Friday, February 21, 2014

Didoakan olehnya

Suatu hari sewaktu saya duduk di kelas 3 SMA, seorang senior di bimbel mengembalikan buku saya. Entah darimana dan bagaimana ceritanya buku saya ada di tangannya.

"ooh.. makasih.." ucap saya bingung

Sesampai di rumah saya membereskan isi tas, tiba-tiba sepucuk kertas jatuh dari buku yang baru dikembalikan sang kakak kelas tadi.

Lucu, surat itu isinya tentang saya, kritik karena saya judes dan galak, beberapa nasihat plus doa-doa untuk saya. Lucunya lagi tidak seperti surat-surat lain yang saya buang, surat ini saya simpan dan akhirnya sang surat terbuka kembali saat kemarin saya merapikan lemari buku.



Dan ternyata membaca surat ini delapan tahun kemudian, saya masih "deg-degan".

Dia yang menyebutkan kata-kata pendamping dan pasangan hidup di surat itu kini jadi pendamping dan pasangan hidup saya. Saat menulis ini saya sedang berada di samping gadis kecil yang mirip sekali dengan pria tersebut dan sedang merasakan anaknya menendang-nendang dari dalam perut saya.

Hampir dua tahun ya Dear.. Semoga bahagia selalu hingga surga..

"Ayah Bunda co cwiiiit..."

Tuesday, February 18, 2014

Notulensi Jelita: Kesuksesan Pemberian ASI

Prolog soal Jelita itu apa dan kenapa notulensinya nongol di sini ada di postingan sebelumnya ya teman-teman. Jadi biar lengkap baca postingan sebelumnya juga ya hehe..

Yak lanjut ya...

Bismillaahirrahmaanirrahiim..



Oke ketemu lagi dengan Desni, si mahmud abas (mamah muda anak baru satu) yang lagi rajin nulis ulang catatan chat di Grup Whatsapp Jelita.

Jadi selain tupai, obrolan di grup wasap Jelita juga suka lompat-lompat. Ini buktinya. Selagi ngomongin PND atau baby blues tiba-tiba entah dari mana datangnya inspirasi seorang anggota grup nyeletuk soal kegagalan pemberian ASI di kalangan ikhwah 43 (penyebutan untuk anak-anak angkatan 43 IPB yang ikutan ngaji juga tapi beda kelompok sama kami). Salah satu penyebabnya ya ibu yang gagal menghadapi baby bluesnya plus dukungan keluarga dan orang di sekitarnya yang kurang.

Kenapa sih segitunya KUDU ASI?
Karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi sampai usianya 6 bulan. Kandungan dalam ASI adalah yang paling siap dicerna oleh sistem pencernaan bayi pada saat itu. Kalau kurang dari itu sudah diberi makanan tambahan (termasuk susu formula alias sufor dan bahkan air putih) maka dampaknya adalah pencernaan bayi khususnya usus akan mengalami luka. Bayi pun lebih rentan terkena alergi.

Nah SUFOR (susu formula) ini banyak mitosnya lho di masyarakat. Makanya masih banyak yang ngasih sufor ketimbang ASI.

- Sufor ini mencerminkan status sosial keluarga bayi. Semakin mahal sufornya semakin tinggi derajat keluarganya.
Taukah Jelita bahwa setelah sufor masih ada urutan minuman lainnya dan ASI adalah urutan terbawah cerminan derajat sosial. Dibawah sufor masih ada air teh manis dan air gula. Serius. Untung ga ada kopi hehe..

- ASI mamake ga keluar. Jadi dikasih SUFOR deh.
Pas bayi baru lahir, ASI yang pertama keluar warnanya bening, kuning, bukan kayak susu yang putih. ASI bening ini atau asi pertama ini disebutnya KOLOSTRUM. Nah ada ibu yang ASInya muncrat dengan gampangnya dan kelihatan bentuknya. Ada yang bahkan usia 5 bulan kehamilan sudah ada ASInya. Tapi sang asi jangan diperah ya saat belum lahiran. Bisa-bisa bikin kontraksi dan kelahiran premature.

Selain yang asinya keluar ini, ada pula yang mengalami ASI awalnya tidak muncrat semena-mena. Karena ga kelihatan dzahirnya inilah maka disimpulkan oleh orang awam bahwa ASI sang ibu tidak keluar. Sebenarnya tidak ada istilah ASI tidak keluar. Hanya 1:1000 yang bener-bener mengalami asi tidak keluar.. In sya Allah keluar hanya saja bentuknya hanya rembesan. Nah emangnya ASI yang cuma rembesan ini cukup buat bayi? Cukup lah boooo… Secara lambung bayi baru lahir ukurannya cuma sebesar biji kelereng (kebayang ga lo gimane tuh kelereng ada bijinya kekekeke…). Keciiiiil deh pokoknya. Dan menurut ahli, bayi baru lahir masih punya cadangan makanan dalam perut dan tahan ga makan apa-apa sampai 72 jam. Amazing kan? TIGA Hari.  Makanya kalau ada yang sampe mengalami “asi ga keluar” kamu bisa ngeles pake alasan ini biar bisa tetep ngasih ASI eksklusif buat bayimu.

- Bayi belum kenyang dikasih ASI. Buktinya masih nangis. Jadilah dikasih SUFOR.
Hih ini sotoy banget ya. Padahal bayi nangis bukan cuma karena lapar, bisa jadi kedinginan, kepanasan, pengen dipeluk, pengen ganti baju, pup, eek, boker (eh sama aja), pipis, pengen curhat (?) dan masih banyak lagi alasan lain.

Tapi emang ada sih masa yang namanya GROWTH SPURT. Masa tumbuh kembang bayi, jadi  sang bayi pengennya nyusuuuuu terus. Bisa 5 jam ibu nyusuin doang. Growth spurt sebenarnya bagian penting dari perkembangan normal bayi. Growth spurt paling awal terjadi pada usia 7-10 hari atau sekitar masuk minggu kedua, kemudian 3 dan 6 minggu; lalu 3 dan 6 bulan.

Bisa juga bayi belum kenyang karena PELEKATAN yang salah. Pelekatan atau posisi menyusui yang benar akan menyebabkan bayi bisa menyusu dengan benar pula, ASI tersedot dengan baik dan ia pun kenyang. 


Hasil googling "posisi pelekatan"

- Bayinya mencret dikasih ASI.
Perlu diketahui pup bayi ASI memang encer dan wanginya khas. Dan pup seperti ini bukanlah mencret.

- Nyusui sakit jadi dikasih SUFOR aja.
Pada masa awal menyusui memang sakit. Karena perubahan bentuk payudara dan pengaruh liur bayi. Tapi kalau sampai sebulan masih sakit itu namanya ada yang salah. Biasanya pelekatan yang salah menyebabkan proses menyusui jadi menyakitkan. Jadi jika pelekatan benar, selain bayi kenyang ibu juga ga kesakitan. Makanya pentiiiing banget buat tau posisi menyusui yang benar.

- Bayi asi kurus makanya dikasih tambahan berupa SUFOR.
Ini memang pengaruh iklan dan kontes bayi sehat (bayi gendut) a la susu formula. Jadi terbayanglah oleh kita bayi sehat adalah bayi gendut. Padahal bayi gendut bisa jadi obesitas yang malah membawa penyakit lain seperti jantung, diabetes dll.

Makanan tambahan untuk bayi di atas 6 bulan ya nasi, sayur, buah, daging dengan tekstur yang disesuaikan. Bukannya susu. Karena prinsip 4 sehat 5 sempurna sudah lama ditinggalkan dan berganti jadi prinsip gizi seimbang yang tidak mewajibkan susu sebagai penyempurna.


Keberhasilan ng-ASI ini selain ditentukan oleh paham soal mitos-mitos di atas. Juga dipengaruhi oleh banyak hal :

- Proses IMD (inisiasi menyusu dini). Proses ini bayi yang bener-bener baru lahir, di elap-elap dikit biar ga berdarah-darah banget ditaro di perut ibu, nanti ia akan mencari sendiri putting ibunya agar ia bisa menyusu. Teorinya IMD ini lamanya 30-60 menit. Kalo kondisi tidak memungkinkan seperti sang ibu atau bayi tidak stabil kesehatannya ya tidak bisa pula dipaksakan. Tapi ini hak ibu jadi harus dikomunikasikan pada rumah sakitnya saat persalinan.

Biasanya sambil IMD ini ayah bayi akan mengadzani bayinya sementara dokter akan menjahit ibunya. IMD ini benar-benar membantu mengurangi rasa sakit dijahit karena perhatian ibu kemungkinan akan teralihkan ke bayinya.

- Penting banget ya buat yang belum nikah untuk mencantumkan pertanyaan mengenai ASI saat ta’aruf. Karena keberhasilan menyusui terbesar berasal dari suami dan lingkungan keluarga.  

- Dan keberhasilan lainnya ditentukan oleh keberadaan hormone oksitosin dan prolaktin dalam tubuh ibu. Hormon ini bekerja bila ibu bahagia. Semakin ibu bahagia semakin deras ASInya. Jadi selama menyusui berusahalah untuk banyak bersyukur biar bahagia. Dan bujuklah suamimu untuk membiayai perawatan tubuh di salon agar kamu tetap waras kekekeke..


Eh iya bukti lain obrolan kita loncat-loncat yaitu ada kalanya muncul miss ciamis yang promosi pembalut AVAIL biar luka persalinannya cepat kering. Ayo-ayo pesan avail (bantuin jualan). Dan ajaibnya miss bekasi ga jualan clodi hari itu heuheu..

Yak siap-siap nyambung ke pembahasan berikutnya ya… Soal ASI Perah atau ASIP. Tungguin… Salam ibu-ibu girang (?)
 

Notulensi Jelita: Post Natal Depression

Jadi selama kuliah dulu saya punya kelompok ngaji yang lebih populer disebut dengan liqo-an. Kelompok ngaji saya ini tidak terpisahkan sejak saya awal kuliah dulu hingga akhirnya satu per satu menikah dan pindah dari Bogor. Kelompok ini kami beri nama JELITA singkatan dari Jejak Liqo Kita. 

Setelah bubar, Jelita masih aktif berkomunikasi. Salah satu alasan saya masih sering membuka facebook yaitu mengetahui kabar teman-teman kampus lewat grup facebook termasuk kabar-kabar Jelita. Nah setelah facebook tidak begitu populer komunikasi kami berpindah ke grup whatsapp. Tulisan saya kali ini adalah notulensi percakapan kami di grup Whatsapp. Notulensi ini dibagi menjadi 3 pembahasan. PND, Pemberian ASI dan terakhir Seputar ASIP. Kenapa notulensi ini saya bagikan disini. Pertama karena saya merasa percakapan ini seru. Dan kedua karena percakapan ini saya rasa bermanfaat terutama untuk teman-teman perempuan lainnya seusia saya sekitar 25 tahunan. 

Yak langsung ya.. Selamat membaca..


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Diawali dengan share sebuah tulisan dari urbanmama tentang Post Natal Depression, hari itu (Rabu, 12 Februari 2014) Grup Whatsapp Jelita mendadak ramai dengan diskusi. Setelah lama berisi sapa-sapa manja a la Jelita, hari itu Jelita kembali kepada Ash sholahnya sebagai majelis ilmu (cipok satu-satu).

Dalam tulisan Post Natal Depression tersebut diceritakan seorang ibu muda (penulisnya saat melahirkan sepertinya berusia 21 tahun) yang mengalami depresi berat pasca melahirkan. Ia merasa dikuntit oleh malaikat maut dan penjaga neraka. Ketakutannya menyebabkan ia menangis berhari-hari dan bahkan dengan konyolnya bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Untungnya ia memiliki pengasuh bayi. Bisa dibayangkan nasib putranya bila ia biarkan bayinya menangis sedang ia bersembunyi di bawah kolong. Di akhir cerita dikisahkan bahwa sang ibu bisa mengatasi permasalahan post natal depressionnya dengan cara yoga (yoga bukan nama orang #apabanget hahaha)

Ternyata setelah tulisan itu disebar di grup Jelita, beberapa (atau semua) penghuni jelita yang sudah punya baby mengaku mengalami PND atau lebih populer disebut baby blues. Macam-macam bentuknya ada yang menangis, merasa tidak becus jadi ibu, membiarkan anaknya sendirian sampai ada yang hampir membekap anaknya. Ajaib kan? Jelita yang in sya Allah sholihah saja bisa kena baby blues separah itu.
Ilustrasi, google

Kira-kira apa sebabnya?

Berdasarkan analisa kami baby blues disebabkan perubahan kondisi tubuh dan kondisi kehidupan ibu.

  • Pasca melahirkan hormon esterogen dan progesterone akan mengalami penyesuaian kembali dengan kondisi ibu sebelum hamil. Perubahan hormon ini mirip seperti masa menstruasi hanya sedikit lebih dahsyat sehingga emosi ibu jadi tidak stabil. 
  •  Belum lagi kondisi ibu yang mengalami nifas membuat ibu diharamkan sholat sehingga kondisi ruhiyah ibu pun menurun.
  • Luka pasca melahirkan pun masih nyeri memperjelas kondisi ibu yang melemah. 
  •  Selain itu ibu kekurangan waktu istirahat. Awal kelahiran adalah masa-masa sering begadang dan kurang tidur.
  • Permasalahan seputar pemberian asi dan menyusui mulai dari payudara membengkak hingga minimnya dukungan keluarga menambah beban ibu.

Semua ini terjadi bersamaan, hal inilah yang kemungkinan menyebabkan seorang ibu mampu “sebel” pada bayi yang ia tunggu-tunggu kehadirannya (nyomot kata-katanya Mina San, nama samaran :D).

Lalu bagaimana mengatasinya? Beragam cara mengatasi, mulai dari berbagi cerita hingga terapi seperti yoga dll. Beberapa hal dibawah ini yang disarankan Jelita agar baby blues terasa lebih ringan.

- Memberi tahu suami perkara baby blues ini. 

Hal ini penting agar suami bisa membantu para istri agar masa baby bluesnya tidak lama dan agar para istri mampu melewati masa baby blues ini dengan lebih ringan. Suami yang mengerti masalah baby blues ini punya kemungkinan besar untuk dapat bekerja sama mengurus rumah tangga terutama saat awal kelahiran bayinya. Suami diharapkan untuk tidak menuntut istri melakukan banyak hal yang membuatnya lelah dan tertekan pasca persalinan yang berat.

Oleh karena itu memang lebih baik istri berada di dekat orang tuanya agar lebih terurus. Atau jika memutuskan untuk tinggal berdua saja ada baiknya suami menyediakan asisten atau minimal sekali suami tidak memaksa istri memasak, mencuci dan tetek bengek pekerjaan rumah tangga lainnya selama masa nifas.

Selain karena luka persalinan yang perih, juga karena selama masa nifas ini istri masih punya kemungkinan “mati” yang besar. Berdasarkan data WHO, kematian yang berkaitan dengan kelahiran tak hanya terjadi saat melahirkan, melainkan juga dalam jangka waktu 42 hari setelah melahirkan.

Inilah sebabnya kami membagi tulisan ini agar dua orang jelita yang segera melahirkan Ntin dan Yaya, lebih ringan menghadapi masa-masa pasca melahirkan, walau tak semua ibu mengalami PND atau baby blues ini.

- Banyak-banyak dzikir agar lebih tenang
- Sabar hehehe…. 
 
Nah sekian dulu bagian PND ini. Kita lanjut ke bagian pemberian ASI pada bayi. Nantikan tulisan berikutnya.

Saya, Crafting dan Cita-cita

Ternyata lulus itu menyenangkan ya...

Baru tau deeees? 

Hahaha... iya.
Sebagai orang paling santai di dunia versi on the spot saya emang ga merasa terbebani dengan predikat lulus lama. Saya juga ga ambil pusing dengan pertanyaan "kapan lulus?". Saya tenang-tenang saja karena saya tau apa yang saya kerjakan, apa yang saya tuju. Dan saya baru menyadari lulus itu menyenangkan. Menyenangkan karena saya bisa jadi diri sendiri dan bisa mengekspresikannya sebebas-bebasnya.

Wednesday, February 12, 2014

Bunga Biru

Beberapa hari yang lalu sahabat saya bercerita tentang kegalauannya, kegalauan karena ia tidak galau sama sekali. Saat ini ia sedang dalam proses pengenalan dengan seorang wanita "asing" yang sekarang sedang berubah status menjadi calon istri. Iya. Sahabat saya ini memang makhluk yang aneh. Masa gak galau kok malah galau.
Bukannya bagus ya? Itu artinya Allah beri ia ketenangan jiwa dalam menjalani proses ajaib itu.
Iya harusnya begitu.
Saya akhirnya bercerita bahwa saat saya memutuskan untuk bilang "ya, saya bersedia mendampingi hidupmu" pada laki-laki yang kini telah resmi menjadi suami saya, saya juga gak galau. Gak degdegan. Datar saja. Bahkan saat akad nikah, saya cuma sedikit sesak nafas dan saya malah curiga pada stagen yang dipasang terlalu kuat.

Ada hal yang membuat saya yakin tentang sepertinya memang dia takdirkan untuk jadi suami saya.
Apa?
Salah satunya bunga Hidrangea biru yang ia berikan saat ulang tahun saya tahun 2010. Beberapa bulan sebelum lamaran. Huwahahahaha...*bekap mulut sendiri*

Hidrangea tuh kayak gini

Bunga ini adalah bunga yang secara tidak sengaja dibelikan ibu dan ayah untuk saya di hari yang sama padahal mereka tidak janjian. Bunga ini yang membuat saya ternganga bahwa ada hal-hal misterius yang disebut ikatan batin. Ikatan batin yang membuat ayah dan ibu saya memilih bunga yang sama, di waktu yang mungkin sama, di tempat yang berbeda, untuk diberikan pada saya. Ikatan batin yang saya yakini diberikan juga kepada dia, lelaki yang menurut teman-teman SMA saya sudah suka saya sejak jaman SMA (walau menurut pengakuan suami saya dia tidak begitu). Ikatan batin untuk memilih bunga yang sama dengan bunga ikatan batin orang tua saya sebagai hadiah ulang tahun. Padahal waktu itu tak ada seorang pun, terlebih dia yang tau kisah bunga indikator asam basa pada tanah ini. Oke, paragraf ini emang ribet.

Jadi ini memang salah satu hal abstrak dalam hidup saya. Ya kali ada orang yang yakin milih suami cuma karena bunga hahaha...

Setelah menikah saya dibelikan bunga ini. Dua pot besar. Tapi karena kami sering bepergian keluar kota bunganya mati. Ya kata suami, nanti dibelikan lagi kalau sudah punya rumah sendiri. Baeklah..

Salam ceria
- ibu hamil yang kangen sama suaminya -

Monday, February 10, 2014

Bunga-Bunga dari Kain (tutorial)

Kemarin saya sempat disibukan dengan kegiatan setumpuk bikin bros dari kain. Bukan kain perca, kain ini dulunya dibeli oleh sahabat saya, Adhil untuk pesanan souvenir nikah entah siapa hehe.. Sayangnya projectnya ga terlaksana. Entah kenapa. Nah karena sekarang  kalo malem saya susah tidur jadi daripada bengong saya iseng-iseng bikin bros dari kain tersebut.


bros kain

Bikin bros ini gampang. Ada dua bentuk, bulat dan lancip (?). Nih saya bagi tutorialnya.

Saturday, February 8, 2014

Reuse, Kotak kado jadi frame foto unik

Unik? Sebenernya saya rada takut menggunakan kata ini. Takut malah ga unik. Tapi siapa tau emang unik. Hehehe...

Jadi seminggu yang lalu suami pulang dari tugasnya di Bandung dengan membawa setumpuk kado dari keluarga di Bandung untuk saya dan Sachie. Kadonya telat tapi bagi saya tak ada kata terlambat untuk gratisan hehehe... Salah satu kado isinya jam dinding dan ada kotaknya. Kotaknya tebal dan lucu. Sejak pertama membuka bungkus kadonya saya mikir,

sang kotak kado
"ih kotaknya unyu banget, jangan dibuang, simpen ah..lucu kali buat dijadiin ini itu..." hehe.. emang dasar ya otak daur ulang.

Nah berhubung saya suka gambar-gambar walau gambarnya belum bagus banget, saya coba gambar karikatur keluarga kecil kami. Wajah suami, saya dan Sachie.

sketsa wajah keluarga wilopo
diwarnain di komputer

Setelah diotak-atik hasilnya jadi begini
taraaaaaaaaaaa....






Belum rapih bener, mau dirapihin lagi, ada yang mau ga dibikinin kayak gini? Tapi ga gratis ya hehehe... Soalnya kata joker di film The Dark Night

If you’re good at something, never do it for free. 
 *elus-elus dagu, dagu suami*