Monday, February 15, 2016

Kantong Doraemon Ala Desni

 Saya udah kebal denger komentar suami soal kebiasaan super rempong saya kalo mau keluar rumah. Suami sering bilang saya kayak orang mau pindahan padahal cuma ke pusat perbelanjaan dan gak mungkin lebih dari lima jam. Iya bener, mahal bayar parkirnya hahaha...

Tas kesayangan
Gimana gak rempong, saya yang punya tiga anak dan salah satunya newborn harus selalu siap dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi saat kami keluar rumah. Kemungkinan adek gumoh, buang air, keringetan sampe jadi bau asem, masuk angin, de el el de ka ka de es be... Jadi biar nyaman jalan-jalan keluarnya, saya mesti siap, saya mesti bawa peralatan tempur. Tas saya tak ayal berubah jadi kayak kantong doraemon.

Ini nih peralatan tempur saya

Sunday, February 14, 2016

Hijaunya Bisnis Properti

Sejuk ya kayaknya


Ini hanyalah opini saya, sungguh sangat subjektif dan sensitif wehehehe


Beberapa teman saya adalah pengusaha properti, start up memang, belum sekelas pak ci dengan citra grandnya atau bakrie dg sentul citynya. Karena saya gaulnya sama orang-orang "musholah", teman saya yg pengusaha properti punya ide keren. Mereka membuat perumahan syariah, bebas riba, dg target menciptakan lingkungan pertetanggan yg hangat seperti jaman kakek nenek kita dulu serta lingkungan islami yg kondusif. Saya bangga.

Tapi makin lama jiwa saya merasa terusik dengan banyaknya orang yang berbisnis properti ini. Benarkah bangsa Indonesia membutuhkan rumah sebanyak itu? Jika memang iya, benarkah mereka menyasar pasar yg benar?

Friday, February 12, 2016

Tutorial Bunga Tulip dari Kain Perca

Lagi-lagi kita berkreasi dengan kain perca alias kain sisa.
Biasanya kain perca saya berakhir dengan nasib menjadi bros bunga yang sudah pernah saya buat tutorialnya disini dan disini. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu seorang teman mengunggah foto bunga tulip dari kain perca karyanya. Cantik, simple dan kelihatannya mudah.


Nyobain juga bikin bunga tulip dari kain perca, jadi deh..

Tuesday, February 9, 2016

Keset dari Kain Perca (tutorial)


Mungkin hampir semua orang setuju bahwa semakin buluk baju maka semakin nyaman dipakai. Bahkan katanya celana jeans itu makin lama gak dicuci makin enak makenya, apalagi kalo sampe seminggu gak dicuci (weeeeks... jorok deh). Nah prinsip ini dipegang pak suami kayaknya, kaos singletnya sampe bolong-bolong compang-camping masih dipakeeee aja. Udah diumpetin masih aja berhasil diketemukan dan akhirnya dipake lagi diem-diem. Ajaib bener deh.

Monday, February 8, 2016

Pelukan

Tulisan Pak Cah (Cahyadi Takariawan) di facebook

Jangan Membiasakan Tidur Terpisah dari Pasangan
Berapa jauh jarak anda dengan pasangan saat tidur malam?
Awas, jangan mengambil jarak terlalu jauh dengan pasangan.
Ternyata, pasangan yang tidur dengan jarak tubuh sekitar 3 cm cenderung memiliki rumah tangga yang bahagia. Apalagi yang sambil berpelukan.
Sebaliknya, pasangan yang tidur terpisah jarak lebih dari 80 cm cenderung tidak bahagia.
Penelitian yang digagas psikiatri Samuel Dunkell itu dilakukan terhadap 1.100 pasangan suami istri.
Penelitian menunjukkan, sekitar 34 % pasangan tidur bersentuhan, 12 % terpisah 3 cm, dan 2 % terpisah lebih dari 80 cm.
Psikolog Richard Wiseman dari University of Hertfordshire menyatakan, "94 % pasangan yang bersentuhan setiap kali tidur di malam hari terbukti memiliki rumah tangga yang bahagia".

Ini bukan tulisan genit apalagi mesum.

Social Life?

Suatu siang saya dan suami jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Seperti biasa saya ngintilin lengan pak suami dengan erat. Kami gak gandengan tangan, soalnya kami sampai saat ini masih suka salting sendiri kalo tiba-tiba jemari kami bergenggaman di depan khalayak ramai. Beneran! Pernah minggu pagi pak suami ngajakin saya ke pasar burung, iya beliau hobinya melihara burung kicau. Kalo yang pernah ke pasar burung (yang biasanya bareng-barengan sama pasar ikan hias) pasti tau gimana beceknya itu pasar. Saya ngintilin lengan suami, pas mau turun trotoar refleks pak suami menggandeng saya. Lalu kita diam sesaat, saling pandang, muka bersemu-semu, tetep gandengan, jalan, abis itu malu, lalu tangan saya cepat-cepat melingkari lengannya lagi hihihi... Tau deh kenapa

Eh balik lagi ke pusat perbelanjaan. Pas lagi jelalatan lihat diskonan, kami berpapasan dengan sepasang muda-mudi yang jalan bareng tapi kayak gak jalan bareng. Sibuuuuuuk main handphone. Sesekali mereka kelihatan ngobrol tapi matanya tetep ke handphone. Kalo mau husnudzon mungkin mereka lagi liat google maps kali ya, nyari lokasi toilet di mol. Lebay deh aku hihi..

sumber gambar klik disini

Thursday, February 4, 2016

DIRGANTARA YUSUF WILOPO


Arti Nama
Dulu kayaknya saya pernah bercerita di blog ini tentang kesepakatan kami dalam hal pemberian nama anak.

“jika anak kami perempuan, maka namanya diawali dengan huruf S seperti ayahnya, dan jika laki-laki ia akan diberi nama dengan awalan huruf D seperti bundanya”

Maka nama di atas adalah nama putra kami, sang anak ketiga. Eh ternyata setelah saya cari-cari, saya belum pernah yak cerita soal nama ini di blog heuheu...
Dirga belum seminggu

Dirgantara (sansekerta) berarti langit
Dirgantara lengket sekali ya dengan TNI AU, memang sih kakeknya suami anggota TNI AU, tapi bukan karena itu putra kami diberi nama Dirgantara. Lebih ke arah, bundanya suka warna biru dan langit warnanya biru, kebetulan pula untuk semua nama anak, bundanya yang lebih sibuk bongkar-bongkar kitab :p Engga ding..