Monday, July 16, 2018

7 Langkah Sederhana Dukung Bersama Asian Games 2018

Sebagai orang asli Palembang, saya gak pernah nyangka Palembang bisa jadi kota yang semaju sekarang. Bahkan Palembang ditunjuk untuk jadi salah satu tuan rumah penyelenggara Asian Games. Saya ingat sekali waktu pertama kali resto burger paling terkenal di dunia (sebut saja Mekdi hahaha..) buka cabangnya di Palembang. Antriannyaaaa beuh rame banget! Dan itu terjadi di tahun 2003, ketinggalan banget dari kota lain di Indonesia. Makanya pas pulang lebaran ke Palembang kemarin, saya sempat kaget campur terpesona melihat jalur LRT yang sudah rampung, jalan layang ada di mana-mana, bahkan daerah Jakabaring Sport City yang dulunya hanya tanah rawa tak tersentuh, sekarang lebih kece dari pusat kota Palembang. Keren abiiiiis…

ciyeeeee Palembang punya LRT (sumber gambar : globalplanet.news)
Senang sekali rasanya melihat progres pembangunan venue Asian Games di Palembang.  Saya sangat berharap agar Asian Games yang akan dilaksanakan 18 Agustus hingga 2 September 2018 dapat terlaksana dengan sukses. 

Ternyata kita sebagai warga negara Republik Indonesia bisa banget lho berkontribusi menyukseskan Asian Games. 

Caranya gimana? Jadi atlet? 
Ya gak harus dong, repot kalo seluruh warga jadi atlet hihi.. Kementerian Kominfo menjabarkan ada empat (catur) sukses Asian Games 2018, yaitu sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan pemberdayaan ekonomi. 


Nah agar catur sukses Asian Games 2018 ini terwujud kita bisa membantu menyukseskan dengan berbagai cara, seperti :


Menjadi tuan rumah yang ramah dan hangat
Kementerian Pariwisata memproyeksikan sekitar 150.000 penonton asing atau wisatawan mancanegara akan datang menyaksikan Asian Games 2018 (sumber : okezone.com). Indonesia sebagai negara timur terkenal banget nih dengan keramah-tamahannya masyarakatnya. Ayo kita buktikan pada dunia bahwa negara kita memang ramah dan menyenangkan. Kita mulai dengan yang paling sederhana yaitu tersenyum pada tamu-tamu kita. Percayalah, hal kecil seperti senyum kita bisa mengubah dunia!


Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib sampah
Beberapa waktu belakangan ini muncul beberapa artikel tentang istimewanya Jepang. Salah satu isi artikel ini supporter sepakbola Jepang yang membersihkan sampah di stadion seusai mereka nonton piala dunia di Rusia. 

sumber gambar : viva.co.id

Kita bisa mencontoh perilaku keren warga Jepang. Jepang juga salah satu peserta Asian Games lho. Mungkin sulit mengubah perilaku semua orang Indonesia, tapi kenapa tidak mulai dari diri kita sendiri. Paling sederhana jaga sampah kita jangan sampai dibuang sembarangan. 



Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib berkendara
Pasti tau dong ya sama jokes “emak-emak kalo kasih sein kiri, beloknya ke kanan” atau "cabe-cabean = cewek-cewek naik motor bonceng tiga". Perilaku ini sudah umum sekali di Indonesia tapi sayangnya perilaku ini sama sekali tidak mencerminkan perilaku tertib berkendara.


Apa saja sih perilaku tertib berkendara?
Patuhi marka jalan dan rambu lalu lintas, gunakan sabuk pengaman dan helm, jaga batas kecepatan berkendara, dan jangan melawan arah.

Menjadi tuan rumah yang baik dengan berperilaku tertib antrian
Kalo lagi asik-asik antri lalu tiba-tiba ada yang nyerobot antrian, pasti kita langsung kesel kan. Kebayang dong perasaan wisatawan asing kalau dapat perlakuan menyerobot antrian di negeri kita. Pasti sebel dan gak nyaman banget. 

Katanya di negara maju seperti Australia pelajaran penting pertama di sekolah dasar adalah antri. Belum telat lho buat kita belajar antri. Kita jadikan Asian Games 2018 ini ajang kita melatih kesabaran kita dalam antrian. Karena pasti kita akan dihadapkan dengan banyak antrian. Seperti antri saat masuk bus, LRT, antri beli karcis pertandingan, antri masuk keluar stadion, antri beli cemilan dll. Ayo kita pasti bisa!

Nonton langsung pertandingan 
Tahun 2004 yang lalu di Palembang juga pernah diselengarakan kompetisi olahraga yaitu PON XVI. Saat itu saya masih SMA (langsung deh ketahuan umurnya hihi..), kami siswa SMA mendapatkan kesempatan gratis nonton pertandingan bulutangkis. Saya ingat betul kondisinya. Stadionnya penuh sesak, tapi semua orang bergembira. Bersorak-sorai menyemangati atlet kesayangannya. Terasa sekali energi penonton tersalur kepada atlet kebanggannya. 

sumber gambar : malesbanget.com

Saat itu saya tersadar bahwa kalau kita mau atlet kita menang, datanglah ke pertandingannya. Bersoraklah “Indonesia..(dungdungdungdungdung)” agar atlet kita bersemangat mencapai prestasi tertinggi yang mereka bisa capai. 

Bikin heboh sosial mediamu 
Nah ini untuk yang gak bisa datang langsung menyaksikan altet kesayangan bertanding.

Ternyata jumlah penduduk Indonesia sangat besar yaitu mencapai 265 juta jiwa. Ini bisa jadi kekuatan untuk mengenalkan negara kita pada dunia. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu tidak sulit sebenarnya bagi Indonesia mengangkat topik menjadi topik paling dibicarakan di sosial media seluruh dunia (trending topic world wide). Mari kita manfaatkan kekuatan kita ini untuk mengangkat hal-hal positif tentang negara kita khususnya Asian Games 2018. 

Sebarkan konten-konten mengenai Asian Games 2018 di sosial media kita. Sebarkan kegiatan torch relay di kotamu, beritakan kemenangan atlet, sebarkan serunya kegiatan nonton bareng (nobar) di tempatmu, serta ramai-ramai ikuti kompetisi yang diadakan penyelenggara Asian Games 2018 di sosial media dll. 


Bantu membangkitkan ekonomi negara dengan membeli produk UKM
Seperti yang dibicarakan tadi bahwa akan ada ratusan ribu wisatawan asing yang datang ke Indonesia saat Asian Games 2018. Ini merupakan peluang bagus untuk perekonomian negara kita. Saatnya UKM kita menjadi primadona, menjajakan dagangannya di venue yang disediakan panitia Asian Games atau di lokasi-lokasi strategis yang telah mendapat izin pemerintah setempat. Ada baiknya kita yang mulai meramaikan gerai dagangan UKM lokal agar wisatawan asing pun tertarik. 

Simple bukan? Mamak-mamak rempong seperti saya pun pasti bisa nih berkontribusi #dukungbersama Asian Games 2018 agar bisa sukses dan berkesan di mata dunia.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini