Bunga Biru

Beberapa hari yang lalu sahabat saya bercerita tentang kegalauannya, kegalauan karena ia tidak galau sama sekali. Saat ini ia sedang dalam proses pengenalan dengan seorang wanita "asing" yang sekarang sedang berubah status menjadi calon istri. Iya. Sahabat saya ini memang makhluk yang aneh. Masa gak galau kok malah galau.
Bukannya bagus ya? Itu artinya Allah beri ia ketenangan jiwa dalam menjalani proses ajaib itu.
Iya harusnya begitu.
Saya akhirnya bercerita bahwa saat saya memutuskan untuk bilang "ya, saya bersedia mendampingi hidupmu" pada laki-laki yang kini telah resmi menjadi suami saya, saya juga gak galau. Gak degdegan. Datar saja. Bahkan saat akad nikah, saya cuma sedikit sesak nafas dan saya malah curiga pada stagen yang dipasang terlalu kuat.

Ada hal yang membuat saya yakin tentang sepertinya memang dia takdirkan untuk jadi suami saya.
Apa?
Salah satunya bunga Hidrangea biru yang ia berikan saat ulang tahun saya tahun 2010. Beberapa bulan sebelum lamaran. Huwahahahaha...*bekap mulut sendiri*

Hidrangea tuh kayak gini

Bunga ini adalah bunga yang secara tidak sengaja dibelikan ibu dan ayah untuk saya di hari yang sama padahal mereka tidak janjian. Bunga ini yang membuat saya ternganga bahwa ada hal-hal misterius yang disebut ikatan batin. Ikatan batin yang membuat ayah dan ibu saya memilih bunga yang sama, di waktu yang mungkin sama, di tempat yang berbeda, untuk diberikan pada saya. Ikatan batin yang saya yakini diberikan juga kepada dia, lelaki yang menurut teman-teman SMA saya sudah suka saya sejak jaman SMA (walau menurut pengakuan suami saya dia tidak begitu). Ikatan batin untuk memilih bunga yang sama dengan bunga ikatan batin orang tua saya sebagai hadiah ulang tahun. Padahal waktu itu tak ada seorang pun, terlebih dia yang tau kisah bunga indikator asam basa pada tanah ini. Oke, paragraf ini emang ribet.

Jadi ini memang salah satu hal abstrak dalam hidup saya. Ya kali ada orang yang yakin milih suami cuma karena bunga hahaha...

Setelah menikah saya dibelikan bunga ini. Dua pot besar. Tapi karena kami sering bepergian keluar kota bunganya mati. Ya kata suami, nanti dibelikan lagi kalau sudah punya rumah sendiri. Baeklah..

Salam ceria
- ibu hamil yang kangen sama suaminya -

Comments

  1. di teras rumah saya banyak bunganya mbk,macam2...tapi bunga ini belum ada,ada g ya di batam??^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. bunga ini biasanya tumbuh di dataran tinggi mba.. batam panas ya? sama dong kayak palembang hehe...

      Delete
  2. Ehem..Ehem. Kok yang mbak ceritain sama kyk cerita saya? jangan jangan kami adalah putri yang tertukar :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu sahabat saya bukan? andri? dodo? aaaak.. iya betul kamu adalah sahabat saya yang lagi ta'aruuuuuuf... slamet yeeeee.. :p

      Delete
  3. Des -__-"

    Kalo sampe ada media yang meliput, kamu yang harus tanggungjawab. gimana kalo privasi sy sampe terganggu? *kibas poni*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hih... masalah buat gue? *dilempar batu*

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular Posts