Friday, August 30, 2013

Sepatu Buluk Lagi

Awalnya saya sudah bikin prolog puanjang-panjang buat tulisan ini. Tapi batal takut lebay. Padahal saya cuma mau bilang saya sukaaaaa banget memakai barang milik saya sampe bulukan, sampe ga bisa dipake lagi. Seperti ini...

entah ini sepatu keberapa yang nasibnya begini banget

Saya ini orangnya simple, saat memilih barang untuk dibeli, saya memilihnya cukup pada tataran "sreg" ga perlu sampe jatuh cinta. Jadi kalo belanja saya ga pernah lama-lama banget, medium lah. Itulah kenapa saya hampir ga pernah menyesali pilihan saya. Bentuk tak menyesalnya ya saya pakai terus barang tersebut hingga ia tak lagi bisa digunakan.

ah bye sepatuku... sungguh kau telah berjasa menemaniku selama ini :*

Wednesday, August 28, 2013

Lebaran Pertama Sachie

Lebaran kali ini saya ga bareng ortu, ga bareng adik-adik. Awalnya dengan berat hati saya ngikut suami lebaran di Karawaci, Bandung dan Cicalengka. Mudik ngikut keluarga mertua. Tapi setelah dijalani lebaran tanpa keluarga kandung itu tak semenyedihkan yang saya bayangkan dengan lebaynya selama ini.

Kami mudik ke Karawaci tanpa hambatan, mudik yang cuma seminggu ini kami bertiga, Sachie, ayahnya dan saya membawa satu koper dan satu tas bayi. Belum macet jalanan waktu itu.

Di Karawaci tepatnya di perumnas I lebarannya ternyata seru. Setelah selesai sholat, warga berbaris di depan rumahnya masing-masing dan mulai bersalaman. Wah seumur-umur saya belum pernah berlebaran dengan gaya seperti ini.

Setelah salam-salaman kami ke parung ke rumah saudara. Dan pertama kalinya juga saya bertemu buah kecapi...
di malay namanya buah Sentul (sumber gambar klik disini)

Buahnya mirip manggis setelah dibelah, tapi kulitnya keras.

Besoknya baru kita berangkat ke Bandung. Main ke rumah temen-temen Papa waktu masih kerja di Telkom (sekarang sudah pensiun). Setelah itu kita ke Parakanmucang. Di gerbang tol cileunyi macetnya luar biasa. Mungkin orang-orang baru pada jalan ya di tanggal 2 syawal. Kami menginap di Parakanmuncang. Dingin. Sebelah rumah om (rumahnya di komplek perumahan) ada sawah dan belakangnya ada bukit. Aih keren lah..

Besoknya ke Cicalengka. Ini kampungnya mama, nenek dan kakek (orang tua mama). Disini kami bertemu neneknya mama. Masih segar dan bicaranya masih jelas. MasyaAllah..

Kami juga jalan-jalan di pematang sawah. Walaupun sering ke sawah tapi bagi saya jalan-jalan di pematang sawah bareng kekasih rasanya tetap menyenangkan (ahay).

Bertemu dengan neneknya nenek Sachie (5 generasi ya berarti) di Cicalengka

jalan di sawah

ga tau rumah siapa hehe

sepupu-papa-sepupu-tante-mama-adek ipar-saya-suami dan Sachie
eh btw foto sachie sama uyutnya menang lomba twutpict #emakmudik dari @emak2blogger. alhamdulillah horeeeeee...

Ramadhan Pertama Sachie

Ya Alloh.. ampuni hamba yang gagal jadi blogger yang baik, hampir sebulan ga ngepost-ngepost... *sesegukan* *srooot* *ngeluarin ingus*


Udah setengah bulan meninggalkan Ramadhan tapi saya baru ngepost soal bulan puasa kemarin. Oh sungguh ga update. Ya baiklah dimulai saja.

Ramadhan kali ini sungguh bikin saya deg-degan. Kenapa? Karena saya masih khawatir soal ASI saya dan daya tahan tubuh ini. Tahun ini adalah tahun pertama saya berpuasa sambil menyusui. Setelah Desember kemarin melahirkan, Ramadhan ini adalah pertama kalinya saya berpuasa sebagai ibu menyusui. Dan selama rentang waktu melahirkan-bulan puasa, saya sama sekali belum pernah mencoba berpuasa.

Ga puasa aja lemesnya ampun-ampunan, gimana kalo puasa ya...
Etapi kan sekarang Sachie udah MPASI jadi kayaknya kuat deh, kan udah dibantu makanan pendamping..

Begitulah kira-kira kata hati saya yang galau luar biasa buat mutusin puasa atau engga.. Tapi akhirnya sukses puasa juga karena dukungan yang besar dari ayahnya Sachie.

"...semuanya itu sugesti, nanti kalau capek, ngantuk ya tidur, kalau lemas ya tidur, nanti kalo pusing kakak ajak jalan-jalan.." kata suami

Dia penuhi perkataannya, setiap saya pusing saya diajak jalan-jalan horeee...\(´▽`)/

Banyak hal menyenangkan Ramadhan 1434 H kali ini. Mulai dari saya yang hampir setiap hari masak sendiri untuk sahur dan berbuka (bisa dihitung jari berapa kali makan di luar). Sahur dan buka super rame karena ditemani Sachie, Adegan lucu Sachie tertawa-tawa saat orang tuanya sholat. Banyak lagi...

Walau banyak hal menyenangkan tapi ada juga hal yang bikin sedih. Sachie sakit. Selama empat hari suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius. Dua hari penuh muntah-muntah. Sedikit sekali makanan masuk, begitupun ASI. Setiap makan dan minum dimuntahkan lagi olehnya :(

Saya bawa Ia ke dokter, tapi ternyata saya salah pilih dokter.

dokter : *memeriksa mulut Sachie* hmmm... ini anaknya radang tenggorokan, saya beri antibiotik.. *kembali ke mejanya dan menulis resep*

Saya : ???

Dokter : berapa bulan bayinya?

Saya : Delapan dok

Dokter : susunya apa?

Saya : Asi insyaAllah sampai dua tahun

Dokter :   ibu jangan salah kaprah ya, setelah enam bulan setelah ASI eksklusif anak bisa diberi susu formula. Karena berat badannya kurang saya sarankan minum formula.

Saya : ???? Kalau muntah-muntahnya kenapa ya dok?

Dokter : karena posisi menyusuinya salah, sendawakan setelah dia minum susu

Saya : *keluar ruangan dengan kehilangan kata-kata*

Yang membuat saya heran kenapa dokternya bisa memutuskan bahwa BB sachie kurang dari normal padahal sang dokter tidak tau BB lahir sachie -_____-"
Belum lagi muntah-muntah Sachie yang dianggap seperti gumoh saja. Duh dikira kita ga tau cara nyusui dan pelekatan yang benar *emosi*

Belum lagi obat yang diresepkan ke Sachie adalah antibiotik dan puyer. Oh come on dok... dikira emak bapaknya ga tau apa-apa soal rasional use of medical.

Ya sudahlah, anggap saja sedekah sama rumah sakit ibu dan anak terbesar di Indonesia itu...


Nah kok malah ngedumel. Ya pokoknya puasa kali ini tetap puasa yang berkesan dan indah karena kehadiran Sachie...

Papapapa...

Saat usianya masuk 8 bulan Sachie mulai berceloteh "aaaapppaaaaa.. paaaa...aapppppaaaa..."
Beberapa hari kemudian mulutnya komat kamit, pipinya menggelembung tapi tak ada suara yang keluar
Lalu seminggu kemudian suara ini muncul dengan lancar dari bibir mungilnya "papapapapa..."

Hari minggu 25 Agustus 2013 setelah ayahnya pulang sholat maghrib dari musholla..


Allahmdulillah segala puji bagi Allah..di hari yang sama saat kakek neneknya menelpon setelah sholat isya, Sachie bisa berdiri tanpa berpegangan kira-kira lima detik. Terharunya bunda melihat semua keajaiban yang terjadi padamu, Nak..

Ayah-Bunda sayang Sachie..
Sekarang tau kan Sachie nurunin muka tanpa ekspresinya siapa