Friday, August 31, 2018

Bersihkan Hari Aktif Ibu dengan Kesegaran Natsbee Honey Lemon

Jadi ibu rumah tangga dengan tiga anak yang dua di antaranya masih balita, tinggal di perantauan, tanpa pembantu dan tanpa pengasuh, bagaimana rasanya?




Rasanya seperti dunia ini jungkir balik setiap hari. Karena memilih menjadi ibu rumah tangga berarti siap menghadapi kelelahan yang tidak berkesudahan.


Saya akan coba gambarkan bagaimana aktivitas saya sehari-hari. Kita mulai di akhir pekan. Akhir pekan artinya kulkas kami kosong. Stok makanan habis. Seminggu sekali saya diantar suami belanja ke pasar, sekalian ikut turnamen sikut-sikutan di pasar. Karena Pekanbaru jam 9 pagi saja panasnya sudah subhanallah, maka biasanya kita dapat bonus matahari yang bersinar terang. Akibatnya di pasar kegerahan, kepanasan belum lagi keluar pasar disambut asap kendaraan.

Pulang dari pasar tidak bisa ongkang-ongkang kaki. Belanjaan yang tadi dibeli harus langsung dibereskan, dimasukkan ke dalam wadah-wadah, food preparation istilahnya. Food prep ini walau saat pengerjaannya kelihatan repot tapi bagus lho untuk ibu-ibu yang tidak mungkin ke pasar setiap hari dan lorong rumahnya tidak dilewatin tukang sayur. Food prep juga bagus untuk menghidari mubazir bahan makanan. Karena menyimpan makanan dengan cara food prep membantu bahan makanan tetap awet, tidak busuk selama beberapa hari ke depan. Food prep juga bagus untuk melatih kita hidup dengan perencanaan minimal merencanakan menu selama seminggu ke depan. Karena masalah "mau masak apa hari ini?" hanya menambah beban pikiran ibu-ibu setiap harinya.


Lanjut! Baru mau istirahat sebentar eh mesin cuci dan seonggok cucian memanggil-manggil. Nyalakan mesin cuci dulu, cuci lalu jemur. Tidak terasa ternyata sudah hampir jam sebelas, saatnya menyiapkan makan siang. Masak sehari tidak cukup sekali. Bisa dua kali untuk makan berat dan dua kali untuk cemilan. Kenapa masaknya sering sekali? Karena masih punya anak balita. Jadi bundanya ini harus rajin-rajin nih menyiapkan makanan agar anaknya tidak mogok makan. Plus saya juga suka masak, klop deh itu. 

Persoalan bawaan dari cuci baju adalah menyetrika. Dan persoalan bawaan dari hobi masak adalah cuci piring. Haih.. Padahal baju yang hari ini disetrika, besoknya kotor lagi huhuhu.. Dan piring yang baru saja dicuci, beberapa jam lagi akan kotor kembali.

Sudah sampai di sini jadwal kegiatan super padatnya? Belum Buibu... Saya juga harus menyiapkan mainan buat anak-anak dan menemani mereka main. Buat apa repot-repot nyiapin mainannya segala? Karena kami percaya bahwa mainan terbaik untuk anak adalah mainan yang belum jadi alias dirakit bersama. Dan seasik-asiknya main adalah main yang ditemani ayah bundanya. Jadi karena alasan inilah saya membetah-betahkan diri menyiapkan mainan edukatif untuk anak-anak setiap hari. Apa persoalan bawaan dari membuat mainan bersama anak-anak? Iyak tepat sekali! Rumah berantakan! 

Belum lagi saya punya aktivitas tambahan sebagai blogger dan vlogger sebagai hobi dan tambahan rezeki. Karena sangat sibuk di siang hari, terkadang saya harus begadang hingga pukul dua pagi untuk melakukan aktivitas menulis dan editing video. Padahal sebelum subuh saya sudah harus bangun untuk bersiap-siap mengulangi rutinitas.

Kadang lelaaaaaaah sekali sampai-sampai baru duduk saya sudah ketiduran. Ada kalanya baru jam delapan malam saya sudah ngantuk padahal anak-anak masih cenghar dan suami pun baru pulang. Jadi kehilangan waktu bersama keluarga. Paling tidak enak kalau sudah capek sekali malah jadinya ngomel-ngomel dan marah-marah. Kasihan anak dan suami.

Ada yang sama gak sih, Buibu? 

Selain dapat merusak hubungan dalam keluarga, taukah Buibu kalau stres atau gangguan psikosomatis ternyata dapat memicu berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang dapat diperberat oleh kondisi mental seseorang yaitu psoriasis, tukak lambung, tekanan darah tinggi dan eksim (sumber : alodokter.com).

Seram ya dampak stres! Maka dari itu saya mencoba mencari pola agar saya tidak terlalu kelelahan, tidak stress dan fit. Agar saya tidak marah-marah dan tetap bahagia jadi ibu rumah tangga.

Komunikasikan dengan Suami

Dengan semua rutinitas di atas, hidup ibu rumah tangga sudah pasti menjemukan. Bosan lelah pasti mampir dan itu manusiawi. Maka tidak ada salahnya mengkomunikasikan persoalan ibu kepada suami karena suami adalah partner seumur hidup.

Alhamdulillah suami saya super kooperatif. Saat saya belanja di pasar, dia bercengkrama dengan anak-anak agar tidak bosan menunggu saya di mobil. Saat saya membereskan belanjaan dia memandikan anak-anak, menemani anak-anak main atau menyuapi anak-anak makan. Saat saya memasak kadang ia mampir ke dapur untuk merecoki membantu. Sekedar aduk-aduk panci dia tentu bisa. Bantuan suami walau terlihat kecil namun besar sekali manfaatnya untuk menghilangkan lelah saya. Saya jadi tidak merasa "capek sendiri".

Komunikasi yang baik antara saya dan suami tidak dibangun dalam satu dua malam pernikahan tapi butuh setahun dua tahun untuk dapat saling memahami. Kunci utamanya adalah komunikasi yang efektif, bicarakan langsung bukan saling memberi kode.

Tidak Harus Mengerjakan Semuanya Sendiri

Ingat ibu, bahwa ibu bukanlah superhero atau superwoman. Ibu hanyalah manusia biasa. Ibu pasti sangat kewalahan kalau berusaha sempurna mengerjakan segala sesuatu sendiri. Maka ibu boleh sekali mendelegasikan tugas ibu ke orang lain seperti menyerahkan urusan cuci setrika ke laundry kiloan, sesekali menyerahkan urusan masak kepada layanan pesan antar makanan.

Untuk urusan beres-beres rumah ibu bisa lho meminta bantuan anak. Tentu ibu harus siap untuk sedikit  menurunkan standar kebersihan dan kerapihan rumah. Mendelegasikan tugas ringan kepada anak membantu anak membangun kepercayaan dirinya lho bu.. Dan melatih anak untuk memiliki life skill sejak dini.


Punya Me Time

Me time atau waktu bagi ibu sendiri. Me time ini tidak harus berarti ibu jalan-jalan ke mall, ke salon, dll. Me time bisa dalam bentuk yang lebih sederhana seperti minta izin suami untuk tidur tanpa gangguan anak-anak selama satu jam. Sesekali makan, mandi, sholat tanpa diinterupsi. Me time juga bisa berupa ibu bisa mengerjakan hobinya. Misalnya saya yang punya hobi menulis maka saya membuat blog ini sebagai sarana me time. Me time ini bermanfaat untuk memulihkan energi ibu. Kalau Buibu di sini apa me timenya?


Jaga Kondisi Tubuh Agar Selalu Fit dengan Berolahraga
Karena katanya ibu rumah tangga itu dilarang sakit. Saya sendiri menyadari kalau mulai tidak enak badan saya pasti mulai rewel. Anak berisik (padahal memang berisik setiap hari) saya merasa terganggu, ujung-ujungnya saya jadi ngomel-ngomel sendiri. Oleh karena itu saya berusaha berolahraga ringan agar tubuh saya tetap bugar juga karena olahraga dapat mengurangi stres. Saya memilih workout sederhana yang bisa dilakukan di rumah dan bisa dilakukan bersama anak-anak.


Perbanyak Makan Buah dan Sayur 

Sebagai ibu yang aktif kita butuh tambahan energi agar selalu sehat, bugar dan bahagia. Tambahan energi ini didapat dari makanan sehat. Makanan yang sehat seperti sayur dan buah-buahan memberikan kita energi yang lebih baik dari junk food. Dan ternyata makanan sehat menurut penelitian dapat pula membantu mengurangi stres.

Konsumsi Honey Lemon Shot
Honey lemon shot adalah sebutan untuk resep perasan buah jeruk lemon dicampur dengan madu. Minuman ini memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Bayangkan segarnya lemon dengan manfaat vitamin C, elektrolit, membantu detoksifikasi, dan antioksidan. Dicampur dengan madu dengan sejuta khasiatnya yang terkenal sejak dulu. Madu sendiri ternyata mempunyai manfaat mengembalikan kesegaran tubuh, meningkatkan mood dan meredakan stres. Madu juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengandung antioksidan dan antibakteri. Paduan dua bahan alami ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tubuh.

Honey lemon shot ini disarankan diminum di pagi hari sebelum makan untuk hasil yang maksimal. Menurut saya honey lemon shot ini rasanya agak ekstrem campuran rasa manis legit dari madu dan rasa super asam dari lemonnya. Namun karena manfaatnya yang banyak dari campuran madu dan lemon ini maka tak heran banyak orang yang tetap setia mengkonsumsinya.



Khasiat Lemon dan Madu dalam 

Natsbee Honey Lemon

Sekarang manfaat madu lemon bisa didapatkan juga dalam bentuk minuman yang enak dan menyegarkan, yaitu Pokka Natsbee Honey Lemon. Natsbee Honey Lemon adalah minuman madu lemon dengan rasa lezat yang pas, tidak terlalu manis juga tidak terlalu asam. Saya suka efek segar yang langsung didapat setelah meminum Natsbee Honey Lemon. Rasa segarnya membuat saya ingin meminumnya lagi, lagi dan lagi. Bagi saya paling enak menikmati Natsbee Honey Lemon dingin di sore hari. Saat sedang lelah-lelahnya dan tenaga telah terkuras habis sedangkan anak-anak masih butuh ditemani, minum Natsbee Honey Lemon membantu mengembalikan kesegaran tubuh.

Natsbee Honey Lemon juga mudah ditemukan. Natsbee Honey Lemon bisa didapatkan di minimarket terdekat seperti Alfamart, Indomart, juga di pusat perbelanjaan. Harganya pun hanya enam ribuan.




Memilih menjadi ibu rumah tangga dengan aktivitas yang sangat padat dan melelahkan, stress, begadang, polusi udara, junk food dan gaya hidup tidak sehat lainnya dekat sekali dengan kehidupan para ibu. Kita tidak dapat mencegah toksin masuk ke dalam tubuh kita. Namun kita dapat berusaha meminimalisirnya. Tidak masalah seberapa padat aktivitas ibu, Natsbee Honey Lemon membantu mengembalikan kesegaran tubuh ibu dan menjadikannya bersih kembali.




Karena kesehatan jiwa dan raga ibu adalah sumber kebahagiaan keluarga, karena anak-anak adalah amanah, maka ibu harus berusaha hidup sehat minim stres dan senantiasa berbahagia.

Semangat Buibu!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, silakan tinggalkan komentar di tulisan ini