Tuesday, May 21, 2013

Pempek di Kota Hujan

Suami saya sering ngidam. Kepengen makan ini, kepengen makan itu. Nah bulan kemarin sang suami ngidam makan pempek. Sampe minta kirimi segala dari Palembang. Dan sangkin kepengennya akhirnya saya ajak sang suami ke Pondok Bahrein. Resto yang menyediakan kuliner asli Palembang. Mulai dari pempek, pindang, sampai es kacang merah.

Lemak Enjuk Tau Kawan, Idak Lemak Tolong Kabari Kami (Kalau enak kasih tau temen, kalo ga enak tolong beri tau kami)

Pondok Bahrein ini lokasinya ada di sebrang plaza jambu dua. Persis di perempatan jambu dua di tanjakan yang menuju arah jalan Achmad Adnawijaya (indraprasta).
pondok bahrein dari depan, hasil google

Menurut suami rasanya lumayan enak, lumayan bikin puas dan bikin kangen Palembang jadi reda. Harganya pun termasuk ekonomis.
Menu dan meja khas Palembang
Pempek Kapal Selam  Rp17.500,00 dan es kacang merah yang saya lupa harganya

Selain rasa masakannya yang enak, pondok bahrein ini punya suasana yang Palembang banget. Ada pondokan-pondokan dan rumah limas (rumah adat palembang) yang diisi dengan perabotan yang juga khas Palembang. Ada lemari dan meja dengan ukiran palembang berwarna merah-emas dam hiasan-hiasan lain yang bikin kita merasa lagi di Palembang. Kemarin kami memilih makan di pondokan. Selain rumah limas, view dari pondokan ada lalu lintas bogor yang subhanallah macetnya hehe..

Rumah limas. Di dalamnya ada ruang rapat dan musholla (sumber gambar bogist.com)
 Mushollanya enak banget, homy berasa di rumah. Kalo ga inget di luar musholla ada suami dan anak yang nungguin saya pasti tiduran dulu deh di rumah limasnya hahaha...

pondokan



Menurut saya Pondok Bahrein ini recommended untuk pilihan tempat nongkrong dan santai-santai. Minusnya cuma di tempat wudhu yang terbuka (saya terpaksa wudhu di toilet) dan area parkir yang sempit.

Sachie kayaknya seneng diajak kesini


Princess Sachie dengan bando aneh buatan bunda gyahahaha...

Jatuh Cinta

Biasanya orang yang jatuh cinta akan terlihat bodoh. Ya minimal kalo dia sudah mulai "waras" dia akan menertawakan sendiri atau bahkan menyesali kebodohan dan kenorakannya saat dia tergila-gila. Banyak tingkahnya. Beberapa teman punya cerita berbeda saat jatuh hati. Ada yang mengedit fotonya lalu digabung dengan foto sang pujaan hati, ada yang pamer foto gebetan yang padahal belum tentu juga bakal jadian, ada yang ngirim-ngirim wall post yang isinya ga jelas dan ga penting. Selain bodoh, kesamaan orang yang lagi kasmaran adalah mereka sama-sama lupa kalo dunia ini isinya ga cuma mereka, ga cuma dia, tapi ada banyak mata dan telinga yang rela "ngepoin" tingkah bodohnya. Salah satunya gue hahahaha....

Selain mereka saya pun punya pengalaman dengan orang yang gentle saat jatuh cinta. Dalam diam ia datangi orang tua sang pujaan hati, lamar, lalu tersenyum bahagia saat di pelaminan. Kiki Ahmad Zakiyudin (suaminya Adhil) salah satunya. Proud of you, maaaaan...

Saya pernah kasmaran dan sampai saat ini masih suka kasmaran, suka senyum-senyum sendiri lalu tiba-tiba mencium pipi orang yang bikin saya kasmaran kalo lagi inget betapa menyenangkannya hidup dengannya. Ya, tentu saja yang bikin kasmaran sang suami, Setyo Dwi Wilopo.

Mas Tyo ini suka bikin kejutan kecil. Mungkin niatnya pengen romantis, tapi karena orangnya rada pemalu jadi romantisnya suka nanggung. Seperti suatu ketika saat saya lagi pengen nyalon. Bukan, bukan ikutan pemilu trus jadi gubernur. Nyalon lho neeek, pergi ke salon gitu...

Nah, karena kesibukannya saya pergi ke salon sendiri. Ga dianter dan naik angkot. Tapi pulangnya saya dijemput,dijemputnya juga ga di depan salon tapi dijemput di jalan depan sebelum masuk komplek. Krikrikrik... (jangkrik beterbangan). Tapi anehnya sore itu dia ga melajukan mobil ke arah pulang, malah semakin jauh dari rumah. Saat saya tanya mau kemana, dia cuma senyum-senyum dan bilang "sholat maghrib dulu..". Lalu saya dibawa sholat maghrib di salah satu masjid favorit saya di Palembang, masjid Baitul Atiq.

Baitul Atiq, gambar nemu di google

Sebetulnya selain Baitul Atiq saya juga suka masjid Al-Aqobah 2 di komplek Pusri. Gara-gara masjid inilah saya jadi pengen kuliah di IPB (hubungannya apa ya? hehehe..).

Balik lagi ke cerita.
Ba'da sholat maghrib saya ternyata diajak makan malam romatis di resto yang dulu jadi lokasi impian kami buat melangsungkan pernikahan, tepat, Riverside. Pemandangan sungai musi dan jembatan ampera di malam hari mendukung suasana romantis. Saya masih mikir ini makan malam romatis sampai saya sadar saya cuma pake rok jeans, baju kaos dan jilbab instan karena habis dari salon. Cakeeeep -____-"

riverside resto, hasil googling


Walau ada lilin (yang fungsinya buat ngusir lalat :p), Mas Tyo yang pemalu itu ga mengeluarkan kata-kata romantis seperti yang saya impi-impikan. Dia malah sibuk ngomongin menu. Seinget saya, waktu itu saya pesan udang dan dia cumi. Seafood favorit kami. Saya juga pesan banana split. Eh kok malah ngomongin menu juga. Pokoknya ga ada pegangan tangan atau kata-kata manis. Hanya sesekali matanya memandang saya dan itu sudah cukup bikin saya tersipu. Ihiiiiiy...

Kadang saya berharap Mas Tyo bisa sedikit lebih manis, tapi apa boleh buat, begitulah dia dan saya suka! :)

Duh saya jatuh cinta lagi kayaknya (^.^)

Cepet pulang Maseeee.... atutaneeeeen..

Friday, May 17, 2013

Happy for You

Waktu Mei nikah saya happy-happy aja "wuaaaa... Mei nikah, baarakallah ya Meiii..."

Trus saat Kalia nikah, saya jadi sedih.. Sedih karena "trus gue kalo mau nonton sama siapa dong?"

Saat Adhil nikah saya lebih sedih lagi "trus gue curhatnya sama siapa dong, ngobrolnya sama siapa dong, main plesetan katanya sama siapa doooooong?"

Ternyata setelah Mei nikah saya baru tau, kalo setelah itu saya jadi sulit ketemu Mei, sulit curhat ke Mei, sulit ngegodain Mei (mei ini asik banget digodain mihihihi...). Maka dari itu saya jadi sedih saat Kalia dan Adhil nikah. Sejenis "yaaaaah.. temen gue habis deh..."

Menikah berarti kita menemukan sahabat baru. Menemukan orang yang bisa dicurhati tanpa rahasia, bisa diajak ngobrol apa saja, kapan saja, dimana saja sesukanya. Dan saya tau saat saya menikah dulu, sahabat-sahabat saya yang sudah lebih dulu menikah pasti bahagia karena saya akhirnya menemukan sang separuh hati.

Maka kini saya pun bahagia karena salah satu sahabat terbaik saya, "tukang ojek" saya yang paling gelian pinggangnya (hahaha), teman jalan yang sama hobinya, dan teman curhat yang paling "lebar" telinganya, Septina Mugi Rahayu akan segera menikah. Alhamdulillah, puji bagi Allah karena telah menjodohkan Ntin dengan seorang pria baik hati yang saya kenal kebaikannya, kak Donnie Aqsho.

Septina dan warna kesukaannya :)

Baarakallahulaka wabaaraka'alaika wajama'a bainakumma fii khairin..
H-8 pernikahan Septina dan Kak Donnie