Lebaran Pertama Sachie

Lebaran kali ini saya ga bareng ortu, ga bareng adik-adik. Awalnya dengan berat hati saya ngikut suami lebaran di Karawaci, Bandung dan Cicalengka. Mudik ngikut keluarga mertua. Tapi setelah dijalani lebaran tanpa keluarga kandung itu tak semenyedihkan yang saya bayangkan dengan lebaynya selama ini.

Kami mudik ke Karawaci tanpa hambatan, mudik yang cuma seminggu ini kami bertiga, Sachie, ayahnya dan saya membawa satu koper dan satu tas bayi. Belum macet jalanan waktu itu.

Di Karawaci tepatnya di perumnas I lebarannya ternyata seru. Setelah selesai sholat, warga berbaris di depan rumahnya masing-masing dan mulai bersalaman. Wah seumur-umur saya belum pernah berlebaran dengan gaya seperti ini.

Setelah salam-salaman kami ke parung ke rumah saudara. Dan pertama kalinya juga saya bertemu buah kecapi...
di malay namanya buah Sentul (sumber gambar klik disini)

Buahnya mirip manggis setelah dibelah, tapi kulitnya keras.

Besoknya baru kita berangkat ke Bandung. Main ke rumah temen-temen Papa waktu masih kerja di Telkom (sekarang sudah pensiun). Setelah itu kita ke Parakanmucang. Di gerbang tol cileunyi macetnya luar biasa. Mungkin orang-orang baru pada jalan ya di tanggal 2 syawal. Kami menginap di Parakanmuncang. Dingin. Sebelah rumah om (rumahnya di komplek perumahan) ada sawah dan belakangnya ada bukit. Aih keren lah..

Besoknya ke Cicalengka. Ini kampungnya mama, nenek dan kakek (orang tua mama). Disini kami bertemu neneknya mama. Masih segar dan bicaranya masih jelas. MasyaAllah..

Kami juga jalan-jalan di pematang sawah. Walaupun sering ke sawah tapi bagi saya jalan-jalan di pematang sawah bareng kekasih rasanya tetap menyenangkan (ahay).

Bertemu dengan neneknya nenek Sachie (5 generasi ya berarti) di Cicalengka

jalan di sawah

ga tau rumah siapa hehe

sepupu-papa-sepupu-tante-mama-adek ipar-saya-suami dan Sachie
eh btw foto sachie sama uyutnya menang lomba twutpict #emakmudik dari @emak2blogger. alhamdulillah horeeeeee...

Comments

Popular Posts