Sunday, June 30, 2013

Perkara Popok


Kangen deh nulis kayak koboi pake gue elu, sayangnya udah emak-emak, rasanya kurang pas gitu. Yuk mari ber-saya-saya ria..

Walau judulnya pakai kata PERKARA, tapi postingan kali ini tidak akan menceritakan bertapa menderitanya mengganti popok bayi karena emang ga ada derita-deritanya. Saya pengen cerita banyak tentang perawatan bayi pertama kami dan ini dimulai dengan perkara popok. Itu! (Ter-marioteguh).

Jadi saya punya sahabat yang setelah menikah heboh sama online shopnya. Di OL shopnya itu sahabat saya, sebut saja Kalia (nama sebenarnya :p)  jualan clodi. Ini alamat OL shopnya à www.andalanbunda.com . Waktu dia curhat, saya bukannya dengerin curhatannya malah heboh nanya-nanya. Apa iu clodi? Gimana bentuknya? Gimana cara pakenya? Gimana ngebersihinnya? Dan pertanyaan yang bukannya bikin dia bête karena ga jadi curhat malah bikin dia semangat nyuruh saya beli produknya, padahal waktu itu nikah saja belum  (pait pait pait).

Dan karena kegigihan Kalia lah, Sachie-ku pakai clodi \(´`)/


Apa itu clodi?
Clodi itu singkatan dari cloth diaper yang artinya popok kain.

Bentuknya kayak gimana?
Gini nih

dari andalanbunda


Kayak pempers gitu ya? Emang tahan berapa lama?
Iya mirip pempers gitu tapi ya bahannya kain semua. Bisa dicuci. Kalo yang lokal (cluebebe, pempem, GG dan krooni-kroninya) tahan 6 jam-an,  selama ini aku baru pake yang lokal punya, kalo ada yang mau beliin yang impor aku terima kok (˘˘)
Bisa dicuci? Gimana caranya?
Kalo kata Azka, nyuci clodi itu perlu keikhlasan tersendiri. Jujur nih ya, saya ini termasuk orang yang males, tapi buat Sachie ga ada kata males-malesan. Jadi ya saya beranikan diri tiap hari nyuci popok Sachie. 

Kalo cuma pipis doang, dipisahin antara insert dan covernya, trus saya bilas insertnya sampe airnya ga anget lagi, yang artinya sang insert sudah bebas dari pipisnya Sachie (air anget = pipisnya Sachie kekekekek…jijik ye? Embeeeer). Rendam deh trus cuci seperti biasa dengan sedikit detergen yang bebas pelembut, pemutih dan pewangi.

Kalo ada eeknya, pertama bawa ke toilet, buang eeknya dengan cara disemprot pake air kran sampe ilang eeknya. Setelah eeknya ilang ikuti deh langkah mencuci seperti diatas. Eh iya kalo setelah dibilas warna eeknya masih ada di clodinya, tidak apa-apa, jika baunya sudah hilang artinya sudah bersih. Clodi bisa dijemur dan setelah kering warnanya kembali putih bersih \(´`)/  

Nah sebulan sekali tuh clodi saya stripping. Biar bebas sisa detergen. Soalnya sisa detergen bisa bikin iritasi. Stripping clodi itu ya dicuci tanpa detergen. Kalo kata Kalia setelah dibilas trus direbus. Kalo saya biasanya dicuci dengan mesin cuci tapi dengan suhu 30 derajat celcius (ada pengatur suhu airnya di mesin cuci).

Eh iya kalo nyucinya pake mesin cuci, covernya dimasukin ke laundry bag lebih baik biar ga melar-melar dan ga nempel-nempel ke insertnya.

So nyuci clodi memang butuh keikhlasan tersendiri bukaaaan? Hehe..

Kenapa pilih clodi?
Pertama HEMAT karena saya ga mesti beli pospak (popok sekali pakai). Walau saya masih beli pospak buat jaga-jaga kalo clodinya ga kering. Karena saya baru punya delapan cover clodi dan lima belas insertnya. Masih dikit ya? Iya tapi saya ibu yang rajin jadinya sampai saat ini delapan clodi cukup hehehe… (benerin jilbab). Atau persediaan pospak buat saya kalau perjalanan jauh soalnya agak ribet ya bawa-bawa popok penuh eek hehehe. .

Kedua karena saya mahasiswi Fakultas Ekologi Manusia IPB jadi saya harus menerapkan ilmu yang saya pelajari di kampus bahwa saya harus MENCEGAH PEMANASAN GLOBAL dengan MENGURANGI SAMPAH POSPAK. Karena sampah pospak itu selain bau juga masa hancurnya juga lama, benar-benar berkontribusi merusak lingkungan.

Ketiga karena saya sayang Sachie. Popok kain seperti clodi JAUH LEBIH AMAN dari pospak yang full bahan-bahan kimia dan sintetis.


Sachie dan clodinya
Keempat karena clodi LEBIH KECE. Lebih cakep, lebih update dan lebih modern aja hehehe…

Ah sekian dulu.
Salam emak-emak sayang anaknya
*lambai-lambai kemoceng*

Saturday, June 29, 2013

Enam Bulan




Tidak terasa saya dan suami resmi menjadi orang tua selama enam bulan. Enam bulan yang sangat cepat rasanya. Tiba-tiba Sachie-ku yang merah kini sudah bisa merangkak. Senang rasanya melihat Sachie tumbuh cepat. Dia sudah bisa terngkurep tiga bulan tiga minggu dan sudah bisa guling-guling bolak balik di usia empat bulan dua minggu. Sachie juga sudah mulai bisa onggong-onggong saat masih berusia lima bulan tiga minggu dan duduk plus merangkak di usia enam bulan tiga minggu. Bagi saya (yang baru pertama punya anak) ini semua menakjubkan.

Sachie 6 Bulan


Enam bulan terlewati artinya Sachie sudah lulus ASI Eksklusif. Alhamdulillah…
Bagi Sachie, ayahnya dan saya enam bulan ini Alhamdulillah tidak sulit walau memang tidak semudah membalik telapak tangan. Semuanya berjalan sesuai rencana kami. Masalah yang dihadapi hanya sesekali perasaan lelah karena mesti bangun di malam hari untuk menyusui, ditambah drama rasa sakit dan nyeri luka jahitan pasca melahirkan dan darah nifas yang membuat lemas. Alhamdulillah semua bisa dilewati dengan mudah sejak saya sudah bisa menyusui sambil berbaring. Sebulan pertama saya menyusui sambil duduk yang artinya saat malam Sachie ingin menyusu, saya harus bangun, duduk, menggendong Sachie sambil menahan kantuk dan nyeri saat menyusui.

Alhamdulillah Sachie tidak mengalami bingung puting. Karena memang putingnya “keluar”. Masalah puting lecet hanya sekali saya hadapi yaitu seminggu pertama menyusui. Hal ini wajar mengingat puting susu mengalami “pemelaran” (apa deh). Puting saya sempat berdarah di minggu pertama tapi setelah itu Alhamdulillah semua selalu terasa menyenangkan. Saya selalu bahagia, sekali lagi selalu bahagia, saat menyusui Sachie. Senang rasanya bisa memeluknya, menatap matanya, membelai rambutnya (yang baru seuprit), dan merasakan ia menghisap sesuatu dari tubuh saya. Semuanya menyenangkan. Agar puting tidak lecet coba olesi ASI sebelum dan sesudah menyusui, perbaiki posisi pelekatan atau posisi bayi saat menyusu.

Alhamdulillah tak henti-hentinya syukur..
Enam bulan terlewati artinya saatnya mulai memberi Sachie MPASI (makanan pendamping ASI). Sachie diberi makan saat berusia 180 hari sesuai perhitungan yang dianjurkan, yaitu tanggal 4 Juni 2013. Sebenarnya pemberian makan Sachie di usia 180 hari ini kecelakaan hehe.. Awalnya saya dan ayahnya berencana memberi Sachie makan saat usianya pas enam bulan yaitu tanggal 6 Juni 2013. Tapi dua hari sebelumnya ternyata sang nenek (ibu saya) memberi makan Sachie duluan. Menurut ibu, Sachie sepertinya sudah lapar jadi sebaiknya segera diberi makan. Awalnya saya sempat sedih dan kecewa tapi ya sudah, untungnya cuma kurang dua hari.

Awalnya saya berencana Sachie akan mengikuti pola MPASI food combining yakni penggunaan tahapan MPASI. Untuk usia 6 bulan ini Sachie makan puree buah, bulan depannya karbo dan sayur, bulan depannya lagi protein hewani pokoknya bertahap. Tapi karena makanan pertama Sachie adalah air tajin pemberian neneknya, dan berat badan Sachie yang cuma naik 6 ons selama 2 bulan akibat aktivitasnya yang luar biasa, maka pola MPASI FC diganti jadi WHO, makan apa aja yang Sachie mau. Alhamdulillah sampai saat ini Sachie fixed doyan kentang, alpukat, dan bubur saring beras merah. Dan Sachie ogah sama pisang dan pepaya (krikrikrik).

Segini aja kabar Sachie dari saya. Sampai jumpa di postingan berikutnya :D 
Salam emak-emak bahagia *kiss kiss*