Saturday, March 31, 2018

Tips Agar Anak Suka Makan Sayur Bersama So Good Chicken Nugget

Dulu sebelum menikah saya tidak bisa membedakan apa itu jahe, lengkuas, kencur, dan kunyit. Awal menikah dan mulai tinggal berdua dengan suami adalah masa paling berat dalam sejarah dapur keluarga kami. Masakan saya kacau, kalau gak keasinan ya gak ada rasa. Dulu saya masak tumis kangkung bisa menghabiskan waktu satu jam, itu pun masih perlu baca resep di internet. Sering kali saya masak ayam goreng dan hasilnya zonk, bagian dalam ayam masih mentah, berdarah. Merinding sendiri saya mengingatnya.



Dengan banyaknya kegagalan ini akhirnya kami memutuskan untuk menyediakan makanan siap makan yang anti gagal. Apa itu? Frozen food instan!!! Alhamdulillah thanks God engkau hadirkan penemu frozen food di muka bumi ini hihi.. Ya kaaan, kalau udah kelaperan, masakan gagal, rasa masakannya ternyata bikin ilfeel. Tinggal ke kulkas, lalu goreng nugget atau frozen food lainnya, selesai. Praktis, bergizi, dan rasanya pun terjamin enak. Ah senangnya.

Hari berganti hari, saya mulai cekatan memasak. Saya bisa memasak dua makanan sekaligus. Saya sudah tau metode menggoreng ayam yang benar sehingga ayamnya matang sempurna. Saya bahkan sudah bisa membuat frozen food sendiri. Disimpan di kulkas, kalau butuh tinggal goreng. Sombong kaaaan hahaha..

Sebenarnya tidak ada yang menuntut saya untuk bisa memasak. Suami malah sering menawarkan jasa katering. Saya sendiri yang memilih bahwa saya harus bisa memasak. Memasak adalah salah satu bentuk cinta, kasih sayang dan penjagaan saya kepada keluarga. Memasak juga cara saya mengekspresikan diri. Walau proses belajar memasak ini penuh perjuangan, tapi ternyata saya menyukai aktivitas ini.

Ngomong-ngomong soal membuat sendiri frozen food. Saya sekarang sudah jarang membuat frozen food seperti chicken nugget padahal anak-anak sangat suka sekali makan chicken nugget. Ini karena proses membuat frozen food lumayan ribet dan lama. Sedangkan saya punya tiga anak, dua di antaranya balita. Kebayang kan rempongnya. Dan paling ngenes itu, udah bikin nuggetnya lama, abisnya cepeeeeeet banget.

Bersyukur nih saya sudah punya frozen food andalan. Keluarga kami apalagi anak-anak suka sekali frozen food dari So Good, rasanya enak, banyak variasinya, bentuknya lucu, bergizi dan aman buat anak-anak. Ada bentuk dinosaurus dan hewan lainnya, ada alfabet dan juga pesawat. Ada rasa original bahkan ada rasa pizza. Seru!



Oh iya belajar memasak membuat saya jadi belajar pula soal gizi makanan. Saya setiap hari berusaha menyiapkan menu dengan gizi seimbang. Menu gizi seimbang ini adalah pengganti panduan pola makan 4 sehat 5 sempurna yang sudah tidak dipakai lagi. Sayang sekali masih banyak yang tidak tau tentang menu gizi seimbang ini. Saya saja baru tahu kalau makan 4 sehat 5 sempurna ini sudah tidak dipakai lagi saat mulai belajar menyiapkan menu makanan pendamping ASI (MPASI) anak pertama kami. Jadi apa sih yang dimaksud menu gizi seimbang? Menu gizi seimbang adalah komposisi gizi dalam satu kali makan yang mencakup 35% karbohidrat seperti nasi, kentang, jagung, dan gandum, 35% sayuran, 15% buah dan 15% protein.

Porsi sayurnya besar ya 35%. Ini nih tantangan terbesar bagi saya saat menyiapkan menu gizi seimbang untuk anak-anak. Anak-anak seperti punya perperangan tersendiri dengan sayur. Pahitlah, bau rumputlah, rasanya anehlah dll. Padahal kan sayur bagus sekali untuk pertumbuhannya. Makanya perlu trik khusus saat menyajikan sayuran untuk anak.

Saya sendiri punya beberapa tips menyajikan sayur untuk anak-anak

Perkenalkan sayur sejak awal makan
Kawa, Anak selebritis Andien yang suka makan sayuran (dari instagram @andienippekawa)

Sejak anak mulai makan MPASI pertamanya, jangan lupa sajikan pula sayuran. Saat dirasa anak sudah cukup mampu memegang makanannya sendiri, berikan sayur sebagai finger food. Menurut pengalaman kami membesarkan tiga orang anak, anak yang akrab dengan sayur sejak dini kemungkinan besar sulit menolak sayuran.

Sajikan sayur yang ditata menjadi bentuk yang lucu dan menarik
Bento (sumber gambar : tastemade)

Pernah lihat bento Instagram-mom? Itu makanan untuk anak-anaknya lucu-lucu sekali ya bentuknya. Ada yang berbentuk hewan, tumbuhan, tokoh kartun dll. Serunya di dalam bento tersebut pasti ada menu sayurnya. Mulai dari yang rasanya netral seperti wortel hingga yang jarang anak-anak suka seperti brokoli. Pilih sayur yang berwarna-warni. Sayur kan tidak melulu berwarna hijau. Ada wortel yang berwarna oranye, terong yang berwarna ungu, kembang kol yang berwarna putih, dll. Bisa ditiru nih, barangkali anak jadi semangat makan sayurnya.

Samarkan sayur
Sayur bisa dicincang halus lalu dimasukkan ke dalam adonan siomay, risoles, rolade bahkan nugget. Sayur juga bisa disajikan dalam bentuk smoothie. Sayur dicampur dengan buah-buahan, air kelapa lalu diblender, jadi deh…

Gunakan kisah fiksi tentang sayur
Superhero Sayur (Sumber gambar : meresideprimary)

Misalnya sayur brokoli adalah pahlawan membantu anak-anak agar larinya cepat. Wortel adalah sayur yang punya mata super, bisa untuk membantu orang yang kesulitan dll.

Sajikan sayur dengan makanan lain yang sangat disukai anak


Ini tips yang paling sering saya praktikan karena bikin bento agak-agak merepotkan dan menyamarkan sayur jadi mengurangi esensi “makan sayur”. Tips ini saya praktikan pada jenis sayur yang paling dihindari anak-anak. Anak-anak kami paling sulit disuruh makan brokoli. Pahit katanya. Memilih makanan favorit untuk disajikan bersama sayur yang paling dihindari membuat mereka jadi mengabaikan rasa sayurnya dan fokus pada rasa makanan favoritnya. Jangan lupa dirapal mantra “kalau mau makan ini harus sama sayurnya yaaaa…”

Nah kali ini saya menyiapkan menu So Good Chicken Nugget dengan brokoli wortel tumis. Brokoli adalah salah satu superfood. Kandungan gizinya sangat tinggi. Ada beta-karoten, magnesium, vitamin c dan banyak lainnya yang baik untuk pertumbuhan anak. Sayang sekali jika anak-anak tidak suka makan brokoli hanya karena rasanya yang kurang disukai anak. Oleh karena itu saya selalu menyajikan brokoli bersama dengan makanan yang paling disukai anak. Misalnya So Good Chicken Nugget berbentuk hewan dengan rasa pizza ini.



Anak-anak suka sekali So Good Chicken Nugget Animal ini, belum disajikan di meja makan nuggetnya sudah dikejar-kejar mau dihabiskan.  Di rumah kami sebungkus So Good Chicken Nugget ini hanya untuk satu kali makan. Habis ludes dimakan anak-anak. Begitu pula brokolinya. Alhamdulillah.

Nah yang penasaran sama resep brokolinya ini dia resep tumis brokoli wortel yang super sederhana ini

Bahan :
1 buah brokoli ambil kuntumnya
1 buah wortel potong serong tipis

Bumbu :
2 siung bawang putih cincang halus
½ siung bawang bombay iris
3 sdm saus tiram
1 sdt garam
1 sdt gula
1 sdm maizena dilarutkan dengan 3 sdm air

Cara memasak :
Rebus brokoli sampai setengah matang, angkat tiriskan
Rebus wortel sampai matang

Tumis bawang putih dan bawang bombai
Masukkan saus tiram, gula dan garam aduk rata
Masukkan larutan maizena aduk lagi hingga mengental
Masukkan brokoli dan wortel rebus, aduk sebentar
Matikan api

Tumis brokoli wortel siap disajikan bersama dengan So Good Chicken Nugget Animal gorengnya. Dilengkapi dengan nasi dan buah pepaya kesukaan anak-anak.



Buat yang belum tau nih So Good sekarang ganti logo dan kemasan lho. Jadi kalau kamu ke supermarket lalu nyari So Good jangan kaget ya kalau kemasan dan logonya beda. Logo So Good yang baru menggunakan latar hijau yang mencerminkan kesan fresh dan natural. Slogan So Good pun sekarang berubah lho. Dulu "So Good is Very Good" sekarang menjadi "Lebih Baik So Good". Slogan baru yang menggunakan bahasa Indonesia ini mencerminkan harapan So Good memiliki kualitas lebih baik lagi melalui kebaikan dan kelezatan protein hewani yang dihadirkan dalam produk-produk So Good untuk keluarga Indonesia.


Adek yang gak tahan mau makan So Good Chicken Nuggetnya

Semoga tipsnya bermanfaat ya dan terima kasih So Good telah mempersembahkan produk berkualitas dan enak untuk konsumennya.

Ada yang punya tips lain agar anak suka makan sayur? Share dong di kolom komentar.. 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini