Thursday, October 24, 2013

Acer e1-432 impian emak-emak blogger


Pengen deh bisa terus aktif ngeblog, gaul di socmed, update info dimana aja kapan aja. Kayaknya asik melakukan semuanya di laptop yang berlayar besar dan lengkap alat-alatnya, ga perlu DVD eksternal dan ga perlu keyboard portable. Laptop yang sekarang saya pakai memang lengkap, memang gede layarnya tapi tebalnya itu lho. Bikin males dibawa keluar, beraaat..

Kenapa ga pakai tablet?
Saya masih muda, 24 tahun tapi jari-jari saya ini kolot deh, kena layar sentuh kebanyakan keseleonya. Banyak salah ketik banyak salah klik. Mau kepo jadi retweet, mau stalking jadi follow. Saya kan bertekad mau jadi blogger sejati. Masa blogger tulisannya salah ketik melulu. Saya juga lebih nyaman ngetik pada keyboard beneran kalau ditekan spasinya ada irama khas. Jauh-jauh deh ide keyboard portable, ribet!

Itulah kenapa Acer e1-432 jadi impian saya. Ada keyboard (laptop gitu lho), ada dvd, desainnya asik, warnanya kece dan batrenya tahan lama. Aih pengen punya deh. Biar tetep pede ngeblog dimana aja kapan aja

Monday, October 21, 2013

CPPS (Bagian 2): Pencarian

Gempa Jogja 2010 yang disertai letusan Gunung Merapi membuat sebagian besar wilayah Yogyakarta ditutupi abu. Bandara ditutup, kampus UGM diliburkan, semuanya terhenti, kegiatan yang ada hanya penyelamatan warga. Keadaan ini memaksa saya untuk tidak dulu kembali hingga kondisi memungkinkan. Dosen saya mengusulkan menunda atau bahkan menghentikan penelitian. Dan sebagai mahasiswi yang mempelajari ilmu jurnalisme kemanusiaan rasanya memang tidak mungkin saya kembali ke lokasi. Hati masyarakat yang masih luka akibat bencana tak mungkin saya korek-korek agar saya tau keberhasilan program bencana sebelumnya.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang saya memutuskan untuk mencari lokasi penelitian baru. Ini artinya saya harus mencari satu daerah yang pernah terkena bencana yang telah mendapat bantuan untuk pemulihan ekonomi jangka panjang penduduknya.

Dengan ditemani sahabat-sahabat tersayang (thanks to Septin dan Rai), saya akhirnya berkeliling mencari lokasi baru. Bersama Septin saya ke Parung, ke kantor Masyarakat Mandiri. Bertanya-tanyalah kami soal lokasi penelitian baru. Ternyata Imogiri adalah satu-satunya lokasi bencana yang pernah diberikan bantuan ekonomi jangka panjang. Putus satu harapan saya...

Beberapa minggu mencari info lewat internet akhirnya saya menemukan lembaga pengumpulan bantuan yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berlokasi di Ciputat. Kesan saya di dua lembaga ini (MM dan ACT) keduanya dipenuhi orang-orang yang ramah, benar-benar tipikal orang-orang yang siap membantu kita kapan saja. Saya bertanya soal penelitian saya, akhirnya saya direkomendasikan untuk datang langsung ke Situ Gintung. Situ Gintung adalah bendungan di Ciputat yang dulu bocor dan menghadirkan tsunami di tengah kota, tanpa laut tanpa pantai.

Saya berkeliling wilayah Situ Gintung yang super serem, serem soalnya disampingnya bendungan besar langsung, cuma dibatasi dinding bendungan heu... Kalo diinget-inget itu lokasi seremnya masyaAllah bikin merinding.
Bendungan Bocor Sumber Gambar Klik disini

Liat deh, serem banget kan (sumber gambar klik disini)

Setelah puas berkeliling akhirnya didapat kesimpulan, disana tidak bisa dilakukan penelitian karena semua penduduk yang terkena bencana SUDAH PINDAH. Heuuuu...
bendungan setelah diperbaiki (sumber gambar klik disini)

Sampai tahun baru 2011 tiba saya masih belum menemukan lokasi penelitian baru. Sampai ke Tasik saya telusuri dan lokasi penelitain tetap nihil. Karena semua inilah dosen pembimbing saya, bapak DPL meminta saya untuk mengganti TEMA penelitian. Itu artinya saya harus mencari tema baru, mencari tinjauan pustaka baru dan membuat proposal baru. Horeeeee... *nangis*

Sebagai tambahan, penelitain mengenai bencana adalah tema yang sungguh masih baru, saat itu belum ada yang meneliti program bantuan pasca bencana. Mencari tema, mencari tinpus dan membuat proposalnya sungguh kebanggan dan kesenangan tersendiri. Benar-benar original bukan hasil copas. Baiklah mari ikhlaskan...

Pencarian baru pun dimulai... 

Wednesday, October 16, 2013

Bersama Wardah Tulis Kisahmu dan Tebarkan Inspirasi Cantikmu



Sejak 16 Maret 2012 saya punya bantal dan guling kesayangan. Bantalnya lengan, gulingnya badan. Lengan dan badannya siapa? Lengan dan badannya suami saya hihiy… Oh iya sekedar info 16 Maret 2012 itu tanggal pernikahan saya. Hingga kini setelah lebih dari satu setengah tahun berlalu dan kami dianugerahi seorang anak, lengan dan tubuhnya masih jadi bantal favorit saya. Karena itulah saya harus punya rambut wangi dan kulit halus mulus biar sang bantal ga keberatan saya jadikan korban. 


Saya suka bikin suami saya senang. Karena sebaik-baiknya wanita adalah istri yang menyenangkan suami. Tapi ternyata dibalik pahalanya yang besar, tantangannya juga besar. Kenapa?

Coba perhatikan aktivitas IRT (ibu rumah tangga) tanpa asisten as known as pembantu seperti saya. Saat suami masih di rumah, belum berangkat ke kantor, saya mesti bangun pagi dalam keadaan cakep. Dan mesti tetep cakep walau harus masak dan nyiapin semua keperluan suami sebelum berangkat. Dan cakepnya mesti bertahan karena harus mengantar suami dadah-dadah di halaman.

Setelah suami pergi baru bisa berpenampilan a la upik abu. Nyuci piring, masak, nyapu, ngepel, nyuci baju, nyetrika, ngasuh anak dan aktivitas lain yang semuanya kalau dijabarin bisa bikin cerita tersendiri di blog ini. Sebelum suami pulang rumah harus sudah rapi, saya pun sudah cantik kembali. Kebayaaaaang? Iya ribet bener.

Sebenarnya suami saya ga minta macem-macem sih tapi saya kasihan kalau beliau pulang kerja saya masih dasteran, bau bawang dan asap dapur, muka minyakan, kulit kasar, pokoknya semua yang identik dengan ibu-ibu rumahan. Jadilah saya mulai hobi dandan. Dan sebagai muslimah yang belajar menyempurnakan diri, hobi dandan yang jadi ibadah ini harus mendukung ibadah saya yang lainnya. Maksudnya, Des?

Iya, selain tampil cantik dihadapan suami, saya juga tetap harus sholat, harus tilawah, dan dalam rangka ibadah kepada Allah ini saya harus suci. Suci sebenar-benarnya suci. Bebas dari najis misalnya. Nah karena itulah saya dandan menggunakan kosmetik halal. Kosmetik yang tidak halal dan/atau belum diakui kehalalannya kemungkinan memiliki kandungan haram dan najis. Jelas sekali haram dan najis jika melekat pada tubuh akan menjadi penghalang ibadah kita kepada Allah. Ibadah bisa jadi tidak sah. Na’udzubillah.
Najis adalah sesuatu yang menjadi penghalang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbentuk kotoran yang menempel pada zat, tubuh, pakaian atau benda lainnya. (sumber : Bab Najis, Majelis Fikih)

Memangnya ada kosmetik haram? ADA! Banyak produk yang mengaku alami. Produk alami, jika tidak memiliki kejelasan halal atau haramnya bisa jadi berbahaya. Alami bisa saja terbuat dari tumbuhan atau hewan. Jika sudah begitu kita tentu akan bertanya tanya hewan apakah yang digunakan sebagai bahan? Atau bisa juga dari organ tubuh manusia seperti plasenta. Kalau begitu perlu sekali adanya kejelasan halal atau haramnya.

Pilihan saya jatuh pada WARDAH
Banyak kosmetik halal, tapi saya paling suka produk wardah. Selain karena wardah adalah produk kosmetik halal yang pertama kali diakui kehalalannya oleh MUI, aman karena mengantongi izin dari BPPOM, harganya pun sungguh ga berlebihan, juga karena wardah telah menunjukkan kualitasnya pada kita semua. Mulai dari jadi sponsor acara pencarian bakat seperti x-factor sampai jadi sponsor film-film dengan efek make up tingkat tinggi seperti habibie ainun. Dan karena kehalalannya inilah saya jadi legaaaaa banget kalau mau sholat. Ga khawatir sholat ga sah karena habis wudhu pake lotion wardah misalnya.

Bagaimana gaya dandan saya

Dandan yang identik dengan mengoreksi dan mempertegas kecantikan memang penting tapi lebih penting lagi merawat diri agar dandannya jadi bukan untuk menambal kekurangan-kekurangan tampilan fisik. Maka sebelum share soal dandanan a la saya, kita bahas soal perawatan wajah sehari-hari dulu yuk..

Skincare

1. Membersihkan Wajah
Saya terbiasa membersihkan wajah di pagi hari dengan wardah lightening gentle wash atau dengan wardah lightening facial scrub. Gentle washnya wanginya enak lembuuuuuut sekali di kulit, ga panas di wajah juga ga bikin wajah jadi tegang.

Jika selesai beraktivitas biasanya sore atau malam hari saya membersihkan wajah dengan tiga tahapan. Pertama lightening milk cleanser, cuci muka dengan gentle wash, lalu terakhir beri lightening face toner. Seperti yang diajarkan waktu di beauty classnya wardah saat di kampus dulu. Sueger deh.

Tapi jika make up nya rada berat sebelum ketiga tahapan ini saya biasanya membersihkan wajah dengan bantuai pure olive oil nya wardah, yang botolnya warna hijau imut-imut itu. Juara banget ngebersihin muka plus ada efek kenyal gitu setelahnya.

2. Perlindungan Wajah
Untuk melindungi wajah dari sengatan sinar matahari saya biasanya pakai sunscreen gelnya wardah. Setelah terlebih dahulu saya pakai moisturizer gelnya.  Moisturizer bagi saya ga wajib sih tapi sunscreen itu penting banget.

Nah setelah membersihkan dan melindungi wajah barulah wajah bisa dipoles make up.
Saya membagi gaya make up saya menjadi 3 yaitu dandanan di rumah saja, dandanan ke mall, dan dandanan formal seperti kondangan.

Perlengkapan make up wardah
Kalau di rumah saja saya hanya pakai bedak dan pelembab bibir. Pelembab bibir saya pakai moist plus dari rangkaian haji dan umroh. Pemberian teman soalnya. Enak sih, bikin lembab bibir tanpa memberikan efek rasa-rasa asing macam buah-buahan.
1. di rumah saja
2. Ke mall
3. Kondangan

Kalau ke mall saya pakai foundation, bedak, lipstick tipis dan blush on tipis. Sesekali saya pakai eye liner untuk menghidupkan mata karena mata saya rada sayu.

Nah kalau dandanan formal seperti kondangan, saya pakai foundation, bedak, blush on, lipstick, eye liner, eye brow dan eye shadow.

Mendadak jadi SPG wardah
Tahun 2012 yang lalu adalah tahun pertama saya berkenalan dengan kosmetika halal dari PT Paragon Technology and Innovation, WARDAH. Perkenalan yang tidak sengaja. Semua bermula dari obrolan ringan saya dan sahabat tentang lomba menulis blog mengenai produk halal yang sedang gencar diadakan oleh LPPOM MUI dan blogdetik. Ada yang hadiahnya motor, ada yang uang tunai, ada juga yang gadget super canggih. Nah, karena hadiahnya menggiurkan, akhirnya saya beranikan diri untuk ikut lomba.

Sebenarnya saya nekat saja ikutan lomba blog tentang kosmetik halal. Karena sesungguhnya saya bukanlah individu yang akrab dengan kosmetik. Pada masa itu kosmetik satu-satunya yang rajin saya pakai hanyalah deodorant hehe..  Sekarang, dari sebuah perkenalan tidak sengaja itu, saya jadi akrab sekali dengan produk wardah. Soalnya perkenalan saya dengan wardah setahun yang lalu selain berbuah kenangan manis dan ilmu pengetahuan, juga berhadiah the new iPad dan sertifikat juara 1 lomba blog kosmetika halal hehehe..  

Jadi gara-gara ikut lomba blog ini saya ibarat me-refesh kembali ingatan saya tentang pentingnya merawat diri. Saya teringat dengan sahabat saya, Reti, si miss body lotion, yang rajin sekali mengoleskan lotion ke tubuhnya. Katanya

“karena diri ini adalah amanah maka menjaga amanah dari Allah adalah kewajiban..”

 Nah gara-gara ikut lomba blog ini pula saya pun jadi paham “kenapa kosmetik harus halal”.  

Jika merawat diri adalah perintah Allah maka harus sempurna dengan kosmetik halal saat menjalani perintahnya

Hal ini lah yang membuat saya berpikir mungkin di luaran sana banyak saudara, sahabat dan teman yang juga belum sadar tentang pentingnya produk halal. Saya jadi kepingin berbagi ilmu dengan membagikan link tulisan saya. Awalnya saya ga pede buat bagi-bagi link tulisan saya. Saya hanya berani minta sahabat-sahabat terdekat saya untuk membaca dan memberikan komentar. Dan saat tau saya berhasil menjadi juara saya jadi makin bersemangat berbagi link tulisan saya tersebut. Saya mulai pede. Sejenis “ah akhirnya tulisan gue di blog ini ada yang layak baca muwahahaha…”

Banyak reaksi atas dari orang-orang terdekat atas tulisan saya tersebut. Mulai dari yang bertanya tentang produk-produk wardah, minta tips kecantikan (kayak yang ngasih tips cantik aja), sampai ada yang konsultasi produk apa yang kira-kira cocok dengan masalah kulitnya. Luar biasa! saya jadi berasa SPG wardah berjalan dan gratisan. Tinggal pake jilbab abu dan baju toska lengkap sudah hehe..

Korban-korban yang berhasil saya jerumuskan

Suami
Deodorant wardah milik saya dan suami
Klien (kalau mau tidak bilang korban) pertama konsultasi kosmetik halal adalah sang suami. Bukan. Suami saya ga saya pakein blush on kok. Deodorant beliau sudah saya ganti jadi deodorant wardah for him. Kata suami saya wanginya enak, engga panas, dan yang paling penting ga bikin kulit ketiak hitam plus ga meninggalkan bekas di bajunya. Selain deodorant suami saya sering saya pijat dengan minyak zaitun wardah. Kadang-kadang kalau saya sedang iseng, saya facial dengan lightening seriesnya wardah milik saya.


Adik
Adik saya sedang masa-masa pubertas. Jerawat tumbuh dimana-mana, dan wajahnya jadi kusam. Setelah saya “pamer” tulisan saya, dia jadi konsultasi gimana menghadapi masa pubertasnya. Saya rekomendasikan acne series padanya. Walau sebenarnya produk kosmetik cocok-cocokan, tapi produk wardah biasanya memang cocok di segala kulit. Alhamdulillah jerawat adik saya bubar, dan mukanya halus lembut ga kusam lagi


Adik ipar
Adik ipar. saya dan kosmetik wardahnya
Nah ini gara-gara suami saya. Saya jadi bangga deh. Beliau adalah orang yang merasakan langsung efek wardah pada saya, sehingga beliau berani promosi ke adiknya untuk pakai produk wardah juga. Alhamdulillah sang adik ipar pun suka, bahkan teman-temannya pun banyak yang ikutan pakai.
Teman kosan adik yang terinspirasi dan akhirnya kepincut wardah


Sahabat tersayang
Izzah dan acne seriesnya
Ini dia sahabat kesayangan saya, Izzah. Saat menyusui yang sangat berharganya terganggu oleh jerawat-jerawat bandel. Saya jelaskan ke izzah biasanya pengaruh hormon ibu menyusui. Selain rambut rontok pada individu tertentu bisa jadi pengaruhnya muncul pada wajah seperti jerawat. Selain sabar saya rekomendasikan acne series. Walau tak sepenuhnya hilang namun jerawatnya mulai bisa diatasi.

Ibu dan mama
Ibu dan Mama sama-sama cantik ya :')
Ibu adalah panggilan saya untuk ibu kandung dan mama adalah panggilan saya untuk ibu mertua. Dua-duanya sekarang pengguna wardah lho. Ibu jatuh cinta sama blush on pinknya yang lembut dan cocok di warna kulit putih milik ibu. Sedangkan mama jatuh cinta dengan exclusive lipstick pink. Cocok banget sama warna kulit sawo mateng mama.

Teman-teman blogger
Nanya-nanya di blog
Senang rasanya kalau ada yang memaai kosmetik halal karena terispirasi oleh saya, mungkin inspirasi datang dari gaya make up sehari-hari saya, mungkin juga karena tulisan saya ini. Senang karena gaya hidup halal makin hari makin meningkat. Semoga slogan halal is my life style makin kencang gaungnya di sekitar kita.