Thursday, December 11, 2014

Weaning with Love

Weaning with love atau menyapih dengan cinta. Ini adalah istilah populer di kalangan ibu menyusui dan bapak yang peduli sama istri yg menyusui anaknya :p
Jadi dahulu kala ibu-ibu menyusui punya macam-macam cara untuk menyapih anaknya. Macam-macamnya itu ajaib, bukan sekedar berhenti nyusui. Ada yang pakai metode oles yang pait ke payudara (brotowali biasanya), ada yang pakai cara oles yang serem ke payudara (obat merah), ada yang anaknya dititip ke kakek-neneknya berminggu-minggu sampai sang anak lupa dengan susu ibunya, dan ada pula yang pasrah menunggu hingga sang anak berhenti dengan sendirinya.
Maka saat syira lahir, sachie yang kala itu berumur 17 bulan sudah kami siapkan untuk disapih. Eh bukan. Kami sudah menyiapkan diri untuk menyapih sachie. Kami disini adalah bunda dan ayahnya. Iya dong ayahnya juga harus ikut ngurus anaknya. Berani berbuat berani bertanggubg jawab.
Persiapan kami banyak. Pertama komitmen, kami harus komit bahwa kami akan bekerja sama jika saatnya tiba untuk mengalihkan perhatian sachie kalau dia minta nen. Mengalihkan perhatian sachie dengan cara yang asik tanpa gadget. Bagi kami gadget gak akan mempan dan gak akan baik efeknya untuk mengalihkan perhatian sachie. Dan peran ayah sangat penting. Karena kalo orang yang mengalihkan perhatian adalah pusat perhatiannya (sang bunda) ya sama aja bohong kan. Jadi ayahlah yang harus bisa mengalihkan perhatian sachie.
Selain komitmen kami juga harus punya "stok sabar" ngadepin rengekan dan tangisan sachie nanti. Stok sabar diperoleh dari rukhiyah yang kuat dan rasa bahagia ayah bundanya. Maka jauh-jauhlah stress saat desember mulai dekat.
Dua bulan menjelang hari H (6 desember), kami mulai mendoktrin sachie dengan 2 doktrin. Pertama bahwa sachie kalau sudah ulah tahun, tiup lilin gak akan nen lagi. Kedua, walau sachie gak nen bunda dan ayah akan selalu sayang sachie. Dan dua doktrin ini gak cuma diucapkan tapi juga dilakukan agar sachie benar-benar paham. Alhamdulillah sejak bulan oktober ada 2 ulang tahun tetangga yang sachie hadiri. Sachie bisa merasakan serunya tiup lilin, potong kue, nyanyi dan kehebohan ulang tahun lainnya.
Dan karena bunda di rumah aja, bunda harus bisa tetap intens main sama sachie, ngobrol, baca buka dll walau sudah ada syira yang udah mulai banyak tingkahnya. Kenapa? Karena agar sachie gak merasa dilupakan setelah adiknya lahir, gak ngerasa cemburu dll. Buat kami ini penting agar sachie merasa nyaman dan gak terpaksa disapih.
H-1. Tanggal 5 desember, pas banget bundanya ulang tahun, bundanya deg2an, bisa gak nih nyapih sachie, nangis gak dia, drama gak nih dll dsb dkk. Maka malam harinya saat jam 10 malam, saatnya sachie tidur, saya susui dia. Saya peluk erat, berdoa, sambil sesekali berkata pelan ke Sachie "kak, ini nen yang terakhir ya sayang, besok kakak ulang tahun, kita akan tiup lilin, kita akan potong kue, artinya besok kakak gak nen lagi, kakak udah besar. Kakak kalo mau tidur bunda peluk ya sayang, nanti kita tidur..." dan dia menangguk lemah.
Paginya, saya dan ayahnya bergegas menghias kue yang sudah dibuat neneknya. Marble cake sederhana ala nenek kami hias dengan butter cream buatan kami sendiri lalu ditabur meises dan keju parut.
Saat saya sibuk memarut keju, terdengar suara sachie bangun memanggil saya "bundaaaa... mana bundanya sachie..." wuuusss ayahnya langsung lari, ngajak ngobrol sachie sebelum sachie mulai nangis. Dia biasa gitu tuh kalo tidur gak ketemu emaknya langsung nangis.
Entah ngobrol apa sachie dan ayahnya yang jelas sachie keluar kamar sambil senyum-senyum. "Eh ada ejuuu (keju), mau dong bunda..." setelah kuenya siap, kami nyalakan lilin di atasnya. Adegan tiup lilin yang gak sambil nyanyi ini emag sederhana, hampir dramatis karena bundanya inget kao sachie belum mahir niup lilin. Eh alhamdulillah ternyata sachie bisa...
Lalu selepas tiup lilin hingga detik ini sachie belum pernah minta nen. Dia bener-bener deh bikin kagum ayah bundanya. Cuma dua kali selama ini dia mau minta nen, tapi setelah diajal ngobrol gak minta lagi. Malah sekarang suka saya becandain "kakak gak mau nen?" dan dengan santainya dia jawab "enggak, sachie kan udah becang (besar), bobonya peyuk (peluk) aja". Ah alhamdulillah... udah gitu aja ceritanya. Hehehe...
Bersyukur banget gak perlu pake brotowali padahal neneknya udah ngewanti-wanti. Alhamdulillah...

Friday, November 28, 2014

PNS, riwayatmu kini

Gak tau mesti ngoceh dimana. Jadi gue nulis di blog ini aja. Itung-itung memperbanyak jumlah posting muwehehe...

Gue kemaren nonton berita, ada kebijakan di satu daerah yang melarang PNSnya bawa kendaraan pribadi. Biar gak macet, biar go green.

Bagus.

Tapiiiii... ada yang harus ditinjau lagi. Ini menurut gue aja nih. Yang cuma ibu rumah tangga dan gak pernah jadi PNS.

Pertama masalah naik apa dong PNSnya ke kantor? Angkot? Ojeg? Kebetulan gue pernah tujuh tahun tinggal di daerah yang baru nerapin aturan ini. Di kota itu angkot rutenya luar biasa awut-awutan. Ada kali jarak 2 kilo (meter) kita kudu ganti angkot lagi. Gak efisien. Sungguh. Terlebih sekarang bbm naik dan ngefek ke ongkos yang naik juga. Sedang gaji pns yang gak naik.

Ojeg? Lu tau sendiri naik ojeg lebih mahal dari naik taksi. Ini pns, bukan direktur minyak asing.

Sepeda. Iya mungkin. Tapi jalanan kita gak berpihak sama pengendara sepeda. Belum lagi jika sang pns pendapatannya pas pasan rumahnya beli di pelosok kabupaten, gimana ceritanya.

Sejujurnya gue bingung dengan kebijakan pemerintah Indonesia tercinta merdeka-merdeka soal aturan buat PNS. Okelah kita lupakan kebijakan pemerintah yang melarang PNS naik kendaraan pribadi ke kantor. Masih lumayan oke itu. banyak kebijakan baru terkait PNS, mari kita tengok. soal kebijakan lain seperti PNS dilarang rapat di hotel, PNS rapat makan singkong, dan undangan pernikahan PNS cuma 400.

Rapat di hotel bisa diganti dengan bikin ruang rapat sendiri yang bagus. Ini ide bagus dan futuristik. Kan kalo gedungnya ada bisa hemat anggaran ke depannya. Tapi rapat makan singkong? Ayolaaaaah seberapa besar makan singkong menghemat anggaran dan memihak petani kita? Lha wong setelah kebijakan ini diputuskan kita malh mengimpor singkong. Dan soal nikah 400 undangan. Oh sungguh itu lebay! Rejeki PNS kan bisa dari mana aja. Kok kayak dibatasi gitu, bisa jadi ortunya kaya, atau apa kek. Lagian nikah kan gak pake uang negara. Kecuali pas nikah korupsi dulu.

Gue kok ngeliatnya kebijakan pemerintah yang sekarang tampak macam mencekik masyarakat menengah ke bawah dan masyarakat bawah. PNS seberapa banyak sih yang kaya. kalo kaya bisa jadi suaminya PNS tapi istri pengusaha kan ya.

Entahlah, gue ngerasa kebijakan pemerintah baru ini kayak memihak golongan tertentu. Kalo pemerintah beneran sederhana, harusnya kebijakannya memihak masyarakat yang beneran makan singkong karena gak tau mau makan apa lagi, memihak masyarakat yang pake baju cuci kering pake, bukan yang bajunya putih setiap hari tapi harganya jutaan. Memihak masyarakat yang boro-boro naik pesawat ekonomi - diliput media isinya paspampres semua - naik angkot pun susah.

Cobalah jangan cekik rakyat macam kami lagi. Jangan pernah lupa dongeng gajah dan semut. Semut memang kecil tapi gajah tak kan berani injak semut lagi.

BBM bisa murah kalo kita gak beli ke tangan ketiga lagi. Harusnya mungkin gitu kebijakannya. Tapi kita... ah sudahlah, tau apa gue...

Maka mari kita doakan negara kita tetap merdeka, gak perang, ibu suri (yang gue kira wanita tua jahat biasa yang ingin menguasai dunia ternyata dia lumayan licik juga) dikirim ke angola, dan presiden kita kalo masih gitu-gitu aja diekspor ke uganda.

Salam jari-jarian

Thursday, November 13, 2014

Naik Motor

Tiba-tiba pengen nostalgia cerita naik motor dibonceng orang. Iya, gue emang belum bisa ngendarain motor sendiri. Pernah sih sekali. Waktu main ke rumah puput, temen sebangku sejak kelas dua esempe sampe lulus sma. Tapi setelah sekali main ke rumah puput itu, gue gak pernah lagi bawa motor sendiri. Gak pernah kecelakaan, nabrak atau jatoh. Cuma emang gak berani aja. Belum biasa kali ya.


Emm.. jadi bagi gue paling nyaman naik motor itu dibonceng suami, ayah, Alvin (adek), Adhil, dan Septin. Udah itu aja. Yang lain? Nih beberapa cerita pengojeg kesayangan..

Noni, anna, reti


Noni Husnayati 
Pertama kali dibonceng Noni waktu ngedanus, jualan kue buat acara penyambutan mahasiswa baru. Waktu itu kita tingkat dua mau naik tingkat tiga. Lagi tenang di jalan tiba-tiba noni cerita
"des, ini aku baru pertama kali lho naik motor ngebonceng orang..."
gleeeeekkk!!!
Dan benar saja tak lama kemudian motor kita masuk selokan plus digonggongin anjing hahaha...


Anna Amania
Lagi-lagi waktu ada acara LDK. Anna bareng gue waktu itu ditugasin buat beli aqua gelas sekardus. Anna yang baru belajar bawa motor pede aja..  waktu aku tanya "nyampe an nginjek tanahnya?" Ini nanya apa NANYA hahaha... dengan pedenya dia bilang..
"udah des.. percaya aja sama aku..."
oke fine..
Lhaaaa... tiba-tiba pas keluar gerbang IPB jalanan macet. Terpaksa motor harus berhenti-berhenti. Awalnya aman eh pas dibelokan motor kami berhenti, anna sigap langsung pake kakinya buat nyanggah motor. 
"eh eh eh... eh gak nyampe..."
duaaaar.. kami berdua jatuh dari motor.
Ternyata bener, kakinya anna gak nyampe ke aspal... *dibekep anna*


Tri Reti
Sekampus udah mashur tentang betapa ngebutnya reti kalo bawa motor. sampe ada cowok yang komen ke gue
"des itu si reti kalo bawa motor ngebutnya gak kira-kira.. di gang al inayah aja (yg muat buat dua orang pejalan kaki), dia ngebut...."
Lha dia emang ngebut parah. Sangking doyan ngebutnya, pernah sekali dia bonceng gue pake motornya kalia. Motor kalia ini lagi eror. Berbulan-bulan ditinggal nikah dan migrasi ke planet bekasi, motor ini akhirnya cuma bisa nyala di kecepatan 20 km/jam. kalo nyampe 40 km/jam, ini motor tiba-tiba mati. Jadilah si reti sepanjang jalan bete. Akhirnya dia bikin suara ngebut sendiri
"ngeeeeeeeeeeeeeng..ngggggeeeeeeeng... bruuuuuuuuuuuuuummm..." sambil nunduk-nunduk gaya rossi hahaha...
Dan barusan di grup Mama Shalihah, kiki istrinya fazlur (yang namanya kiki banyak banget, jadi nulis kiki mesti pake istrinya siapa, atau suaminya siapa) cerita
"si reti kalo bawa motor kayak maling curanmor, ngebut parah..." bwaahahahah..

izzah - kalia

Nuri Izzatil Wafa
Pertama kali naik motor di jalanan ibu kota itu dibonceng sama izzah. Waktu itu izzah nemenin gue ke Zapp di jakarta utara buat ngilangin bulu ketek. Sebenernya emang nekat banget naik motor sama izzah. Pertama karena dia gak punya sim. Kedua karena dia baru bisa bawa motor kurang dari sebulan!!!   Ehtapi naik motor sama izzah ini termasuk yang nyaman, cuma agak deg-degan ada pak polisi dan kita ditilang. Oh plus satu lagi, izzah lupa bawa helm
aaaaaakkk... bener-bener macu adrenalin banget deh ahahaha...


Anyway aimisyuoooooll..huwuwuwu..

Monday, November 10, 2014

Mengubah baju biasa menjadi baju menyusui

Dulu sebelum punya anak, belanja baju gampang. Pertimbangannya cuma soal harga dan suka gak suka. Sekarang setelah punya anak pertimbangannya jadi : tu baju punya kancing (bukaan) depan atau engga. Kalo gak ada, walau terjangkau dan naksir berat tetep BYE!

Udah hampir dua tahun berlalu masa menyusui sachie, tapi syira baru enam bulan disusui, masih ada 1,5 tahun lagi. Baju-baju kaos oblong jaman single dulu, dress lucu unyu-unyu udah mulai berteriak minta dipake. Beli baju baru aja napa? Beli baju mungkin urusan mudah tapi kalo ada baju favorit, kesayangan dan masih muat plus masih bagus itu rasanya sayang aja. Syediiiih...

Sampe akhirnya entah dapet wangsit dari mana ada yang tiba-tiba ngebeliin mesin jahit. Alhamdulillah makasih ya, Yah...

belajar bikin bordiran tapi gagal  -______-"
Sekitar sebulan mencoba mengakrabkan diri dengan si singer tradition 2273, gue mulai coba-coba ngejahit baju. Setelah satu baju dengan desain semi coat sudah  selesai, gue mulai pede buat ngerombak baju-baju lama. Mengubah baju biasa jadi baju menyusui, baju yang busui friendly. 

Gue pilih baju kaos kesayangan gue. Kaos item dari rabbani dengan retsleting belakang. Retsleting belakangnya gue lepas, lalu bekasnya jahit tutup mati. Setelah itu gue gunting bagian depan bajunya. lurus tepat di bagian tengah leher hingga bawah dada. Setelah digunting, gue obras dengan bantuan fitur semiobras di mesin jahit ini. lalu retsleting yang tadinya di belakang gue pindahin ke depan. Selesai deh...
Alhamdulillah sekarang baju-baju lama udah bisa dipake lagi. Uyeeeaaah...
muka capek-capek bahagia

Tuesday, October 7, 2014

#20factsaboutme

Ditag #20factsaboutme sama mba rifi di instagram.. Karena gak pede post di instagram jadi aku bikin di blog aja. By the way hellooooo, lama ya gak ngeblog ihihihi.... yuk cus ah..

disturbing picture, naon des...
  1. anak pertama dari tiga bersaudara
  2. bertanya-tanya kenapa fakta soal anak keberapa ini mesti ditulis ehehe
  3. gak pede kalo gak pake deodoran
  4. pilih deodoran karena wanginya gak kemana-mana, gak kayak parfum
  5. love body lotion so much
  6. hobi ke salon, pencinta hairspa, luluran, meni pedi
  7. naksir suami duluan (kayaknya)
  8. gak bisa diem makanya suka rajin bikin prakarya
  9. lebih suka dibilang kreatif dari pada dibilang cantik
  10. suka masak, kalo gak percaya tanya sama pak suami
  11. kalo masak gadgetnya mesti online kekekeke...
  12. phobia (serius phobia, bukan takut atau geli) sama tikus
  13. lebih suka baca buku daripada nonton
  14. pernah dibully waktu SD 
  15. pernah dijemur di halaman smp karena berantem sama cowok di kelas
  16. pernah naksir cowok tapi cowoknya malah menghina, ceritanya dia sok ganteng gitu deeeeeeh
  17.  gak nemu sahabat cewek sampe akhirnya kuiah di ipb dan punya banyak sahabat cewek
  18. anak-amak adalah prioritas hidup 
  19. random, bisa dilihat dari poin-poinnya
  20. bertanya2 kenapa cuma dua puluh (narsis abis) ahaha

Wednesday, September 10, 2014

Sachie-ku

Bunda : (sambil mijetin sachie pake minyak telon) iiiih anak kecilnya bunda lucu banget sih..
Sachie : bukan, cachie ecay, cia anak-anak.. (bukan, sachie sudah besar, syira yg masih anak-anak)
Bunda : hah???
Sachie : (nyiumin syira) eeemmmwaaah...
Syira : (nangis ngambek sebel diciumin)
Bunda : tuh kan nangis adeknyaaaa
Sachie : aaah.. cayaaaaang.. a pa pa... (sambil ngelus2 dada adiknya, ikutin gayanya bunda)
Bundanya ngikik hihihi...
Bunda lagi gendong syira, sachie lagi guling-guling.
Sachie : ndaaa... cachie aja endong ciaaaa...
Bunda : nooo.. sachie belum kuat, nanti adeknya nangis lho..
Sachie : (nangis) endong ciaaa, cachie ajaaaaa...
Bunda : rrrrrr...
Sachie lagi pake powerbank buat nelpon oom nya yg di jakarta.
Sachie : awoooh, om apin... ni cia ni... (nempelin powerbank ke kuping syira)
Syira & Sachie (ketawa)
Bunda : ????
Bunda lagi ngeliatin Sachie yg lagi ngoceh sebelum tidur. Lalu tiba-tiba air mata netes gitu aja. Alhamdulillah ya Allah, anak-anak ini bagai kado yang tiap hari dibuka. Selalu ada kejutan dan kebahagiaan. Eh sachie ngeliat bundanya nangis.
"ndaaaaa... ndaaaa naning.." (bundaaa.. bunda nangis) kata sachie sambil menghapus air mata bunda.
Huhuhu... so sweet honey... nambah mewek hahahaha

Friday, August 1, 2014

Teman Sejati

Awal Ramadhan kemarin saya melihat display picture whatsapp teman satu geng SMA yg lagi buka bareng tanpa saya. Iya tanpa saya. Dan tidak ada kabar2 tentang pertemuan itu sebelumnya. Kecewa deh rasanya..
Tapi saya pikir mungkin teman-teman saya tidak tau bahwa saya sudah pulang ke Palembang dan sudah menetap disini lagi. Mungkin kalaupun mereka tau, mereka tak enak mengajak saya. Hanya saya yang sudah menikah yang lain masih gadis. Mengingat juga pertemuannya di mall dan saya pasti kerepotan dengan dua anak saya.
Lalu ada lagi kejadian serupa baru-baru ini. Ada kumpul-kumpul tapi saya gak diajak.
Saya mencoba berpikir positif. Mungkin teman-teman tidak tau nomer kontak saya yang baru. Mungkin sangkin banyaknya yang harus dihubungi, saya jadi terlewat. Mungkin mungkin banyak mungkinnya.
Saya juga introspeksi. Iya saya memang bukan teman yang asik sepertinya. Saya bukanlah perempuan yang manis yang kalau ngobrol pake basa basi atau biasa pake kata sapa "say". Sekilas saya blakblakan, ketus dan gak lucu. Saya tidak punya sahabat sejak SD sampai SMA.
Tapi semua berubah saat negara api menyerang eh.. semua berubah saat saya di IPB. Tinggal di asrama, punya teman sekamar, satu kosan bikin saya punya banyak sahabat. Sayangnya lulus kuliah sahabat saya tertinggal jauh di sebrang pulau. Rasanya hampir tak mungkin saya tak punya teman macam begini hehe...
Tapi sebenarnya saya punya sahabat sejati. Tak berhenti mendengar, tak berhenti pedulu, dan rasanya tak pernah lupa pada saya. Walau cuma satu, tapi saya bersyukur punya dia. Sang suami tercinta. Aaaaaa... ini tulisan curhat amat ya.. yasudah dulu. Sekalikali curhat gak apa-apa kan yaaaa..

Saturday, July 12, 2014

Mainan buat Sachie (13) : Animal Flash Card



Waktu ada ibu-ibu instagram yang post foto flash card saya bingung, ini mainan mainnya gimana ya…
Akhirnya saya googling, setelah baca-baca jadi tau flash card ini banyak manfaatnya. Ini se(sok)tau saya aja ya…
  • Memperkenalkan sesuatu kepada anak, misalnya animal flash card ini mengenalkan jenis hewan
  • Melatih bahasa, anak jadi menyebut nama hewan yang ada di kartu
  • Melatih daya ingat anak

Sampai usia 17 bulan kemarin, saya dan sachie main flash card ini sampai pada tahap di atas. Sachie tau yang mana gajah, nyamuk, semut, kucing, laba-laba dkk, Sachie juga bisa mengucapkan nama hewannya dan sachie pun bisa menunjukkan gambar hewan yang saya sebutkan. Oh iya sama Sachie bisa mendeskripsikan hewan yang ada di kartu dengan cara menirukan suara (missal kalau ayam : u..u..u..uuuuk) dan gerak tubuh (missal kalau kuda dia akan duduk seperti sedang berkuda).

Kenapa pilih tema animal flash card? Karena memang dekat dengan kehidupan sehari-hari Sachie. Nah untuk animal flash cardnya sendiri saya unduh (download) dari situs ini (silahkan diklik di sini), dan saya cetak pada kertas foto sehingga gambar dan warnanya bagus dan kartunya jadi tahan lama.Oh iya kalo ditanya kenapa download dari situs itu soalnya gambarnya yang paling mirip sama kenyataan (?) hehe...

Friday, July 11, 2014

Mainan buat Sachie (12) : Tempel Bagian Wajah

Ini juga permainan yang mudah dibuat, bahannya mudah didapat dan harganya murah. Saya menyebutnya “puzzle wajah”.

Bahan :
  • Kardus
  • Pensil warna/crayon
  • Gunting
  • Double tip


Cara membuat:
Gambar wajah lengkap dengan semua “printilannya” (hidung mata dll) di satu kardus.
Gambar lagi wajah yang sama di kardus lainnya. Potong-potong bagian wajah dari salah satu kardus.
Bagian yang sudah dipotong lalu diberi double tip.

Cara mainnya :
Minta anak meletakkan bagian wajah di tempat yang tepat sesuai gambar pada kardus. Bisa pula sambil meminta anak menyebutkan nama bagian wajahnya lalu menunjuk bagian wajahnya juga. Mudah bukan?

Cerita Sachie :
Kalau di kardus dia sepertinya belum b
isa nempel di tempat yang tepat atau mungkin dia tidak tertarik ya sama gambarnya (garuk kepala). Tapi kalo di wajah beneran, dia pinter banget nempelnya.. Bagoooos..

Mainan buat Sachie (11) : Mencocokan Tutup



Ini permainan yang mudah plus murah banget. Cukup kumpulin beberapa wadah yang punya tutup dengan berbagai ukuran, warna dan bentuk. Buka tutupnya, pisahkan atau jauhkan dari wadahnya. Lalu minta anak mencocokan wadah dengan tutupnya. Selesai. Mudah bukan?

Cerita Sachie:
Dia ternyata ahli banget main ini. Dalam waktu beberapa menit semua tutup telah menyatu dengan wadahnya. Dan 10 menit kemudian dia sudah bosan huhuhu…

Thursday, July 3, 2014

Mainan buat Sachie (10) : Mobil-mobilan dari Kardus

Mungkin ada yang pernah berkomentar saat membaca tulisan saya yang bertemakan parenting di blog ini "pede banget nulis tentang parenting, anak baru satu (dulu), nikah pun baru dua tahun, sok tau banget sih, situ oke?" (lebay gue).

Iya, saya emang begitu. Nikah baru dua tahun, anak lahir setahun sekali (hahaha...), anak pun masih bayi, kok pede nulis tentang parenting. Enggak juga sih ya. Honestly saya gak pede. Tulisan saya yang bertemakan parenting cuma tulisan ringan soal mainan anak-anak saya yang saya buat sendiri. Saya cuma pengen berbagi ilmu yang saya dapatkan baik dari kuliah, seminar, baca-baca dan sebagainya. Saya pun gak bermaksud menggurui apalagi merasa paling sempurna jadi emak. Saya masih jauh.

Kalau ada yang gak suka sama tulisan saya soal parenting ini ya gak apa-apa, saya mohon maaf ya. Kita tau kita memang tidak bisa bikin semua orang suka sama kita. Betul?

Sudah sudah hehe... sekarang saya mau cerita soal mainan pertama yang saya buat pasca kelahiran anak kedua, Syira. Enam hari setelah Syira lahir, saat kondisi tubuh berangsur baik kembali, saya kembali bikin mainan untuk Sachie. Mainan kali ini simple sekali. Cukup potong-potong kardus, lalu gambar. Saya gak punya tutorialnya, susah pula menjelaskannya. Ini dia mobil-mobilan dari kardus versi bunda Sachie dan Syira.


Jadi, Sachie suka sekali kalau diajak jalan-jalan terlebih jika naik mobil. Nah kesukaannya jalan-jalan ini ternyata terlihat saat ayahnya menyalakan kendaraan. Ketauan suka naik mobil daripada motor pas ayahnya nyalain kendaraan. Kalau motor dia biasa saja. Tapi kalau ayahnya nyalain mobil dia akan histeris mau ikut haha.. Drama sekali. Makanya tiap ayahnya mau berangkat kerja dan bawa mobil, sachie kudu dibawa jalan sebentar.

Awalnya saya bertujuan mengajak Sachie berimajinasi. Eh tapi Sachie lebih suka menghiasi mobilnya dengan lukisan-lukisan karyanya. Saya berusaha menarik dan mendorong sang kardus agar berpindah. Sayangnya kardusnya rapuh jadi mobil-mobilan ini cuma tahan sehari hiks...

Mobilan kardus ini terinspirasi dari sini (silahkan klik)

Friday, June 27, 2014

Mainan buat Sachie (9) : Sliding Balls

sliding ball nemu di pinterest
Pertama kali lihat mainan ini di pinterest, saya langsung kepikiran "ayo bikiiiiin". Sayangnya semua contoh sliding ball alias luncuran bola ini terbuat dari karton bekas tissue gulung. Karena saya bukan pemakai tissue gulung saya sempat sedih, gimana ya cara bikinnya. mau bikin pake kardus kok mualeeeees huhuhu... Sampai akhirnya saya lihat mba vivi mengunggah foto sliding pompom di webnya "anak jempolan". Dan sliding pompom inspiratif itu terbuat dari BOTOL AIR MINERAL horeeeeeee... Selesai sudah masalah saya...

Saya langsung berburu botol air mineral bekas ukuran 1 liter. Alhamdulillah ada. Langsung saya potong bagian kepala dan buntutnya. Lalu saya belah dua. Kemudian sang botol yang terbelah (halah) langsung saya tempel di dinding menggunakan lakban. Awalnya mau pake lakban bening, apa daya adanya cuma lakban kuning.

Taraaaaa... beginilah hasilnya..


Walau harus naik kursi Sachie mainnya seru sekali, om-om ciliknya yang kebetulan sedang menginap langsung deh ikutan main dan menguasai permaian hahaha...


Oke, selamat bermain anak-anak..

Mainan buat Sachie (8) : Tabungan Warna-Warni

Ah lamanya tak berbagi di blog ini. Setelah kelahiran Syira, keajaiban datang dua kali lipat lebih banyak setiap harinya. Kata-kata baru yang keluar dari bibir mungil Sachie dan senyum spontan Syira adalah salah dua dari keajaiban-keajaiban itu. Sulit sekali move on dari perasaan bahagia punya dua "bayi" ini, itulah kenapa blog ini kosong nyaris dua bulan hehehe...

Mainan ini sebenernya udah dibuat sebelum syira lahir. Tapi baru sempet diceritain disini sekarang. Saya pingin ngenalin berbagai jenis warna. Untuk awalan saya coba kenalkan warna merah dan putih. Akhirnya saya coba buatkan tabungan koin warna-warni untuk pengenalan warna ini.

kenampakan tabungan warna-warninya, too simple, right?

Tabungan ini terbuat dari plastik mika keras. Pada salah satu permukaannya saya buat dua buah lubang yang pada masing-masing lubang saya beri warna merah dan putih sebagai pembeda. Koinnya terbuat dari kardus yang permukaannya dilapisi kertas berwarna merah dan putih. Lubang yang berwarna merah untuk koin merah dan lubang putih untuk koin putih.

Sepertiya mudah bermain ini tapi bagi anak-anak seperti Sachie (waktu itu baru berusia sekitar 15 bulan) mainan ini punya tantangan tersendiri. Pertama ia harus sabar memasukkan koin ke dalam lubang, kedua ia harus memasukkan koin yang sesuai dengan warna lubangnya. Saat pertama kali main dengan mainan ini, mainannya dicuekin. Hah!

Kedua kali saya tawarkan mainan ini, dia dengan mudah memasukkan semua koin ke dalam tabungannya tapi dengan acak warna. Beberapa kali dicoba hasilnya masih sama. Sampai akhir Mei kemarin, adik saya pulang dari Jakarta dan ngajak Sachie main ini lagi. Sachie sukses membedakan warna koinnya. Walau belum bisa menyebutkan warna-warnanya. Tak apalah, setidaknya dia sudah mulai bisa membedakan warna. Horeeee...

Semangat terus ya bu eh naaaaak....

Thursday, May 22, 2014

Syira Pramudita Wilopo

Tanggal 2 Mei selain hari pendidikan nasional juga jadi tanggal penting yang tak terlupakan bagi saya. Sepuluh tahun yang lalu 2 Mei 2004 saya pertama kali berjilbab ke sekolah. Dan ternyata di 2014 saya melahirkan anak kedua di tanggal ini juga. Putri kedua kami ini kami beri nama Syira Pramudita Wilopo.


Buat yang suka Harry Potter pasti gak asing dengan nama Sirius Black. Tapi mungkin gak banyak yang tau arti dari Sirius. Sirius adalah nama bintang yang paling terang. Bintang ini disebut-sebut dalam al-qur'an dengan sebutan syi'ra (QS. An najm : 49). Dari kata syi'ra inilah nama Syira berasal.

Memang cara bacanya jadi beda ya antara syi'ra dan syira. Tapi namanya juga serapan :D

Pramudita berasal dari bahasa sansekerta yang berarti orang yang luhur dan pandai.

Maka Syira Pramudita Wilopo kami maknai dengan anak perempuan yang bersinar karena budi luhurnya (akhlaknya yang baik) dan kecerdasannya.

Sebenarnya nama tengah syira rada kontroversial. Ayahnya ingin nama Adelina (bahasa spanyol). Tapi saya ngotot pingin pramudita karena ingin suatu saat kalau syira jadi orang sukses di kancah internasional (aamiin), orang-orang bisa tau dia orang Indonesia karena namanya yang Njawa banget :D

Syira lahir di RS Pusri Palembang dengan proses kelahiran normal (partus spontan). Berat badan lahirnya 2,7 kg dan panjangnya 48 cm. Saya dan ayahnya gak nyangka bb syira "hanya segitu". Mengingat ibunya yang naik 20 kilo saat hamil kemaren hehehehe...

PR buat saya nyeritain kenapa lahiran di pusri dan plus minusnya, nyeritain gimana reaksi Sachie dan juga nyeritain betapa hebohnya tidur berempat dalam satu kamar setiap malam :D

I'm a lucky mom, right? :D

So, please welcome Syira Pramudita Wilopo...

Wednesday, April 30, 2014

Mainan Buat Sachie (7) : Sensory Play, Soap Foam

Lagi-lagi kita bermain dengan indra anak (sensory play). Kali ini Sachie saya ajak bermain dengan busa sabun. Ada sekitar satu jam dia main sampai akhirnya berhenti sendiri dan minta dimandikan. Awalnya tadi pagi ayahnya menemukan satu botol kecil cairan berwarna merah untuk membuat gelembung sabun di kursi teras. Setelah dikonfirmasi ternyata sang botol milik adik sepupu saya (pamannya Sachie ya berarti) yang sedang libur dan menginap di rumah. Kami minta izin untuk main gelembung sabun itu.
Ilustrasi, rainbow foam (sumber gambar klik disini)
Kenapa pinjem gambar orang? Soalnya gak sempet motoinnya. Maklum terlalu bersemangat hehe

Sudah lama pingin main bubble (gelembung sabun). Pingin beli. Tapi kok ya berasa mahal ya. Disini harga gelembung dan alat peniupnya sekitar 25-40ribu. Padahal beberapa bulan yang lalu kami beli di Bogor tepatnya di supermarket Yogya, harganya hanya 9ribu. Duh..

Ya singkat kata permainan gelembung sabun yang pertama Sachie ini sukses bikin Sachie terbahak-bahak, tertawa kegirangan mengejar gelembung dan berniat memegangnya. Melihat ini muncul ide bikin sensory bin yang isinya busa sabun yang lembut seperti di car wash (?) hehe.. Alat dan bahannya mudah dan bikinnya juga cuma sebentar gak sampai lima menit.

Alat :
Baskom besar
Mixer

Bahan :
Shampoo atau sabun bayi (ada juga yang pake cairan pencuci piring :\)
air

Cara membuat
Masukkan air dan shampoo secukupnya ke dalam baskom lalu mixer sampai busanya buanyaaaak sekali.

Sachie masih tertawa-tawa mengejar gelembung saat saya panggil sambil membawa baskom yang isinya busa sabun tadi. melihat isi baskom dia sedikit kebingungan, ragu-ragu menyentuh busa, lalu malah masuk ke dalam baskom dan sibuk main sampai sulit sekali membuat dia menengok saat saya mau ambil fotonya.

Reaksi pertama Sachie masuk ke baskom, masih malu-malu

Seneng banget liat Sachie gembira
Sorenya saya bikin lagi busa sabun tapi dengan tambahan pewarna makanan biar seru. Sayangnya gak difoto. Sachie mainnya makin semena-mena. Busanya diusap keseluruh tubuhnya sampai kena mulut heuuu..

Ya asal kamu bahagia ya nak..

Sampai juga di tulisan berikutnya (naon haha...)

Thursday, April 17, 2014

Mainan Buat Sachie (6) : Playdough

Saya yakin kita semua pasti tidak asing dengan lilin-lilinan alias plastisin (playdough).

Lilin-lilinan (sumber gambar klik disini)
Walau banyak manfaatnya, seperti melatih tangan anak untuk meremas, menggenggam, menekan, mencubit lilin, mengembangkan daya imajinasi, melatih bahasa anak dan masih banyak lainnya, lilin-lilinan ini biasanya terbuat dari bahan yang berbahaya. Saya masih ingat betul waktu kecil kalau main lilin-lilinan ini tangan jadi bau minyak tanah. Belum lagi pewarnanya yang bisa jadi mengandung racun.

Sejak jadi ibu yang seneng banget main sama anaknya, saya sibuk cari-cari resep bikin playdough ini. Akhirnya saya pun dapet banyak tutorial tentang cara membuat playdough yang aman buat anak. Alhamdulillah nyoba satu resep bikin playdough dan langsung berhasil. Playdough dari resep ini gak lengket, gak berminyak, gak lembek dan gak keras. Paaaaaas deh.

Berikut resepnya
Bahan:

Adonan 1 :
- 1 cup terigu
- 1/4 cup garam

Adonan 2 :
- 1/4 cup air
- 1 sendok makan minyak sayur
- pewarna makanan secukupnya

Cara membuat:
- Campur rata masing-masing adonan
- Setelah rata baru campurkan adonan 1 dan 2
- Uleni sampai kalis
hasil jadi
Saya bikin playdough ini sambil ditemani Sachie. Saya bikin dalam dua hari. Awalnya cuma merah, kuning dan hijau eh besoknya nemu pewarna coklat hehe.. Hari pertama Sachie cuma mengamati, sesekali dia berlari memutari badan saya dan memeluk leher saya. Hari kedua sepertinya dia mulai merasa aman dengan mainan bundanya. Alhasil dia malah mainin tepung sisa adonan sampe belepotan semua.



Kalau diajak main playdough ini, dia mainnya cuma sebentar. Biasanya kalau bosan dia langsung lari. Tapi kalau lagi asik main, dia selalu main sambil nyanyi atau ngoceh yang saya sama sekali tidak mengerti liriknya hahaha.. Ya selamat bersenang-senang Sachie. Insya Allah ayah dan bunda akan penuhi memori masa kecilmu dengan kenangan yang menyenangkan.

akhirnya bunda yang heboh main sendiri :p

Love


Friday, April 11, 2014

Random : Lagi Demen

Lagi sukaaaaaa banget dengerin dua lagu ini.

Pertama
Mirrors-nya Justin Timberlake tapi versi cover oleh Boyce Avenue dan Fifth Harmony


Kayaknya semua kalimat di lagu ini, semua baitnya, jadi kutipan yang saya suka.

Kedua
Fix You milik Coldplay

Meeen, ini lagu milik band rock tapi saya suka. Suka sama kisah dibalik ditulisnya lagu ini. Lagu ini ditulis oleh Chris Martin (sang vokalis Coldplay) sebagai hadiah atau hiburan untuk istrinya yang sedang berduka karena kehilangan ayahnya. Katanya lagu ini di-compose menggunakan piano tua milik ayah mertuanya. Manis banget gak siiiiih...

Suami jadi apal gara-gara saya puter terus ini lagu hehe...

Kenapa Ada "Mainan Buat Sachie"?

Jujur saya sudah mengalami masa-masa jadi orang yang bahasa lebaynya gak bisa hidup tanpa gadget dan internet. Selalu pegang hape kemana-mana. Bahkan bangun tidur dan setelah sholat bukannya dzikir saya malah ngecek handphone. Sejak punya suami apalagi sejak ada Sachie, perlahan saya mulai berubah. Saya gak mau Sachie "ketempelan" gadget. Makanya saya harus berubah. Saya harus berusaha untuk tidak buka-buka gadget (bahkan laptop) saat bersama Sachie.

Jadi kalau ada teman-teman yang menghubungi saya di waktu-waktu "melek" Sachie, saya jarang bisa dihubungi. Handphone saya simpan di kamar sedang saya bermain dengan Sachie di tempat lain, misalnya di kamar bermain Sachie atau di halaman.

Gadget bisa menghambat tumbuh kembang Sachie apalagi di masa-masa emas pertumbuhannya ini. Maka saya mengusahakan agar Sachie dapat bermain menggunakan semua indranya, bukan hanya mata dan jari-jari seperti saat bermain dengan gadget.

Mainan Sachie yang dbuat sendiri

Kami bermain bola di halaman, mengamati kupu-kupu dan buah-buahan yang tumbuh di kebun kecil anang-nya. Menciumi bau daun, merasakan tekstur batu, kerikil, bunga, dahan. Mengejar kucing dan ayam yang lewat di pekarangan. Serta menyapa bayi-bayi lain yang kebetulan lewat di depan rumah.

Agar Sachie tidak bosan dan jadi kreatif, saya harus mempersiapkan mainan bermacam-macam untuknya. Kalau mainannya susah ditiru macam lego, boneka barbie, piano, ya harus beli (kalau ada anggaranya). Tapi kalau mainannya bisa bikin sendiri, saya pastikan saya akan buatkan mainan sendiri untuk Sachie. Selain lebih hemat (teteup), bikin mainan sendiri juga membuat saya yang SAHM (stay at home mom) ini otaknya tetap jalan. Dan proses pembuatan mainan ini seriously bikin saya makin sayang sama Sachie. Makin mengikat saya dan Sachie. Bonusnya saya merasakan sendiri, main sama Sachie di alam terbuka bikin Sachie makin aktif dan makin kelihatan "bakatnya". Terlalu dini memang menjustifikasinya. Setidaknya melihat Sachie yang lebih lincah bikin saya senang.

Selain itu bikin mainan buat Sachie ini jadi semacam penghargaan sendiri untuk pilihan yang telah saya pilih, yaitu memilih untuk berada di rumah menjadi SAHM. Sayang rasanya jikalau saya, ibunya yang sarjana ini, yang "cuma" di rumah saja, punya anak yang diperlakukan seperti anak yang diasuh sama baby sitter dari yayasan penyalur pengasuh bayi. Maka Sachie harus punya nilai plus.

Bikin mainan sendiri juga jadi kesepakatan antara saya dan suami. Jika Sachie menangis, ngambek maka kami harus kreatif mengalihkan Sachie dengan mainan bikinan sendiri yang paling dia suka bukan dengan gadget. Pengalihan dengan gadget lebih sering tidak efektif.

Selain main dengan mainan yang menstimulasi perkembangannya, kami juga lebih sering mengajak Sachie mencari hiburan di alam terbuka. Tidak seperti Bogor yang banyak tempat wisata, Palembang memang tidak punya banyak tempat nongkrong atau hiburan yang ramah anak maka kami pun harus kreatif menyiasatinya. Misalnya mengajak piknik di taman masjid pusri yang luas, hijau dan ada kolam ikannya. Sesekali kami dilihat orang yang lewat atau pasangan yang lagi pacaran disana tapi ya cuek saja. Kami juga mengajak Sachie melihat rusa di halaman komplek PT Pusri. Main ke danau olahraga ski air di dekat stadion glora sriwijaya yang tersohor itu. Main ke taman-taman kota. Sesekali juga main ke pusat permainan anak di mall untuk bertemu teman-teman sebayanya.

main ke danau di Jakabaring

Maka jika ada yang bertanya kenapa ada mainan buat Sachie, ya inilah jawabannya... :D

Mainan Buat Sachie (5) : Puzzle dari Kardus

Sebenarnya Sachie sudah punya mainan puzzle dari kayu. Gambar-gambar binatang. Tapi saya pikir Sachie mungkin perlu mainan baru biar tidak bosan. Maka saya buatkan ia puzzle bentuk-bentuk dua dimensi dari kardus.


Cara buatnya gampang.
- Siapkan dua bua kardus ukuran sama.
- kardus pertama dijadikan alas (cuekin dulu)
- kardus kedua dijadikan bagian atas. Di kardus kedua ini gambar pola bentuk. lalu potong polanya dengan pisau cutter. potong sedikit sisi-sisi bagian pola yang terlepas agar lebih mudah dimasukan dan dikeluarkan dari kardus dasar.
- warnai pola yang terlepas yang sudah dipotong sedikit sisi-sisinya tadi. usahakan setiap pola berbeda warna
- tempelkan kardus alas dan atas (bagian dasar) lalu warnai lubang sesuai warna bentuknya.
(ancur deh bahasanya)

Sachie tepar di samping puzzlenya setelah seharian main

Selain pengenalan bentuk puzzle ini bisa jadi bahan pengenalan warna untuk anak.
Selamat mencoba :D

Mainan Buat Sachie (4) : Rumah Kardus

Terinspirasi dari teman saya, Azka Madihah. Akhirnya saya beranikan diri membuat rumah-rumahan dari kardus, yang biar keren kita sebut dengan cardboard playhouse hohoho..

Setelah bongkar-bongkar gudang Anang-nya (panggilan Sachie untuk ayah saya), akhirnya saya menemukan kardus berukuran sekitar 50 x 50 yang kalau dibongkar habis bisa jadi berukuran 90 x 200. Biar muat di badan Sachie kardusnya harus dalam posisi terbongkar atap dan alasnya. Sehingga sang kardus bisa jadi berukuran 90 x 100 (semoga teman-teman paham maksud saya heuheu...)

Akhirnya saya dan suami bagi tugas. Suami melakban semua sisi agar sang kardus dapat berdiri tegak dengan ukuran 90 x 100 tersebut. Sedangkan saya membuat pintu, memberi lubang pada jendela, memberi hiasan-hiasan kecil. Hasilnya jadi seperti ini.

playhouse

diedit dengan efek drama

Sachie sukaaaaa

Ide atapnya datang dari suami. Kami gunakan kardus bekas air mineral gelas, yang dibelah dua sama rata, lalu disambung dengan satu sisi yang terbalik, sehingga bentuknya sama kanan kiri. Setelah itu sisi kanan dan kiri kardus besar (dinding rumah) dilubangi untuk memasukkan atap.

Awalnya rumah-rumahan ini dilakban dengan lakban bening. Eh lakban beningnya habis di tengah jalan, jadilah pakai lakban hitam. Dramatis sekali jadinya haha..

Sachie senang sekali punya rumah kardus ini. Dia main cilukba, kadang dia masuk, menutup pintunya, mengetok-ngetok dari dalam dan beberapa saat kemudian dia mengeluarkan kepala sambil bilang "capa tuuuu?" -___-

Keesokan harinya atau hari kedua sang playhouse jadi, saya beri Sachie crayon. Dan akhirnya kegiatan coret mencoret pun terlaksana dengan sempurna. Sempurna kotor semua hahaha..


Besok-besoknya dia masih semangat mengecat rumahnya. Bahkan dia gak mau diganggu, sampai-sampai saya harus mengambil fotonya dari lubang pintu.






Oh iya alhamdulillah Sachie tidak mencoret area lain selain rumahnya. Mungkin salah satu sebabnya karena sebelumnya sejak awal bertemu pensil, saya mengawasinya dan rajin mengingatkan kalau Sachie hanya boleh mencoret lantai rumah, bukan dinding. Karena area mencoretnya besar, ia jadi tidak merasa perlu mencoret dinding (mungkin) hehe..

Ada kebahagiaan sendiri mengajak anak main dengan mainan yang kita bikin sendiri. 
Yuk bikin mainan untuk anak-anak kita ^.^

Mainan Buat Sachie (3) : Sensory Bin, Main Beras

Sensory bin disini maksudnya sebuah wadah (bin) yang diisi dengan berbagai benda. Kegiatan main dengan sensory bin ini disebut sensory play. Ada juga yang menyebut dengan messy play (main kotor-kotoran). Saya baca-baca dari beberapa blog parenting, bahwa sensory play ini banyak manfaatnya. Beberapa manfaat misalnya selain melatih motorik halus dan kasar anak, juga bisa membantu membangun hubungan antar saraf yang mendukung berpikir, belajar, dan kreativitas.

Sensory play ini banyak jenisnya misalnya main beras yang diwarnai seperti yang saya berikan kepada Sachie, main pasir, main tepung, main biji-binian main air, main es dan masih banyak lagi.

Saya baru tau ternyata batita seumuran Sachie tidak mudah melakukan kegiatan menggenggam benda-benda kecil seperti beras. Makanya waktu dikasih beras, Sachie sampe satu jam diam saja meremas-remas beras. Asik sendiri dia. Padahal waktu pertama kali saya kasih beras yang belum diwarnai.

Asik sendiri
Untuk anak usia Sachie, waktu itu 15 bulan, sensory play ini harus sangat diawasi, karena setelah satu jam Sachie mulai mencoba memasukkan sang beras putih ke dalam mulutnya.

Setelah sang beras diwarnai dua minggu kemudian,  karena emaknya banyak alasan Sachie mainnya "makin brutal". Selain diremas-remas, sekarang berasnya dilempar-lempar keluar wadah. Ditabur ke kakinya. Digosok-gosok di lantai tapi alhamdulillah tidak sama sekali dia menunjukkan ketertarikan buat memakannya hohoho...

Gak ada foto Sachie main beras, emaknya sibuk :p


Permainan ini bagi saya bermanfaat sekali untuk bikin Sachie sibuk. Selama dia main beras ini, saya bisa menyelesaikan setrikaan sambil terus mengawasinya. Sesekali Sachie bosan dan malah ikut membantu saya mengambilkan pakaian untuk disetrika. Tapi dia akan segera kembali ke mainannya jika diingatkan soal berasnya.

Oh iya cara bikin beras warna-warni ini gampang. Tinggal beras dicuci, tiriskan, masukkan dalam plastik, beri pasta pewarna makanan, taro di atas kertas, angin-anginkan semalaman. Jadi deh.
ayo buibu dicoba main sama anaknya :D