Thursday, December 7, 2017

11 Jenis Kain yang Cocok Untuk Dijadikan Gamis


Pengetahuan mengenai jenis-jenis kain yang jadi bahan utama pembuatan gamis adalah pengetahuan yang penting dimiliki para penggemar gamis terutama jika sering belanja gamis online. Kenapa? Karena kita tidak bisa melihat, meraba apalagi mencoba langsung gamisnya. Jadi kita gak tau apakah bahan ini mudah lecek, adem, panas, tebal, nerawang, njeplak dan lain-lain. Sebelum salah beli gamis karena tingginya ekspektasi pembeli dan tingginya tingkat editan gambar (hihihi), yuk kita baca dulu nih 12 jenis kain yang biasa dijadikan gamis di sekitaran tahun 2017 ini.



1. Katun Jepang
Pict FB Rumah Katun Babana

Katun jepang sempat sangat booming di tahun 2015-2016 dan masih eksis hingga akhir 2017 ini. Terutama motif bunga-bunganya karena membawa kesan yang super girly dan vintage shabby chic. Kain katun jepang asli biasanya ditandai dengan "Japan Design" di bagian bawah kain. Namun signature ini akan jarang ditemukan jika kita membeli gamis jadi.

Katun dengan motif bunga-bunga ini tidak hanya katun jepang, katun lokal pun ada yang bermotif mirip. Namun tingkat kelembutan kainnya berbeda. Katun jepang lebih lembut dan lebih dingin dibanding katun lokal. Bahan katun jepang ini terbuat dari 90-100% katun kualitas premium. Adem, menyerap keringat, warnanya awet dan tidak mudah luntur. Tidak cuma bagus dijadikan gamis, katun jepang juga sering dijadikan mukenah, jilbab hingga sprei.

Gamis Katun Jepang dari Samarah Pict from IG owner Samarah @ymputri

Harga normal eceran kain ini di pasaran adalah Rp.35.000-Rp.40.000 Kamu bisa dapat harga yang jauh lebih murah jika membeli secara grosiran di tanah abang hehe..


2. Katun Ima
Pict FB Rumah Katun Babana

Walaupun sama seperti katun lainnya yang adem, dingin, menyerap keringat, namun katun ima ini memiliki sedikit perbedaan. Katun Ima memiliki tekstur garis yang khas dan tidak berbulu. Katun ima seperti katun lainnya, ia tidak mengkilap dan tidak licin. Selain dijadikan gamis, katun ima sering juga dijadikan jilbab. Sebut saja brand @hijabprincess yang mengeluarkan varian office shawl yang terbuat dari katun ima.

Katun ima ini ada saudaranya lho, mirip tapi lebih shiny, namanya katun Toyobo.


3. Katun Rayon
Pict FB Rumah Katun Babana

Katun rayon ini lebih tipis, lebih dingin dan lebih lembut, lebih jatuh, dan lebih goyor dari semua varian katun. Agar mudah mengingatnya, katun rayon biasanya dijadikan sebagai bahan daster dan kain bali. Tidak memberi kesan mewah dan sangat cocok untuk pakaian rumahan.


4. Wolfis/wolvis/wolpeach
Sepertinya sebutan bahan kain terfavorit untuk dijadikan gamis dapat kita berikan kepada wolfis. Kain wolfis ini sering dijadikan gamis basic atau abaya. Hampir semua brand gamis mempunyai produk dengan spesifikasi bahan wolfis. Bahannya tebal namun tidak terlalu berat, yang jelas tidak menerawang, terksturnya halus namun tidak licin, tidak kaku juga, tidak mudah kusut dan mudah disetrika. Karena tidak mudah kusut, gamis wolfis lebih disarankan untuk dibawa saat traveling dibanding katun.
Wolfis - Pict IG @alhauraa_id

Wolfis sendiri punya tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin cantik tekstur kainnya. Gamis wolfis agak sulit memberikan kesan mewah karena tidak mengandung unsur glossy. Gamis wolfis cocok sekali untuk dipakai ke agenda yang lebih santai. Wolfis juga cocok dijadikan kerudung lho. Kain ini punya saudara yaitu yoris. Saya kurang tau apa perbedaannya hanya saja teksturnya super mirip. Penting nih, bahan wolfis ini murah! Mulai dari belasan ribu rupiah per meternya.


5. Sultra Satin
Pict FB Rumah Katun Babana

Sebenarnya sultra satin ini harus dibagi ke berbagai kategori lagi seperti satin maxmara, roberto cavalli, hermes, velvet dll. Namun intinya sama, kain ini memiliki efek glossy yang mewah, tidak mengkilap secara berlebihan seperti satin pada umumnya, tidak terlalu tebal namun tidak menerawang, lembut, tidak panas, licin, mudah dibentuk dan memberikan efek layer yang bagus. Cocok untuk gamis dan juga kerudung. Harganya sedikit di atas kain katun jepang.

Kain maxmara yang dijadikan jilbab instan oleh @diindrihijab


6.  Satin Emboss
Pict FB Rumah Katun Babana

Seperti satin lainnya, satin emboss pun ada berbagai macam jenisnya. Ada jaguard emboss, india emboss, maxmara emboss, velvet emboss dan lain-lain. Yang membedakan satin emboss dengan satin lainnya adalah teksturnya, satin emboss memiliki efek timbul yang mengkilap (shinny) pada motifnya. Cocok untuk gamis, jilbab dan juga kebaya kutubaru.



7. Linen
Pict FB Rumah Katun Babana

Ciri khas kain linen adalah berserat. Seratnya mirip katun ima namun katun linen lebih "nampak" berbulu, Seratnya lebih tegas dibanding katun ima. Dingin, tebal namun tidak kaku, bahannya jatuh namun tidak goyor. Beberapa jenis linen seperti linen burbery memberikan efek sedikit glossy yang mewah namun tidak berlebihan. Kain jenis linen ini lebih mahal dibanding katun atau satin, dan sulit ditemukan. Maka wajar harga gamis linen bahkan dengan model basic lebih mahal dibanding gamis basic lainnya.


Salah satu produk gamis linen yang cantik dan paling murah yang pernah saya temui adalah gamis linen den ayu dari @samarahshop. Favorit!




8. Balotelli

Kain balotelli ini berserat garis-kotak. Kain balotelli lebih mengkilap dan bersinar. Bahannya tebal, tidak menerawang, jatuhnya cantik, goyor, mirip satin sutra namun lebih tebal. Harganya pun lebih murah dibanding satin sutra. Sangat cocok untuk gamis, rok, dan jilbab segiempat.

rok bolak-balik dari bahan balotelli yang pernah saya produksi


9. Jersey

Jersey adalah jenis kaos. Elastis, melar, tidak berbulu, jatuh dan njeplak tubuh. Saran saya kalau mau memakai gamis jersey, gunakan celana atau rok dalaman dari bahan katun agar tidak membentuk tubuh. Jersey mempunyai berbagai jenis lagi. Semakin tinggi grade jerseynya, semakin baik kualitasnya.


10. Combed

Jenis kaos lainnya adalah combed. Bahan combed ini tebal, biasa dijadikan kaos olahraga atau kaos panitia kegiatan hehe.. Karena sering dipakai untuk kaos olahraga, kain combed ini menyerap keringat dan adem. Kaos ini juga tidak mudah kusut. Ada beberapa jenis kain combed, biasanya ditandai dengan angka seperti combed 20s, 24s, 30s dll. Semakin kecil angkanya, semakin tebal kainnya.



11. Ceruti, crepe dan kawan-kawannya
Ceruty, crepe, wolly crepe, bubblecrepe, dan lain-lain merupakan satu saudara. Kain ini tipis, menerawang, harus didouble jika ingin dijadikan jilbab apalagi gamis. Bahan-bahan ini memiliki serat kulit jeruk seperti pada gambar. Yang membedakan ceruty, crepe, wollycrepe, bubblecrepe adalah ukuran serat kulit jeruknya. Bubblecrepe memiliki ukuran serat yang besar sedang ceruti ukuran seratnya kecil. Bahan ceruty/crepe premium biasanya memiliki serat yang lebih halus dan lebih padat.


Jadi sekarang sudah punya gambaran kain-kain yang dijadikan bahan pembuatan gamis buibu? Semoga artikelnya bermanfaat ya..
Ingat kalau belanja diluruskan dulu niatnya, diteliti dulu keperluannya 😉

1 comment:

  1. Wih, saya harus beca berkali-kali kalau mau ngerti, Mbak. Saya benar2 gagal paham sama jenis2 kain hehehe.


    Usul, Mbak. Per bagiannya dibuatkan satu tulisan lagi, biar lebih detail dan bisa jadi bahan rujukan banyak orang.

    Terima kasih sharing-nya ya Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini