Wednesday, April 30, 2014

Mainan Buat Sachie (7) : Sensory Play, Soap Foam

Lagi-lagi kita bermain dengan indra anak (sensory play). Kali ini Sachie saya ajak bermain dengan busa sabun. Ada sekitar satu jam dia main sampai akhirnya berhenti sendiri dan minta dimandikan. Awalnya tadi pagi ayahnya menemukan satu botol kecil cairan berwarna merah untuk membuat gelembung sabun di kursi teras. Setelah dikonfirmasi ternyata sang botol milik adik sepupu saya (pamannya Sachie ya berarti) yang sedang libur dan menginap di rumah. Kami minta izin untuk main gelembung sabun itu.
Ilustrasi, rainbow foam (sumber gambar klik disini)
Kenapa pinjem gambar orang? Soalnya gak sempet motoinnya. Maklum terlalu bersemangat hehe

Sudah lama pingin main bubble (gelembung sabun). Pingin beli. Tapi kok ya berasa mahal ya. Disini harga gelembung dan alat peniupnya sekitar 25-40ribu. Padahal beberapa bulan yang lalu kami beli di Bogor tepatnya di supermarket Yogya, harganya hanya 9ribu. Duh..

Ya singkat kata permainan gelembung sabun yang pertama Sachie ini sukses bikin Sachie terbahak-bahak, tertawa kegirangan mengejar gelembung dan berniat memegangnya. Melihat ini muncul ide bikin sensory bin yang isinya busa sabun yang lembut seperti di car wash (?) hehe.. Alat dan bahannya mudah dan bikinnya juga cuma sebentar gak sampai lima menit.

Alat :
Baskom besar
Mixer

Bahan :
Shampoo atau sabun bayi (ada juga yang pake cairan pencuci piring :\)
air

Cara membuat
Masukkan air dan shampoo secukupnya ke dalam baskom lalu mixer sampai busanya buanyaaaak sekali.

Sachie masih tertawa-tawa mengejar gelembung saat saya panggil sambil membawa baskom yang isinya busa sabun tadi. melihat isi baskom dia sedikit kebingungan, ragu-ragu menyentuh busa, lalu malah masuk ke dalam baskom dan sibuk main sampai sulit sekali membuat dia menengok saat saya mau ambil fotonya.

Reaksi pertama Sachie masuk ke baskom, masih malu-malu

Seneng banget liat Sachie gembira
Sorenya saya bikin lagi busa sabun tapi dengan tambahan pewarna makanan biar seru. Sayangnya gak difoto. Sachie mainnya makin semena-mena. Busanya diusap keseluruh tubuhnya sampai kena mulut heuuu..

Ya asal kamu bahagia ya nak..

Sampai juga di tulisan berikutnya (naon haha...)

Thursday, April 17, 2014

Mainan Buat Sachie (6) : Playdough

Saya yakin kita semua pasti tidak asing dengan lilin-lilinan alias plastisin (playdough).

Lilin-lilinan (sumber gambar klik disini)
Walau banyak manfaatnya, seperti melatih tangan anak untuk meremas, menggenggam, menekan, mencubit lilin, mengembangkan daya imajinasi, melatih bahasa anak dan masih banyak lainnya, lilin-lilinan ini biasanya terbuat dari bahan yang berbahaya. Saya masih ingat betul waktu kecil kalau main lilin-lilinan ini tangan jadi bau minyak tanah. Belum lagi pewarnanya yang bisa jadi mengandung racun.

Sejak jadi ibu yang seneng banget main sama anaknya, saya sibuk cari-cari resep bikin playdough ini. Akhirnya saya pun dapet banyak tutorial tentang cara membuat playdough yang aman buat anak. Alhamdulillah nyoba satu resep bikin playdough dan langsung berhasil. Playdough dari resep ini gak lengket, gak berminyak, gak lembek dan gak keras. Paaaaaas deh.

Berikut resepnya
Bahan:

Adonan 1 :
- 1 cup terigu
- 1/4 cup garam

Adonan 2 :
- 1/4 cup air
- 1 sendok makan minyak sayur
- pewarna makanan secukupnya

Cara membuat:
- Campur rata masing-masing adonan
- Setelah rata baru campurkan adonan 1 dan 2
- Uleni sampai kalis
hasil jadi
Saya bikin playdough ini sambil ditemani Sachie. Saya bikin dalam dua hari. Awalnya cuma merah, kuning dan hijau eh besoknya nemu pewarna coklat hehe.. Hari pertama Sachie cuma mengamati, sesekali dia berlari memutari badan saya dan memeluk leher saya. Hari kedua sepertinya dia mulai merasa aman dengan mainan bundanya. Alhasil dia malah mainin tepung sisa adonan sampe belepotan semua.



Kalau diajak main playdough ini, dia mainnya cuma sebentar. Biasanya kalau bosan dia langsung lari. Tapi kalau lagi asik main, dia selalu main sambil nyanyi atau ngoceh yang saya sama sekali tidak mengerti liriknya hahaha.. Ya selamat bersenang-senang Sachie. Insya Allah ayah dan bunda akan penuhi memori masa kecilmu dengan kenangan yang menyenangkan.

akhirnya bunda yang heboh main sendiri :p

Love


Friday, April 11, 2014

Random : Lagi Demen

Lagi sukaaaaaa banget dengerin dua lagu ini.

Pertama
Mirrors-nya Justin Timberlake tapi versi cover oleh Boyce Avenue dan Fifth Harmony


Kayaknya semua kalimat di lagu ini, semua baitnya, jadi kutipan yang saya suka.

Kedua
Fix You milik Coldplay

Meeen, ini lagu milik band rock tapi saya suka. Suka sama kisah dibalik ditulisnya lagu ini. Lagu ini ditulis oleh Chris Martin (sang vokalis Coldplay) sebagai hadiah atau hiburan untuk istrinya yang sedang berduka karena kehilangan ayahnya. Katanya lagu ini di-compose menggunakan piano tua milik ayah mertuanya. Manis banget gak siiiiih...

Suami jadi apal gara-gara saya puter terus ini lagu hehe...

Kenapa Ada "Mainan Buat Sachie"?

Jujur saya sudah mengalami masa-masa jadi orang yang bahasa lebaynya gak bisa hidup tanpa gadget dan internet. Selalu pegang hape kemana-mana. Bahkan bangun tidur dan setelah sholat bukannya dzikir saya malah ngecek handphone. Sejak punya suami apalagi sejak ada Sachie, perlahan saya mulai berubah. Saya gak mau Sachie "ketempelan" gadget. Makanya saya harus berubah. Saya harus berusaha untuk tidak buka-buka gadget (bahkan laptop) saat bersama Sachie.

Jadi kalau ada teman-teman yang menghubungi saya di waktu-waktu "melek" Sachie, saya jarang bisa dihubungi. Handphone saya simpan di kamar sedang saya bermain dengan Sachie di tempat lain, misalnya di kamar bermain Sachie atau di halaman.

Gadget bisa menghambat tumbuh kembang Sachie apalagi di masa-masa emas pertumbuhannya ini. Maka saya mengusahakan agar Sachie dapat bermain menggunakan semua indranya, bukan hanya mata dan jari-jari seperti saat bermain dengan gadget.

Mainan Sachie yang dbuat sendiri

Kami bermain bola di halaman, mengamati kupu-kupu dan buah-buahan yang tumbuh di kebun kecil anang-nya. Menciumi bau daun, merasakan tekstur batu, kerikil, bunga, dahan. Mengejar kucing dan ayam yang lewat di pekarangan. Serta menyapa bayi-bayi lain yang kebetulan lewat di depan rumah.

Agar Sachie tidak bosan dan jadi kreatif, saya harus mempersiapkan mainan bermacam-macam untuknya. Kalau mainannya susah ditiru macam lego, boneka barbie, piano, ya harus beli (kalau ada anggaranya). Tapi kalau mainannya bisa bikin sendiri, saya pastikan saya akan buatkan mainan sendiri untuk Sachie. Selain lebih hemat (teteup), bikin mainan sendiri juga membuat saya yang SAHM (stay at home mom) ini otaknya tetap jalan. Dan proses pembuatan mainan ini seriously bikin saya makin sayang sama Sachie. Makin mengikat saya dan Sachie. Bonusnya saya merasakan sendiri, main sama Sachie di alam terbuka bikin Sachie makin aktif dan makin kelihatan "bakatnya". Terlalu dini memang menjustifikasinya. Setidaknya melihat Sachie yang lebih lincah bikin saya senang.

Selain itu bikin mainan buat Sachie ini jadi semacam penghargaan sendiri untuk pilihan yang telah saya pilih, yaitu memilih untuk berada di rumah menjadi SAHM. Sayang rasanya jikalau saya, ibunya yang sarjana ini, yang "cuma" di rumah saja, punya anak yang diperlakukan seperti anak yang diasuh sama baby sitter dari yayasan penyalur pengasuh bayi. Maka Sachie harus punya nilai plus.

Bikin mainan sendiri juga jadi kesepakatan antara saya dan suami. Jika Sachie menangis, ngambek maka kami harus kreatif mengalihkan Sachie dengan mainan bikinan sendiri yang paling dia suka bukan dengan gadget. Pengalihan dengan gadget lebih sering tidak efektif.

Selain main dengan mainan yang menstimulasi perkembangannya, kami juga lebih sering mengajak Sachie mencari hiburan di alam terbuka. Tidak seperti Bogor yang banyak tempat wisata, Palembang memang tidak punya banyak tempat nongkrong atau hiburan yang ramah anak maka kami pun harus kreatif menyiasatinya. Misalnya mengajak piknik di taman masjid pusri yang luas, hijau dan ada kolam ikannya. Sesekali kami dilihat orang yang lewat atau pasangan yang lagi pacaran disana tapi ya cuek saja. Kami juga mengajak Sachie melihat rusa di halaman komplek PT Pusri. Main ke danau olahraga ski air di dekat stadion glora sriwijaya yang tersohor itu. Main ke taman-taman kota. Sesekali juga main ke pusat permainan anak di mall untuk bertemu teman-teman sebayanya.

main ke danau di Jakabaring

Maka jika ada yang bertanya kenapa ada mainan buat Sachie, ya inilah jawabannya... :D

Mainan Buat Sachie (5) : Puzzle dari Kardus

Sebenarnya Sachie sudah punya mainan puzzle dari kayu. Gambar-gambar binatang. Tapi saya pikir Sachie mungkin perlu mainan baru biar tidak bosan. Maka saya buatkan ia puzzle bentuk-bentuk dua dimensi dari kardus.


Cara buatnya gampang.
- Siapkan dua bua kardus ukuran sama.
- kardus pertama dijadikan alas (cuekin dulu)
- kardus kedua dijadikan bagian atas. Di kardus kedua ini gambar pola bentuk. lalu potong polanya dengan pisau cutter. potong sedikit sisi-sisi bagian pola yang terlepas agar lebih mudah dimasukan dan dikeluarkan dari kardus dasar.
- warnai pola yang terlepas yang sudah dipotong sedikit sisi-sisinya tadi. usahakan setiap pola berbeda warna
- tempelkan kardus alas dan atas (bagian dasar) lalu warnai lubang sesuai warna bentuknya.
(ancur deh bahasanya)

Sachie tepar di samping puzzlenya setelah seharian main

Selain pengenalan bentuk puzzle ini bisa jadi bahan pengenalan warna untuk anak.
Selamat mencoba :D

Mainan Buat Sachie (4) : Rumah Kardus

Terinspirasi dari teman saya, Azka Madihah. Akhirnya saya beranikan diri membuat rumah-rumahan dari kardus, yang biar keren kita sebut dengan cardboard playhouse hohoho..

Setelah bongkar-bongkar gudang Anang-nya (panggilan Sachie untuk ayah saya), akhirnya saya menemukan kardus berukuran sekitar 50 x 50 yang kalau dibongkar habis bisa jadi berukuran 90 x 200. Biar muat di badan Sachie kardusnya harus dalam posisi terbongkar atap dan alasnya. Sehingga sang kardus bisa jadi berukuran 90 x 100 (semoga teman-teman paham maksud saya heuheu...)

Akhirnya saya dan suami bagi tugas. Suami melakban semua sisi agar sang kardus dapat berdiri tegak dengan ukuran 90 x 100 tersebut. Sedangkan saya membuat pintu, memberi lubang pada jendela, memberi hiasan-hiasan kecil. Hasilnya jadi seperti ini.

playhouse

diedit dengan efek drama

Sachie sukaaaaa

Ide atapnya datang dari suami. Kami gunakan kardus bekas air mineral gelas, yang dibelah dua sama rata, lalu disambung dengan satu sisi yang terbalik, sehingga bentuknya sama kanan kiri. Setelah itu sisi kanan dan kiri kardus besar (dinding rumah) dilubangi untuk memasukkan atap.

Awalnya rumah-rumahan ini dilakban dengan lakban bening. Eh lakban beningnya habis di tengah jalan, jadilah pakai lakban hitam. Dramatis sekali jadinya haha..

Sachie senang sekali punya rumah kardus ini. Dia main cilukba, kadang dia masuk, menutup pintunya, mengetok-ngetok dari dalam dan beberapa saat kemudian dia mengeluarkan kepala sambil bilang "capa tuuuu?" -___-

Keesokan harinya atau hari kedua sang playhouse jadi, saya beri Sachie crayon. Dan akhirnya kegiatan coret mencoret pun terlaksana dengan sempurna. Sempurna kotor semua hahaha..


Besok-besoknya dia masih semangat mengecat rumahnya. Bahkan dia gak mau diganggu, sampai-sampai saya harus mengambil fotonya dari lubang pintu.






Oh iya alhamdulillah Sachie tidak mencoret area lain selain rumahnya. Mungkin salah satu sebabnya karena sebelumnya sejak awal bertemu pensil, saya mengawasinya dan rajin mengingatkan kalau Sachie hanya boleh mencoret lantai rumah, bukan dinding. Karena area mencoretnya besar, ia jadi tidak merasa perlu mencoret dinding (mungkin) hehe..

Ada kebahagiaan sendiri mengajak anak main dengan mainan yang kita bikin sendiri. 
Yuk bikin mainan untuk anak-anak kita ^.^

Mainan Buat Sachie (3) : Sensory Bin, Main Beras

Sensory bin disini maksudnya sebuah wadah (bin) yang diisi dengan berbagai benda. Kegiatan main dengan sensory bin ini disebut sensory play. Ada juga yang menyebut dengan messy play (main kotor-kotoran). Saya baca-baca dari beberapa blog parenting, bahwa sensory play ini banyak manfaatnya. Beberapa manfaat misalnya selain melatih motorik halus dan kasar anak, juga bisa membantu membangun hubungan antar saraf yang mendukung berpikir, belajar, dan kreativitas.

Sensory play ini banyak jenisnya misalnya main beras yang diwarnai seperti yang saya berikan kepada Sachie, main pasir, main tepung, main biji-binian main air, main es dan masih banyak lagi.

Saya baru tau ternyata batita seumuran Sachie tidak mudah melakukan kegiatan menggenggam benda-benda kecil seperti beras. Makanya waktu dikasih beras, Sachie sampe satu jam diam saja meremas-remas beras. Asik sendiri dia. Padahal waktu pertama kali saya kasih beras yang belum diwarnai.

Asik sendiri
Untuk anak usia Sachie, waktu itu 15 bulan, sensory play ini harus sangat diawasi, karena setelah satu jam Sachie mulai mencoba memasukkan sang beras putih ke dalam mulutnya.

Setelah sang beras diwarnai dua minggu kemudian,  karena emaknya banyak alasan Sachie mainnya "makin brutal". Selain diremas-remas, sekarang berasnya dilempar-lempar keluar wadah. Ditabur ke kakinya. Digosok-gosok di lantai tapi alhamdulillah tidak sama sekali dia menunjukkan ketertarikan buat memakannya hohoho...

Gak ada foto Sachie main beras, emaknya sibuk :p


Permainan ini bagi saya bermanfaat sekali untuk bikin Sachie sibuk. Selama dia main beras ini, saya bisa menyelesaikan setrikaan sambil terus mengawasinya. Sesekali Sachie bosan dan malah ikut membantu saya mengambilkan pakaian untuk disetrika. Tapi dia akan segera kembali ke mainannya jika diingatkan soal berasnya.

Oh iya cara bikin beras warna-warni ini gampang. Tinggal beras dicuci, tiriskan, masukkan dalam plastik, beri pasta pewarna makanan, taro di atas kertas, angin-anginkan semalaman. Jadi deh.
ayo buibu dicoba main sama anaknya :D

Mainan Buat Sachie (2) : Hand Puppets

Gara-gara ngeliat Sachie antusias sekali sama mainannya, saya jadi makin semangat untuk bikin mainan lagi untuk Sachie. Kali ini mainannya udah punya tujuan spesifik yaitu melatih kemampuan bahasa Sachie. Saya bikin boneka tangan dua dimensi (hand puppets). Pengennya bikin yang ada dakronnya tapi kok susah ya, jadilah saya bikin hand puppet kempes hehe...

Sebenernya mau bikin finger puppets alias boneka jari. Tapi kok finger puppets pertamaku bentuknya aneh dan ngeselin hehe.. Jadilah niat bikin finger puppets beralih ke yang lebih mudah yaitu hand puppets. Kok lebih mudah? Bagi saya karena bentuknya lebih besar jadi lebih gampang aja bikin detailnya. Seperti mata, hidung dan mulutnya.

finger puppet yang ngeselin itu fufufu...

detail, jahitan tangan lhoooo... (sok rapih gitu deeeeh)
Monyet, gajah dan singa

ini Sachie lagi niruin bundanya bercerita
Sachie juga ngeliat proses pembuatan hand puppets ini. Pas udah jadi satu (yang monyet), saya langsung memperagakan cara mainnya. Setelah itu dia selalu gak sabar nungguin boneka tangan lainnya selesai dijahit. Senangnyaaaa...

setelah dua bulan Sachie masih semangat mainin boneka tangannya wuwuwu..

Hand puppets ini dimainin Sachie hampir setiap hari. Minimal dipasang di tangannya lalu dipake buat dadah-dadah.. hahaha.. :D

Mainan ini bikin Sachie ngerti detail boneka tangannya. Dia bisa tunjuk mana belalai, kuping, hidung, mata, mulut, dan tangan. Dia juga bisa bilang "gajah, mata, dadah, net (monyet)". Mungkin bagi orang lain semuanya biasa saja. Tapi bagi ibunya, yang tau dulu Sachie cuma bisa owek-owek, it's amazing :D

aaah Sachie, i love you...

Mainan Buat Sachie (1)

Mainan yang pertama kali saya buat untuk Sachie adalah gantungan untuk di tempat tidur. Saya buat dengan material kain flanel dan diisi dakron. Saya jahit pakai tangan karena belum punya dan belum bisa mengoperasikan mesin jahit sendiri. Tema hiasan atau gantungan tempat tidurnya adalah LANGIT.

hiasannya sudah digantung di atas tempat tidur Sachie
Ada awan putih, awan mendung (abu-abu), bintang, matahari, burung, pesawat, balon udara dan kupu-kupu.

Setelah mainannya digantung, Sachie malah semangat banget buat nyopotin satu-satu. Akhirnya mainannya saya copot dan malah dipakai buat ngedongeng ke Sachie. Dongeng yang semoga Sachie mengerti hehe..(garuk-garuk kepala).


Mainan ini dibuat dipertengahan Januari dan baru selesai di Januari akhir sekitar tanggal 20an. Saat itu berarti Sachie masih berumur 13 bulan (1 tahun 1 bulan).

Alhamdulillah Sachie terlihat happy saat main sama hiasan tempat tidur wanna be ini hehe..

Apa alasan saya bikin mainan sendiri?
Pertama karena saya suka crafting.

Kedua karena saya punya waktu dan saya rasa saya mampu.

Ketiga saya menyukai prosesnya. Proses bikin mainan ini membuat saya berpikir kreatif. Berimajinasi, mencari, memilih.
Beberapa proses pembuatan mainan ini saya lewati dengan ditemani langsung oleh Sachie. Dia melihat saya menggambar pola, menggunting, menjahit, memasukkan dakron sampai menggantungnya di tempat tidurnya. Sachie antusias sekali.

Awalnya mainan ini tujuannya cuma buat "ngeramein" kamar Sachie. Tapi setelah dicopot-copot oleh sang empunya kamar, mainan ini malah jadi sarana buat melatih bahasa Sachie lewat dongeng yang saya sampaikan.

Ah segini dulu cerita soal gantungan tempat tidurnya. Dilanjut ke mainan berikutnya yuk...

xoxo
Salam ibu-ibu bahagia