Friday, June 27, 2014

Mainan buat Sachie (9) : Sliding Balls

sliding ball nemu di pinterest
Pertama kali lihat mainan ini di pinterest, saya langsung kepikiran "ayo bikiiiiin". Sayangnya semua contoh sliding ball alias luncuran bola ini terbuat dari karton bekas tissue gulung. Karena saya bukan pemakai tissue gulung saya sempat sedih, gimana ya cara bikinnya. mau bikin pake kardus kok mualeeeees huhuhu... Sampai akhirnya saya lihat mba vivi mengunggah foto sliding pompom di webnya "anak jempolan". Dan sliding pompom inspiratif itu terbuat dari BOTOL AIR MINERAL horeeeeeee... Selesai sudah masalah saya...

Saya langsung berburu botol air mineral bekas ukuran 1 liter. Alhamdulillah ada. Langsung saya potong bagian kepala dan buntutnya. Lalu saya belah dua. Kemudian sang botol yang terbelah (halah) langsung saya tempel di dinding menggunakan lakban. Awalnya mau pake lakban bening, apa daya adanya cuma lakban kuning.

Taraaaaa... beginilah hasilnya..


Walau harus naik kursi Sachie mainnya seru sekali, om-om ciliknya yang kebetulan sedang menginap langsung deh ikutan main dan menguasai permaian hahaha...


Oke, selamat bermain anak-anak..

Mainan buat Sachie (8) : Tabungan Warna-Warni

Ah lamanya tak berbagi di blog ini. Setelah kelahiran Syira, keajaiban datang dua kali lipat lebih banyak setiap harinya. Kata-kata baru yang keluar dari bibir mungil Sachie dan senyum spontan Syira adalah salah dua dari keajaiban-keajaiban itu. Sulit sekali move on dari perasaan bahagia punya dua "bayi" ini, itulah kenapa blog ini kosong nyaris dua bulan hehehe...

Mainan ini sebenernya udah dibuat sebelum syira lahir. Tapi baru sempet diceritain disini sekarang. Saya pingin ngenalin berbagai jenis warna. Untuk awalan saya coba kenalkan warna merah dan putih. Akhirnya saya coba buatkan tabungan koin warna-warni untuk pengenalan warna ini.

kenampakan tabungan warna-warninya, too simple, right?

Tabungan ini terbuat dari plastik mika keras. Pada salah satu permukaannya saya buat dua buah lubang yang pada masing-masing lubang saya beri warna merah dan putih sebagai pembeda. Koinnya terbuat dari kardus yang permukaannya dilapisi kertas berwarna merah dan putih. Lubang yang berwarna merah untuk koin merah dan lubang putih untuk koin putih.

Sepertiya mudah bermain ini tapi bagi anak-anak seperti Sachie (waktu itu baru berusia sekitar 15 bulan) mainan ini punya tantangan tersendiri. Pertama ia harus sabar memasukkan koin ke dalam lubang, kedua ia harus memasukkan koin yang sesuai dengan warna lubangnya. Saat pertama kali main dengan mainan ini, mainannya dicuekin. Hah!

Kedua kali saya tawarkan mainan ini, dia dengan mudah memasukkan semua koin ke dalam tabungannya tapi dengan acak warna. Beberapa kali dicoba hasilnya masih sama. Sampai akhir Mei kemarin, adik saya pulang dari Jakarta dan ngajak Sachie main ini lagi. Sachie sukses membedakan warna koinnya. Walau belum bisa menyebutkan warna-warnanya. Tak apalah, setidaknya dia sudah mulai bisa membedakan warna. Horeeee...

Semangat terus ya bu eh naaaaak....