Lactacyd Baby Ampuh Melindungi Kulit Sensitif Anak dari Iritasi

Normalnya semua orang tua merasa bahagia saat anaknya lahir ke dunia. Selain bahagia, orang tua baru biasanya merasa bingung, canggung, dan panic saat menghadapi bayinya. Apalagi perawatan bayi tidak boleh sembarangan, merawat bayi tidak sama seperti merawat orang dewasa. Tubuh dan sistem imunnya yang masih sensitive membuat kita harus tau tips dan trik dalam merawatnya.

Bayi baru lahir hingga usia satu tahun biasanya mengalami beberapa hal yang menurut orang tuanya tidak biasa namun sebenarnya normal terjadi pada mereka. Dan semua permasalahan ringan bayi ini pencegahan dan solusinya. Apa saja permasalahan yang normal terjadi pada bayi




  • Mata Belekan
    Mengatasinya dengan cara menyeka mata bayi menggunakan kapas yang telah dicelupkan di air hangat 
  • Gumoh atau mengeluarkan cairan setelah menyusu
    Pencegahannya adalah dengan cara menggendong bayi dengan posisi bayi tegak sehabis menyusu
  • Bersin-bersin
    Umumnya bayi baru lahir sering bersin-bersin bukan karena flu atau pilek tapi karena sistem pernafasannya yang belum sempurna dan masih butuh penyesuaian dengan dunia luar. Mengatasi bersin-bersin pada bayi baru lahir bisa dengan cara rajin menjemurnya di pagi hari dan berikan asupan ASI yang cukup.
  • Nafas bayi grok-grok
    Penyebab dan solusinya sama seperti bersin pada bayi. Bunyi nafas bayi grok-grok ini normal hingga usia delapan bulan.
  • Kuning
    Kuning ini rentan sekali terjadi pada bayi baru lahir, rajin menjemur bayi dan memastikan ASI yang diminum bayi cukup dapat mencegah terjadinya kuning pada bayi
  • Sering BAB atau tidak BAB beberapa hari
    Hal ini umumnya terjadi pada bayi ASI eksklusif. Bayi normalnya BAB 4-10 kali dalam sehari. Sedangkan batas normal bayi ASI ekslusif tidak BAB adalah dua minggu atau 14 hari. Bayi dapat diberi pijatan untuk melancarkan BABnya
  • Iritasi kulit
    Nah untuk permasalahan iritasi kulit ini butuh perhatian khusus karena masalahnya lebih kompleks. Iritasi kulit banyak macamnya dan banyak pula penyebabnya.
Iritasi kulit pada bayi banyak jenisnya

Beberapa jenis iritasi kulit pada anak mulai dari biang keringat, biduran atau kaligata, eksim, ruam popok, hingga dermatitis atopik.
Beberapa penyebab iritasi kulit anak

Jika jenis iritasi kulit anak beraneka ragam, tentu saja penyebab iritasi kulit pun beraneka jenisnya.
  • Alergi makanan
    Jika anak alergi pada jenis makanan tertentu, reaksi alerginya kebanyakan terlihat pada kulit. Biasanya reaksinya berupa muncul biduran, eksim dll. Bahkan bayi yang masih ASI eksklusif (belum makan apapun selain ASI) bisa juga mengalami alergi makanan yang dimakan ibunya.
  • Alergi Sabun dan Kosmetik
    Sabun dan kosmetik anak seperti minyak telon, bedak, parfum banyak yang mengandung bahan kimia sintetis. Bahan-bahan inilah yang menyebabkan alergi dan mengiritasi kulit anak.

    Baik alergi makanan maupun alergi sabun atau kosmetik biasanya lebih besar dipengaruhi faktor genetik atau keturunan. Bila ayah bundanya alergi kemungkinan anak alergi pun semakin besar.
  • Keringat dan Bakteri
    Perpaduan keringat + bakteri + tempat persembunyian menyebabkan kulit bayi rentan iritasi. Dimana kah tempat persembunyian kuman? Tepat, di lipatan tubuh bayi.

  • Gesekan dengan baju
    Baju anak memang lucu-lucu tapi sebaiknya hindari aksesoris berlebihan seperti mote (manik-manik), payet, dan kerutan. Karena gesekan pada detail seperti ini dapat menyebabkan iritasi. Pilihlah model yang simple dan terbuat dari bahan katun

  • Cuaca dan suhu
    cuaca yang panas memacu keluarnya keringat, sedangkan cuaca dingin membuat kulit kering. Keduanya sama-sama dapat memicu iritasi pada kulit anak
  • Lingkungan yang Tidak Bersih
    Ligkungan yang kotor, baik itu lantai, sprei, tempat anak beraktivitas, jika tidak bersih maka mengundang kuman. Begitu juga dengan air mandi anak.
  • Popok
    Selain karena intensitas mengganti popok yang kurang, bahan pembuat popok pun dapat memacu iritasi pada kulit anak.
Waktu itu umur bayi kami baru dua bulan, saat saya melihat tubuhnya banyak terdapat luka. Lukanya berupa sejenis koreng di lipatan siku, ketiak, leher dan di betisnya. Kulitnya terkelupas, terlihat warnanya memerah dan terkadang bernanah. Saya yang masih berusaha menyesuaikan ritme menjadi ibu baru kala itu panik. Saya sedih dan bertanya-tanya sendiri “sakit kah, Nak?”. Karena putri kami Sachie, tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap lukanya. Ia tetap ceria, tumbuh kembangnya baik dan menyusu dengan lahap.

kakak Sachie dan lukanya :'(

Walaupun sang bayi tenang tapi sebagai orang tua kami tetap saja tidak bisa untuk tidak khawatir. Awalnya kami kira lukanya hanya luka biasa akibat banyaknya lipatan pada tubuh gempalnya.  Tapi makin lama lukanya makin parah. Yang awalnya hanya ruam merah saja hingga menjadi seperti melepuh dan bernanah. Dengan ilmu merawat anak yang masih minim, saat itu yang bisa kami lakukan pada lukanya adalah merawatnya dengan petunjuk orang tua kami. Menurut teori orang tua kami, saya harus memastikan bagian tubuh sang bayi yang luka selalu kering, tidak basah dan terbuka. Saya diminta untuk memakaikan bedak pada bagian yang terkena luka. Sayangnya langkah saya memakaikan bedak pada bayi kami hanya membuat lukanya makin parah. Yaiyalah buuu… luka gitu ya jangan dibedakin, di kulit kita aja perih apalagi bayi.

Akhirnya kami memutuskan untuk memeriksakan bayi kami ke dokter anak. Katanya ini hanya ruam biasa, cuma perlu dipakaikan salep.  Salepnya lumayan manjur usut punya usut salepnya ternyata mengandung antibiotik dosis tinggi. Kulit Sachie memang sembuh tapi ketagihan sekali dengan salepnya. Jika lupa tidak dipakai salepnya, kulitnya langsung memerah dan luka lagi. Sedih... 


Kakak MPASI
Saat putri kami berusia delapan bulan dan dia sudah mulai makan, kami baru mengetahui ternyata putri kami alergi telur. Keluar biduran banyak sekali sesaat setelah ia makan telur pertamanya. Kami langsung "ngeh" jangan-jangan luka pada kulitnya karena ia alergi telur yang bundanya makan selama ini. Kami kembali lagi memeriksakan kulitnya namun di dokter anak yang berbeda. Selain salep dokter kali ini memberi nasihat agar kami meghindari pemicu alergi, boleh dicobakan lagi makan telur dua atau tiga bulan kemudian, plus kami diberi resep sabun mandi anak. Lactacyd Baby.


Saat menulis resep Lactacyd Baby, dokternya bercanda "bu, ini bukan yang pembersih wanita ya.. ini yang sabun bayi.." hihihi.. dokternya tau banget kalo Lactacyd yang sabun bayi asing sekali di telinga kami.

Alhamdulillah setelah sekitar satu minggu pemakaian, luka Sachie kering dan sampai sekarang tidak kumat lagi. Kami pun sampai sekarang masih memakai Lactacyd Baby sebagai sabun mandi anak kami. Pernah kami mengganti sabun anak menjadi sabun biasa. Sayangnya Dirga, adiknya Sachie ternyata alergi sabun mandinya. Kulitnya bruntusan dan kasar. Setelah pakai Lactacyd Baby lagi, kulitnya halus lagi. Saya jadi gak mau ganti-ganti lagi.

Pakai sabun lain kulit adek bruntusan, setelah empat hari kembali pakai Lactacyd Baby kulitnya halus lagi




Waktu dokternya Sachie meresepkan Lactacyd Baby saya juga bertanya kenapa sabunnya harus diganti jadi Lactacyd Baby? Ternyata ini alasannya :

- pHnya 3-4
Saya juga baru tau lho ternyata kulit bayi terutama bagian lipatan tubuhnya itu ber-pH tinggi yaitu 6-7. Berbeda dengan pH tubuh orang dewasa yaitu 4-5. Itulah sebabnya kulit bayi sangat sensitif. Oleh karena itu bayi perlu sabun dengan pH yang bisa menyeimbangkan kulitnya. Lactacyd baby dengan pH 3-4 dapat menyeimbangkan pH kulitnya. Katanya dengan pH 3-4 ini bikin Lactacyd Baby tidak pedih di mata. Itulah kenapa Lactacyd Baby bisa dipakai sebagai shampoo.

- Tidak mengandung bahan yang tidak perlu
Kalau ada yang protes kenapa sih Lactacyd Baby gak banyak busanya?, itu karena lactacyd baby tidak mengandung SLS yaitu bahan detergen murah. Walau masih pro-kontra tapi penggunaan SLS pada sabun bayi memang sebaiknya dihindari. Selain tidak penting juga dapat menyebabkan kulit kering. Lactacyd baby juga tidak mengandung pewarna. 
Komposisi Lactacyd Baby

-Mengandung natural orange flavour dan peanut oil
Kedua bahan ini membuat Lactacyd Baby punya aroma khas. Bukan aroma buah atau bunga yang menyengat dan berlebihan tapi wangi yang segar dan terkesan bersih. Benar-benar seperti habis mandi. Peanut oil ini juga berfungsi sebagai pelembab alami sehingga kulit bayi tidak kering.

- Terbuat dari Lactid Acid dan Lactoserum
Kedua bahan ini memberi makan kepada bakteri baik yang melindungi kulit anak, bakteri baik inilah yang nanti dapat melawan pertumbuhan bakteri jahat. Walaupun lactid acid dan lactoserum merupakan turunan susu, tapi Lactacyd Baby ini aman untuk anak yang alergi susu sekalipun.

- Tidak menimbulkan reaksi alergi
Anak ketiga kami Dirga, kulitnya sensitif sekali. Tidak bisa pakai minyak telon, sabun pun tidak bisa yang wangi-wangi. Kulitnya langsung kering, bruntusan dan mengelupas. Pakai Lactacyd Baby sama sekali tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitnya.

- Harganya murah buibuuuu....
Ini poin penting banget lho haha.. Biasanya saya beli Lactacyd Baby yang 60 ml harganya Rp.18.000,- Tapi tadi lihat diskon di apotek langganan kami Lactacyd Baby 60 ml harganya cuma Rp.11.800,- Wuaaaaaa....
 
- Hemat
Tutup dan mulut botolnya dirancang mencegah Lactacyd Baby tumpah sehingga membantu kita untuk menggunakan Lactacyd Baby sesuai takaran. Walau kecil, satu botol 60 ml di saya bisa tahan untuk dua minggu lho..





Lacacyd Baby ini teksturnya cair, warnanya putih keruh mirip air kelapa. Wanginya wangi bersih, segar. Bukan wangi bunga atau buah-buahan.



Di kemasan Lactacyd Baby sudah ada keterangan lengkap cara pemakaiannya :
  • Untuk memandikan bayi : encerkan 3-4 sendok penuh dalam wadah mandi. Mandikan bayi seperi biasa, gosok dengan lembut. Bilas dengan seksama.
  • Untuk membersihkan wajah dan perawatan kulit gunakan seperti memakai sabun cair.
  • Untuk merawat kulit kepala gunakan seperti memakai shampoo.

Tambahan :
  • Untuk kulit yang sedang terluka karena iritasi bisa dengan cara meneteskan Lactacyd Baby ke kapas lalu totol-totol ke luka.
  • Beberapa beauty blogger bahkan ada yang menggunakan Lactacyd Baby sebagai obat jerawat. Dan menurut kesaksian mereka Lactacyd Baby ampuh!
  • Mandikan anak sebentar saja sekitar 5-10 menit
  • Jangan terlalu sering memandikan anak cukup dua kali sehari agar kelembaban kulitnya tetap terjaga
  • Mandi dengan air biasa (bukan air hangat) dapat menetralkan pH kulit anak. Tapi mandi dengan air biasa juga perlu kesiapan. Anak-anak saya mulai mandi dengan air biasa di waktu yang berbeda. Anak pertama saat delapan bulan karena kami tinggal di Bogor dan air di Bogor relatif dingin. Anak kedua saat umur enam bulan. Dan anak ketiga mulai mandi air biasa saat umur empat bulan. Karena saat ini kami tinggal di Palembang dan airnya relatif hangat.



Berikut adalah tips perawatan kulit ala Lactacyd Baby


 Tips mencegah ruam popok :
  • Segera ganti popok yang kotor
  • Berikan kulit si kecil waktu untuk "bernafas"
  • Setelah membasuh, tepuk-tepuk kulit sampai kering
  • Jangan gunakan popok yang terlalu ketat
  • Gunakan Lactacyd Baby setiap mandi



 Tips menjaga kulit si kecil saat musim pancaroba:
  • Rutin memperhatikan lipatan kulit : jaga kulit agar tetap kering saat anak sering berkeringat
  • Sesuaikan pakaian dengan cuaca : bila cuaca panas jangan gunakan pakaian tebal, sebaiknya gunakan katun pada anak
  • Berikan ASI lebih banyak : terutama untuk bayi agar daya tahan tubuhnya semakin kuat. Bila anak sudah tidak menyusu lagi berikan makanan dengan gizi seimbang



 Tips mencegah biang keringat :
  • Hindari udara panas dan lembab
  • Pilih pakaian dari serat alami dan hindari sintetis
  • Jangan sering menggendong si kecil : selain dapat menghambat perkembangan motoriknya, menggendong anak dapat menyebabkan anak jadi terpapar kuman yang ada pada tubuh bunda
  • Mandikan si kecil dengan sabun yang mencegah pertumbuhan bakteri, Lactacyd Baby


Info lebih lanjut bisa dilihat langsung di fan page Lactacyd Baby : https://www.facebook.com/LactacydBaby/

Di bawah ini ada persembahan video dari saya, asyiknya memandikan anak dengan Lactacyd Baby



Lactacyd Baby ampuh melindungi kulit sensitif anak kami dari iritasi.
Ibu-ibu ada yang punya pengalaman sama menggunakan Lactacyd Baby? Share ya...

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini

Popular Posts