pejabat baru dikerjakan.
- jauh sebelum jadi walkot beliau ini aktif di komunitas Indonesia Berkebun dan merupakan salah satu penggagasnya. Beliau pula yang menjadikan kampung Blok Tempe menjadi kampung mandiri yang membebaskan diri mereka sendiri dari banjir, mengelolah sampah, air dan asuransi kesehatan mereka sendiri. Maka kalau sekarang beliau sibuk dengan pemanfaatan lahan kosong dan dijadikan lahan produktif itu wajar. Mengingat kerja beliau sejak dulu.
sepeda yang setia menemani kang Emil, sapaan Ridwan Kamil (diambil dari sini)

- beliau pergi ke kantor walikota dengan bersepeda lho. Pencitraan? tentu tidak, dari dulu beliau sudah aktif dalam komunitas bike to work

Sekarang beliau sedang giat-giatnya mengatasi macet dan banjir di Bandung. 1000 lubang biopori sedang diusahakan. Jalanan berlubang sedang ditambal. Sungai dan gorong-gorong sedang dibersihkan. PKL diberikan solusi jangka panjang. Saya kadang menemukan beliau sedang wara-wiri di twitter jam 12 malam. Duh Allah, jikalau beliau ikhlas berikan balasan yang setimpal.

Bandung memang masih banjir, masih macet, tapi kita tau semoga lima tahun lagi Bandung sudah berubah jauh lebih baik. Pak, jika anda baca blog ini, saya sedang berdoa semoga bapak tetap baik, tetap profesional dan suatu saat bapak mau jadi presiden RI hehe... Saya juga berdoa semoga banyak pemimpin daerah lainnya yang seperti bapak. Termasuk di daerah saya Palembang, Sumatera Selatan.


btw ini bukan postingan berbayar, cuma apresiasi

Wednesday, December 11, 2013

Caranya

Saya masih menyimpan pita yang tersemat pada bunga mawar merah pertama yang ia berikan. Dulu waktu ia berikan sang dua kuntum mawar itu, saya diminta mengambil sendiri bunganya dari dalam tasnya. Saat saya ambil syukurnya sang mawar tidak rusak dan saya melihat senyum penuh kelegaan di wajahnya. Walau caranya sedikit kurang manis, tapi saya terharu membayangkan senyumnya saat memilih bunga sambil memikirkan saya apalagi bagian bagaimana ia menjaga sang bunga yang ada di dalam tas agar tidak rusak.

coba tebak apa ini? yap benar, sang pita

Ada pula boneka biru yang katanya ia beli untuk menemani saya selama jauh darinya. Ia sedang jalan bersama teman-temannya saat melihat boneka biru itu. Karena malu ia memisahkan diri dan kembali ke toko tersebut untuk membeli boneka.Saat menyerahkan sang boneka biru ia berkata, "warna matanya persis warna mata kakak.." lucu ya dia.

Saya masih ingat saat ia pulang dari luar kota. Berkotak-kotak coklat ia bawa dan ia ingin makan bersama saya. "Cobain yang ini, yang ini deh ada isinya, yang ini juga.." antusias sekali. Walau sang coklat tak hanya buat saya (karena dia bawa sedikit) juga buat teman-temannya tapi saya bahagia karena saya jadi yang pertama dibagi coklat dan diceritakan betapa enak sang coklat.

Suatu hari karena menghindari macet kami melewati jalan yang asing bagi saya, lalu ia menunjuk kios kecil di pinggir jalan. "Masih inget ga bakso malang itu?" saya buru-buru menengok ke arah yang ia tunjuk sambil tersenyum. Tentu saya ingat, itu tempat pertama kami makan bakso bersama. Makanan favorit kami berdua.
 
Juga beberapa hari yang lalu, ia meminjam akun email saya diam-diam, ia pinjam untuk belanja online. Saya akhirnya tau karena ada email konfirmasi bahwa produk dengan kode ini itu telah dibayar. Walau tak tau item apa yang dibeli, saya bertanya belanja apa sampai segitu. Dia cuma nyengir sambil bilang "kado ulang tahun buat kamu, mungkin nyampe rumah tanggal sekian". Sebenarnya saya jadi pengen ketawa kenapa mesti pakai email saya, kenapa tak pakai emailnya sendiri biar makin jadi kejutan. Tapi saya tetap bahagia membayangkan ia membuka-buka situs belanja online dan kebingungan memilih hadiah untuk saya.

Dia memang sesederhana itu, semudah itu membuat saya jatuh cinta padanya...

Saturday, December 7, 2013

Pengalaman Pertama Baby Spa

Menurut info baby spa bisa bikin bayi tidur lebih nyenyak, lebih tenang dan banyak kelebihan lainnya (silahkan googling sendiri hehe). Walau Sachie tidurnya nyenyak, anaknya anteng, manis, motoriknya cepat, bahasanya pun baik, tapi sebagai emak-emak gaol binti penasaran, akhirnya saya ajak Sachie ke baby spa kemarin. Tepat sehari sebelum usianya satu tahun.

Setelah selesai baby spa saya cuma bisa komen "yaaaah kok gitu doang sih" hahaha...

Soalnya ritualnya cuma pemanasan bentar, renang, pijat deh. Pijetnya juga standar pijat bayi yang setiap hari saya lakukan heu... Tapi tetap senang sih karena jadi punya pengalaman dan menghilangkan rasa penasaran.

Jadi pertama-tama Sachie dibuka bajunya, cuma menyisakan popok. Lalu sama mbak terapisnya Sachie diajak pemanasan sebelum renang. Bukannya nangis, dia malah cengar-cengir bahkan duduk bersandar ke mbak terapisnya. Alhamdulillah..

Tibalah saatnya berenang, popok Sachie dilepas dan kakinya pelan-pelan dicelupkan ke air. Airnya air dingin ya, karena Sachie sudah terbiasa reaksinya juga biasa saja. Dia malah kepingin ambil bola-bola yang mengapung di air. Setelah "nyebur" Sachie masih cengar-cengir, ngoceh-ngoceh, tapi setelah tangannya dilepas mbak terapisnya, dia langsung nangis kenceng. Takut kali ya berasa dilepas ke samudera.

Masih senyum
Setelah sekitar 10 menit dan dianya ga berhenti nangis, akhirnya Sachie diangkat, dihanduki, lalu diberi mainan. Saat saya peluk dia sudah tenang, pas lihat mainan dia langsung menyerbu kepingin main. Sambil duduk akhirnya dia dipijat. Sesekali dia merengek manja karena tangannya yang lagi sibuk memegang mainan malah ditarik-tarik untuk dipijat. Lucu deh dia...

Sebenernya ga nyesel-nyesel amat bawa Sachie ke baby spa ini, soalnya murmer, cuma seratus ribu, kalo buat 2x jadi 175 ribu. Kemarin Sachie spanya di RSIA Graha Mandiri, di deretan ruko belakang RM Sri Melayu Way Hitam. Iya emang di Palembang sini baby spa murah meriah. Tapi sepertinya mending beli kolam sama pelampungnya dan spa sendiri deh di rumaaaaah..

Salam ibu-ibu hemat hihihi
xoxo

Wednesday, December 4, 2013

One Day One Juz

Beberapa waktu yang lalu sahabat tersayang, Adkhilnong Utemong alias Adhil menawari saya untuk ikut grup One Day One Juz
"Des ikutan grup One Day One Juz bareng gue ya, grup gue masih kurang 3 orang nih.."
Sebenarnya waktu ditawari Adhil saya rada ragu, mengingat aktivitas saya yang punya bayi dan sedang hamil (lagi). Pertanyaan "bisa ga ya?" muncul seketika. Tapi karena yang nodong Adkhilni Utami, jadi rasa enggan untuk menolak itu hilang (heu..)

Saat gabung kebetulan koordinator butuh data ulang kelompok, jadilah saya tau grup ODOJ120 akhwat ini isinya luar biasa beraneka ragam. Mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, sampe yang punya cucu. Serius! Ada yang tinggal di Bogor, Serang, Medan, Palembang, Mesir, Turki, dan Jerman. Dan semuanya keren-keren.

Aturannya gampang. Satu hari habiskan satu juz, jadi sekelompok (30 orang) bisa khatam quran dalam satu hari itu. Waktunya dimulai dari 00.00 sampai 24.00 waktu setempat. Gimana kalo haid? Bisa diganti dengan mendengarkan murotal sambil menyimak lewat quran digital. Seru deh, masa jam 6 pagi sudah ada yang laporan menuntaskan 1 juz. Hzzzz... sabar woiiii gue baru juga selembar hahaha...

Bagi saya sendiri grup ini membantu sekali. Menyemangati saya yang sedang hamil ini untuk membaca lebih banyak ayat-ayat al-quran. Walau kadang selesai target setelah mendekati limit laporan. Senang rasanya banyak teman-teman yang berjuang bersama saya. Walau awalnya "ala bisa karena terpaksa" (hehe) tapi semoga semakin hari kita makin bisa memperbaiki motivasi dan keikhlasan. Ayo semangat!!!

*nyeduh kopi*

Sachie edisi #onedayonejuz
terinspirasi dari abang mujahid dan dede alfa

oh iya ini kontak ODOJ bagi yang pengen gabung
facebooknya : https://www.facebook.com/KomunitasOneDayOneJuz
twitternya : https://twitter.com/ODOJ_ID
webnya : http://onedayonejuz.org/

Wednesday, November 27, 2013

Happy Birthday

Saat aku tanya "penting ga sih aku jadi yang pertama ngucapin selamat ulang tahun?"

Kamu jawab "jangan kayak orang bodoh, yang penting itu masuk surga.."

Sebenarnya bagiku bukan seberapa penting jadi yang pertama, tapi aku ingin menjadi orang yang paling bersyukur atas lahirnya kamu hari ini 27 tahun yang lalu..

Selamat hari lahir sayang, maaf karena tak bisa berada disisimu hari ini, maaf pula karena aku tak bisa menghadiahkanmu hal lain selain cinta dariku dan anak-anak kita..

Ah, i miss you.......

selalu gaya sok cool


Pak Ade, tolong dong balikin laki gue ke sini segeraaaaaaa...

Thursday, October 24, 2013

Acer e1-432 impian emak-emak blogger


Pengen deh bisa terus aktif ngeblog, gaul di socmed, update info dimana aja kapan aja. Kayaknya asik melakukan semuanya di laptop yang berlayar besar dan lengkap alat-alatnya, ga perlu DVD eksternal dan ga perlu keyboard portable. Laptop yang sekarang saya pakai memang lengkap, memang gede layarnya tapi tebalnya itu lho. Bikin males dibawa keluar, beraaat..

Kenapa ga pakai tablet?
Saya masih muda, 24 tahun tapi jari-jari saya ini kolot deh, kena layar sentuh kebanyakan keseleonya. Banyak salah ketik banyak salah klik. Mau kepo jadi retweet, mau stalking jadi follow. Saya kan bertekad mau jadi blogger sejati. Masa blogger tulisannya salah ketik melulu. Saya juga lebih nyaman ngetik pada keyboard beneran kalau ditekan spasinya ada irama khas. Jauh-jauh deh ide keyboard portable, ribet!

Itulah kenapa Acer e1-432 jadi impian saya. Ada keyboard (laptop gitu lho), ada dvd, desainnya asik, warnanya kece dan batrenya tahan lama. Aih pengen punya deh. Biar tetep pede ngeblog dimana aja kapan aja

Monday, October 21, 2013

CPPS (Bagian 2): Pencarian

Gempa Jogja 2010 yang disertai letusan Gunung Merapi membuat sebagian besar wilayah Yogyakarta ditutupi abu. Bandara ditutup, kampus UGM diliburkan, semuanya terhenti, kegiatan yang ada hanya penyelamatan warga. Keadaan ini memaksa saya untuk tidak dulu kembali hingga kondisi memungkinkan. Dosen saya mengusulkan menunda atau bahkan menghentikan penelitian. Dan sebagai mahasiswi yang mempelajari ilmu jurnalisme kemanusiaan rasanya memang tidak mungkin saya kembali ke lokasi. Hati masyarakat yang masih luka akibat bencana tak mungkin saya korek-korek agar saya tau keberhasilan program bencana sebelumnya.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang saya memutuskan untuk mencari lokasi penelitian baru. Ini artinya saya harus mencari satu daerah yang pernah terkena bencana yang telah mendapat bantuan untuk pemulihan ekonomi jangka panjang penduduknya.

Dengan ditemani sahabat-sahabat tersayang (thanks to Septin dan Rai), saya akhirnya berkeliling mencari lokasi baru. Bersama Septin saya ke Parung, ke kantor Masyarakat Mandiri. Bertanya-tanyalah kami soal lokasi penelitian baru. Ternyata Imogiri adalah satu-satunya lokasi bencana yang pernah diberikan bantuan ekonomi jangka panjang. Putus satu harapan saya...

Beberapa minggu mencari info lewat internet akhirnya saya menemukan lembaga pengumpulan bantuan yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berlokasi di Ciputat. Kesan saya di dua lembaga ini (MM dan ACT) keduanya dipenuhi orang-orang yang ramah, benar-benar tipikal orang-orang yang siap membantu kita kapan saja. Saya bertanya soal penelitian saya, akhirnya saya direkomendasikan untuk datang langsung ke Situ Gintung. Situ Gintung adalah bendungan di Ciputat yang dulu bocor dan menghadirkan tsunami di tengah kota, tanpa laut tanpa pantai.

Saya berkeliling wilayah Situ Gintung yang super serem, serem soalnya disampingnya bendungan besar langsung, cuma dibatasi dinding bendungan heu... Kalo diinget-inget itu lokasi seremnya masyaAllah bikin merinding.
Bendungan Bocor Sumber Gambar Klik disini

Liat deh, serem banget kan (sumber gambar klik disini)

Setelah puas berkeliling akhirnya didapat kesimpulan, disana tidak bisa dilakukan penelitian karena semua penduduk yang terkena bencana SUDAH PINDAH. Heuuuu...
bendungan setelah diperbaiki (sumber gambar klik disini)

Sampai tahun baru 2011 tiba saya masih belum menemukan lokasi penelitian baru. Sampai ke Tasik saya telusuri dan lokasi penelitain tetap nihil. Karena semua inilah dosen pembimbing saya, bapak DPL meminta saya untuk mengganti TEMA penelitian. Itu artinya saya harus mencari tema baru, mencari tinjauan pustaka baru dan membuat proposal baru. Horeeeee... *nangis*

Sebagai tambahan, penelitain mengenai bencana adalah tema yang sungguh masih baru, saat itu belum ada yang meneliti program bantuan pasca bencana. Mencari tema, mencari tinpus dan membuat proposalnya sungguh kebanggan dan kesenangan tersendiri. Benar-benar original bukan hasil copas. Baiklah mari ikhlaskan...

Pencarian baru pun dimulai... 

Wednesday, October 16, 2013

Bersama Wardah Tulis Kisahmu dan Tebarkan Inspirasi Cantikmu



Sejak 16 Maret 2012 saya punya bantal dan guling kesayangan. Bantalnya lengan, gulingnya badan. Lengan dan badannya siapa? Lengan dan badannya suami saya hihiy… Oh iya sekedar info 16 Maret 2012 itu tanggal pernikahan saya. Hingga kini setelah lebih dari satu setengah tahun berlalu dan kami dianugerahi seorang anak, lengan dan tubuhnya masih jadi bantal favorit saya. Karena itulah saya harus punya rambut wangi dan kulit halus mulus biar sang bantal ga keberatan saya jadikan korban. 


Saya suka bikin suami saya senang. Karena sebaik-baiknya wanita adalah istri yang menyenangkan suami. Tapi ternyata dibalik pahalanya yang besar, tantangannya juga besar. Kenapa?

Coba perhatikan aktivitas IRT (ibu rumah tangga) tanpa asisten as known as pembantu seperti saya. Saat suami masih di rumah, belum berangkat ke kantor, saya mesti bangun pagi dalam keadaan cakep. Dan mesti tetep cakep walau harus masak dan nyiapin semua keperluan suami sebelum berangkat. Dan cakepnya mesti bertahan karena harus mengantar suami dadah-dadah di halaman.

Setelah suami pergi baru bisa berpenampilan a la upik abu. Nyuci piring, masak, nyapu, ngepel, nyuci baju, nyetrika, ngasuh anak dan aktivitas lain yang semuanya kalau dijabarin bisa bikin cerita tersendiri di blog ini. Sebelum suami pulang rumah harus sudah rapi, saya pun sudah cantik kembali. Kebayaaaaang? Iya ribet bener.

Sebenarnya suami saya ga minta macem-macem sih tapi saya kasihan kalau beliau pulang kerja saya masih dasteran, bau bawang dan asap dapur, muka minyakan, kulit kasar, pokoknya semua yang identik dengan ibu-ibu rumahan. Jadilah saya mulai hobi dandan. Dan sebagai muslimah yang belajar menyempurnakan diri, hobi dandan yang jadi ibadah ini harus mendukung ibadah saya yang lainnya. Maksudnya, Des?

Iya, selain tampil cantik dihadapan suami, saya juga tetap harus sholat, harus tilawah, dan dalam rangka ibadah kepada Allah ini saya harus suci. Suci sebenar-benarnya suci. Bebas dari najis misalnya. Nah karena itulah saya dandan menggunakan kosmetik halal. Kosmetik yang tidak halal dan/atau belum diakui kehalalannya kemungkinan memiliki kandungan haram dan najis. Jelas sekali haram dan najis jika melekat pada tubuh akan menjadi penghalang ibadah kita kepada Allah. Ibadah bisa jadi tidak sah. Na’udzubillah.
Najis adalah sesuatu yang menjadi penghalang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbentuk kotoran yang menempel pada zat, tubuh, pakaian atau benda lainnya. (sumber : Bab Najis, Majelis Fikih)

Memangnya ada kosmetik haram? ADA! Banyak produk yang mengaku alami. Produk alami, jika tidak memiliki kejelasan halal atau haramnya bisa jadi berbahaya. Alami bisa saja terbuat dari tumbuhan atau hewan. Jika sudah begitu kita tentu akan bertanya tanya hewan apakah yang digunakan sebagai bahan? Atau bisa juga dari organ tubuh manusia seperti plasenta. Kalau begitu perlu sekali adanya kejelasan halal atau haramnya.

Pilihan saya jatuh pada WARDAH
Banyak kosmetik halal, tapi saya paling suka produk wardah. Selain karena wardah adalah produk kosmetik halal yang pertama kali diakui kehalalannya oleh MUI, aman karena mengantongi izin dari BPPOM, harganya pun sungguh ga berlebihan, juga karena wardah telah menunjukkan kualitasnya pada kita semua. Mulai dari jadi sponsor acara pencarian bakat seperti x-factor sampai jadi sponsor film-film dengan efek make up tingkat tinggi seperti habibie ainun. Dan karena kehalalannya inilah saya jadi legaaaaa banget kalau mau sholat. Ga khawatir sholat ga sah karena habis wudhu pake lotion wardah misalnya.

Bagaimana gaya dandan saya

Dandan yang identik dengan mengoreksi dan mempertegas kecantikan memang penting tapi lebih penting lagi merawat diri agar dandannya jadi bukan untuk menambal kekurangan-kekurangan tampilan fisik. Maka sebelum share soal dandanan a la saya, kita bahas soal perawatan wajah sehari-hari dulu yuk..

Skincare

1. Membersihkan Wajah
Saya terbiasa membersihkan wajah di pagi hari dengan wardah lightening gentle wash atau dengan wardah lightening facial scrub. Gentle washnya wanginya enak lembuuuuuut sekali di kulit, ga panas di wajah juga ga bikin wajah jadi tegang.

Jika selesai beraktivitas biasanya sore atau malam hari saya membersihkan wajah dengan tiga tahapan. Pertama lightening milk cleanser, cuci muka dengan gentle wash, lalu terakhir beri lightening face toner. Seperti yang diajarkan waktu di beauty classnya wardah saat di kampus dulu. Sueger deh.

Tapi jika make up nya rada berat sebelum ketiga tahapan ini saya biasanya membersihkan wajah dengan bantuai pure olive oil nya wardah, yang botolnya warna hijau imut-imut itu. Juara banget ngebersihin muka plus ada efek kenyal gitu setelahnya.

2. Perlindungan Wajah
Untuk melindungi wajah dari sengatan sinar matahari saya biasanya pakai sunscreen gelnya wardah. Setelah terlebih dahulu saya pakai moisturizer gelnya.  Moisturizer bagi saya ga wajib sih tapi sunscreen itu penting banget.

Nah setelah membersihkan dan melindungi wajah barulah wajah bisa dipoles make up.
Saya membagi gaya make up saya menjadi 3 yaitu dandanan di rumah saja, dandanan ke mall, dan dandanan formal seperti kondangan.

Perlengkapan make up wardah
Kalau di rumah saja saya hanya pakai bedak dan pelembab bibir. Pelembab bibir saya pakai moist plus dari rangkaian haji dan umroh. Pemberian teman soalnya. Enak sih, bikin lembab bibir tanpa memberikan efek rasa-rasa asing macam buah-buahan.
1. di rumah saja
2. Ke mall
3. Kondangan

Kalau ke mall saya pakai foundation, bedak, lipstick tipis dan blush on tipis. Sesekali saya pakai eye liner untuk menghidupkan mata karena mata saya rada sayu.

Nah kalau dandanan formal seperti kondangan, saya pakai foundation, bedak, blush on, lipstick, eye liner, eye brow dan eye shadow.

Mendadak jadi SPG wardah
Tahun 2012 yang lalu adalah tahun pertama saya berkenalan dengan kosmetika halal dari PT Paragon Technology and Innovation, WARDAH. Perkenalan yang tidak sengaja. Semua bermula dari obrolan ringan saya dan sahabat tentang lomba menulis blog mengenai produk halal yang sedang gencar diadakan oleh LPPOM MUI dan blogdetik. Ada yang hadiahnya motor, ada yang uang tunai, ada juga yang gadget super canggih. Nah, karena hadiahnya menggiurkan, akhirnya saya beranikan diri untuk ikut lomba.

Sebenarnya saya nekat saja ikutan lomba blog tentang kosmetik halal. Karena sesungguhnya saya bukanlah individu yang akrab dengan kosmetik. Pada masa itu kosmetik satu-satunya yang rajin saya pakai hanyalah deodorant hehe..  Sekarang, dari sebuah perkenalan tidak sengaja itu, saya jadi akrab sekali dengan produk wardah. Soalnya perkenalan saya dengan wardah setahun yang lalu selain berbuah kenangan manis dan ilmu pengetahuan, juga berhadiah the new iPad dan sertifikat juara 1 lomba blog kosmetika halal hehehe..  

Jadi gara-gara ikut lomba blog ini saya ibarat me-refesh kembali ingatan saya tentang pentingnya merawat diri. Saya teringat dengan sahabat saya, Reti, si miss body lotion, yang rajin sekali mengoleskan lotion ke tubuhnya. Katanya

“karena diri ini adalah amanah maka menjaga amanah dari Allah adalah kewajiban..”

 Nah gara-gara ikut lomba blog ini pula saya pun jadi paham “kenapa kosmetik harus halal”.  

Jika merawat diri adalah perintah Allah maka harus sempurna dengan kosmetik halal saat menjalani perintahnya

Hal ini lah yang membuat saya berpikir mungkin di luaran sana banyak saudara, sahabat dan teman yang juga belum sadar tentang pentingnya produk halal. Saya jadi kepingin berbagi ilmu dengan membagikan link tulisan saya. Awalnya saya ga pede buat bagi-bagi link tulisan saya. Saya hanya berani minta sahabat-sahabat terdekat saya untuk membaca dan memberikan komentar. Dan saat tau saya berhasil menjadi juara saya jadi makin bersemangat berbagi link tulisan saya tersebut. Saya mulai pede. Sejenis “ah akhirnya tulisan gue di blog ini ada yang layak baca muwahahaha…”

Banyak reaksi atas dari orang-orang terdekat atas tulisan saya tersebut. Mulai dari yang bertanya tentang produk-produk wardah, minta tips kecantikan (kayak yang ngasih tips cantik aja), sampai ada yang konsultasi produk apa yang kira-kira cocok dengan masalah kulitnya. Luar biasa! saya jadi berasa SPG wardah berjalan dan gratisan. Tinggal pake jilbab abu dan baju toska lengkap sudah hehe..

Korban-korban yang berhasil saya jerumuskan

Suami
Deodorant wardah milik saya dan suami
Klien (kalau mau tidak bilang korban) pertama konsultasi kosmetik halal adalah sang suami. Bukan. Suami saya ga saya pakein blush on kok. Deodorant beliau sudah saya ganti jadi deodorant wardah for him. Kata suami saya wanginya enak, engga panas, dan yang paling penting ga bikin kulit ketiak hitam plus ga meninggalkan bekas di bajunya. Selain deodorant suami saya sering saya pijat dengan minyak zaitun wardah. Kadang-kadang kalau saya sedang iseng, saya facial dengan lightening seriesnya wardah milik saya.


Adik
Adik saya sedang masa-masa pubertas. Jerawat tumbuh dimana-mana, dan wajahnya jadi kusam. Setelah saya “pamer” tulisan saya, dia jadi konsultasi gimana menghadapi masa pubertasnya. Saya rekomendasikan acne series padanya. Walau sebenarnya produk kosmetik cocok-cocokan, tapi produk wardah biasanya memang cocok di segala kulit. Alhamdulillah jerawat adik saya bubar, dan mukanya halus lembut ga kusam lagi


Adik ipar
Adik ipar. saya dan kosmetik wardahnya
Nah ini gara-gara suami saya. Saya jadi bangga deh. Beliau adalah orang yang merasakan langsung efek wardah pada saya, sehingga beliau berani promosi ke adiknya untuk pakai produk wardah juga. Alhamdulillah sang adik ipar pun suka, bahkan teman-temannya pun banyak yang ikutan pakai.
Teman kosan adik yang terinspirasi dan akhirnya kepincut wardah


Sahabat tersayang
Izzah dan acne seriesnya
Ini dia sahabat kesayangan saya, Izzah. Saat menyusui yang sangat berharganya terganggu oleh jerawat-jerawat bandel. Saya jelaskan ke izzah biasanya pengaruh hormon ibu menyusui. Selain rambut rontok pada individu tertentu bisa jadi pengaruhnya muncul pada wajah seperti jerawat. Selain sabar saya rekomendasikan acne series. Walau tak sepenuhnya hilang namun jerawatnya mulai bisa diatasi.

Ibu dan mama
Ibu dan Mama sama-sama cantik ya :')
Ibu adalah panggilan saya untuk ibu kandung dan mama adalah panggilan saya untuk ibu mertua. Dua-duanya sekarang pengguna wardah lho. Ibu jatuh cinta sama blush on pinknya yang lembut dan cocok di warna kulit putih milik ibu. Sedangkan mama jatuh cinta dengan exclusive lipstick pink. Cocok banget sama warna kulit sawo mateng mama.

Teman-teman blogger
Nanya-nanya di blog
Senang rasanya kalau ada yang memaai kosmetik halal karena terispirasi oleh saya, mungkin inspirasi datang dari gaya make up sehari-hari saya, mungkin juga karena tulisan saya ini. Senang karena gaya hidup halal makin hari makin meningkat. Semoga slogan halal is my life style makin kencang gaungnya di sekitar kita.

Wednesday, September 25, 2013

Cerita Panjang Perjalanan Skripsi (Bagian 1)



Namanya Karangkulon, sebuah dusun nan indah dan sejuk di atas bukit sudut Yogyakarta. Kesan pertama saat saya menginjakkan kaki di dusun yang berada di kawasan makam raja Imogiri ini (pertengahan 2010) adalah rasa nyaman dan tenang a la pedesaan Jawa.  Semakin lama tinggal disini saya semakin senang, terutama saat malam, saya bisa melihat ratusan kunang-kunang bebas beterbangan di atas persawahan. Pengalaman yang belum pernah saya rasakan seumur hidup sebelum datang ke Karangkulon.

Saat saya datang ke Dusun Karangkulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta, saya menemui sebuah paguyuban batik tulis yang didirikan oleh Masyarakat Mandiri (dulunya berada satu naungan dengan Dompet Dhuafa Republika). Paguyuban batik Giriloyo namanya. Batik produksi paguyuban ini sudah laris manis di pasar bahkan sampai ikut pameran-pameran batik internasional.

Siapa yang sangka, empat tahun sebelum kedatangan saya ke dusun ini rumah-rumah disini hancur, rubuh, nyaris tak bersisa. Ya, gempa jogja 2006 adalah penyebabnya. Gempa yang merusak semua rumah warga di Karangkulon, juga merusak alat-alat membatik yang dimiliki warga untuk mencari nafkah sebagai buruh batik. Awalnya semua mengira bencana ini menghancurkan masa depan para buruh batik ini, namun ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Pasca gempa jogja 2006 banyak LSM berdatangan menawarkan bantuan. Mulai dari bantuan yang jangka pendek hingga bantuan jangka panjang. Salah satu bentuk bantuan jangka panjang dari LSM yang datang adalah pendirian paguyuban batik. Dompet Dhuafa melalui anaknya Masyarakat Mandiri membentuk paguyuban batik tulis Giriloyo yang pernah mencetak rekor MURI, batik terpanjang dan tas batik terbesar di Indonesia.

Ibu-ibu ai mis yuuuu... [sumber: facebook Sarisumekar]
Salah satu kelompok batik anggota paguyuban adalah kelompok Berkah Lestari. Kelompok inilah yang dulu menjadi objek penelitian mengenai program bantuan ekonomi pasca bencana. Berkah Lestari dipilih karena ia adalah kelompok batik teraktif di paguyuban ini. Selain aktif kelompok ini sangat berprestasi. Walau taka da satupun yang lancer berbahasa Inggris tapi anggota kelompok ini telah berhasil mengekspor batiknya hingga ke Amerika dan mengikuti pameran-pameran batik berkeliling Eropa.

Banyak sekali perubahan di dusun ini setelah masuknya bantuan pasca bencana dari Masyarakat Mandiri (MM). Selain dana bantuan yang diberikan oleh MM adalah pelatihan membatik, membuat pola, mewarnai dengan pewarna alami dan sintetis, serta pelatihan administrasi agar masyarakat dapat menjalankan bisnis batik ini dengan baik. Perubahan terbesar secara ekonomi adalah perubahan status masyarakat dari buruh batik menjadi pemilik usaha batik sendiri. Secara sosial pun terlihat kekerabatan yang semakin lekat akibat adanya galeri batik yang dimiliki kelompok dan paguyuban. Galeri ini menjadi tempat berkumpul untuk membatik, tempat transaksi batik dengan pelanggan, dan tempat pelatihan bagi turis. Dan perubahan yang paling disyukuri oleh masyarakat adalah perubahan ilmu. Sebagai buruh batik mereka hanya tau cara melukis malam (lilin) di atas kain yang sudah terpola. Mereka tidak tau pola-pola batik, mereka juga tidak tahu cara mewarnai, cara mlorot (melepaskan lilin), apalagi cara menjual kain.

Sebenarnya saya ingin mengambil kesimpulan dari penelitian saya ini tentang betapa pentingnya menyalurkan sedekah dan infaq dalam hal ini bantuan bencana kepada lembaga yang tepat dan terpercaya. Bantuan yang tepat sasaran akan bermanfaat jangka panjang dan dapat memulihkan kemandirian ekonomi warga. Walau tak dipungkiri masyarakat bencana juga butuh bantuan jangka pendek agar mereka dapat bertahan hidup. Walau penelitian ini gagal jadi skripsi saya karena saya tidak dapat melanjutkan penelitian hingga tuntas akibat letusan merapi tahun 2010, tapi saya senang sekali mengenal kelompok batik ini.

Dua tahun setelah Masyarakat Mandiri memberikan bantuan, kelompok batik Berkah Lestari telah mampu berjalan sendiri. Tetap eksis dan semakin maju. Sekarang nama kelompok Berkah Lestari telah diubah menjadi kelompok batik Sarisumekar dan sampai saat ini saya masih sering berkomunikasi dengan anggotanya. Bangganya dengan tradisi Indonesia.
satu-satunya foto yang tersimpan saat di Karangkulon, saya masih hitam, gendut dan belum ada yang naksir (apadeh)