Aku Lebih Baik Dari Dia

Ini bukan tulisanku. Ini tulisannya mba Yana yang aku copy dari facebooknya. Bagus menurutku, tulisannya mengingatkan kita yang suka sok tahu atas keputusan Allah.
--------------------------------
" Yan.. Lu dengar kabar gak? Si Y lagi bangun rumah baru. Gila! Hari gini, masih juga rejekinya deras kayak air mancur..". Bunyi kabar telpon kawanku, suatu pagi, tentang seseorang.

Si Y.. Perempuan ceriwis, yg beberapa pekan lalu jd buah bibir karena mengusir sebuah keluarga miskin dari tanah miliknya yg memang dibangun secara liar. Tidak salah juga sebenarnya.. Toh itu memang haknya..

Tapi tak pantas rasanya, ada yg kaya-nya banget.. Juga ada yg miskinnya banget.. Berdekatan!

Tiba-tiba ada yg aneh. Banyak suara berisik dikepalaku. Aku merasa marah? Kok bisa? Kok bisa aku marah mendengar ada org lain, yg lebih beruntung daripada aku.

" Yang pengen bangun rumah kan aku..". Suara kecil mendesis dri ulu hati.

Kupegang ulu hatiku.. Sepertinya memang sedang mengeras dan membengkak..

Iri..

" Orang dzalim kok bisa sukses..". Suara dr ulu hati itu makin lama, makin menggema, dan cuma aku yg mendengar.

##


" Kebobolan gue! Dah 3 bulan ". Kalimat pertama yg menyambut pertemuan tak sengajaku dengan kawan baru di tempat pencucian motor. Kawanku itu menunjuk perutnya. Sedang hamil anak ke 5, tanpa rencana.. Bayangkan! Tanpa rencana.

Aku bolak balik dokter.. Merencanakan.. Dengan rapi.. Mencocokkan masa subur dengan kondisi fisik. Agar bisa hamil! Dan belum berhasil sudah bertahun2!

Kalo Thoriq bicara adik, aku cuma bisa meneteskan airmata sembunyi2.

" Bikin anak, ga seperti bikin Pizza nak! " Jawabku dalam hati.

Disamping kawanku ada 3 bocah berlarian. Anak-anaknya.
Melihat sekilas, anak-anaknya pada gak ke-urus.. Rambut kutuan, baju kusam.. Igrrggg.. Jorok!

" huh! Coba aku yg diberi ALLAH anak banyak.. Pasti aku lebih pantas.. Anakku lebih bersih, terawat, dan pintar! " bisik sesuatu dipojok hati sana.. Suara yg membuat bibirku membuat kerut, dahiku bergaris..

Iri lagi..

" Kenapa ALLAH baru titip 1 anak.. Aku ingin 3 atau 4, krn aku layak jadi ibu yg hebat! ". Suara bernada kecewa itu terdengar mendikte di kepala dan hatiku. Mendikte ALLAH ..

##


Sms pagi, si Fulanah mengabarkan 'kabar gembira', pamit karena akan pergi umroh sekeluarga..

Mulutku menganga lebar..
 
Si fulanah, yg sholatnya aja senin - kamis.. Silaturahimnya pada ibu dan juga mertuanya buruk.. Perangainya kasar.. Mau umroh sekeluarga?!

" Hellowwww.. Malaikattt.. Heyyy malaikatttt!
Yg siang malam, jungkin balik sujud dan berdoa mo ke tanah suci itu aku! Aku!! ". 
Dipojok hati yg bengkak itu.. Kembali suara bergemuruh.

**

“Ana khairun minhu”,
saya lebih baik dari dia!
Pekik iblis ketika menolak perintah ALLAH sujud kepada nabi Adam..

Tausiyah pak Ustadz terdengar tegas dari streaming radio subuh tadi.
Membuat mataku berkaca.. Pipiku tertampar!

Sungguh aku ternyata hampir seperti iblis.. Sok tau..!!
Sok tau dan sibuk mengukur dan membandingkan banyaknya dosa orang dengan (perasaan) sedikitnya dosaku..

Kenapa aku tak melihat dari sisi satunya..
Pasti ada banyak alasan ALLAH .. Lebih memilih yg lain.. Bukan aku.. Pada sesuatu yg belum kudapatkan.
Amalan baiknya yg tak kulihat, pastilah lebih baik dariku.. Itulah kenapa ALLAH memilihnya..
Urusanku hanyalah tentang amal sholehku pribadi, bukan yg lain!

Astaghfirullah..
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.” (QS al-Hujurat:13)

Suara pak Ustadz terdengar lagi.
Menampar lebih keras.

Manusia yang mulia..
Yang paling bertaqwa..

Comments

Popular Posts