Empat Tahun Bersama

Aku selalu membayangkan seolah-olah ada sebuah video, dimulai dengan tanganmu yang digenggam erat oleh ayahku. Lalu ijab qabul itu bergema di ruang tamu rumahku. Setelah itu aku turun dari kamarku dan tak berani sedikitpun melirikmu. Lalu seketika aku menjelma berseragam SMA lagi, menaiki tangga penyebrangan jalan di depan sekolahku, mataku mencari-cari sesuatu, kamu. Kita bertemu pandang dari kejauhan lalu sama-sama membuang muka. Malu.


Lalu setting berubah, langit gelap selepas maghrib di kota hujan. Aku berjalan sendirian di tengah kericuhan jalanan sekitar kampus. Dan ada kamu di situ. Kamu di kampusku? Bagaimana bisa? Aku mematung melihatmu. Tiga tahun tak pernah tau kabarmu, kini kamu berdiri di hadapanku. Dan hujan dengan romantisnya turun. Aku mengeluarkan payung biruku, berlalu sambil berpikir "betulkah itu kamu".


Kamu menyodorkan pena, aku kembali lagi dalam busana pengantin, putih. Kamu nyata. Kamu adalah keyakinanku tentang penyataan jodoh yang tak akan kemana. Sekali lagi kamu nyata. Kenyataan indah yang terjadi dalam hidupku.


Anak pertama kita lahir sembilan bulan kemudian. Penuh drama. Kamu dan aku sama-sama penuh emosi. Rasanya kita masih muda waktu itu. Anak kedua kita lahir 17 bulan setelah anak pertama lahir. Dan anak ketiga 20 bulan setelah anak kedua. Hidup kita bagai lari maraton. Aku kadang terengah, mungkin begitu juga kamu. Tapi kita tak pernah berhenti. Kita berlari berdua bergenggaman tangan. 

sachie-syira-dirga

Kelahiran anak-anak kita mendewasakan kita. Melahirkan juga cinta yang lebih indah dari yang pernah aku bayangkan. Ada seseorang yang sedemikian bahagianya melihatku bahagia. Ada seseorang yang begitu inginnya melihat aku tersenyum. Kamu.

sumber puuung/grafolio
Kamu tidak pernah keberatan bangun tengah malam memijatiku saat hamil. Kamu yang memelukku di hari aku akan masuk ruang bersalin. Berkata "sehat-sehat ya.. Jangan kenapa-kenapa, aku gak bisa kalo gak ada kamu..". Kamu yang terbangun di pagi hari lalu bertanya apakah bayi kita tidak bangun tadi malam. Dan wajah penuh sesalmu datang beriringan dengan kalimat "yaaah.. Kenapa gak bangunin aku, aku kan bisa bantu".
sumber grafolio-puuung

Kamu dan aku sama-sama belajar untuk tetap menjadi kekasih meski anak kita tak bayi lagi. Kita yang berjuang agar tetap bisa tidur berpelukan walau anak-anak berebut menyusu padaku. Kita yang berjuang agar tetap bisa berduaan meski hanya setengah jam seminggu. Kita akan ke minimarket berdua, nonton film berdua setelah semua orang tidur dengan mata mengantuk, lari pagi berdua, jalan kaki di tengah hujan berdua dengan payung yang rusak, apa saja..

sumber puuung/grafolio
Kamu telah menjadi imam sepenuhnya untukku walau kamu bukan imam sholatku, karena kamu sedang berjuang mengajariku bahwa memenuhi perintah Allah lebih romantis dari sholat berdua.
Kamu mendidikku tapi membiarkanku jadi diriku sendiri. Menjadikanku diriku sendiri dalam versi yang lebih baik. Dan aku suka itu

Bagaimana pun, empat tahun ini sungguh mengesankan. Lalu teringat percakapan kita beberapa minggu yang lalu, tentang teori lima tahun awal pernikahan. Katanya lima tahun pertama adalah masa sulit, masa-masa mudah sekali mengguncang pernikahan. Tapi katamu teori itu aneh. Kamu tidak merasa seperti itu. "Akubiar baru empat tahun tapi sudah cinta mati dan gak mau pisah.." Duuuh itu gombal yang luar biasa lucu. Ah aku cinta gaya gombalmu. Cinta apapun yang ada pada dirimu. Happy anniversary, dear Setyo Dwi Wilopo ku.

Aku sungguh bahagia.
Semoga kita selalu bersama hingga surga, semoga Allah selalu berkahi pernikahan kita. Aamiin..


Setiap kali selesai memikirkanmu aku teringat akhir lagu "love story" dari Tailor Swift. We're both young when i first saw you..

Comments

  1. happy aniversary. Semoga langgeng selalu :)

    ReplyDelete
  2. Duh so sweet bener ini des 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaah.. ada mba rifi di bloooog..
      mbaaaaa update blognya manaaah? hahaha

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular Posts